Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Kepulangan Delia


__ADS_3

" Kak, Delia pamit ya mau kembali ke Indonesia. Urusan Delia di sini sudah selesai. Terima kasih atas kebaikan kak Renita selama ini sama Delia dan juga Daffa. Semoga Delia bisa membalas kebaikan kakak. Kalau Delia ke Paris, Delia kabarin kakak ya. " Ujar Delia, berpamitan pada kak Renita kakak dari Reynaldi.


Paris kota impian Delia selama ini. Dan kini menjadi kota kenangan. Menginjakkan kaki di Paris bukanlah suatu hal mudah, Delia harus menjalani kehidupan yang penuh dramatis. Menjadi Designer adalah mimpi yang terwujud jadi nyata. Di kota Paris lah, Delia menuntut ilmu sekolah Designer dan mengembangkan bakat hingga dirinya bisa meraih kesuksesan.


Dua kompetisi yang Delia menangkan. Menjadi Pengusaha muda berbakat mengalahkan Daren yang dua kali menyandang kemenangan itu dan Designer dengan hasil karya terbaik. Jangankan dulu untuk bermimpi meraih ke kesuksesan, bisa sekolah Designer aja sudah sangat bersyukur.


" Yakin kamu Del mau kembali ke Indonesia ? Bukankah suami kamu jahat dan bisa saja suatu saat suami mu mengambil Daffa dari dirimu. " Ujar Kak Renita.


" Aku yakin kak. Karna meskipun Paris yang membesarkan nama aku menjadi seorang Designer hebat, pada sejati nya Indonesia adalah tempat kelahiran aku dan terdapat makam kedua orang tua ku.


" Ya udah. Hati-hati ya ! Jika kamu membutuhkan kakak dan Reynaldi, bilang saja jangan sungkan. Kakak sangat berharap kelak kamu akan membuka hati kamu untuk Reynaldi dan kakak bisa menjadi kakak ipar kamu. " Ucap Kak Renita, namun hanya di balas dengan senyuman oleh Delia.


Ada rasa sedih yang di rasa Renita saat akan melepas kepergian Delia untuk kembali ke Indonesia. Terlebih dua tahun bukanlah waktu sebentar, masa kebersamaan mereka. Renita juga sudah menganggap Daffa sebagai anaknya. Daffa pun memanggil Renita mami, karna Delia sering kali menitipkan Daffa pada kak Renita.


" Jaga dirimu baik-baik ! Kakak menyayangi mu ! " Ucap Kak Renita tulus sambil memeluk wanita yang belum juga mau menjadi adik iparnya.


\=\=\=


" Ya Rey...kenapa ? Maaf tadi kamu telpon kakak lagi di kamar mandi. " Ujar Kak Renita saat menerima panggilan telepon dari sang adik. Ini adalah panggilan ketiga, karna saat panggilan pertama dan kedua Kak Renita masih di dalam kamar mandi.

__ADS_1


" Owh...Delia jadi pulang kak ke Indonesia ? Dia bilang katanya mau kembali ke Indonesia sama aku. " Tanya Reynaldi pada sang kakak.


" Ya begitulah. Tadi dia sempat ke rumah ngomong sama kakak, pamitan. Kakak sih udah sempat cegah, dan ngomong juga kalau kakak sangat berharap jika Delia menerima kamu di hidupnya, menjadi adik ipar kakak. Tapi dia hanya membalas dengan senyuman tak jawab apa-apa. Sepertinya kamu harus lebih kerja keras lagi meluluhkan hatinya Rey. Mungkin cinta nya pada suaminya terlalu besar kali, hingga dia tak pernah bisa membuka hatinya untuk mu. " Ungkap sang kakak.


Reynaldi hanya bisa menghela nafas panjang, mungkin benar apa yang di katakan sang kakak. Jika Delia sebenarnya sangat mencintai Daren. Meskipun Daren telah menyakiti hatinya, dan lebih memilih Tasya di hidupnya.


\=\=\=\=


" Selamat tinggal Paris, semoga kehidupan aku di Indonesia bisa lebih baik. Rezeki ku lebih melimpah untuk Daffa. Dan aku bisa mendapatkan cinta yang tulus untuk ku, bukan hanya sekedar obsesi. " Ucap Delia sambil menatap bintang-bintang yang berkelip di langit. Dirinya berharap jika kelak dirinya bisa mendapatkan kebahagiaan.


