Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Kena batunya


__ADS_3

" Mas ko bisa jatuh sih ? " Ucap Delia sambil membantu sang suami untuk bangun.


" Huhft suami jatuh bukan di tanya mas ada yang sakit ga ? Ini malah di tanya mas ko bisa jatuh sih ? Emang siapa juga yang pengen jatuh. " Gerutu Daren dalam hati. Sambil meringis merasakan sakit di area pinggangnya.


" Mas mah payah, pake ada segala adegan jatuh segala ! " Ujar Delia tanpa berdosa. Tak peduli suaminya sedang kesakitan, malah membahas kenapa bisa jatuh.


" Semoga saja ni baby ga minta gw manjat tiang listrik atau nangkep belut. " Ucap Daren lirih. Seperti nya dia mulai frustasi dengan ngidam istri nya. Dan berharap ngidamnya pindah ke dirinya seperti saat hamil Daffa.


Daren, Daffa, Delia, dan Doni berpamitan pulang pada pemilik rumah dan mengucapkan terima kasih. Dan kini mereka sudah dalam perjalanan pulang.


" Don, tolong cariin tukang pijit ya ! Sepertinya saya harus di pijit. Oh ya sepertinya hari ini saya belum bisa ke kantor. Tolong kamu handle semuanya ya ! " Ujar Daren.


" Tuan kenapa ga pijit di mawar merah atau Flamboyan aja ! " Goda Doni dan Daren langsung mendapatkan tatapan tajam dari Delia.


" Ya ga lah sayang..yang sakit itu pinggang aku bukan soulmate aku. Lagi pula dia mau nya cuma sama kamu. Don, kamu kalau ngomong jangan asal nyeplak aja ! Bikin memperkeruh suasana aja ! " Ujar Daren kesal dan Doni akhirnya meminta maaf karna dia ga bermaksud seperti itu.


Mobil mereka harus terhenti di rumah makan yang menjual makanan bebek pedas. Karna ini permintaan Delia, tentu saja Daren ikuti.


Delia memesan 3 porsi bebek dan 1 porsi ayam untuk Daffa. Setelah menunggu 10 menit kini makanan sudah tersedia di meja dan siap di santap.


" Wwwuuuss...pedes banget sambelnya. " Ujar Daren yang memang tak terlalu suka makanan pedas. Terlebih sejak tadi sang istri terus memberinya sambel, dan Delia minta Daren memakan habis semua nya meskipun Daren sudah berusaha menolaknya. Karna dia tak biasa makan pedas.


Berbeda hal nya dengan Daren yang merasa tersiksa, Doni dan Delia justru menikmatinya.


" Besok-besok mending ngidam minta tas branded keluaran terbaru atau mobil keluaran terbaru aja deh, yang beginian bener-bener menyiksa. " Gerutu Daren yang mulai merasakan perutnya yang terasa panas.


Setelah selama 40 menit menikmati makanan, kini mereka melakukan perjalanan kembali menuju pulang.

__ADS_1


" Masih ada yang di inginkan ga ? Kalau tidak kita langsung pulang. Karna Doni harus segera ke kantor. " Ujar Daren dan Delia langsung menggelengkan kepalanya.


Dan kini mereka telah sampai di rumah, Doni langsung melajukan mobil kembali. Dia harus segera ke kantor.


Keringat dingin mulai mengucur membasahi wajah dan tubuh Daren. Perutnya merasa melilit. Kini bukan hanya pinggangnya yang terasa sakit, tapi perutnya juga terasa sangat sakit.


Daren langsung berlari menaiki anak tangga dengan tergesa-gesa menuju kamar mandi, bahkan dirinya seperti lupa jika pinggang nya sedang sakit.


Prot


Daren mengeluarkan isi perutnya. Bukan hanya mulas dia juga merasa melilit. Bahkan dia harus duduk di close karna harus terus menerus ingin bab bahkan kini wajahnya terlihat pucat.


