Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Dua garis merah


__ADS_3

Daren telah membuktikan pada istrinya tentang kesetiaan. Dan tak perlu di ragukan lagi. Dia selalu berusaha untuk tidak bermain api. Baginya dia telah memiliki segalanya, hidupnya telah sempurna memiliki istri yang cantik dan selalu memuaskan di ranjang. Sang istri juga selalu mengurus segala yang dia butuhkan dan menjadi istri yang senantiasa menjalankan tugasnya. Delia juga memberikan keturunan untuk nya. Jadi untuk apalagi dirinya mencari di luaran yang belum tentu terjamin kualitasnya.


Hoek...Hoek...Hoek...


Delia merasa mual dan memuntahkan semua isi di perutnya. Kepala nya juga terasa pusing, tubuhnya terasa lemas. Mungkin karna dia telah mengeluarkan isi perutnya.


Daren yang sedang tertidur langsung melompat dari ranjang mendengar sang istri yang sejak tadi muntah-muntah.


" Sayang...kamu kenapa ? " Tanya Daren sambil memijat tengkuk istrinya.


" Entahlah mas... tiba-tiba saja perutku terasa mual dan ingin muntah. Dan efeknya kepala aku menjadi pusing dan tubuh ku terasa lemas. " Sahut Delia sambil bertumpu pada suaminya.


Daren mencoba membantu sang istri, memapahnya ke ranjang.


Delia membaringkan tubuhnya di ranjang. Namun tiba-tiba pikiran nya teringat jika dirinya sudah telah tak datang bulan.


" Apa aku hamil ya mas ? Soalnya aku sudah telat mas. " Ujar Delia membuat sang suami langsung merasa senang.


" Lebih baik kita pastikan saja nanti ke dokter biar lebih jelas ! " Sahut Daren.


" Tapi aku kan belum yakin banget mas. Nanti mas malah kecewa jika aku hanya masuk angin saja. Kan mas tau akhir-akhir ini aku sering pulang malam dan begadang mengerjakan pesanan. Mas juga hampir tiap hari minta jatah hingga akhirnya aku tidur dalam keadaan telanjang. " Ungkap Delia.


Dan akhirnya Daren menyarankan sang istri untuk membeli testpack untuk mengetes lebih dulu agar sang istri yakin. Terlebih Delia bilang jika dirinya sudah telah datang bulan. Akhirnya Delia mengikuti saran suaminya untuk membeli tespack. Delia meminta tolong pada Bi Yani agar membelinya di minimarket.


Tok...Tok...Tok.


" Permisi Nyonya, ini Testpack yang nyonya pesan. " Ucap Bi Yani di balik pintu.


Mendengar sang art di luar, Daren membuka pintu kamarnya dan mengambil testpack dari tangan art nya dan memberikan kepada istrinya untuk mengetesnya.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya muncullah hasil yang menunjukkan dua garis merah. Dan Daren yang sudah tak sabar menunggu hasilnya memilih berdiri di luar pintu. Delia keluar dan menunjukkan alat testpack yang habis dia cek yang menunjukkan dua garis merah.

__ADS_1


" Sayang....kamu hamil ? Aku bahagia sekali. Akhirnya doa ku terkabul. Terima kasih sayang. " Ucap Daren sambil memberikan ciuman bertubi-tubi di wajah istrinya. Daren juga langsung mengangkat tubuh istrinya dan berputar-putar.


" Mas, turunin aku ! Pusing aku kamu putar-putar terus ! " Ucap Delia memohon.


Daren menduduki sang istri di pinggir ranjang.


" Halo anak ayah. Semoga kamu selalu sehat di perut bunda. " Ucap Daren sambil mencium perut istrinya yang masih rata.


" Kamu masih pusing ga ? Kita siap-siap ke rumah sakit ! Aku mau hubungi Doni dulu untuk mendaftarkan kamu ! " Ujar Daren. Dan Delia menggelengkan kepalanya. Kini dirinya tak lagi merasa pusing.


Daren langsung meraih ponselnya dan mencoba menghubungi sang asisten.


" Halo Don, tolong kamu daftarkan istri saya ke poli kandungan ya ! Istri saya hamil Don. Saya akan memiliki anak kembali. " Ujar Daren menunjukkan perasaan bahagianya.


