Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Ketakutan Tasya


__ADS_3

Sesuai ucapan dokter, Tasya harus di rujuk ke obgyn poli kandungan untuk pemeriksaan lebih detail mengenai ciri yang di ucapkan Tasya dan apa yang dia lihat. Dokter yang menangani Tasya saat di IGD merasa curiga jika saat ini Tasya mengidap kanker serviks. Tapi saat itu pihak dokter tak berani mengungkapkan tanpa sebuah bukti yang konkrit sesuai hasil pemeriksaan secara medis.


Kini Daren dan Tasya sudah berada di dalam ruangan dokter kandungan. Berbagai serangkaian pemeriksaan di lakukan mulai dari Pap smear, kolposkopi, tes schiller, kuretase endoserviks ( ECC ), Biopsi kerucut (Cone biopsy), dan Biopsi punch ( punch biopsy ). Daren merasa tak tega saat wanita yang masih ada di hatinya, menjerit kesakitan saat dokter wanita itu memasuki sebuah alat ke dalam ******.


Daren terlihat pucat seperti ingin pingsan, dirinya merasa menyesal karna berbuat kasar kepada Tasya semalam hingga dirinya harus merasakan sakit yang luar biasa ulahnya.


" Sakit...hiks...hiks. " Tasya menangis di pelukan Daren. Daren mencoba menenangi Tasya, memberi semangat untuk yakin tak akan terjadi apa-apa dengan dirinya, dan semua itu hanya sakit biasa.


" Gimana dok ? Kapan kami bisa mendapatkan hasil pemeriksaan ? " Tanya Daren saat sang dokter telah kembali ke tempat duduk kebesarannya.


" Mohon maaf pak baru besok kami akan memberikan hasil secara akurat, biar lebih mudah untuk menjelaskan ! " Ucap dokter Sheila, dokter kandungan yang menangani Tasya.


" Menurut anda, sebaiknya istri saya di rawat atau kami pulang dan besok kami akan datang kembali mengambil hasilnya ? " Tanya Daren, sedangkan Tasya hanya diam saja, Tasya hanya memandangi wajah suami yang berada di sebelahnya. Karna harta dan rasa sakit hatinya, dia memilih mengkhianati pria yang selama ini tulus mencintainya. Selama ini dirinya termakan bujuk rayu Dion, rela mengkhianati Daren dan mencintai Dion lebih besar di bandingkan Daren. Padahal Tasya tahu jika Daren tak pernah mengkhianatinya bahkan Daren selalu berjuang mempertahankan cinta mereka. Daren memiliki wajah lebih tampan, lebih kaya dan hebat segalanya dari Dion. Daren juga selalu memberi dirinya segalanya yang dia pinta.


" Silahkan jika Nyonya Tasya ingin pulang, tapi saya minta tolong pada anda Tuan jangan melakukan hubungan intim dulu ya ! " Jelas Dokter Sheila. Padahal tanpa di suruh pun Daren merasa tak tega melakukan lagi dalam kondisi Tasya yang sakit.


Daren menghubungi Doni untuk datang ke rumah sakit, dan ternyata Doni sudah sampai di rumah sakit. Setelah selesai pemasangan cctv Doni langsung bergegas ke rumah sakit khawatir jika tuannya membutuhkan dirinya.


Daren membopong tubuh tasya masuk ke dalam mobil dan menyenderkan tubuh Tasya dalam posisi nyaman. Daren terus berusaha menenangkan Tasya yang sejak tadi menangis karna ketakutan.


" Benar-benar pintar acting banget wanita ular ini ! Sampai-sampai si bos jatuh lagi dalam pelukannya ! " Gerutu Doni dalam hati. Tak ada sepatah kata pun terlontar dari bibir Daren bicara dengan Doni. Daren sibuk menenangkan istri keduanya, bahkan dirinya rela menjadi bantal untuk sang istri.

__ADS_1


Terpaksa Doni tak membahas masalah cctv kepada Daren, bukan waktu yang tepat untuk membahasnya. Dan untuk sementara hanya Doni yang bisa melihat cuplikan demi cuplikan yang di lakukan di apartemen Tasya dsan Daren.


" Besok jemput kami jam 09.00 pagi di lobby untuk mengambil hasil pemeriksaan di rumah sakit. " Sahut Daren sebelum dirinya turun.


