Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Penangkapan Reynaldi kembali


__ADS_3

Sesuai permintaan bos nya. Keesokan harinya Doni langsung melaporkan kejahatan Reynaldi ke pihak kepolisian. Doni juga memberikan bukti-bukti yang bisa memberatkan Reynaldi. Reynaldi dapat dua tuntutan yaitu Pembunuhan berencana atas Delia dan juga kerja sama membantu Tasya melakukan operasi plastik dengan data palsu.


" Sayang...hari ini Doni akan melaporkan Reynaldi ke pihak berwajib. " Ucap Daren di dekat telinga Delia.


Kondisi Delia belum ada perubahan. Belum sadarkan diri. Masih seperti sebelumnya.


Doni sudah berada di kantor polisi. Semua bukti-bukti sudah di serahkan. Tinggal menunggu hasilnya.


" Lepasin ! Saya ga ada masalah ! " Teriak Reynaldi saat tim polisi memborgol Tangannya.


" Silahkan anda ikut kami, nanti jelaskan di kantor polisi ! " Titah polisi yang bertugas.


\=\=\=\=\=


" Apa salah saya ? Saya tidak melakukan kesalahan apapun ! " Ucap Reynaldi membela diri.


" Yakin anda tidak bersalah ? Masih saja mengelak ! Anda kena pasal berlapis dalam kasus ini ! " Ucap sang penyidik.


Dan akhirnya setelah menjalankan tahapan pemeriksaan, Reynaldi resmi menjadi tersangka. Bukti-bukti menjadi penguat Reynaldi di tahan.


" Brengse* kau Daren ! Sekarang kau boleh tertawa di atas penderitaan ku tapi lihat saja nanti, aku akan membalasnya !" Teriak Reynaldi, hatinya merasa dendam. Karna Daren berhasil menjebloskan dirinya ke penjara.


Reynaldi akan merasakan mendekam di balik jeruji karna perbuatan yang dia lakukan selama ini.


" Nyesel aku dulu membantu kamu Del, di saat sekarang aku menderita kau tak bisa membantuku ! " Gumam Reynaldi dalam hati. Hatinya terasa sakit. Karna pada akhirnya dia merasa kecewa. Kali ini tak ada harapan buat Reynaldi untuk terbebas dari kasus yang memberatkan dirinya.


\=\=\=


Hari terus berganti. Reynaldi harus merasakan penderitaan hidup di penjara. Hidupnya benar-benar menderita saat ini. Harus tidur di lantai hanya beralasan koran, memakan makanan dari penjara, dan kerja bakti membersihkan penjara. Belum lagi harus merasakan pukulan dari yang berkuasa di sana.


Kondisi Delia juga belum ada perubahan. Delia masih memejamkan matanya. Masih mengalami koma.

__ADS_1


Daffa sang anak terus menangis mencari keberadaan sang bunda yang tak kunjung pulang. Dan untuk saat ini Daffa tinggal bersama orang tua Daren.


" Don, bagaimana kondisi perusahaan ? Apa baik-baik saja selama saya tinggal ? " Tanya Daren saat Doni mendatangi rumah sakit melihat perkembangan istri tuannya.


" Semua baik-baik saja tuan. Berjalan semestinya. " Sahut Doni. Untuk sementara di ambil alih oleh Doni dalam kepemimpinannya. Papa Agung juga ikut serta dalam pengurusan perusahaan.


\=\=\=\=


Selama Delia masih terbaring koma, Daren selalu setia menunggu di rumah sakit. Daren tak mempedulikan kondisinya, yang terpenting baginya dia bisa terus melihat wajah sang istri.


" Sayang... bangunlah dari tidur panjang mu ! Kasihan Daffa anak kita, dia terus mencari kamu ! Dia butuh asi dari kamu. " Ucap Daren sambil mengelus rambut Delia dengan lembut.


Selama Delia belum sadarkan diri, Daren lah yang mengurus Delia. Mengganti pakaiannya, membersikan tubuh Delia, dan tak lupa Daren juga selalu menyisirkan rambut istri nya agar selalu rapih.


" Sungguh aku nyesel yang ! Nyesel karna melibatkan kamu dalam hal ini ! Hingga akhirnya kamu menjadi korban. " Ucap Daren lirih.


