
Karna merasa panik, sampai-sampai Daren tak sempat memberi kabar untuk mama dan papa nya jika sang istri akan melahirkan.
Kini Delia sudah berada di ruang bersalin. Delia memilih melahirkan secara normal. Suasana menjadi mencekam. Habislah sudah Daren yang kini menjadi sasaran empuk istrinya.
" Sudah lengkap semuanya. Ibu kita mulai ya untuk proses persalinannya ! Kalau ibu sudah merasa sangat mules, ibu ngomong ya ! Nanti saya akan memberi aba-aba untuk ibu mulai mengejan ! Ingat jangan mengangkat pinggul ya Bu, biar tak menyebabkan robek ! Tarik nafas dalam-dalam dan membuangnya ! Keluarkan jangan di tahan ! Mata ibu juga jangan di tutup dan ibu jangan mengejan pakai tenggorokan ! Apa ibu sudah mengerti ? " Jelas dokter yang menangani persalinan. Delia menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Sedangkan Daren hanya memperhatikan ucapan Dokternya dan melirik ke arah istrinya.
" Ternyata mendampingi istri melahirkan lebih terasa tegang dari memperjuangkan mendapatkan tender besar ! " Ucap Daren lirih. Sepertinya dia mulai merasa frustasi. Delia benar-benar melampiaskan rasa sakitnya kepada suaminya. Membuat Daren sudah terlihat acak-acakan tak karuan.
" Aaaawww..sakit ! " Teriak Delia yang mulai merasakan sakit. Dokter langsung memandu Delia untuk menjalankan apa yang tadi dokter perintahkan.
"Eeeeeeeeehhh.." Delia mengejan sambil tangannya menjambak rambut suaminya dan merembes wajah suaminya sedangkan Daren hanya pasrah.
" Sudah bagus Bu, ayo mengejan sekali lagi dan lebih kuat lagi ya Bu ! " Titah Dokter.
"Eeeeeeeeehhh..." Delia mengejan lebih panjang hingga akhirnya dia berhasil.
" Oek...oek...oekkk..."
Daren meneteskan air mata harunya saat sang sudah terlahir ke dunia. Daren langsung memberikan kecupan di kening dan kedua pipi istri nya.
" Makasih ya sayang, kamu sudah berjuang melahirkan anak kita. I Love You..." Ucap Daren sambil mengelus rambut istri nya dan Delia membalas dengan senyuman.
Bidan yang berada di sana langsung meletakkan sang baby di dada ibunya untuk melakukan inisiasi menyusui dini laku membawa sang anak untuk di bersihkan.
Awalnya Daren tak ingin karna aset berharga milik istrinya harus di perlihatkan. Karna dokter dan Delia menjelaskan barulah dia mengerti.
Daren pun langsung menghampiri baby girl nya. Terlihat sangat cantik dan menggemaskan. Hilang sudah rasa sakit yang dia rasakan. Di tukar dengan rasa bahagia. Daren yakin rasa sakit yang di rasa istrinya pasti lebih sakit dari yang dia rasakan. Dulu saja saat merasa sakit yang luar biasa dia tak sanggup hingga pingsan. Belum di tambah sakitnya saat di jahit.
" Dok, itu milik istri saya di apain ? " Tanya Daren polos saat melihat dokter sedang menjahit milik istrinya yang sedikit robek karna proses persalinan.
" Ini tadi sempat robek pak, dan sekarang saya mencoba menjahitnya ! " Sahut dokter yang masih sibuk menjahit.
" Mas, sini sih ! Bikin malu aja ngelihatin begitu ! " Gerutu Delia.
Tapi Daren tetap aja ngeyel. Dia ingin tau apa yang di lakukan dokter. Karna ini demi kesejahteraan dirinya dan soulmate selanjutnya.
__ADS_1
" Tenang aja pak ga akan saya jahit semuanya kok, saya sisain buat bapak ! " Ujar Dokter membuat Daren ber oh ria.
Wajah Delia berubah menjadi merah menahan rasa malu melihat sikap suaminya yang bar-bar. Jika saja dia boleh bangun, pasti sudah dia kremes wajah dan mulutnya.
" Mas sini sih, jangan ganggu dokternya ! " Ucap Delia yang merasa geram.
" Sabar dulu sayang, kenapa harus malu sih ? Aku udah sering lihat ko. Dok, itu kira-kira sembuhnya berapa lama dan kapan saya sudah boleh menggunakannya ? " Ucap Daren polos apa malu-maluin.
Delia sudah tak kuasa menahan rasa malunya. Rasa sakit jahitan menjadi bertambah.
" Sudah selesai Bu di jahitnya ! Dan untuk bapak, harus tunggu setelah masa nifas nya selesai dulu ya ! Tapi balik lagi masalah kapan sudah boleh melakukannya, bapak harus bicarakan sama ibu nya ! Jangan sampai membuat ibu mengalami trauma karna belum merasa siap karna masih merasakan sakit yang luar biasa. Jadi bapak harus lebih banyak bersabar ya ! " Ucap Dokter sambil tersenyum.
