Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Gugatan Cerai


__ADS_3

Setelah kasus Reynaldi selesai, kini target selanjutnya Delia adalah mengurus perceraian nya kepada Daren. Delia menyewa seorang pengacara untuk mengurus kasus perceraiannya.


" Ya mas Handi...tolong bantu Delia ya ! Cuma seperti nya kasus ini akan sedikit alot. Suami Delia tak ingin bercerai. " Ucap Delia saat bertemu sang pengacara di kantor pengacara nya.


" Mas Handi, usahakan sebisa mungkin ya Del ! Memang kamu sudah yakin mau bercerai dengan suami mu ? Bukankan dia sudah bercerai dari istri kedua nya dan dia juga selalu memberikan kamu fasilitas dan nafkah lahir batin padamu terlebih sudah ada anak di pernikahan kalian ! Maaf ya Del, mas ngomong begini hanya sekedar sharing aja. " Jelas Mas Handi.


Delia mencoba berpikir sejenak, memang ada benarnya apa yang di katakan sang pengacara terlebih selama ini Daren memang selalu menjalankan tugasnya sebagai suami. Meskipun memang di awal pernikahan nya dia harus mendapatkan penghinaan dan rasa sakit dari Daren. Tapi secara tidak langsung Daren lah yang membuat dirinya bisa menjadi orang hebat seperti sekarang.


" Ya udah mas coba aja ya ! Semoga Pengadilan agama bisa menerima keluhan yang di rasa Delia. Bagaimana Daren dulu menyakiti dan menghina Delia. Bahkan Daren tak pernah tulus nikah sama Delia. Hanya sebatas nikah kontrak dan setelah itu dirinya langsung menikahi kekasihnya. Rasa tak sah pernikahan seperti itu meskipun secara hukum memang sah. " Ungkap Delia yang sedikit frustasi saat memikirkan nasib dirinya selanjutnya.


Memang benar Daren telah menunjukkan rasa seriusnya pada Delia. Daren selalu menunjukkan rasa cintanya padanya. Bahkan meskipun Claudia berusaha menggodanya, Daren tak sedikit pun tertarik atau pun tergoda dan justru Daren memperlakukan Claudia hanya seorang office girl.


Proses perceraian sedang berlangsung. Dan surat gugatan cerai pun sudah sampai ke tangan Daren. Sampai-sampai dia shock merasa tak percaya jika Delia ingin tetap bercerai dengannya.


Saat sampai di rumah, Daren langsung mencari keberadaan Delia.


" Bi, Nyonya mana ? " Tanya Daren saat memasuki rumah.

__ADS_1


" Belum pulang Tuan. Sejak tadi pagi berangkat ! " Sahut Bi Yati.


" Kemana dia ? Masa dia pergi lagi ? Sebaiknya aku coba ke butik aja ! " Gumam Daren dalam hati.


Daren langsung melajukan kendaraannya dengan kecepatan penuh, tak butuh waktu lama Daren telah sampai di butik.


" Nyonya Delia ada ? " Tanya Daren pada sang asisten. Setelah mendapat informasi istrinya ada, Daren langsung bergegas menaiki tangga menuju ruangan sang istri dan masuk tanpa permisi dan melihat sang istri masih sibuk mendesain. Sedangkan Daffa saat ini sedang bermain dengan baby sister nya.


" Yayah...Yayah. " Teriak Daffa saat melihat sang ayah datang membuat Delia tersadar bahwa sang suami datang.


Delia kembali melanjutkan pekerjaannya, mencoba tak mempedulikan kehadiran sang suami.


" Ini maksud kamu apa ? " Ucap Daren sambil melemparkan sebuah amplop coklat dari pengadilan agama.


" Mengapa harus bertanya padaku, pastinya kamu sudah mengerti donk maksud tujuan ku ! Aku ingin bercerai ! " Ucap Delia ketus, namun tak sedikitpun dirinya menghentikan pekerjaannya.


