
Daren perlahan membuka matanya, namun kepalanya masih terasa berat. Sorot matanya menatap ke arah wanita yang sedang tidur di sampingnya.
" Tasya ? Oh rupanya Doni membawaku ke sini ? Si** mengapa semalam aku bermimpi jika aku justru sedang bersama Delia. Jam berapa ini ? " Daren mencoba meraba ponselnya di nakas, namun tak ada hingga dirinya memilih untuk bangkit keluar dari selimut yang sempat menutupi tubuhnya.
" Aku telanjang ? Berarti kami semalam melakukan nya. " Sebuah perkataan yang bodoh keluar dari mulut seorang Daren, padahal hal itu bukan sesuatu yang tabu. Bahkan tubuh Tasya selalu menjadi candu nya.
Daren bergegas ke kamar mandi, meskipun dengan sempoyongan. Dirinya mengguyurkan kepalanya harapannya agar menjadi fresh kepala dan tubuhnya.
Setelah selesai dirinya mengambil pakaian yang akan dia pakai ke kantor. Selama dirinya menikah dengan Tasya, tak pernah Tasya sekalipun menyiapkan pakaian untuk dirinya pakai. Tasya pun sering kali tak menyiapkan makanan untuk mereka, Tasya lebih suka memesan makanan lewat aplikasi online. Dulu Daren tak pernah mempersalahkan, dirinya selalu menerima apa adanya. Namun entah mengapa saat ini dirinya seperti ingin menuntut semuanya. Hal yang wajar yang suami minta dari istrinya.
Mendengar ada pergerakan. Tasya menggeliatkan tubuhnya dan membuka perlahan matanya.
" Kamu sudah bangun ? Kamu mau kerja , apa pusing mu sudah hilang ? " Ucap Tasya saat melihat suaminya yang sedang menyisir rambutnya.
" Ya...hari ini aku harus bekerja. Ada pertemuan penting dengan klien. " Ucap Daren datar.
Tasya mengerutkan keningnya..
" Tak ada ciuman mesra di pagi hari , tak ada kata-kata romantis dari bibirnya. Rasa itu entah kemana ? " Gumam Tasya kecewa dalam hati nya.
" Tak perlu menunggu ku, mungkin aku akan pulang malam !" Lagi-lagi ucapan Daren membuat mata Tasya membulat. Bisa-bisa nya seorang Daren berkata seperti itu.
Dan akhirnya Tasya membuka omongan karna sudah tersulut api kemarahan.
" Kamu itu kenapa sih ? Kenapa kamu jadi berubah seperti ini ? Ini bukan Daren yang aku kenal. Mana ciuman mesra dan kata-kata romantis mu ? Dan biasanya kamu akan merasa bahagia jika aku tak meninggalkan dirimu, kamu pun selalu pulang cepat jika sedang aku. Tapi pagi ini, kamu bukan Daren yang selama ini mencintaiku ! " Ucap Tasya sambil menghampiri Daren.
Bahkan meskipun tubuh Tasya dalam keadaan polos, karna percintaan yang semalam mereka lakukan.
__ADS_1
" Memangnya aku kenapa ? Itu hanya perasaan kamu saja ! Aku memang lagi banyak kerjaan, jadi pikiran ku banyak terbagi ! " Daren mencoba menghindar, meskipun dirinya merasa rasa itu entah kemana dirinya mencoba tidak menyakiti Tasya.
" Kamu tanya kenapa ? Lihatlah dalam aku keadaan polos seperti ini, kamu tak sedikit pun tergoda. Dan ada ucapan kata puas semalam bercinta padaku atau pun kata mesra padaku. " Hati Tasya merasa sesak karna cinta Daren telah pergi dan mungkin saja kini sudah berlabuh dengan saingannya yaitu Delia.
" Sudahlah aku sudah kesiangan, Doni pasti sudah menunggu ku di Lobby. Aku tak mau bertengkar buat mood ku menjadi buruk ! " Ucap Daren membuat Tasya melongo.
Daren pergi begitu saja meninggalkan Tasya yang masih diam terpaku...
Tasya melemparkan semua bantal, selimut , dan guling ke ke mana dia suka. Bahkan barang yang dia lihat pun semua dia lemparkan. Meluapkan kemarahannya pada Daren. Kondisi kamar sudah berantakan.
Air matanya pun air menetes, perlakuan yang Daren lakukan kepadanya...
