Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Pembunuhan sadis


__ADS_3

Hari terus berganti waktu terus berlalu. Namun tak ada perubahan hidup di diri Tasya, justru harinya semakin menderita. Dion benar-benar membuat dirinya tertatih. Bahkan dirinya kini harus menanggung penyakit yang mematikan yang kapan saja bisa merenggut nyawanya.


Membiarkan Dion hidup bahagia dengan Riyanti ??? Pastinya suatu hal yang tak akan di relakan Tasya. Bahkan kini dendamnya semakin mendarah daging. Terlebih saat Dion benar-benar menghancurkan karier Tasya hingga dirinya tak berdaya dan hanya bisa menghabiskan sisa hidupnya menjadi art Dion di apartemen.


" Tasya...Sa... siapkan minuman teh hangat untuk kami berdua ! " Titah Dion saat masuk ke dalam apartemen sehabis pulang bekerja.


" Mas aku mandi duluan ya ! " Ujar Riyanti kepada Dion.


" Baiklah honey...Aku mandi setelah kau mandi. " Sahut Dion lembut.


Hati Tasya merasa sangat panas, bahkan rasa nya bom atom yang menempel di tubuh Tasya siap meledak.


" Kau ini semakin hari, semakin jelek sekali ! Bahkan aku sangat jijik melihat mu ! Tapi rasanya aku tak puas jika berhenti menyiksamu ! Aku akan membuatmu semakin menderita hingga kau tergeletak mati seperti bangkai yang dikerubungi lalat dan belatung. " Bisik Dion di telinga Tasya.


Sakit, itulah yang di rasakan Tasya saat ini. Dion benar-benar telah mencampakkannya.


Dion berjalan memasuki kamar, meninggalkan Tasya yang masih sibuk membuatkan teh hangat untuk Dion dan Riyanti.


" Sebelum kau melakukan itu padaku, aku yang akan melakukan itu padaku ! Aku akan mengubur cintaku dengan mayat kalian berdua ! " Gumam Tasya, perasaan dendam ya semakin membara.


\=\=\=\=\=


Seperti biasanya, setiap pagi Dion dan Riyanti pergi bekerja bersama. Hubungan mereka semakin terlihat romantis, tak ada sedikitpun perasaan tak tega kepada Tasya di diri mereka.


" Selamat tinggal Dion ! Mungkin sudah waktunya aku berhenti mencintaimu ! Aku tak kuat lagi menahan rasa sakit hatiku ! Mungkin melihat kau mati di tangan ku, aku bisa merasa puas. " Ucap Tasya sambil memegang satu kantung obat yang berisi obat tidur.


Tasya sudah merencanakan semuanya. Tasya pun sudah menyiapkan pakaian nya di dalam tas. Malam ini juga dirinya akan melancarkan aksi nya membunuh Riyanti dan Dion.


Semua perlengkapan sudah Tasya siapkan, Tasya sudah mengasah pisau dengan tajam, yang kelak akan dia pakai untuk menusuk perut kedua pasangan itu. Kini hanya menunggu kedatangan mereka berdua.

__ADS_1


Dion menggenggam tangan Riyanti dengan mesra masuk ke dalam dan seperti biasa Dion berteriak minta di buatkan minuman.


Minuman sudah siap, tepatnya minuman yang sudah berisi obat tidur dengan dosis tinggi. Namun Dion maupun Riyanti tak kunjung keluar.


" Ngapain kedua orang itu, mengapa tak ada yang keluar ? " Tasya menghampiri mendekati telinganya ke arah pintu, dan ternyata Dion dan Riyanti sedang asyik bercinta.


" Baiklah, aku akan kasih kesempatan untuk kalian berdua bermesraan saat ini, tapi setelah ini kalian tak akan bisa lagi menikmati surga dunia. " Ucap Tasya menyeringai licik.


" Tasya, antarkan minuman kami ! " Teriak dari dalam kamar.


Tasya berjalan ke arah pintu kamar dan perlahan membukanya.


Ceklek


Hati Tasya begitu sangat sakit. Bagaimana tidak ? Dia harus melihat langsung pertunjukan Dion yang sedang memeluk mesra Riyanti dan kedua nya tanpa sehelai benang pun.


Tasya sempat melirik ke arah Dion yang menyeringai puas, namun Tasya mencoba menahan emosinya dan membalas dengan senyuman.


Setelah meletakkan minuman Tasya keluar dari kamar Dion dan kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap. Peralatan sudah tergeletak, tas berisi baju pun sudah siap, dan tinggal pelaksanaan nya.