Daren merasa kesal dengan sikap Delia yang cuek kepadanya. Dan akhirnya Daren menarik Delia paksa untuk duduk bersama nya di sofa

__ADS_1


" Kenapa kamu begini sih Del ? Aku kan sudah berulang kali bicara padamu, sampai kapan pun aku ga akan pernah mau bercerai padamu ! Memang dulu aku salah, tapi tolong kasih aku kesempatan kedua Del ! Kamu sudah menyadari kesalahan ku dulu, dan aku sekarang ingin memperbaiki semuanya ! Please Del kasih kesempatan untuk aku, demi Daffa buah hati kita ! " Ucap Daren sambil menatap wajah sang istri penuh iba.


" Kamu pikir dengan luka yang kau goreskan, semua akan bisa kembali seperti dulu lagi ! Pokoknya keputusan aku sudah bulat ! Aku tetap ingin bercerai dengan mu ! " Sahut Delia tak mempedulikan wajah suaminya yang sudah sangat memelas.


" Terus aku harus bagaimana Del ? Biar kamu bisa memaafkan aku ? Aku cinta banget sama kamu Del ! Aku benar-benar ingin hidup bersama mu ! " Ucap Daren yang kini sudah bersimpuh di kaki Delia.


" Tuhan aja bisa memaafkan hambanya yang berdosa, masa kamu ga bisa Del ? Meskipun aku dulu sempat menyakitimu, tapi aku kan selalu menjalankan tugas ku sebagai suami yang baik ! Ku mohon Del kamu pikirkan lagi, jangan sampai kau akan menyesal ! " Ucap Daren lagi.


" Aku ini bukan Tuhan. Aku ini manusia yang mempunyai hati dan perasaan. Wajar jika aku terluka dan sulit untuk memaafkan. Dan aku sudah berpikir masak-masak tentang gugatan cerai ini. Aku harap kamu bisa terima, jangan mempersulit aku ! Sekarang kamu bisa berkata itu, karna sudah tidak ada Tasya di hidupmu ! Tapi ku yakin jika hubungan kamu sama Tasya masih baik-baik aja, kamu pasti akan menceraikan ku sesuai kontrak pra nikah kita ! Sudahlah mas, kita sudah sama-sama dewasa ! Mungkin kita tidak berjodoh ! Untuk masalah Daffa, aku tak akan pernah melarang kamu untuk dekat Daffa ! " Ungkap Delia.


Daren menggelengkan kepalanya dengan lemah, dia masih tak bisa terima mengapa Delia bisa senekat ini ingin bercerai dari mu. Padahal setelah pertemuan kembali dengan Delia, Daren selalu berusaha menunjukkan keseriusannya. Dia sudah bertekad untuk menjalani pernikahan nya dan membesarkan Daffa bersama. Tapi ternyata rasa sakit yang di rasa Delia terlalu dalam, hingga sulit sembuh meskipun dirinya berusaha menyembuhkan.


" Sudahlah mas, aku ga mau ribut ! Aku lagi banyak kerjaan, kalau mas di sini cuma untuk mengganggu ku lebih baik mas pulang aja ! Biar kerjaan ku cepat selesai dan aku juga bisa pulang. Kita bicarakan masalah perceraian nanti saja di pengadilan, tolong mas jangan mempersulit proses perceraian kita ! Kita masih bisa berhubungan baik ko, tapi untuk menjalani sebagai suami istri aku ga bisa. Kenangan buruk tentang mas selalu menari di pikiran ku ! " Ucap Delia, dan kini bangkit dari sofa menuju kursi kebesaran nya. Sedangkan Daren memilih turun menemui sang anak dan membawa ke ruangan Delia. Daren memilih tetap menunggu sampai Delia pulang, namun tak ada sedikitpun dirinya mengganggu sang istri. Karna Daren kini sedang asyik bercanda dan mengobrol dengan Daffa. Semakin hari Daffa semakin dekat dengan sang ayah bahkan terlihat kompak.


Sesekali Delia melirik melihat kedekatan Daffa dengan Daren. Hatinya terasa nyes menusuk di hati.


" Tuhan kuatkan aku dengan keputusan ku ini ! Semoga keputusan ku tidak salah ! Toh masalah pengurusan Daffa aku masih bisa bareng-bareng sama mas Daren, Daffa tak akan pernah kekurangan kasih sayang orang tuanya ! " Gumam Delia dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2