Delia kini sudah di pindahkan ke ruang perawatan.
" Mas, malu-maluin aku banget sih ? Begituan aja di tanyain ! " Ucap Delia ketus.
" Ya haruslah sayang...ini sangat penting ! Kan jangan sampai aku kena bohong sama kamu karna kamu belum mau. Menurut standarisasi aku hanya harus menunggu 40 hari aja seperti yang aku baca. " Ujar Daren membuat Delia merasa kesal. Rasa sakitnya aja belum hilang, dan baru saja beberapa menit dirinya melahirkan. Ini sudah ngomongin masalah guncang ranjang lagi.
Ampun deh si Daren. 🤣😀😄
Daren langsung mengambil bayi cantiknya dari dalam box.
" Halo anak ayah yang cantik, selamat datang di dunia. Selama ini ayah, bunda, dan kakak Daffa sudah menunggu kamu. Ternyata kerja keras ayah berhasil ya membuat kamu segera terlahir, ya meskipun tadi harus merasa pusing karna tanggung belum sampai keluar kamu udah mau lahir. " Ucap Daren yang merusak pendengaran anaknya yang baru saja terlahir, masih bersih tapi harus terkontaminasi dengan ucapan ayahnya yang bar-bar.
" Sini Dede nya sama aku, ngapain juga begituan di ceritain ! " Ucap Delia geram.
" Kan ini biar dia tau perjuangan keras ayahnya untuk membuat dan membantu dirinya terlahir ke dunia. " Sahut Daren menggemaskan. Membuat istri nya bertambah sewot saat dini hari.
Daren menyerahkan sang anak kepada sang istri. Untuk di susui, dan ternyata baby girl nya langsung pintar menemukan put*ing sang bunda. Dan menghis*apnya.
" Sekarang ayah ga apa deh, ngasih buat kamu ! Tapi nanti kalau udah dua tahun buat ayah lagi ya ! Ayah ngalah dulu deh. Sahut Daren yang langsung mendapat tatapan tajam dari istrinya.
Pagi hari Daren baru menghubungi mama nya, karna semalam dia tak ingin mengganggu orang tua nya tidur.
" Mah, Delia sudah melahirkan. " Ucap Daren to the point.
__ADS_1
Mendengar informasi dari anaknya, tentu saja hal itu membuat mama Mila merasa bahagia. Dan dia langsung memberitahukan hal bahagia ini kepada sang suami. Kini mereka memiliki sepasang cucu. Dan akan langsung melihatnya.
Kini mereka telah sampai di rumah sakit. Daffa dan mama Mila langsung antusias melihat cucu dan adiknya.
" Ya ampun Del cantik banget dede nya. Makasih ya sayang sudah memberikan mama cucu yang cantik dan sehat. " Ucap Mama Mila sambil memberi kecupan di kedua pipi menantunya.
" Mama ga ngucapin makasih sama Daren. Semua itu kan karna kerja keras Daren dan olahannya bagus. " Gerutu Daren.
" Ngapain ngasih ucapan, kamu mah emang doyannya. Ga di suruh juga, nyosor terus. " Sahut Mama Mila ketus.
" Owh iya namanya siapa si cantik ? " Tanya mama Mila.
Delisa Amora Putri Pramudya nama bayi perempuan Delia dan Daren yang berarti Putri Pramudya yang memberikan kesenangan dan cinta. Semoga kelak akan memberikan kesenangan untuk keluarganya dan menjadi penguat cinta kedua orang tuannya.
Dan akhirnya author ucapkan kini sudah sampai di penghujung cerita dari berbagai cinta : Madu dalam pernikahan ku. Terima kasih untuk semua dukungan yang di berikan untuk karya ini. Love-love sekebon untuk kalian semua. ❤️❤️❤️😍😘😘 Semoga kalian merasa terhibur. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati para readers. Ini hanya sebuah cerita kehaluan dari penulis, bukan sebuah kisah nyata. Author juga meminta maaf jika ada yang tidak merasa puas karna di akhir cerita Delia kembali kepada Daren dan mereka hidup bahagia dengan kedua anak nya.
Oh ya perlu ga author tambahkan bonus chapter tentang anak-anak mereka hingga dewasa. Yang menceritakan Daffa yang menurun sifat sang ayah yang dingin dan arogan, tapi tidak melakukan poligami ya 😀😄 Karna sang ayah akan memberi pengarahan menceritakan penyesalan sang ayah😀😀 Dan juga cerita tentang Delisa yang menjadi wanita cantik namun posesif pada ayahnya. 😃😀
Delia Saputri \= Delisa Amora Putri Putri
Darendra Pramudya \= Daffa Pramudya
❤️ Daffa Pramudya❤️
❤️ Delia Saputri❤️
❤️ Darendra Pramudya❤️
❤️ Delisa Amora Putri Pramudya❤️
__ADS_1