
Pesawat yang tumpangi Mama Mila dan Papa Agung telah mendarat. Rasa sakit dan kesedihan yang di alami mereka berdua, kini berubah rasa bahagia dan terharu karna setelah sekian lama mereka tak bisa menemukan sang cucu. Hari ini keinginan mereka bisa terwujud.
Papa Agung langsung menghubungi Doni untuk menjemput mereka di bandara. Berhubung malam sudah larut, malam ini mereka akan bermalam dulu di hotel dan baru besok pagi menemui Delia dan cucu mereka.
" Mama bahagia banget pah, akhirnya bisa ketemu Delia dan cucu kita. Mama udah kangen banget sama Delia. " Ucap Mama Mila yang matanya berbinar-binar, rona bahagia terpancar di wajahnya.
" Iya Mah, papa juga senang. Terlebih cucu kita laki-laki, bisa menjadi penerus perusahaan papa. Kalau perlu papa berikan saja perusahaan kita sama Delia, seperti nya Delia pantas menjadi seorang pemimpin di banding si Daren bodoh itu. Dari dulu di bilangin kekasihnya ga bener, ga pernah nurut. Selalu belain Tasya, nyakitin Delia. Bahkan sampai-sampai Delia pergi bawa anak mereka aja tau nya telat karna sibuk ngurus wanita itu. " Ujar Papa Agung geram melihat sifat sang anak yang bodoh dan lembek tak bisa tegas.
" Selamat malam Tuan dan Nyonya. " Sapa Doni saat sampai di bandara dan bertemu Tuan Agung dan Mama Mila. Doni langsung mencari hotel untuk kedua nya bermalam. Papa Agung ingin berada satu hotel dengan Doni, meskipun hotel tersebut hanya sekelas bintang 3.
Kini mobil yang membawa mereka telah sampai di hotel. Doni membantu Tuan Agung membawakan koper. Hanya satu koper saja yang dia bawa, karna dia tak mungkin lama meninggalkan Indonesia. Dan mereka berharap jika Delia mau ikut bersamanya pulang ke Indonesia bersama sang cucu.
" Ayo kita istirahat dulu mah, tubuh kita sangat lelah di perjalanan ! " Ujar Papa Agung.
\=\=\=\=
Matahari sudah bersinar terang. Papa Agung dan Mama Mila sudah bersiap-siap untuk sarapan dan juga ke rumah Delia. Mereka sudah tidak sabar untuk bertemu keduanya. Papa Agung dan Mama Mila, menunggu Doni di bawah untuk sarapan. Dan kini mereka telah berkumpul, mengobrol sambil menikmati sarapan pagi.
" Don, gimana kemarin kerjasama dengan Tuan Anthony ? Apa ada berkas yang saya perlu tanda tangani ? " Ucap Papa Agung membuka obrolan.
__ADS_1
" Tidak ada Tuan. Kontrak kerjasama di wakilkan oleh Nyonya Delia. Dan untungnya Nyonya Delia hadir menemani saya ke sana, jika tidak bisa di persulit. " Jelas Doni.
" Jadi Delia ikut ke sana ? Anak itu memang luar biasa, meskipun Daren selalu menyakiti hatinya tapi dia selalu bersikap legowo. " Ujar Papa Agung.
" Nyonya Delia benar-benar seorang Dewi Penolong untuk Tuan Agung. Meskipun pada awalnya ada sedikit drama. Di mana Tuan Anthony menyatakan perasaannya, tertarik pada Nyonya Delia sejak pandangan pertama. Terlebih usia dirinya hampir sama dengan Tuan Daren. " Ungkap Doni, menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Mendengar penuturan Doni, mama Mila menjadi melongo. Dan tentunya tidak terima jika Delia yang masih menjadi menantu ingin di miliki orang lain.
" Waduh jadi ga tulus donk bantu perusahaan kita. Mama takut pah jika Tuan Anthony akan mengambil kesempatan dalam hal ini, merebut Delia dari Daren. " Sahut Mama Mila ikut bicara.
