
Sudah tiga bulan lama nya Delia pergi meninggalkan Indonesia, namun Daren tak kunjung menemui keberadaan Delia.
" Sayang...kamu di mana ? Ku yakin perut mu semakin membesar. Sampai kapan kamu akan menghukum ku seperti ini ? " Ucap Daren sambil menatap bintang-bintang yang menerangi malam.
" Aku harus mencari ke mana lagi ? Kau menghilang tanpa jejak ! Tak ada satu orang pun yang tau di mana kamu berada. "
Paris...
" Sudah tiga bulan lama nya aku pergi meninggalkan mu ? Anak mu pun semakin besar di perut ku. Tapi tak sedikit pun kamu mencari ku ! " Ya Delia sudah termakan kata-kata Reynaldi. Delia tak berharap untuk kembali lagi dengan Daren. Dia sudah memutuskan untuk tidak akan kembali lagi, dia tak ingin mengulang rasa sakitnya saat Tasya sadar kembali.
πππ
" Pah, ada yang Daren ingin bicarakan ! " Ucap Daren dengan wajah serius. Ini hal pertama kali dirinya membuka omongan kembali setelah hampir tiga bulan hanya diam tak ada semangat hidup.
" Tumben mau ngomong, kirain udah ga ada semangat hidup lagi ! " Sindir Mama Mila.
" Mah..." Sahut Papa Agung sambil mengedipkan matanya. Papa Agung yakin jika dirinya tak memberi kode pada istrinya pasti Mama Mila terus saja mengoceh.
__ADS_1
Dan akhirnya mama Mila mengikuti permintaan suaminya. Dia juga berpikir tak seharusnya dirinya memojokkan anak nya.
" Aku minta tolong sama papa, Delia pergi dari Indonesia menghilang tanpa jejak. Aku minta tolong banget sama papa untuk bantu aku mencari keberadaan nya. Delia sedang hamil anak Daren. " Ucap Daren dengan wajah penuh sesal dan lama-lama dia pun terisak tangis tak sanggup melanjutkan kata-kata lagi.
Mata Mama Mila membulat sempurna saat mendengar penuturan anak nya. Rasanya dia ingin langsung melempar benda di dekatnya, memberi pelajaran pada sang anak.
" Bisa-bisanya tahu istri kamu sedang hamil, bukannya di cegah. Sibuk sama wanita cacat itu terus sih ! Lagi bukan dari awal-awal ngomongnya ! Nunggu menyesal dulu ? " Mulut Mama Mila terus saja mengoceh. Matanya menatap tajam ke anaknya.Dia tak habis pikir anak nya ko bodoh banget.
" Cukup ma ! Apa mama pikir Daren diam aja ? Daren udah usaha ma, tapi hasilnya nihil. Daren menyesal banget ma, makanya Daren ingin menemukan Delia dan meminta Delia tak akan pernah pergi dari Daren. "
" Tapi kenapa ya ? Rasanya mama tak ikhlas jika Delia kembali sama kamu. Toh kamu masih pertahankan istri cacat kamu, kamu nikmatin saja hidup mu dengannya ! Biarlah Delia bercerai dengan mu, tapi mama akan selalu menganggap Delia sebagai anak perempuan mama dan anak yang di kandung Delia cucu mama papa. " Ucap Mama Mila membuat Daren melongo. Bisa-bisanya sang mama bicara seperti itu, tak merasa iba dengan dirinya.
" Ya cari Delia pah...tapi kalau sudah ketemu kita umpetin aja biar si Daren ga tau. Biar aja dia hidup menderita ! Anak tak tau di untung, di jodohin sama wanita baik-baik dan cerdas. Eh malah milih Sundul bolong macam begitu. " Celoteh mama Mila membuat kepala papa Agung pusing cenat cenut. Karna dia sangat tau sifat sang istri yang sangat keras dan paling tak suka di tantang.
