
" Mas, tadi kata dokter aku pemeriksanya harus dua Minggu sekali karna udah masuk bulannya. " Ujar Delia setelah habis periksa. Untuk pemeriksaan kali ini, Daren tak bisa menemaninya karna ada meeting yang ga bisa di tinggal. Sebenarnya pemeriksaan bisa di ganti hari ini, tapi Daren dan Delia memutuskan untuk tidak menundanya.
" Owh gtu. Ya udah. Kalau perlu tiap hari aja yang, biar kita selalu tau perkembangan Dede D. " Sahut Daren. Baby D kelak akan meramaikan nama yang awalannya huruf D. Daren dan Delia sepakat akan memberikan nama depannya huruf D seperti nama mereka dan juga sang kakak.
Delia pamit kepada sang suami untuk menengok Daffa. Karna ini ritual yang biasa di lakukan sebelum Delia tidur di kala malam.
Setelah Delia merasa puas melihat sang anak, mengecup sang anak, dan mengucapkan selamat tidur kepada sang anak, Delia kembali ke kamarnya.
" Mas...ga tidur ? " Tanya Delia manja pada suaminya. Akhir-akhir ini Delia selalu tidur di bawah ketiak suami nya sambil memeluknya. Bukan hanya soulmate milik suaminya saja yang membuat Delia merasa candu, tapi kini juga ketiaknya. Delia akan merasa tenang dan akhirnya mengantuk jika sudah mencium ketiak suaminya. Baginya, wangi ketiak suaminya mengandung wangi aromaterapi. Padahal bukan karna ketiak dia tertidur pulas, tapi karna sebelum dia tidur pasti akan ada ritual guncang ranjang dulu. Secara Daren mana tahan jika tubuhnya di elus lembut oleh istri nya, terlebih sang istri selalu meminta dirinya bertelanjang dada.
" Sebentar ya ! Kamu naik aja duluan ya ke ranjang ! " Ujar Daren yang kini matanya masih fokus menatap ponselnya.
Tentu saja penuturan suaminya membuat Delia merajuk. Menjelang persalinan, Delia tak lagi mengidam makanan atau pun masakan suaminya. Tapi kini Daren di sibukkan dengan sang sang istri yang selalu meminta jatah guncang ranjang.
Delia membolak-balikkan tubuhnya ke kanan ke kiri. Terlebih kini perutnya sudah sangat membesar, membuat dirinya sulit tidur nyenyak. Delia sudah mulai merasa gelisah saat tidur.
" Kenapa sih dari tadi ? Bukannya tidur ! " Ucap Daren yang ikut naik ke atas ranjang dan mencubit hidung istrinya.
" Kamu kan tau, kalau akhir-akhir ini aku sudah semakin tak enak tidur. Semua posisi serba ga enak. " Sahut Delia ketus.
Ya memang seperti itu, dan setelah guncang ranjang Delia baru tertidur nyenyak. Terlebih sang dokter bilang jika dirinya harus sering-sering melakukan hubungan suami istri untuk mempercepat jalur lahir. Tentu saja hal itu membuat Daren bahagia, semangat nengok dede.
Seperti malam ini, Daren sedang asyik menengok Dede bayi yang sebentar lagi launching.
" Aaaahhhh...sayang...Aaaahhh mas..." Teriak kedua saat mereka mengalami pelepasan.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, Delia sudah terlelap.
" Kamu itu selalu buat aku gemas, kamu itu selalu tahu keinginan aku, dan kamu itu selalu membuat aku bahagia. I Love You Delia Saputri..." Ucap Daren dan di akhiri kecupan di kening sang istri.
Hari demi hari terus berlalu. Hari menjelang kelahiran baby girl semakin dekat. Hanya tinggal menunggu saatnya sang baby terlahir ke dunia. Delia juga sudah menyiapkan koper yang sudah terisi keperluan baby dan dirinya selama di rumah sakit nanti. Saat tiba waktunya, suami dan art nya bisa langsung bawa. Delia memilih melahirkan secara normal saat dulu melahirkan Daffa.