" Bubun..." Teriak Daffa membuat Delia terhentak dari lamunannya. Delia menghampiri sang anak yang sepertinya sedang bermimpi.


Delia naik ke atas ranjang memeluk sang anak...


" Afa Atut, afa impi erem. Bubun egih inggalin afa. " Sahut sang anak sambil terisak tangis.


" Bunda akan selalu ada di dekatmu, bunda tak akan pernah ninggalin kamu , dan tak akan ada satu orang pun yang akan memisahkan kita. Jadi Daffa jangan takut ya, itu semua hanya mimpi. " Jelas sang bunda membuat Daffa menghentikan nangisnya dan kini tidur dalam pelukan sang bunda. Hingga kedua nya tidur terlelap dalam dekapan.


\=\=\=\=

__ADS_1


Delia sudah bangun pagi-pagi sekali, dan bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia. Delia mengambil jadwal penerbangan pagi agar sampai Jakarta tidak terlalu malam. Terlebih ini adalah penerbangan pertamanya bagi Daffa.


Delia memilih tidak memandikan Daffa, hanya menggantikan pakaian saja. Karna merasa kasihan dengan Daffa yang masih mengantuk. Untuk membawa keperluan nya Delia meminta bantuan pada art yang sempat bekerja padanya dan juga suaminya.


" Makasih ya Bu telah membantu Delia selama di Paris. Doakan semoga kita bisa bertemu kembali. " Ucap Delia saat berpamitan kepada Art yang bekerja dengan nya. Delia sudah menganggap Art nya menjadi bagian keluarganya.


Tangis harus melepaskan perpisahan mereka. Terlebih Delia termasuk majikan yang baik, ramah, dan tak banyak menuntut.


Kini Delia dan Daffa sudah berada di dalam pesawat. Daffa melanjutkan tidurnya kembali, karna matanya masih mengantuk. Delia memandangi wajah sang anak. Wajah tak berdosa.


" Semoga kamu selalu mendapatkan kebahagiaan. Bunda akan berjuang demi kamu. " Ucap Delia sambil mengelus lembut pipi sang anak yang kini sedang tertidur dalam dekapannya. Daffa masih meminum asi, Delia ingin memberikan Daffa asi eksklusif dan Delia beruntung mempunyai asi yang melimpah.


" Bubun kita acih di awat ? " Tanya sang anak saat dirinya terbangun dari tidurnya. Dan masih di pesawat.


" Iya sayang...kita akan ke Indonesia. Ketemu ayah, nenek, dan kakek. Daffa senang kan ? " Ucap Delia dan langsung mendapatkan respon yang sangat menyenangkan dari sang anak. Bahkan Daffa memberikan ciuman berkali-kali pada sang bunda mengucapkan terima kasih.


Setelah menempuh perjalanan sangat panjang, akhirnya pesawat yang Delia tumpangi mendarat di bandara Soekarno Hatta. Delia mencoba meminta bantuan, karna Daffa tidur dalam gendongannya membuat dirinya kerepotan. Delia sengaja tak memberitahukan tentang kepulangan nya pada sang mertua, karna dia sengaja ingin memberi kejutan pada sang mertua. Dia juga tak ingin merepotkan.


Delia langsung menghubungi sang supir yang masih bekerja padanya. Delia memang sangat baik, meskipun dirinya tidak di Indonesia. Dia tetap mempekerjakan orang-orang yang selama ini bekerja padanya. Dua Art, satu supir, dan satu Scurity. Agar tetap menjaga dan mengurus aset nya di Indonesia, dia juga tak tega jika memberhentikan pegawai yang sudah banyak berjasa padanya.

__ADS_1


Setelah menunggu 30 menit akhirnya pak Ahmad, Bi Yati dan Bi Yani datang. Mereka sangat bahagia, sang majikan telah kembali ke Indonesia.


" Ya ampun Nyonya, saya senang banget akhirnya Nyonya kembali lagi. Wajah nya mirip Tuan Daren banget anak nyonya. " Ucap Bi Yati dan Bi Yani secara bersamaan pada sang majikan. Pandangan mereka langsung tertuju pada anak laki-laki dalam gendongan majikannya.


__ADS_2