" Mas, mas di mana ? " Ucap Delia yang mencari keberadaan suaminya. Dia tadi hanya melihat suaminya yang berlari dan naik ke atas.


Delia mengerutkan keningnya saat tak menemukan sang suami, akhirnya dia mencoba membuka pintu kamar mandi yang saat itu terkunci.


" Ya ampun mas, mas kenapa ? Kenapa wajah mas terlihat pucat ? " Tanya Delia, namun belum menjawab Daren harus masuk kembali karna panggilan alam.


" Jangan-jangan karna tadi aku kasih mas Daren kasih sambel bebek banyak banget. Jadinya seperti ini deh. " Gumam Delia dalam hati.


Setelah merasa sudah tak mules, Daren kembali keluar dan berjalan menuju ranjang.


" Mas, kenapa ? Perutnya sakit ? " Tanya Delia .


Daren hanya menganggukkan kepalanya tak mampu berkata-kata, karna kini tubuhnya benar-benar terasa lemas. Dan melihat kondisi suaminya yang seperti itu. Delia keluar kamar dan langsung berteriak dari atas minta di buatkan teh pahit hangat.


Setelah itu dirinya kembali menghampiri suaminya yang sudah tak berdaya.

__ADS_1


" Mas, maafin aku ya ! Semua ini salah aku ! Padahal aku tahu kalau kamu ga suka makanan pedas karna memang perut kamu ga kuat. Tapi aku dengan tega nya memaksa kamu untuk makan sambel banyak dan hasilnya kamu jadi seperti ini deh. " Ucap Delia dengan perasaan bersalah.


Melihat istrinya dengan raut sedih merasa bersalah, tentu saja Daren merasa tak tega. Dia menarik tangan sang istri dan membawa tubuh sang istri dalam dekapan nya.


Namun tak lama kemudian perut Daren terasa mules lagi seperti di aduk-aduk. Daren langsung melepaskan pelukannya dan berlari ke kamar mandi sambil merasakan sakit di pinggang dan perut.


Daren benar-benar sudah merasa lemas. Saat keluar kamar mandi dia langsung jatuh pingsan tentu saja hal itu membuat Delia panik mencoba membangunkan sang suami.


Dan akhirnya Delia meminta bantuan para pekerja nya. Pak Ahmad, Bi Yati, dan Bi Yani langsung berlari menghampiri tuan dan nyonya nya yang berada di kamar.


" Pak Ahmad tolong bawa bapak ke mobil ! Bi Yati dan Bi Yani tolong bantu ya, soalnya saya ga bisa bantu gendong. Saya siapkan dulu pakaian bapak. bapak harus di bawa ke rumah sakit karna mengalami dehidrasi karna diare yang terus menerus.


" Bi Yati tolong ikut saya ya ! Daffa sayang...bunda ke rumah sakit dulu ya ! Ayah pingsan. Daffa sama suster Vira sama Bi Yani dulu ya ! " Ujar Delia kepada Bi Yati dan juga Daffa.


Delia langsung melajukan kendaraannya menuju rumah sakit. Untungnya di dekat perumahan nya terdapat rumah sakit.


" Bi, tolong turun dan minta bantuan ya ! " Bi Yati turun untuk mencari bantuan agar tuannya mendapatkan pertolongan. Dan mobil Delia masih di depan pintu IGD menunggu brankar datang yang akan membawa suaminya.


Kini Daren sedang dalam pemeriksaan. Tim medis sedang melakukan pertolongan.


Delia langsung menghubungi asisten suaminya, memberi tahu bahwa bos nya masuk rumah sakit karna mengalami diare terus menerus hingga akhirnya mengalami dehidrasi kekurangan cairan. Delia juga meminta Doni untuk segera datang untuk membantu dirinya mengurus segalanya.


" Ckk..Wah sepertinya tuan Daren sedang kena batunya. