Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Permintaan Mama Mila


__ADS_3

" Daren...apa yang terjadi dengan Tasya ? " Tanya Mama Mila saat Daren kembali.


" Kata Dokter jika Tasya sadar, dirinya akan mengalami kelumpuhan di seluruh tubuh. Dan saat ini Tasya masih mengalami kritis tak sadarkan diri. " Jelas Daren.


" Berdoalah, semoga Tasya dapatkan yang terbaik. " Ucap Mama Mila membuat Daren menganggukan kepala meskipun terlihat lemah.


" Sekarang Tasya masih di ruang operasi apa sudah di pindahkan ke ruangan ? " Tanya Mama Mila.


" Masih di ruang operasi, tim medis sedang mempersiapkan kepindahan Tasya. " Sahut Daren.


" Ya sudah ayo kita cari makanan dulu, biar Doni yang menunggu di sini. Nanti jika ada mencari kamu, Doni hubungi kamu saja ! " Ujar Mama Mila.


" Nanti aja mah, Daren belum lapar. Daren masih mau nunggu Tasya mah. "


" Ga. Mama ga mau. Ga ada tawar menawar. Nanti gara-gara kamu ngurusin si Tasya, kamu malah ga mikirin kesehatan kamu ! Kalau nanti kamu sakit, gimana ? " Ucap Mama Mila tegas, dan lagi-lagi membuat Daren tak berkutik dengan permintaan Mama nya.


Meskipun sebenarnya dirinya tak mau, Daren terpaksa mengikuti keinginan mama nya. Dia juga sadar jika dirinya membutuhkan udara segar untuk merefresh otaknya yang terasa suntuk.


Kini mereka sudah berada di sebuah cafe yang berada di luar rumah sakit, mama Mila sengaja memilih tempat outdoor agar bisa bebas mengobrol.


" Sebenarnya apa yang terjadi dengan Tasya si sebenarnya ?" Ucap mama Mila yang langsung membuka obrolan sambil mereka menunggu pesanan coffee dan juga cemilan karna Daren tak mau makan.


" Jadi gini mah ceritanya, kemarin itu aku merasa kangen banget sama Delia. Aku memutuskan untuk menemui Delia ke butiknya. Seharian aku bersama Delia di butik dan ikut pulang ke rumah Delia untuk menginap. Aku lupa memberi kabar ke Tasya. Entah mengapa tiba-tiba aku mati rasa ke Tasya, dan aku lebih ingin bersama Delia. Sampai puncak nya Tasya menghampiri aku ke rumah Delia, dan menemui aku yang masih tidur berpelukan dengan Delia. Tasya tak terima, dan akhirnya menyakiti Delia dengan menarik rambut Delia dan menarik tangan Delia dengan kasar. Tujuan aku sebenarnya untuk melerainya, namun Tasya merasa aku membela Delia dirinya merasa tak terima. Tasya meminta aku untuk menceraikan Delia. Karna akau merasa geram akhirnya aku mengusirnya bahwa meminta Security rumah untuk membawa dirinya keluar. Tasya tak terima, dan dirinya tak sadar jika dirinya semakin mundur ke belakang mendekati anak tangga hingga akhirnya dia terjatuh dan terguling-guling ke bawah. " Daren menjelaskan pada sang mama.

__ADS_1


" Pokoknya sampai kapan pun hanya Delia yang mama anggap jadi menantu mama. "


" Aku bingung mah, dengan kondisi Tasya yang seperti ini. Ada perasaan bersalah yang aku rasa, terlebih Tasya akan mengalami kelumpuhan. Pasti nya dia tak akan terima kondisinya.


" Apa Tasya akan mengalami kelumpuhan ? " Ucap Mama Mila untuk memastikan nya.


" Iya mah, dokter bilang Tasya akan mengalami kelumpuhan jika dirinya sadar kembali.


" Istri tak berguna ! Lebih baik kamu tinggalkan saja ! Lagi pula tak ada yang mengikat mu, tak seperti dulu saat dirinya hamil. " Ucap Mama Mila membuat Daren geram.


