
" Sa, ada yang ingin aku bicarakan padamu ! Aku ingin bertemu denganmu, aku ke tempat mu ya ! " Reynaldi mengirimkan pesan chat kepada Tasya.
Setelah Tasya menginjakkan kaki nya di Indonesia, Reynaldi meminta Tasya untuk mengurangi aktivitas di luar. Nunggu instruksi darinya. Dia tak ingin Tasya bertemu orang banyak hingga akhirnya dirinya lupa akan tujuan nya dari awal. Bisa-bisa Tasya akan menjalani hubungan dengan pria lain.
Kini mereka sudah bersama di apartemen Tasya.
" Sa, Daren masuk rumah sakit jiwa. Sepertinya kita masih belum bisa menjalankan misi kita sampai saat ini. Dan asal kau tau, Delia akan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat ini. Semoga Daren cepat sadar, dan kita bisa menjalani misi kita memisahkan Delia dari Daren. Kau bersama Daren dan aku bersama Delia.
Mendengar kabar dari Reynaldi tentang kondisi Daren, tentu nya ada perasaan iba yang di rasa Tasya. Bagaimana pun Daren adalah pria yang paling setia dan baik untuk nya. Sayangnya dia membalasnya dengan cara yang salah. Selama menjalin hubungan dengannya, tak pernah sekali pun Daren berbuat kasar padanya. Daren juga selalu mempertahankan dirinya, meskipun kedua orangtuanya Daren tak menyetujui hubungan mereka. Bahkan rasa cinta Daren kepadanya sangat besar, hingga dirinya rela menerima perjodohan dengan Delia. Daren juga selalu membela Tasya untuk selalu ada di hidupnya. Perjuangan Daren kepadanya sangat besar.
" Hei...mengapa kau malah menangis ? Menyesal telah menyakiti si Daren dan membela si Dion ? Sekarang aku akan memberikan kebebasan padamu untuk mendapatkan pria itu lagi, menjalani hidup bahagia lagi bersamanya ! " Ujar Reynaldi.
Tasya menganggukan kepalanya, dia berjanji akan berusaha keras untuk mendapatkan Daren kembali, merebut dari Delia.
\=\=\=\=
" Rey, boleh kah aku bekerja kembali seperti model ? Aku merasa sangat jenuh jika hanya diam di dalam apartemen. Aku ingin memiliki kesibukan. " Ucap Tasya memohon.
" Tidak !!! Apa kau lupa dengan janji mu padaku ? Tujuan aku menolong dirimu , yaitu untuk mendekat dirimu dengan Daren. Aku tak butuh uang, yang aku butuh Delia jatuh ke pelukan diriku. " Sahut Reynaldi tegas. Reynaldi mencengkram dagu Tasya dengan kasar. Tubuh Tasya bergetar ketakutan, dia tak menyangka di balik kebaikan Reynaldi tersimpan kekejaman.
__ADS_1
" A..aku tak lupa Rey. Aku sangat tahu dengan tugasku seperti apa. A..aku hanya ingin mendapatkan uang. "
Reynaldi tertawa keras terdengar begitu menakutkan. Membuat Tasya tak berani berkata apapun lagi.
" Uang...uang...dan uang lagi yang kau inginkan. Dasar wanita matre ! Udah mau mati saja, kau masih saja berpikir uang ! Ingat, aku itu malaikat pencabut nyawa mu. Kapan pun aku mau, aku bisa melakukannya ! Jangan pernah bermain-main dengan ku ! Aku bisa saja melaporkan dirimu ke polisi biar kau membusuk di penjara ! " Suara Reynaldi menggelegar.
Reynaldi pergi meninggalkan apartemen Tasya. Namun sebelum nya, dirinya melemparkan semua barang-barang yang dia lihat. Berteriak seperti orang gila.
\=\=\=
Hari ini Mama Mila dan Papa Agung mengunjungi rumah sakit jiwa untuk menemui anaknya. Sudah cukup lama dirinya tak menengok, dia ingin sekali menyampaikan tentang ketemunya Delia dan juga Daffa anaknya. Mama Mila dan Papa Agung berharap anaknya bisa segera sembuh.