" Setelah aku membunuhnya, aku harus pergi sejauh mungkin. Aku yakin pasti polisi akan mencari aku. Tapi aku harus ke mana ? " Ucap Tasya lirih. Sebenarnya dia tak ingin melakukan hal ini. Namun dirinya sudah tak sanggup lagi menahan sakit hatinya karna penghinaan yang di lakukan Dion kepadanya. Dan baginya Riyanti sama saja, meskipun dirinya tak melakukan langsung. Jika bukan karna Riyanti, Dion tak akan bersikap itu padanya. Dan seharusnya Riyanti tak membiarkan Dion melakukan itu padanya.


Suasana apartemen terasa hening, Tasya berjalan ke luar mencoba melihat situasi.


" Sepi ? Apa mereka sudah tidur ? Aku harus segera melancarkan misi aku. " Gumam Tasya.


Tasya berjalan mengendap-endap mendekatkan dirinya dengan pintu kamar Dion.


" Sepi ? " Ucap Tasya sambil perlahan membuka pintu kamar Dion dan benar saja seperti dugaannya kini Dion dan Riyanti sudah tertidur pulas.

__ADS_1


" Aku harus secepat ! " Hati, pikiran, ucapan, tindakan benar-benar tak sinkron. Hati Tasya terasa takut, pikiran buruk pun kehidupan selanjutnya dirinya melintas, ucapan nya ingin secepatnya dia menghabiskan mereka berdua, dan tangan nya saat ini bergetar dan jantung berdebar sangat kencang. Karna pada dasarnya Tasya bukan seorang pembunuh, membunuh tikus pun rasanya dirinya tak akan mampu apalagi seorang manusia.


Tasya bertindak dengan cepat mengambil pisau yang sudah dia siapkan.


" Ayo kamu pasti bisa ! Bukankah ini yang kamu inginkan ? Melenyapkan mereka berdua dari muka bumi ? " Tasya berusaha menguatkan hatinya.


Tasya berjalan menghampiri ranjang tempat Riyanti dan Dion tidur. Orang yang pertama kali dia habiskan yaitu Dion, hatinya sangatlah dendam. Tasya membekap mulut dan hidup Dion dengan bantal dan langsung menusuk nya tepat di jantung dan lambungnya dan membuat dalam sekejap Dion menghembuskan nafasnya. Dan kini dirinya berganti melakukan nya pada Riyanti, hal yang sama dia lakukan seperti ke Dion. Hingga akhirnya mereka benar-benar mati di tangan Tasya.


Tes


Tes


Tes


Air mata Tasya menetes, dirinya tak kuasa melihat pria yang selama ini ada di hatinya terbujur kaku akibat ulahnya. Darah segar mengalir dari tubuh mereka berdua.


" Maaf honey aku melakukan hal ini padamu ! Karna aku tak akan pernah rela kamu di miliki siapapun. Jika aku tak bisa memiliki mu, maka dia pun juga. Selamat tinggal belahan hati ku, sampai ketemu nanti di sana ! " Ucap Tasya lirih.


Tasya tersentak dan tersadar, bahwa dirinya harus segera pergi meninggalkan apartemen Dion secepatnya sebelum perbuatan nya terbongkar.


Keheningan malam yang di ramaikan oleh suara hujan, menjadi saksi bisu perpisahan cinta mereka. Cinta Tasya dan Dion.


Tasya langsung berganti pakaian dengan gaya berbeda dan membersihkan pisau bekas menghabiskan nyawa keduanya. Dan setelah itu dirinya langsung keluar dari apartemen. Untungnya pihak Security tak merasa curiga dengan kepergiannya, hingga dirinya bisa lolos.


Tasya berjalan dengan cepat menyelusuri gelap malam dan derasnya hujan, air matanya terus mengalir deras. Mengapa hidupnya begitu tragis hingga dirinya harus melakukan pembunuhan sadis. Tak pernah terpikir di benaknya dirinya akan melakukan hal itu di hidupnya.


Tin...Tin...


Suara klakson mobil membuat dirinya terkaget, hampir saja Tasya tertabrak mobil orang itu. Karna derasnya hujan membuat sang pengemudi tak melihat Tasya yang sedang berjalan..

__ADS_1


Author minta vote, like, dan hadiahnya donkπŸ˜„πŸŒΉπŸŒ·πŸ˜ƒπŸ˜πŸ˜˜


__ADS_2