" Tokcer juga si bos. Ga sia-sia kerja keras olahraga ranjang terus. " Gumam Doni dalam hati.


Delia mencoba ingin bangkit dan bersiap-siap karna dia ingin ke dokter. Dan Daren berusaha membantunya.


" Terima kasih Tuhan. Aku bahagia banget. Kehamilan kali ini aku tak merasa sendiri lagi. Ada suami yang menyayangi aku. Sehat-sehat ya sayang kamu di perut bunda. " Ujar Delia sambil mengelus perutnya.


" Halo anak ayah yang pintar. Lagi nonton apa ni ? " Sapa Daren sambil menghampiri sang anak dan duduk di sebelahnya.


" Upin dan Ipin yah. " Sahut Daffa singkat. Kini Daffa sudah jelas bicaranya karna usia nya sudah 2,5 tahun. Dan sudah mandiri. Karna Daren selalu mengajarkan ke Daffa agar mandiri dan juga tak rewel jika ingin memiliki adik. Daffa sudah tidur terpisah dan tak lagi rewel ke sang bunda. Seperti saat ini memilih menonton tv film kesukaan nya dari pada harus menghampiri sang bunda di kamarnya.


" Ayah punya kabar gembira buat Daffa. Daffa sebentar lagi akan punya adik. Bunda lagi hamil adiknya Daffa. " Daren memberikan tahu kepada Daffa tentang perihal sang bunda saat ini tengah hamil. Daffa langsung berjingkrak meluapkan perasaannya saat ini jika dirinya merasa sangat senang karna sebentar lagi akan memiliki adik.


Daffa benar-benar sudah mengerti. Seperti saat ini dia tak rewel minta ikut dengan kedua orang tua nya dan memilih untuk menunggu di rumah.


Delia dan Daren sudah sampai di rumah sakit. Daren dengan setia menunggu sang istri untuk di panggil. Dan kini saatnya Delia akan melakukan pemeriksaan.


" Selamat pagi dok.. " Sapa Delia saat memasuki ruangan.

__ADS_1


" Selamat pagi juga. Tolong ceritakan keluhan yang di rasa ! " Sahut Dokter Yona. Daren memang sengaja meminta Doni untuk mencari dokter kandungan yang akan memeriksa sang istri. Untungnya di rumah sakit terdekat terdapat dokter kandungan wanita yang sedang praktek.


" Saya terasa mual dan bahkan tadi sampe muntah berkali-kali. Saya juga merasa pusing dan lemas. " Jelas Delia.


Dokter Yona menanyakan pada Delia apa dirinya telah melakukan pemeriksaan lewat testpack. Dan hasilnya gimana. Dan akhirnya dokter Yona menyuruh Delia untuk naik ke atas ranjang untuk melakukan USG.


Dokter Yona langsung mengoleskan gel di perut Delia untuk memudahkan dalam pemeriksaan. Daren memperhatikan dengan seksama di layar monitor.


" Ya benar. Selamat nyonya Delia, anda hamil. Usia kandungan anak anda sudah 4 Minggu. Saat trisemester pertama, nyonya harus mengurangi aktivitas berat, karna kandungan masih rentan.


" Mana anak saya dok ? " Tanya Daren yang merasa penasaran. Ini hal pertama bagi Daren hingga dirinya merasa penasaran.


Dokter Yona mencoba menjelaskan tentang keberadaan sang anak dan ukuran yang kini masih terlihat sangat kecil di dalam perut sang Delia.


Daren memberikan ciuman di kening istrinya dan mengucapkan ucapan terima kasih karna memberikan anak untuk nya kembali.


Delia telah selesai melakukan pemeriksaan dan kini mereka telah keluar dan segera mengambil obat yang sudah di tulis di resep oleh sang dokter.


Daren terus menggandeng mesra tangan sang istri. Sebagai bentuk untuk menjadi suami siaga.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™


Like


Vote


Comment


Hadiah


Sambil menunggu up mampir juga yuk di karya author lainnya. Semoga suka jugaπŸ˜πŸ˜˜πŸ˜€

__ADS_1




__ADS_2