Menurut hasil diagnosa dokter. Daren mengalami depresi berat. Harinya-harinya terus menangis dan berteriak memanggil Delia dan meminta maaf pada Delia. Menurut dokter, Daren mengalami penyesalan yang teramat dalam kepada Delia. Hingga dirinya tak sanggup menahan beban yang terlalu berat baginya. Dan satu-satunya yaitu di pertemukan Delia. Agar Daren meluapkan perasaan dan menyadari jika Delia telah memaafkan kesalahan.
Kedua orangtuanya kini sudah berada di depan kamar tempat Daren berada.
" Ren, ini mama sama papa. Kami ingin memberi tahu, Delia dan anak kamu sudah di temukan. Anak kamu laki-laki nama nya Daffa. Dan sebentar lagi mereka akan kembali. Sembuh lah, Delia sudah memaafkan dirimu. " Ucap Mama Mila. Delia berjanji akan kembali ke Indonesia dan mempertemukan Daffa dengan Daren, tapi dengan syarat jika Daren sembuh Delia meminta bercerai dari Daren. Bagi Mama Mila yang terpenting sang anak sembuh dulu, untuk masalah hati Delia dia tak mau memaksa. Wajar jika Delia seperti itu, karna luka yang Daren gores terlalu sakit.
" Bener ? " Tanya Daren lemah. Daren menatap ke netra sang mama mencari kebenaran yang ada.
__ADS_1
" Ya...mama ga bohong sayang. Makanya kamu cepat sembuh ya ! Masa kamu mau anak kamu melihat kamu di sini ? Semangat lah , dan hidup normal kembali ! Raih kebahagiaan kamu ! " Ucap Mama Mila meyakinkan Daren.
" Kesalahan Daren terlalu banyak mah, apa mungkin Delia akan memaafkan Daren mah ? Daren nyesel mah, telah menyakiti hati Delia. Hiks...hiks..." Daren berhambur ke pelukan sang mama, meluapkan perasaan nya. Mama Mila juga ikut menangis.
\=\=\=\=
Hari demi hari kondisi psikis Daren semakin membaik, dirinya sudah bisa berkomunikasi dengan lancar. Maka pihak dokter sudah memperbolehkan Daren pulang, dengan catatan jika seperti dulu lagi terpaksa dirinya harus kembali ke sana. Dokter menyarankan agar Daren merasa percaya diri menjalankan kehidupan menghadapi hidup selanjutnya. Berpikir tentang kebahagiaan. Agar tak pernah lagi merasa terpuruk. Terlebih sebentar lagi seseorang yang selama ini dia impikan akan kembali.
Daren sudah bersiap-siap. Kedua orangtuanya dengan setia menjemputnya. Dan mereka berpamitan.
" Ingat pesan dokter kamu harus merasa hidupmu penuh bahagia ! Kamu harus percaya diri menatap hidup mu ke depan, menjalankan hidup dengan baik ! " Ucap Mama Mila mengingatkan sang anak saat mereka melangkah kakinya keluar rumah sakit.
" Pah, mampir dulu ke barbershop ya ! Daren ingin cukur kumis dan potong rambut dulu. Sebelum Delia datang, Daren ingin merubah penampilan dulu ! " Ucap Daren penuh semangat.
" Gitu donk, itu namanya anak mama sama papa. " Ujar sang mama. Mama Mila sangat bahagia karna sang anak kini sudah hidup normal kembali. Terlebih Daren sudah lebih bersemangat.
Saat ini Daren duduk di belakang bersama sang mama. Dan sang papa duduk di depan di sebelah supir.
" Mah, mama ketemu Delia di mana ? Delia bener udah maafin Daren ? Anak Daren mirip siapa ? " Tanya Daren pada sang mama.
__ADS_1
" Jadi selama ini Delia di Paris. Mama juga belum banyak mengobrol siapa yang bantu dia bisa pergi ke sana, karna ko bisa dia pergi tanpa meninggalkan jejak. Anak kamu ganteng banget Ren, ganteng kaya kamu. Ngomongnya pinter, ceriwis persis kamu kecil banget deh. " Sahut Mama Mila dengan wajah berseri-seri membuat Daren ikut merasakan apa yang di rasakan sang mama.