
Delia langsung di larikan ke rumah sakit. Suasana kantor terlihat sangat ramai. Bahkan polisi datang ke TKP. Daren terus menangis, menangisi Delia. Dia juga terus menyalahi dirinya sendiri, terlebih jika sampai terjadi sesuatu dengan Delia. Dia tak peduli dengan kondisi Tasya. Meskipun mati sekalipun dia tak peduli. Daren sangat membenci Tasya, karna Tasya Delia jadi begitu.
" Del, ku mohon bertahanlah ! Aku ga bisa hidup tanpamu Del ! Kasihan Daffa Del ! " Daren terus bicara di dekat Delia. Daren ikut bersama Delia di dalam ambulance.
" Maaf Tuan, wanita ini sudah tak bernyawa. Sudah meninggal di tempat. " Ucap salah satu polisi yang mengecek kondisi Tasya.
Papa Agung menyuruh tim polisi untuk melakukan penguburan pada jenazah Tasya. Tasya meninggal dengan kondisi stragis. Kepalanya pecah karna terkena benturan keras, dan matanya melotot. Sangat menakutkan kondisinya.
" Akhirnya mati juga tuh orang. Baguslah mati ga akan buat susah orang lagi. " Gumam Doni saat jenazah Tasya di bawa oleh pihak polisi untuk di lakukan otopsi.
Kejadian ini murni kecelakaan, kelalaian yang di buat Tasya sendiri. Karna tak ada yang mendorongnya. Tasya terjatuh dari tangga karna tak pas menginjak anak tangganya.
Ambulance yang membawa Delia sudah sampai, Delia Lang mendapatkan pertolongan oleh tim medis.
" Tuan, kondisi pasien kritis. Harus melakukan tindakan operasi. " Jelas salah satu dokter yang menangani Delia.
" Lakukan yang terbaik untuk istriku ! Aku akan bayar berapa pun ! " Sahut Daren
Tim medis, Langsung menyiapkan untuk operasi. Delia juga membutuhkan transfusi darah. Dan untungnya golongan darah Delia sama dengan Daren, sehingga Daren bisa mendonorkan darahnya ke Delia.
Daren langsung menghubungi sang mama. Memberitahu kondisi Delia. Mama Mila sangat shock mendengarnya. Dirinya langsung bergegas ke rumah sakit. Sama dengan halnya mama Mila, Papa Agung dan Doni pun ikut menyusul ke rumah sakit.
Kini Doni dan Papa Agung telah sampai. Sama hal nya dengan Mama Mila. Semua sudah berkumpul di sana.
__ADS_1
" Ren, Tasya meninggal. " Ucap Papa Agung kepada sang anak.
" Baguslah ! Aku benci dia, sangat membencinya. Semua ini karna dia, jika dia tak menarik Delia mungkin saat ini Delia masih baik-baik saja. Jika nyawa Delia melayang, aku tidak akan pernah memaafkan kesalahanku. Aku benar-benar bodoh. Harusnya aku sadar tak melibatkan Delia dalam hal ini. Hiks ...Hiks...." Ucap Daren dengan Isak tangis.
" Berdoalah semoga operasi Delia berjalan lancar dan Delia bisa sehat kembali. Aku yakin Delia wanita yang kuat. " Ucap Papa Agung.
Daren terus berdoa agar Delia bisa sadar kembali. Hatinya merasa sakit, harus melihat wanita yang dia cintai terbaring lemah dan semua ini karnanya.
" Aku memang bodoh, sangat bodoh. Tak mendengar ucapan papa. Malah berpikir bermain-main dulu dengan Tasya. Dan aku masih saja melibatkan Delia, akhirnya apa yang di khawatir kan papa dulu terbukti. Delia menjadi korban. Hiks...hiks..." Daren terus merutuki dirinya. Memukul-mukul kepalanya. Hingga Doni ikut melerai karna Daren terus menyakiti dirinya sendiri.
Reynaldi tak mengetahui jika Tasya sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Karna Papa Agung menyuruh Doni untuk menutup kasus ini ke publik.