" Biarin aja ! Serahkan saja sama Delia, mah ! Delia sudah terlalu banyak hidup menderita, biar dia hidup bahagia menentukan pilihannya. Delia itu anak yang baik, bahkan meskipun Daren menggoreskan luka di hatinya dia masih rela menolong kita. " Ujar Papa Agung, dan akhirnya mama Mila menganggukkan kepala mengerti dengan ucapan sang suami.
Doni, mama Mila, dan papa Agung sudah sampai di depan rumah Delia. Dan sudah terdengar suara celotehan Daffa yang sedang mengobrol sama Delia. Merasa terharu mama Mila meneteskan air mata.
" Mama mau nangis aja apa mau masuk ? " Tanya Papa Agung sang melihat sang istri malah menangis dan hanya berdiri di depan pagar.
Papa Agung mengucap salam, dan mendengar suara ada orang Delia keluar di ikuti Daffa. Kebetulan sang art sedang keluar belanja keperluan untuk memasak.
" Mama, papa. " Ucap Delia saat melihat mertuanya lah yang datang. Delia langsung berhambur ke pelukan sang mertua. Dua tahun lama nya mereka terpisah, dan kini mereka di pertemukan lagi. Isak tangis mengiringi pertemuan mereka.
__ADS_1
" Ini pasti anak pintar, pasti cucu kakek. " Ucap Papa Agung yang menghampiri Daffa yang sedang mengumpat di belakang bokong sang bunda.
Delia melepaskan pelukannya dengan sang mertua dan langsung memperkenalkan sang anak dengan kedua mertuanya.
" Daffa...ini kakek, nenek Daffa ! " Ucap Delia.
" Cucu nenek yang tampan. " Mama Mila berusaha mensejajarkan Daffa dengan dirinya, namun Delia tak setuju. Dirinya mengangkat tubuh Daffa dan mendekatkan dengan Mama Mila untuk lebih mudah mencium Daffa. Ciuman berkali-kali di berikan kepada Daffa.
" Ayo mah, pah, Don masuk ! " Ajak Delia kepada ketiganya untuk masuk.
Mereka saling mengobrol meluapkan apa yang mereka rasakan dulu. Penyesalan selalu hadir, saat Delia menceritakan kepergian dirinya dari Indonesia. Di mana dirinya harus berjuang merasakan hamil dan melahirkan sendiri. Berjuang untuk kehidupan dirinya dan Daffa. Mama Mila juga menceritakan kondisi Daren saat ini, dan kedua orang tua Daren berharap agar Delia mau kembali ke Indonesia mempertemukan Daren dengan sang anak. Agar Daren bisa sehat kembali. Mama Mila juga menceritakan tentang penyesalan yang di rasakan Daren. Menyesal karna pernah menyakiti hati Delia dan membiarkan Delia pergi bersama anaknya.
" Maaf ya mah. Sebenarnya Delia ingin bercerai dengan mas Daren. Delia ingin hidup tenang. Dan untuk hak asuh dalam pengurusan Daffa, Delia akan memberikan kesempatan untuk Daffa dengan mas Daren. Delia juga sudah memaafkan kesalahan mas Daren, tapi jika untuk merajut kembali rasanya Delia ga bisa. Rasa sakit di hati Delia kasih masih membekas di hati. Tak mudah seperti membalikkan telapak tangan. " Ucap Delia. Mama Mila dan Papa Agung mencoba mengerti dengan keputusan Delia. Mereka sudah ikhlas dengan apapun yang menjadi keputusan Delia kepada anaknya. Meskipun masih ada rasa penuh harap jika Delia bisa hidup bersatu dengan anak semata wayangnya. Menjalani menjadi keluarga yang utuh, terlebih sudah hadirnya Daffa di antara mereka.
Yuk berikan dukungan pada Author, Author akan crazy up biar kalian puas membacanya dan semakin cepat tahu endingnya.βπ·ππππ
Sambil menunggu author up, mampir yuk di karya teman aku
__ADS_1