Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Bulan madu dadakan


__ADS_3

" Mas, bangun ayo kita pulang ! Kasihan Daffa. Perut aku juga sudah terasa lapar. " Delia mencoba membangunkan suaminya yang kini masih terlelap akibat olahraga ranjang tadi. Jam kini menunjukkan pukul 23.00.


" Eemmm..." Daren menyahuti istrinya, namun matanya enggan terbuka seperti ada lem nya.


Dan akhirnya Delia mencoba membangunkan kembali agar sang suami benar-benar membuka matanya. Delia membenamkan matanya di milik suaminya dan memasukkannya ke dalam lubang bergigi dan memainkannya. Leguhan keluar dari bibir Daren.


Rencananya berhasil, suaminya langsung terbangun.


" Sayang...apa yang kamu lakukan...Aaaahhh..." Ucap Daren namun kata-kata terhenti dan berganti desauan dari bibirnya sangat istrinya menaik turunkan miliknya.


Melihat matanya yang sudah terbuka sempurna, Delia menghentikan permainannya. Dan mencoba bangkit dari ranjang. Daren langsung menarik tubuh Delia hingga kini sudah berada dalam dekapannya.


" M-mas mau apa ? " Tanya Delia saat wajah sang suami sudah sangat dekat dengan wajahnya.


" Istri mas udah bisa nakal ya ? Enak aja mau pergi setelah membangunkan dia ! Kamu harus bertanggung jawab ! " Ucap Daren serak seperti khas orang yang baru bangun tidur sambil mengarahkan tangan istrinya memegang miliknya yang sudah mengeras dan berdiri tegak.


" Mas aku laper...kamu tadi hanya ingin membangunkan kamu ! Habis aku bangunin sejak tadi mas enggan membuka mata, akhirnya aku punya ide seperti itu. Kasihan Daffa juga udah malam banget, pasti dia menunggu kita. Dua hari aku tak tidur bersamanya ! " Ucap Delia wajah memelas.


Namun dirinya tak bisa lagi kabur. Karna dia sudah membangunkan singa yang sedang tertidur. Bukannya menghentikan justru sang suami berkata saat ini mereka sedang bulan madu dadakan dalam rangka membuat adik untuk Daffa.


" Mas...aku cape kan tadi sudah tiga ronde. Masa mas ga puas-puas sih ! " Gerutu Delia yang kini tubuhnya merasa lemas dan membutuhkan asupan makanan.


" Aku tak pernah puas sayang... Justru aku terus menginginkannya ! Malam ini kita menginap di hotel ya, besok kita baru pulang ! Ya hitung-hitung bulan madu dadakan ! " Ucap Daren sambil mengedipkan matanya membuat Delia memutar bola matanya malas.


Delia merajuk karna perutnya merasa sakit akibat ulahnya. Dan akhirnya dia memilih berbaring membelakangi suaminya tak mempedulikan ucapan suaminya.


" Sayang...jangan begini donk. Iya aku pesen makanan dulu ya, biar di anter ke kamar saja ! Malam ini kita menginap ya ! Biar adiknya Daffa segera hadir di perut kamu ! " Ucap Daren sambil mengelus perut istrinya dari belakang. Daren ikut berbaring sambil memeluk tubuh istrinya.

__ADS_1


Delia berbalik dan kini mereka saling berhadapan.


" Mas itu mau menyiksa aku ya biar mas cepat duda ? " Ucap Delia ketus. Karna suaminya yang tak peka, bilang mau pesen makan tapi malah ikut berbaring dan memeluk dirinya.


" Jangan gitu donk sayang. Mas mana bisa hidup tanpa kamu. " Sahut Daren memelas.


" Makanya peka ! Aku ini laper ! Jangan sampe aku makan orang ! " Ujar Delia dengan raut wajah kesalnya. Daren terkekeh melihat istrinya, ternyata istrinya bisa galak juga kalau perutnya laper.


Dan akhirnya Daren memesan makanan yang ada di hotel untuk dirinya dan juga Delia. Delia masih merajuk memilih memejamkan matanya tak peduli dengan ocehan suaminya. Membuat Daren kelimpungan.


Makanan telah datang, Daren membangunkan istri nya dengan pelan-pelan. Dan karna perutnya terasa lapar, dirinya tak menunggu waktu lama untuk membuka matanya. Dan kini mereka menikmati makan malam bersama. Tak ada sepatah katamu terlontar dari mulut Delia dia hanya fokus makan.