" Breng***...pasti ini semua karna wanita siala* itu kamu jadi berubah. Aku tidak terima ! Kamu harus terima balasan dari aku Delia, lihat saja ! Dan untuk kamu Daren, baru kali ini aku merasa di campakkan oleh mu ! Aku tidak akan tinggal diam ! " Tasya terlihat begitu geram, karna baru kali ini dirinya merasakan penolakan.
" Aku harus temukan Dion untuk melepaskan kekesalan ku ! " Ujar Tasya yang langsung memilih mandi dan segera berangkat ke apartemen Dion.
" Oh ya pasti Dion sudah berangkat kerja, aku harus menghubungi dirinya agar pulang menemani aku. "
" Ya honey...tumben sekali kamu menelpon ku pagi-pagi jika sedang bersama suami mu. " Ucap Dion di panggilan telepon.
" Aku sudah siap mau ke apartemen mu, hati ku sedang merasa kesal. " Sahut Tasya.
" Maafkan aku Honey...aku tak bisa menemanimu ! Karna pekerjaan ku menumpuk karna kemarin sempat cuti berlibur dengan mu ! " Ucapan Dion membuat Tasya bertambah kesal, dirinya langsung memutuskan panggilan dengan Dion dan berteriak seperti orang gila.
" Semua tak mempedulikan ku, semua sibuk ! Karier ku juga meredup...Aaaahhh...mengapa nasib ku seperti ini ? " Tasya berteriak menumpahkan kekesalannya, di tambah lagi air mata yang terus mengalir.
" Delia...kamu yang buat ku seperti ini ! Sebelum kamu hadir di hidup Daren, dia tak pernah seperti ini pada ku ! Aaaahhhh...Delia aku sudah tidak sabar menghancurkan mu ! "
__ADS_1
Sedangkan Daren kini sudah sampai di kantor, dirinya menyenderkan tubuhnya di kursi kebesarannya. Daren juga memejamkan matanya mencoba berpikir..
" Apa yang terjadi padaku ? Mengapa rasa ini entah ke mana. Rasa cinta ku pada Tasya hilang begitu saja. Meskipun aku tak berniat menyakiti nya, namun cinta tak bisa di paksakan. Justru saat ini malah sering memikirkan Delia. Aku tak ingin pisah dengannya, aku tak ingin dirinya di miliki orang lain. Aku tak rela ! " Gumam Daren dalam hati.
Tok...Tok..
Doni mencoba mengetuk pintu beberapa kali, namun tak ada jawaban dari Daren. Hingga akhirnya terpaksa dirinya langsung membuka pintu, karna ada dokumen yang harus segera Daren tanda tangani.
" Ma..." Ucapan Doni terhenti saat Daren duduk dengan mata terpejam.
" Apa Tuan masih mengantuk dan merasa pusing, hingga dirinya sekarang tidur. Gimana ya ? Tapi dokumen ini harus di tanda tangani sekarang ? " Setelah mencoba berpikir keras, dan akhirnya Doni terpaksa membangunkan Tuannya
" Tuan ..maaf Tuan. " Doni mencoba memanggil Tuannya dan akhirnya membuat pikiran Daren yang sempat melayang, kini tersadar.
" Ya...ada apa ? "
" Maaf Tuan ini ada berkas yang harus anda tanda tangani sekarang ! " Ucap Doni sambil menyerahkan satu map berisi berkas.
Daren mencoba membaca lebih dulu sebelum dirinya menandatangani surat itu. Dan setelah dirinya merasa ok barulah dia menandatangani nya.
" Don...tolong kamu atur jadwal aku hari ini ! Seperti nya hari ini aku sedang tidak mood bekerja. Aku ingin beristirahat di kamar ku dulu. Kepala ku masih terasa berat ! " Ucap Daren.
" Baik Tuan...Dan kebetulan sekali semua aktivitas anda masih bisa saya wakilkan. Maaf jika saya lebih banyak kerja di luar kantor ! " Sahut Doni.
" Tak apa...Kamu seperti itu kan untuk menggantikan posisi ku ! Nanti aku minta bantuan Diana saja jika ada yang aku perlu kan, kau tau perlu pikirkan ! " Ujar Daren.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, author sangat membutuhkan dukungan kalian !
__ADS_1
Lemparkan vote, hadiah bunga agar Author tambah semangat ngetiknyaππππ€π