Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Membuka hati


__ADS_3

" Mas kamu yakin akan melakukan hal itu ? Kita cari milik orang lain aja ! Aku takut nanti terjadi sesuatu sama kamu ! " Ucap Delia lembut. Entah mengapa dirinya merasa khawatir. Meskipun Daren memang ayahnya Daffa dan Daren pernah menorehkan luka di hatinya, tapi Delia tetap tak ingin Daren terjadi sesuatu.


" Kamu tenang aja ya ! Doakan saja, semoga Daffa segera sembuh dan aku pun baik-baik aja ! " Ucap Daren menyakinkan istri nya. Tak lupa Daren pun memberikan kecupan di pucuk kepala istri nya.


Semua di sana terlihat tegang. Ada perasaan khawatir di hati Mama Mila, Delia, papa Agung, dan juga Doni. Karna Daren sempat tak menjalankan pola hidup sehat, mereka sangat takut jika nyawa Daren akan melayang.


Berbeda hal nya dengan Daren dan sudah merasa siap lahir batin. Tak ada perasaan takut sedikitpun yang dia rasa. Baginya nyawa sang anak yang terpenting harus di selamatkan.


Namun sebelumnya melakukan operasi pencangkokan, Daren harus melakukan pemeriksaan lebih dulu. Apakah cocok dengan Daffa, dokter juga harus memastikan kondisi Daren terlebih dulu. Dokter tidak mungkin melakukan tanpa pemeriksaan secara detail.


" Baiklah Tuan Daren jika ada bersedia, ayo ikut saya ! Kita harus melakukan pemeriksaan secara detail dulu sebelum melakukan transplantasi nya ! " Ucap Dokter yang menangani Daffa.


" Sayang...mas ikut dokter dulu ya ! Doakan mas, semoga mas bisa menjadi ayah yang berguna untuk Daffa. Udah ya jangan nangis lagi ! Mas sayang kamu ! " Ujar Daren sambil menghapus air mata yang telah membasahi wajahnya.


Daren berjalanan mengikuti sang dokter.


" Semoga semuanya berhasil ! Aku bisa menyelamatkan anak ku dan aku bisa tetap melihat dunia, agar aku bisa hidup bahagia dengan keluarga ku. " Doa yang Daren panjatkan.


" Mah...mas Daren. Delia merasa takut banget. Jika operasinya gagal. Delia ga sanggup jika sampe harus kehilangan keduanya. Hiks...hiks..." Delia menangis kembali di pelukan ibu mertua. Meluapkan rasa ketakutan nya.


Mama Mila dan Papa Agung mencoba menenangkan Delia. Dan akhirnya Delia memilih masuk ke ruangan perawatan Daffa.


" Sayang...anak bunda yang pintar ! Tetap bertahan ya sayang, ayah sedang berjuang untuk kamu ! Semoga kita bisa berkumpul kembali dan hidup bahagia. Semangat ya sayang ! " Ucap Delia sambil menggenggam tangan mungil milik anaknya.


Setelah melakukan pemeriksaan, ternyata milik Daren cocok dengan Daffa. Kondisi Daren juga mencukupi standar untuk melakukan operasi. Tim medis segera menyiapkan kamar operasi, agar Daffa bisa segera di selamatkan.

__ADS_1


Dokter Alfredo keluar dan menemui keluarga Daren.


" Milik Tuan Daren dan ananda Daffa cocok. Kondisi Tuan Daren juga memenuhi standar untuk melakukan transplantasi. Kami sedang menyiapkan untuk melakukan operasi pencangkokan. Dan satu jam lagi Tuan Daren dan Ananda Daffa akan mulai menjalankan transplantasi. " Jelas Dokter Alfredo.


" Sebentar saya panggil istri nya dulu, biar dia dengar juga ! " Ucap Papa Agung. Dan akhirnya papa Agung memilih memanggil Delia ke dalam agar bisa mendengar langsung penuturan sang dokter.


Delia keluar menemui dokter Alfredo.


" Begini Nyonya, satu jam lagi akan di adakan proses transplantasi antara Tuan Daren dan juga Ananda Daffa. Mohon nyonya ke bagian administrasi terlebih dahulu untuk menandatangani surat untuk melakukan operasi ! " Ujar dokter Alfredo.


