Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Kebahagiaan Delia dan Daren


__ADS_3

" Mama...udah lama mah ? " Ucap Delia saat dirinya menuruni anak tangga dan melihat ada mama mertuanya.


Delia menghampiri mama mertuanya dan mencium punggung tangannya.


" Sekitar 10 menitan kok. Kamu kok masih di atas aja sih tidurnya ? Pindah ke bawah aja tidurnya untuk sementara, apalagi nanti kalau kamu habis lahiran. " Ujar Mama Mila yang melihat menantu nya kesulitan berjalan.


" Iya ma, nanti setelah lahiran aku tidur di bawah kok. Udah di siapin. Oh iya mama mau minum apa ? Biar Delia buatkan. " Ujar Delia.


Tak lama kemudian Bi Yati keluar dengan satu buah nampan berisi dua cangkir teh hangat untuk mama Mila dan Delia.


Delia berjalan dan menduduki bokongnya di sofa.


" Del, kedatangan mama ke sini mau menjemput Daffa. Mama sama papa sudah sepakat gimana kalau Daffa tinggal sama kita dulu. Agar kamu lebih fokus dengan persalinan. Nanti kalau kamu sudah lahir dan merasa sudah kuat baru Daffa pulang lagi ! " Ujar Mama Mila.


Sebenarnya Delia merasa keberatan, karna dia akan merasa kangen jika harus berlama-lama terpisah dengan sang anak. Tapi memang ada benarnya juga yang di bilang mama mertuanya. Karna saat ini dirinya hanya tinggal menunggu waktu saja melahirkan anak keduanya. Daffa pun merasa senang untuk sementara tinggal bersama nenek dan kakeknya. Karna mama Mila dan papa Agung sangat menyayangi Daffa.


Sedih rasanya saat Delia melepas kepergian Daffa dengan ibu mertuanya.


" Kok sepi banget pada kemana ? " Tanya Daren pada Bi Yani saat sampai di rumah. Daren bergegas naik ke kamarnya untuk menemui sang istri yang sedang yoga.


" Sayang...kamu kok malam-malam yoga sih ? Memang nya kamu ga merasa cape ? " Tanya Daren yang kini berjongkok mensejajarkan dengan istrinya.


" Aku ingin Dede segera lahir, aku sudah ga sabar ! Udah mas mandi dulu sana ! Habis itu makan ! " Sahut Delia dan Daren mengikutinya.


Setelah makan malam, mereka naik ke kamar kembali.


" Oh ya aku ga lihat Daffa sih ?" Tanya Daren.


Delia menceritakan kepada suaminya tentang kedatangan mama mertuanya yang menjemput Daffa. Dan Delia juga bilang jika mama mertuanya menyuruh dirinya untuk lebih fokus untuk kelahiran dan setelah melahirkan.

__ADS_1


" Mama tau aja sih kalau aku harus nabung dulu sebelum kamu lahiran. Lagi pula biar bisa cepat merangsang membuka jalan lahir. " Ucap Daren membuat Delia mengerutkan keningnya. Merasa bingung dengan ucapan suaminya.


" Kenapa bingung sama ucapan aku ? Biar aku langsung praktekkan aja ya ! " Ucap Daren yang langsung mendaratkan bibirnya di bibir istrinya dan memainkannya.


Delia langsung mendorong tubuh suaminya.


" Kamu kok malah nolak sih, aku akan lagi usaha biar si dede cepat lahir sayang ! " Ujar Daren yang sedang merayu istri nya.


" Mas ga ada puasnya banget sih ! " Gerutu Delia.


" Kan mas pernah ngomong dulu, kalau mas ga akan ada puasnya. Lagi pula mana tahan punya istri secantik dan sexy begini. Sayang banget kalau di anggurin begini. Please kasih mas bekel. Kan nanti mas harus puasa 40 hari tapi bisa juga lebih kalau kamu belum siap juga. " Ucap Daren memohon iba.


Dan akhirnya benteng pertahanan Delia runtuh juga. Hingga akhirnya dirinya pasrah. Tentu saja membuat Daren berteriak yes dan hore dalam hati.


Daren mulai beraksi, memberikan sengatan listrik di tubuh istrinya dan kini beralih pada perut istrinya.


