Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Bicara dari hati ke hati


__ADS_3

" Mas pulang gi sana ! Ngapain jadi ganggu aku sih ? " Delia mengusir suaminya untuk pulang, namun Daren tetap tak mempedulikan keinginan istri nya.


" Hoek...Hoek..." Daren merasa mual lagi.


Daren langsung berlari ke kamar mandi, namun hanya air yang keluar. Karna Daren sampai melupakan makan, sejak pagi perutnya belum sama sekali di isi.


" Mas, udah makan belum si, Ko sampe ga ada isi nya gtu ? " Tanya Delia sambil memijat leher suaminya. Daren hanya menggelengkan kepalanya dengan lemah.


Delia memapah suaminya menuju sofa. Dirinya merasa iba dengan keadaan Daren yang terlihat lesu tak semangat, terlebih wajahnya terlihat sangat pucat.


" Aku pesen makanan dulu deh, setelah makan mas pulang aja ya. Ga usah nunggu aku, kemungkinan aku sampai malam di sini ! " Ucap Delia sambil mengotak-atik ponsel nya untuk memesan makanan.


" Mas mau makan apa ? " Ujar Delia, dan matanya kini menatap suaminya.


" Seperti nya makan tongseng kambing sama sate kambing enak deh. Aku pengen yang pedes banget, kecap nya jangan terlalu banyak. Aku pengen rujak juga sama es cendol. " Ucap Daren membuat mata Delia membulat sempurna.


" Ya ampun mas, sakit kok mau nya banyak banget. Jangan yang pedas dulu, takut perut mas sakit ! " Sahut Delia, sambil tertawa dalam hati melihat tingkah suaminya.


" Ternyata kamu mas yang ngerasain ngidam anak kamu, rasain ! Kamu pintar banget sih de, ngerjain papa mu. " Ucap Delia dalam hati, dia menahan diri untuk tidak mengelus perut nya karna tak ingin Daren merasa curiga.


" Del..."

__ADS_1


" Eemmm..." Sahut Delia, namun tak melirik ke arah suaminya. Delia sedang sibuk memesan makanan untuk mereka, terpaksa dia menuruti keinginan suaminya. Karna dia yakin jika suaminya sedang mengalami ngidam.


" Sini donk dekatan sama mas, mas kangen. " Ucap Daren sambil menarik tangan Delia, dan mata mereka kini saling menatap.


" Ternyata kamu cantik banget Del...Maafin mas selama ini nyakitin kamu terus, mas baru sadar kalau selama ini sudah sangat menyakiti perasaan kamu ! Mas sayang sama kamu, mau kan kasih kesempatan mas untuk kedua kalinya. " Ungkap Daren.


" Maaf mas, aku ga bisa ! Aku ga mau terus menerus menjalani poligami berbagi cinta dengan madu ku. Lebih baik aku mundur. Karna aku yakin mas tak akan bisa adil, jika bukan aku yang tersakiti maka Tasya lah yang akan tersakiti ! Mas kan sama Tasya hubungan sudah cukup lama, mas juga sama dia saling mencintai. Sedangkan aku..." Ucap Delia namun dirinya memilih tak melanjutkan.


" Sedangkan kamu kenapa ? " Tanya Daren merasa ingin tahu.


" Maaf sebelumnya mas, apa aku boleh bicara dari hati ke hati ? " Tanya Delia ragu-ragu sebenarnya dia berat mengatakannya, tapi inilah yang dia rasa.


Deg..


" Aku tak mencintai mu mas...Karna kamu yang buat aku seperti ini. Di awal kita kenal, mas yang minta aku untuk berharap lebih dengan hubungan dan pernikahan kita. Mas bilang hanya mencintai Tasya. Toh nantinya kita akan berpisah, jadi lebih baik aku mengubur rasa cintaku kepadamu. Cinta itu bagiku sangat menyakitkan. Aku tak ingin membuka ruang cinta untuk mu, dari pada aku tersiksa karna cinta. Aku menjalani hidup denganmu tanpa cinta saja, hatiku sangat menyakitkan saat kamu bermesraan dengan Tasya. Saat dirimu menganggap aku seperti sampah yang tak ada nilainya. Jadi aku mohon hapus rasa sayang mas untuk ku, lebih baik mas lanjutkan kisah cinta mas sama Tasya. Karna cepat atau lambat aku akan pergi dari hidup mas ! " Ucap Delia membuat Daren terus saja menggelengkan kepalanya agar Delia tak berkata seperti itu. Tanpa sadar Daren meneteskan air mata.