Delia sudah menandatangani, persiapan operasi pun semua sudah siap. Daren dan Daffa mulai masuk kamar operasi.


" Aku berdoa semoga kamu dan Daffa baik-baik saja ! Mungkin sudah waktunya aku membuka hatiku untuk kamu mas, setelah aku lihat perjuangan kamu untuk Daffa di meja operasi. Mempertaruhkan nyawa kamu untuk Daffa. " Ucap Delia lirih dalam hati.


Delia merasa ga tenang, saat ini dua pria yang ada di hatinya sedang berjuang antara hidup dan mati.


Dan setelah dua jam operasi transplantasi antara Daren dan Daffa baru selesai.


" Gimana dok kondisi suami dan anak saya sekarang ? " Tanya Delia saat dokter Alfredo keluar dari ruang operasi.


" Transplantasi berjalan lancar. Tuan Daren dan Ananda Daffa tinggal menunggu waktunya reaksi obat bius nya selesai dan sadar kembali. Kami akan segera memindahkan mereka ke ruangan perawatan. " Jelas dokter Alfredo.


Ucapan kata syukur terlontar dari bibi Delia, papa Agung, Mama Mila, dan juga Doni. Transplantasi berjalan lancar, mereka berharap agar Daren dan juga Daffa kembali normal.


Kini Daren dan juga Daffa sudah di pindahkan ke ruang perawatan.

__ADS_1


Papa Agung, Doni, Delia, dan juga Mama Mila masuk ke dalam ruang perawatan menemui Daren dan juga Daffa.


Delia duduk di dekat Daffa mengelus rambut sang anak, dirinya berharap agar sang anak segera membuka matanya. Hal yang sama di lakukan Mama Mila, kini dia juga sedang mengelus rambut anak semata wayangnya dan berharap sang anak segera membuka matanya.


Perlahan Daffa dan juga Daren membuka matanya. Tentu saja hal itu membuat Delia, Mama Mila, Papa Agung, dan Doni merasa senang dan mereka berharap agar Daren dan juga Daffa segera pulih.


" Sayang...anak bunda yang pintar kamu sudah sadar nak ! " Ucap Delia sambil menciumi wajah sang anak.


" Bubun afa udah nda akit agi. Yayah kenapa Bubun, ko bobo ama Afa ? " Ucap Daffa yang melihat sang ayah sedang terbaring bersama Daffa.


" Halo jagoan ayah ! Ayah di sini ingin menemani kamu yang lagi sakit, ayah ini merasakan juga apa yang kamu rasakan. Kita berjuang bareng ya sayang untuk sembuh ! " Ucap Daren pada sang anak. Meskipun dirinya masih merasa nyeri tapi dia tak ingin memperlihatkan di depan sang anak.


Delia tersenyum. Ya dia merasa bahagia atas apa yang di lakukan suaminya, anak nya bisa hidup normal kembali.


" Bunda sini donk, masa Daffa doank yang di sayang. Ayah juga kan mau di sayang sama bunda. " Ucap Daren manja. Dan akhirnya Delia menghampiri sang suami, duduk di dekatnya.


" Makasih ya mas atas perjuangan mas untuk Daffa. Aku bangga sama kamu mas ! " Ucap Delia pada sang suami. Dan dengan manjanya Daren meminta di cium oleh istri nya, dan akhirnya Delia menuruti kemauan suaminya dengan memberikan kecupan di kening dan kedua pipi suaminya.


" Bibir nya kok enggak si yang ? " Ucap Daren tak ada malunya di depan Doni dan juga kedua orang tuannya, tentu saja membuat wajah Delia memerah menahan rasa malu akibat ulah suaminya.


" Baru juga sehatan dikit, udah mesum aja sih mas ! " Ucap Delia ketus dan tak lupa dirinya memberikan sedikit cubitan di tangan suaminya membuat Daren meringis kesakitan.


Selamat hari Senin, saat nya vote. πŸ˜πŸ˜„πŸ˜πŸ˜πŸ˜˜


Mampir yuk di karya author terbaru πŸ˜„πŸ˜

__ADS_1



__ADS_2