" Sayang...gimana udah ada yang di rasa ? " Pertanyaan Daren setiap hari pada sang istri. Delia hanya menggelengkan kepalanya.
" Ya sudah, aku berangkat kerja dulu ya ! Nanti aku usahakan agar bisa pulang cepat ! Jika ada tanda-tanda, segera hubungi aku ! Kamu juga jaga diri kamu baik-baik ! " Ucap Daren sebelum berangkat ke perusahaan nya.
Kini Daren sudah berada di kantor, berusaha untuk fokus. Pikirannya tak tenang memikirkan sang istri yang sudah menunggu waktu melahirkan. Karna ini hal pertama kali bagi Daren menghadapi sang istri yang akan melahirkan. Walaupun dulu di kehamilan pertama Daren sempat merasakan rasa sakit istrinya melahirkan. Merasakan rasa mules yang luar biasa, bahkan dirinya pun tak tahan hingga pingsan.
" Aku yoga aja dulu deh, biar aku merilekskan tubuh dan pikiran ku ! " Ucap Delia yang akan melakukan yoga di rumah lewat Chanel YouTube. Semenjak menjelang kelahiran, Delia sudah stop Yoga di luar dan juga kerja. Dia memilih banyak diam di rumah karna sudah merasa lelah jika harus banyak keluar rumah.
Pagi berganti siang, siang berganti sore, dan sore berganti malam. Namun Delia masih belum menandakan tanda-tanda akan melahirkan.
" Dede masih betah ya di perut bunda ? Makanya belum keluar juga ni. Malam ini mau di tengok ayah ga ? " Ucap Daren terkekeh geli. Pasalnya di selalu semangat menengok anaknya.
" Cih...malam ini. Setiap hari juga ayah nengok aku. " Gerutu Delia membuat Daren tersenyum geli.
" Tapi bunda suka kan ? Buktinya bunda selalu bikin ayah ga tahan nengok dede ! " Sahut Daren dengan wajah modusnya.
Tanpa ba-bi-bu lagi. Daren sudah melahap bibir istrinya. Sebenarnya Delia sudah merasa sulit dengan berbagai gaya, tubuhnya juga sudah mulai cepat lelah jika berhubungan. Hanya naf*su nya saja yang menggebu-gebu.
" Mas, masukin ya ! Puas-puasin dulu sebelum puasa panjang lagi ! " Bisik Daren di telinga sang istri. Dan Delia menganggukkan kepalanya tanpa setuju.
__ADS_1
Sebisa mungkin Delia membantu sang suami agar bisa menumpahkan spe*rma nya mengguyur rahimnya untuk merangsang agar sang baby segera launching.
\=\=\=\=
Pagi ini Daren dan Delia sudah bersiap-siap untuk berjalan pagi. Ini adalah salah satu kebiasaan yang Daren lakukan setiap hari libur. Menemani sang istri.
Dengan setia menggandeng sang istri membantu berjalan.
" Sekarang kita istirahat dulu ! " Ucap Daren sambil membantu sang istri duduk di bangku yang berada di taman.
" Di minum dulu ! " Daren memberikan satu botol air mineral. Dia juga mengelap keringat yang membasahi wajah istrinya. Tentu saja hal ini membuat Delia merasa bahagia, selalu mendapatkan perhatian dari sang suami. Sang suami selalu menunjukkan rasa cintanya pada nya.
Delia juga kini mengelap keringat yang membasahi wajah suaminya. Dan kini mereka saling menatap.
" I Love you. " Ucap Daren dan langsung di balas oleh Delia love you too.
Kini Daren berjongkok sejajar dengan perut gendut istrinya.
" Halo anak ayah, kapan kamu keluar nak ? Ayah, bunda, dan kakak Daffa sudah menunggu kamu ! " Ucap Daren sambil mengusap perut istrinya dan tak lupa memberikan ciuman di perut istrinya. Tentu saja hal itu menjadi pusat perhatian pengunjung yang berada di sana.
Hai kakak mampir yuk di karya author lainnya
__ADS_1