" Kemana wanita itu jam segini belum pulang ? Apa dia coba-coba untuk kabur dari ku. Jangan harap ! Aku akan mencari keberadaan kamu ! " Gerutu Reynaldi. Reynaldi sengaja bertandang ke kontrakan Tasya tanpa memberitahu lebih dulu ke Tasya, dia ingin memberi kejutan. Tapi ternyata Tasya tak ada di kontrakan. Akhirnya Reynaldi pergi lagi, berpikir Tasya sedang lembur.
Di rumah sakit....
Bi Yati berkali-kali mencoba menghubungi ponsel Delia, dan akhirnya panggilan ketiga Daren baru mengangkatnya dan memberitahu jika sang bunda sedang operasi.
" Ya Allah kasihan Nyonya Delia nasibnya. Ada aja cobaannya. Tolong selamatkan nyawanya ya Allah. Kasihan Daffa anaknya masih kecil. " Doa Bi Yati. Bi Yati juga memberitahu kepada Pak Ahmad dan Bi Yani jika Delia sedang operasi karna jatuh dari tangga kantor.
Operasi berjalan lancar. Untungnya pendarahan di otak cepat di tangani. Dan tinggal menunggu Delia sadar.
" Bagaimana dok Operasi istri saya ? Dan bagaimana keadaannya sekarang ? " Tanya Daren pada dokter yang melakukan operasi Delia.
__ADS_1
" Operasi berjalan lancar. Pasien akan segera di pindahkan. Sudah melewati masa kritisnya. Tinggal nunggu sadar kembali. " Sahut Dokter Arman yang menangani operasi Delia.
" Terima kasih Tuhan engkau telah menyelamatkan istri hamba. Angkat segera penyakitnya, agar kami bisa berkumpul kembali dengannya. " Daren sujud syukur.
Dengan sabar Daren menunggu Delia sampai sadar. Bahkan tak sedikitpun hatinya merasa iba pada Tasya. Wanita yang selama ini ada di hatinya.
" Don, segera urus laporan Reynaldi ! Agar dia segera di tangkap. Kamu pancing saja dia dengan nomor telpon Tasya. Kamu cari ponsel Tasya ! " Ujar Daren.
" Papa juga setuju. Jangan sampai jatuh korban yang lain ! Di segerakan saja Reynaldi di laporkan ke polisi. Lebih cepat lebih baik, sudah terlalu lama dia berkeliaran bebas. " Sahut Papa Agung
Papa Agung dan Mama Mila berpamitan pulang. Karna harus menjemput Daffa di rumah Delia. Selama Delia belum sembuh, Daffa akan di urus oleh kedua orang tua Daren.
" Tuan, wajah anda pucat sekali ! Sebaiknya anda makan dulu, mau makan apa ? Biar saya belikan. Apalagi anda habis melakukan donor darah untuk nyonya Delia. Jangan sampai anda sakit, anda harus kuat ! " Ujar Doni pada tuannya.
Dan akhirnya Daren menyetujui saran sang asisten. Daren meminta makanan hokben pada Doni.
Daren berusaha memaksakan makan agar dia tetap sehat saat istri nya sadar nanti. Delia juga sudah di pindahkan ke ruangan, meskipun kini dia belum sadar kembali.
" Sayang...bangunlah ! Ingat di sini ada dua orang pria yang menantimu. Kasihan anak kita Daffa, dia terus menangis manggil-manggil nama kamu. Dia nangis terus, kangen sama kamu. Mas mohon sadarlah ! " Ucap Daren sambil menggenggam tangan sang istri. Kini tangannya beralih wajah istrinya. Daren mengelus wajah istrinya dengan lembut.
Doni yang sejak tadi menemani Daren merasa iba. Dia merasa kasihan dengan Lika liku kehidupan bos nya. Terlalu banyak cobaan yang di alami Delia dan Daren. Perpisahan cukup panjang tak menjadi alasan untuk tidak di uji lagi. Kedua insan itu harus merasakan terpisah kembali.
" Aku yakin perpisahan kita kali ini, akan menjadi sumber kekuatan hubungan pernikahan kita. Please Del saat kamu membuka matamu kembali, kamu bisa memaafkan kesalahan aku. Aku ingin kita hidup kembali dengan penuh bahagia.
__ADS_1
Jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian ya
Like, vote, comment, dan hadiah ππβ€οΈππ·