\=====


" Sayang... ponselmu dari tadi berbunyi terus saat dirimu mandi ! " Ucap Tasya saat Daren keluar dari kamar mandi.


Jika Tasya sehat, mungkin dia tak akan membiarkan ponsel Daren begitu saja, pasti dia langsung membuka ponsel suaminya dan mencari tau siapa yang menghubunginya. Namun tidak seperti saat ini, jangan untuk bangkit dari ranjang, bergerak pun dirinya tak kuasa.


" Ya...mah kenapa tadi Daren lagi mandi ? " Ucap Daren di panggilan telpon.


" Owh...kamu di mana ? Kok ga pulang ke rumah mama ? " Sahut Mama Mila.


" Huh...bikin susah aja tuh orang ! Kenapa emang si Tasya? Lagian baru sembuh aja udah gatel main ke mall. " Gerutu Mama Mila.


" Besok baru tahu hasilnya mah. Tasya merasakan nyeri di perutnya bahkan sempat mengeluarkan darah dari ******. Tadi sih Tasya sempat melakukan pemeriksaan lengkap. " Jelas Daren dan Mama Mila hanya ber o ria.


" Ya udah kalau besok hasilnya ada penyakit di derita dirinya, mendingan kamu cepetan ceraikan dia ! Ga bisa berikan anak juga, buat apa kamu pertahankan ! " Sahut mama Mila.


" Udah ah Daren ga mau berdebat, kita tunggu aja besok hasilnya ! Kemarin kan Tasya sakit mah, makanya Daren belum usaha bikin Tasya hamil ! " Bela Daren dan lagi-lagi membuat Tasya tertawa senang dalam hati karna di bela Daren.

__ADS_1


" Semoga hasil besok aku baik-baik saja, dan aku bisa memberikan keturunan untuk Daren agar bisa menutup mulut nenek lampir itu. " Gerutu Tasya dalam hati.


γ€€


\=====


Hari yang di nanti telah tiba,Tasya dan Daren sedang menikmati sarapan pagi bersama. Ada perasaan takut yang di rasakan Tasya saat ini. Dia tak kuasa jika harus mengetahui bahwa dirinya memiliki penyakit. Semalam tadi tidak ada olahraga ranjang yang di lakukan Daren dan juga Tasya sesuai perintah dokter. Tasya sudah terlihat segar.


Tasya dan Daren menaiki lift dan kini mereka telah sampai di lobby bertemu dengan Doni, Tasya terus menggandeng tangan Daren dengan mesra menutupi rasa groginya.


" Sayang...aku takut sekali jika nanti hasilnya akan mengecewakanmu, aku takut sekali jika suatu hari nanti kamu akan meninggalkanku kembali dengan Delia ! Kalau aku tak bisa memberikanmu anak gimana ? " Ucap Tasya sambil terisak tangis.


" Yach...dia acting lagi ! Kapan sih drama percintaan ini berhenti ? " Gumam Doni saat Doni melihat pertunjukkan Tasya terisak tangis di dalam pelukan Daren.


" Jangan berpikir macam-macam dulu ! Tenangkan dirimu ! Berdoalah, semoga hasilnya tak mengecewakan ! " Sahut Daren terus memberi semangat pada Tasya.


Mobil yang membawa Daren dan Tasya telah sampai di depan lobby rumah sakit, Tasya terus menggandeng tangan Daren seakan tak ingin terpisah.


Daren dan Tasya duduk di depan poli kandungan, sedangkan Doni ke bagian administrasi untuk mendaftar.


" Del, kamu di mana ? Maaf aku bukan suami dan ayah yang baik. Seharusnya aku mendampingi kamu di saat kamu hamil, ini malah aku berat ninggalin Tasya. Merelakan kamu pergi ! " Ucap Daren lirih dalam hati saat melihat banyak ibu-ibu hamil yang datang periksa di temani suami-suaminya.

__ADS_1


" Sayang...sayang kamu kenapa ? Kenapa bengong ? " Panggil Tasya saat suaminya diam terpaku bahkan sejak tadi dirinya mengajak bicara pun Daren tak meresponnya, itu artinya Daren tak mendengarkan apa yang Tasya ucapkan.


__ADS_2