" Tuan putri udah kenyang ? " Goda Daren melihat istrinya yang hanya diam terpaku.


" Aku ngantuk mas ! Mau tidur ! " Ucap Delia sambil berjalan untuk menaiki ranjang. " Dan Daren hanya bisa diam melongo. Tadi ribut makan sekarang mau tidur.


" Sabar...sabar..." Ucap Daren sambil memandang ke arah istrinya yang tertidur.


" Cobaan istri ngambek ni ? " Gerutu Daren yang kini mulai terlihat frustasi. Sejak tadi dirinya sudah berusaha untuk memejamkan matanya dan membolak-balik badannya ke kanan dan ke kiri tapi dirinya tak kunjung tidur.


" Duh...ni soulmate ga tidur-tidur lagi masa harus solo karier sih ? " Daren terlihat semakin gelisah. Melirik berkali-kali ke arah istrinya namun istrinya masih saja tertidur pulas.


Dan akhirnya dirinya mempunyai ide gila bahwa dirinya akan membalas perbuatan istri nya tadi.


Daren membalikkan tubuh istrinya dan mengukung tubuh istrinya. Dan membenamkan mulut nya di bukit kembar milik istrinya dan tangan nya meraba ke titik sensitif milik istrinya. Rencananya berhasil, desauan keluar dari bibir istrinya. Dan membuat sang istri merem melek. Daren kini beralih ke lubang kenikmatan istri nya bermain-main di sana membuat tubuh bergelinjang.


" M- Mas...aku ngantuk ! " Ucap Delia mengiba. Namun Daren tak juga menghentikan permainannya. Justru kini dirinya membuka kedua paha istrinya.

__ADS_1


" Emmmmpptt...Aaahhh..." Ucap Daren dan Delia bersamaan saat milik Daren masuk dengan sempurna di milik istrinya.


" Buka mata kamu ! Lihat aku sayang..." Ucap Daren dengan suara yang sudah berat.


Daren memompa, menaik turunkan pinggulnya. Miliknya benar-benar terlihat perkasa membuat Delia tak tahan lagi menahannya. Sungguh dirinya menikmatinya. Rasa kantuknya berubah menjadi sebuah kenikmatan. Delia mengalungkan tangan nya di leher suaminya dan membuka mulutnya siap menerima bibir suaminya. Lidah mereka sudah saling membelit, ciuman kali ini terasa hot. Karna hasrat kedua nya yang sudah membara.


" Aaahhh...sayang..." Bukan kata mas lagi, tapi Delia memanggil suaminya dengan sebutan sayang. Tentunya membuat suaminya bertambah semangat memacu.


" Keluarkan bersama ! Aaaahhhh..." Dan akhirnya mereka mengerang bersama.


" Terima kasih sayang..." Ucap Daren sambil mengecup kening istrinya.


Nafas mereka masih terengah-engah. Jantung nya pun masih berdegup kencang. Daren membawa sang istri masuk dalam pelukannya. Namun baru 10 menit sang soulmate sudah berdiri tegak kembali.


" Yang...bangun lagi ! Kamu di atas ya ! " Bisik Daren membuat Delia membuka matanya dan melirik ke arah milik suaminya.


" Aku cape banget mas ! " Ucap Delia manja.


" Iya habis ini tidur ya ! Sekarang sekali lagi ! Tapi mas pengen Sekarang kamu yang manjain mas ! " Rayu Daren dan akhirnya Delia menuruti nya. Dan kali ini dirinya lah yang memimpin permainan. Memberi rangsangan untuk suaminya.


" Yang, masukin sekarang aja ! Aku udah ga tahan ! " Ucap Daren dengan mata yang terlihat sendu. Dan akhirnya Delia memposisikan miliknya dengan milik suaminya. Hingga akhirnya mereka melakukan kembali hingga akhirnya mereka berdua benar-benar ambruk. Tubuhnya terasa lemas tak berdaya.


Like


Vote


Comment

__ADS_1


Hadiah


Jangan lupa ya untuk mendukung karya ini πŸ˜ƒπŸ˜πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜„πŸ™β€οΈπŸŒ·β˜•


__ADS_2