" Anak ayah cepat lahir ya ! Ayah mau bantu kamu untuk mencari jalan keluar ! " Ucap Daren sambil mencium perut istrinya.


" Eeeehhhh..." Desau Delia. Tanpa sadar Delia menarik nafas panjang.


Daren langsung membuang pakaian yang menempel di tubuhnya ke sembarang arah. Tak lupa dia juga sudah membuka semua yang menempel di istrinya hingga kini mereka sama-sama polos.


" Mas mulai ya sayang..." Ucap Daren yang sudah tak sabar memasukkan soulmatenya.


Bles


Sang soulmate sudah masuk dengan sempurna. Daren mulai memainkan pinggulnya menggerakkan naik turun, maju mundur, dan goyang mengebor.


" Aaaww... pelan-pelan mas ! Perut aku sakit ! " Ucap Delia yang meringis perutnya terasa sakit. Delia mengira karna ini ulah permainan suaminya.

__ADS_1


Daren memelankan permainannya, dia tak ingin membuat sang istri kesakitan. Semakin lama mulus di perut Delia semakin bertambah hingga dirinya mengeluarkan keringat hingga bercucuran.


" Aaaawww...semakin sakit mas ! Udah mas jangan di lanjutin ! " Pinta Delia yang mulai tak tahan, namun sayangnya Daren yang tak mau ke palang tanggung, terus saja memacu.


" Mas, kayanya aku mau lahiran deh ! " Ucap Delia dengan nafas yang udah terengah-engah. Dan akhirnya Daren terpaksa menghentikan aktivitasnya. Padahal dia sudah merasa di puncak tertinggi dan sebentar lagi akan menyemburkan lahar panas. Tapi mendengar ucapan sang istri yang akan melahirkan tentu saja membuat moodnya anjlok. Dengan sangat menyesal dia harus mengeluarkan soulmate nya dari sarangnya.


Tau kan gimana rasanya Daren sekarang ? Harus berhenti saat sudah di puncak tertinggi, padahal lahar hampir saja menyembur. Daren merasakan pusing yang luar biasa karna tertahan.


" Sakit mas...kita harus segera ke rumah sakit ! " Ucap Delia mencoba bangkit dan berjalan mencari pakaian.


Daren pun langsung meloncat dari ranjang, mengambil pakaian, dan memakainya. Daren juga membantu sang istri memakaikan pakaian lengkap. Setelah itu langsung menggendong sang istri keluar.


" Ahmad, cepat siapkan mobil nyonya akan segera melahirkan ! " Teriak Daren saat keluar. Daren kembali berlari menuju kamarnya untuk mengambil koper pakaian dan tas sang istri yang sudah di siapkan jauh-jauh hari. Mendengar keributan Bi Yati dan Bi Yani keluar.


" Nyonya akan melahirkan, kamu jaga rumah ! " Ujar Daren sebelum pergi.


Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Delia menarik rambut suaminya dengan kasar membuat Daren ikut merasa kesakitan.


" Mas sakit banget..." Ucap Delia dan kini berpindah mencengkram tangan suaminya hingga kuku nya menancap di tangan suaminya. Daren hanya bisa diam menerima perlakuan kasar dari sang istri. Menahan rasa sakit akibat jambakan dan remasan kuku sang istri.


" Kalau merasa seperti ini, cukup dua anak saja ! " Ucap Daren lirih.


Kini mereka telah sampai di rumah sakit, Delia langsung mendapatkan pertolongan. Dan ternyata Delia sudah pembukaan tujuh, sehingga rasa sakitnya semakin bertambah.


" Pak, istrinya akan segera melahirkan ! Sekarang akan di pindah ke ruang bersalin ! Bapak mau ikut apa menunggu di luar ? " Tanya dokter yang menangani Delia.


" Ikut donk dok, dia biar lihat perjuangan istrinya melahirkan ! Jangan mau buatnya aja ! " Ucap Delia di sela-sela rasa sakitnya.


Daren menelan Saliva nya, sedangkan bidan dan dokter yang berada di sana di sana terkekeh. Apalagi jika ada Doni juga di sana, dia pasti sudah menertawakan bosnya itu.

__ADS_1


Mampir yuk di karya bestie aku, bagus ceritanya πŸ˜„



__ADS_2