Memang semua ini salahnya, mempermainkan sebuah pernikahan. Nasi sudah menjadi bubur Menganggap dirinya orang berkuasa karna uang. Semua bisa di bayar dengan uang, termasuk seorang wanita. Mungkin Tasya yang hanya membutuhkan hartanya, sangatlah senang. Namun berbeda hal nya dengan Delia yang lebih mementingkan cinta yang tulus.


Delia terpaksa bicara dari hati ke hati ke Daren, mungkin ini saatnya yang tepat untuk mengungkapkan nya. Dia memang sudah berencana menutupi kehamilan, dan pergi dari hidup Daren.


" Aku ga mau ! Sampai kapanpun kamu akan tetap jadi milikku. Asal kamu tau Del, aku cemburu saat kamu waktu itu bermesraan dengan pria breng*** itu. Sampai-sampai aku pergi ke club dan mabuk, karna aku merasakan hal seperti itu. Bahkan kini hubungan aku sama Tasya tidak harmonis, rasa cinta ku ke dia entah pergi ke mana. Please ku mohon, jangan siksa aku dengan cintamu ! Aku sangat mencintai mu, Del ! " Ucap Daren sambil meraih tangan Delia.

__ADS_1


Tok...Tok...


" Ya masuk...! " Ucap Delia dari dalam, Delia melepaskan tangan Daren.


" Misi Bu...ini pesanan makanannya ! " Ucap sang asisten.


Delia menaruh makanan dan minuman yang di pesan nya ke dalam piring, mangkok, dan gelas. Dengan telatennya dia menyediakan semua yang di minta suaminya.


Ada perasaan hangat yang di rasakan Daren, sungguh dirinya merasa menyesal selama ini telah buta karna cintanya pada Tasya. Tak mempedulikan sebuah berlian yang indah di depan mata. Bahkan kini bagi Daren, Delia lebih cantik dan sexy dari Tasya. Tubuhnya terlihat lebih padat berisi.


" Mas...ko bengong sih ? Ini makanan buat mas ! " Delia memberikan makanan yang berisi nasi, tongseng, dan juga sate. Delia juga sudah menyiapkan air putih, cendol, dan juga rujak untuk Daren.


Meskipun makanan sederhana, namun Daren terlihat sangat menikmati bahkan dirinya makan begitu lahap. Mereka juga menikmati makan rujak dan cendol bersama. Suasana saat itu terasa sangat hangat.


" Aku kan sudah memenuhi semua permintaan mas, mas sekarang pulang. Nanti Tasya cari mas ! " Delia menyuruh Daren pulang. Namun lagi-lagi Daren menolaknya, Daren tak mau pulang. Dia masih ingin bersama dengan Delia. Bahkan malam ini dia sudah berencana ingin menginap di rumah Delia.


" Aku ngantuk Del...tega banget sih ngusir suami sendiri. Ya udah kamu kerja aja sana, aku numpang tidur di sini ya ? " Ucap Daren seenaknya, dan kini dia sudah merebahkan tubuhnya di sofa. Bukan karna kepalanya merasa masih pusing akibat mabuk, namun kini dirinya sudah merasa sangat kenyang hingga cuma hitungan menit kini Daren sudah tertidur pulas.


Delia terkekeh melihat ke arah Daren yang sedang tertidur pulas, ada perasaan iba yang dia rasakan saat melihat tidur Daren seperti anak kecil.


" Pasti kamu bahagia ya nak, mama dekat sama papa. Tapi tidak semudah itu juga, kita memaafkan dirinya. Papa sudah terlalu banyak nyakitin mama ! " Ucap Delia sambil mengelus perut nya yang masih rata.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya saat kalian membaca karya ini !


Like, vote , comment , dan hadiah dari kalian sangatlah berarti untuk karya ini πŸ˜πŸ™πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


__ADS_2