Tes


Tes


Tes


Tubuhnya tak terurus. Selama Delia di rawat, Daren seringkali melewatkan waktu makannya dan tak pernah bisa tertidur pulas. Hidupnya kembali hancur-hancuran, tak karuan.


\=\=\=


Siang ini Mama Mila dan Papa Agung datang menjenguk menantunya. Membawakan pakaian ganti dan juga makanan untuk Daren.


" Ren, kamu pulang saja dulu ! Biar Delia mama yang jaga ! Kamu harus beristirahat ! " Ucap Mama Mila pada sang anak.


" Ga mah. Daren baik-buruk saja ! Daren ingin tetap di sini, agar saat Delia membuka matanya, orang pertama yang melihat yaitu Daren. " Ucap Daren.

__ADS_1


Mama Mila sangat salut atas perjuangan yang di lakukan anaknya. Daren berusaha menunjukkan menjadi suami yang baik dan bertanggung. Dia ingin Delia melihat perjuangannya. Dan akhirnya mama Mila mengalah. Dia menyerahkan pada sang anak.


" Kasihan Daffa Ren. Tidurnya ga pernah pulas, setiap malam nangis memanggil nama Delia. " Ucap Mama Mila.


Daren hanya bisa menghela nafas panjangnya, sungguh hal ini adalah sesuatu yang begitu menyakitkan. Harus melihat sang anak terpisah dari sang ibu.


\=\=\=


Sudah genap tiga bulan lamanya, Delia tak kunjung membuka matanya. Padahal Daren terus berusaha mengajak ngobrol Delia. Agar Delia bersemangat dan membuka matanya. Tapi usahanya sia-sia. Delia tetap tak ada perubahan.


" Del, sampai kapan kau akan menutup matamu seperti ini ? Aku dan Daffa membutuhkanmu. " Ucap Daren lirih.


Delia masih menggunakan alat-alat di tubuhnya. Mungkin jika sudah tak di pasang, Delia pasti langsung menghembuskan nafasnya. Saat ini masih bertahan karena alat-alat penunjang di tubuhnya.


\=\=\=\=


Reynaldi duduk termenung, pikirannya melayang. Dirinya sangat menyesal. Jika Delia tak menolaknya pasti Reynaldi tak menaruh dendam. Hubungannya dengan Delia pasti masih berjalan baik. Dendam dan rasa sakit hati yang membuat dirinya seperti itu.


" Aku menyesal, aku menyesal telah mencintaimu. Aku menyesal berjuang mendapatkan kamu. Karier ku hancur, harapan aku sirna, masa depan ku suram semua ini karna kamu. Kau balas kebaikan ku selama ini dengan hal yang begitu menyakitkan. " Ucap Reynaldi lirih.


Mungkin jika dirinya tak cinta buta pada Delia, hidupnya saat ini masih akan baik-baik saja.


Tubuh Reynaldi semakin kurus, wajahnya terlihat tua, dan tak ada lagi gairah di hidupnya. Sama halnya seperti Daren sekarang. Dia harus merasakan terpenjara hati. Tersiksa hidup menderita karna cintanya yang begitu besar pada Delia.


\=\=\=


" Bubun, afa angen. Bubun ulang, Bubun epet embuh ! Hiks ..Hiks..." Daffa terus histeris. Bahkan Mama Mila dan Papa Agung kewalahan.


" Daffa doain bunda ya biar cepat sembuh, biar bisa kumpul lagi sama kita di sini ! Nanti Daffa ngomong di dekat bunda ya, biar bunda bisa dengar Daffa ngomong ! " Ucap Mama Mila. Jujur mama Mila merasa sedih dengan yang di alami Daffa saat ini. Harus terpisah dengan sang bunda. Untungnya ada sang nenek dan kakek yang selalu setia menjaganya.


" Iya ne, afa au. Afa au emu Bubun. Hiks...Hiks.." Daffa menangis kembali.

__ADS_1


Akhirnya untuk menghibur sang cucu. Papa Agung dan Mama Mila mengajak Daffa main ke mall. Papa Agung mengajak Daffa ke toko mainan. Dirinya menyuruh Daffa untuk memilih sepuasnya. Tujuannya yaitu agar Daffa bisa melupakan sang bunda sesaat. Mama Mila juga membelikan es cream, permen, coklat, dan semua makanan yang Daffa suka. Semua nenek dan kakeknya turutin demi kebahagiaan sang cucu.


__ADS_2