" Ko mama gitu sih ? Di saat dirinya untuk berjuang hidup, aku malah di suruh meninggalkan dirinya. Rasa nya tak adil buat dirinya. "


" Lantas apalagi yang kau harapkan dari wanita cacat seperti dia. Sampai kapan kamu akan bersabar mengurusnya ? Ingat Tasya akan mengalami kelumpuhan bahkan bisa-bisa seumur hidup nya. Dia juga belum tentu bisa memberikan mu anak. Lebih baik kamu fokus sama Delia, ceraikan Tasya !


" Mah, ku mohon jangan memaksa ku seperti ini ! Kondisi Tasya juga masih kritis. Hanya aku yang bisa memberikan dia semangat ." Sahut Daren yang tak tega meninggalkan sang istri.


" Aku tak bisa kehilangan di antara mereka, kehadiran mereka saling melengkapi. Daren juga ingin memiliki anak mah dari Delia. "


" Pikirkan lagi secepatnya ! Sebelum kamu menyesal. Mama yakin jika Delia adalah yang terbaik untuk mu. Namun Delia tak akan mau jika terus menerus di madu, mama yakin dia akan memilih mundur.


" Ya sudah mama pulang dulu sama papa ! Kamu istirahat jika ada waktu istirahat. Kalau perlu cari orang saja yang untuk menjaga Tasya di rumah sakit ! " Ucap Mama Mila.


" Ya udah kalau mama papa mau pulang, pulang aja. Daren mau jaga Tasya dulu, sampai Tasya melewati masa kritis nya. "

__ADS_1


πŸ€πŸ€πŸ€


Hari terus berganti, sudah hampir sebulan Tasya masih mengalami koma terbaring tak sadarkan diri. Namun Daren masih setia menunggu Tasya. Daren juga selalu membisikkan pada Tasya tentang masa indah mereka berdua , agar Tasya mempunyai keinginan untuk hidup. Dan segera sadar. Namun sepertinya usaha Daren tak membuahkan hasil.


Kondisi Daren ikut drop, terlebih dirinya saat ini sedang mengalami ngidam simpatik. Meskipun dirinya sampai saat ini belum mengerti apa yang terjadi padanya, karna hasil pemeriksaan dirinya tak ada masalah di pencernaan.


" Mas..." Panggil Delia yang saat itu ingin menengok Tasya melihat kondisi madu nya.


" Del...sama siapa kamu ke sini ? Maaf aku tak pernah pulang ke rumah, dan tak memberikan kabar kepada mu. " Ucap Daren lembut.


" Ga apa mas. Aku ke sini hanya ingin menjenguk Tasya. Kamu fokus sama Tasya aja. Kamu ga usah memikirkan aku ! " Sahut Delia santai, karna dirinya memang sudah terbiasa hidup seperti itu.


" Justru tujuan kedua aku ke sini, karna aku ingin memberi tahu pada mu tentang rencana kepergian ku ke luar negeri. Aku sudah berencana akan mengambil jenjang pendidikan designer di luar negeri, karna aku juga ingin menjadi seorang designer bukan hanya memiliki butik saja. " Ungkap Delia.


" Berapa lama ? "


" Kemungkinan 1-2 tahun. "


" Apa ? Mengapa lama sekali sih ? " Dan tanpa sadar dirinya melirik ke arah perut Delia yang sedikit membuncit.


" Kamu hamil ? " Tanya Daren sambil menatap ke arah Delia.


" Tidak, hanya saja bab ku kurang lancar. " Dan tanpa pikir panjang Daren hanya ber o ria.

__ADS_1


" Untungnya semua masih bisa teratasi, aku harus segera pergi dari sini. Jika terus menerus seperti ini, pasti Daren akan curiga terlebih semakin hari perut ku akan semakin membuncit. " Ucap Delia dalam hati. Delia tetap memilih menutupi kehamilannya dari Daren.


Tinggalkan jejak kalian ya, dukung karya ini ya πŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜„πŸ˜˜πŸ€—πŸŒ·πŸŒΉ


__ADS_2