" Ma...kan Daren udah ngomong. Daren yang sekarang udah berubah. Daren sangat mencinta Delia. Daren ga mau kehilangan Delia. Kenapa sih mama ga ngerti-ngerti ? " Ucap Daren dengan wajah tak terima.
" Berubah versi kamu tuh aneh. Berubah tapi masih berbagi cinta. Delia di suruh berbagi kamu dengan si Tasya. Mana ada perempuan yang mau di madu. Tak akan ada adil sebenarnya. Mama aja ogah kalau si papa poligami, mendingan cerai. Kamu ga tau sih rasanya di duakan ! Nanti baru ngerasa kalau tau si Tasya itu sering bermain dengan pria lain di belakang kamu. Mama mah ga yakin dia setia sama kamu selama ini. Dia tuh cuma ngincar harta kamu aja. Mama udah tau dunia model seperti apa. Kamu nya aja yang bodoh. " Dan ternyata mama Mila tak kunjung mereda, setelah papa Agung pergi ke ruang kerja dan meninggalkan Daren dan mama Mila berdua.
__ADS_1
Dari pada terus mendengarkan anak dan istri nya berseteru, Papa Agung memilih ke ruang kerjanya mencoba menghubungi orang suruhan nya untuk mencari tau keberadaan sang menantu berada.
" Eemm. Sekarang tinggal tunggu kabar si Max. Semoga kamu cepat di temukan Del..." Ucap Papa Agung yang kini sedang menyenderkan kepala nya di kursi kebesaran nya. Sejak bertemu Delia, Papa Agung sangat berharap jika Delia bisa merubah posisi Tasya di hati Daren. Daren bisa meninggalkan Tasya. Tapi nyatanya drama percintaan anak nya tak semulus jalan tol dan secepat kereta express. Dia harus melihat lika liku perjalanan cinta anak nya dengan dua wanita di hidupnya
" Ren...Ren...kenapa sih kamu ga berubah ? Harus nunggu mama papa mati dulu , baru kamu sadar ? " Papa Agung memang tak pernah bicara banyak dengan Daren, namun di lubuk hatinya yang terdalam dia selalu merasa khawatir nasib anak satu-satunya. Dirinya berharap anaknya memiliki pendamping yang baik.
ππππ
Hari terus berganti, namun Delia tak kunjung di temukan. Berbagai macam cara Papa Agung lakukan. Tapi nyatanya dia kalah dengan otak di balik kepergian Delia.
" Ku yakin pasti ada orang yang membantu Delia pergi, tak mungkin Delia bisa seperti ini. Orang ini pasti seorang mafia besar atau penjahat kelas kakap. Aneh baru kali ini Max menyerah. " Gumam Papa Agung saat mendengar penuturan Max di panggilan telepon.
Papa Agung berjalan memasuki kamar nya. Terlihat sangat lesu tak bergairah.
" Gimana pah ? Apa orang suruhan papa belum menemukan keberadaan Delia ? " Tanya Mama Mila saat suami nya masuk. Mama Mila mengetahui jika suaminya sedang menelpon orang suruhan nya saat dirinya tadi sempat mencari keberadaan sang suami.
Sedangkan Daren kini sedang menjenguk Tasya ke rumah sakit, ingin mengetahui kondisi terkini istri keduanya. Karna akhir-akhir ini dia jarang sekali ke sana. Tasya sudah sadarkan diri, namun sampai saat ini dirinya masih harus menginap di rumah sakit untuk perawatan intensif.
__ADS_1
Seperti hari ini, Tasya marah-marah di panggil telepon dengan Daren karna terus menerus meninggalkan dirinya. Terlebih kondisi nya yang sekarang hanya bisa terbaring di tempat tidur tak berdaya. Tasya merasa tak terima. Dia menganggap Daren lah yang membuat dirinya seperti ini. Dan lagi-lagi Daren menuruti apa yang Tasya minta. Karna Tasya sempat ingin bunuh diri. Membuat Daren khawatir.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya !!! ππ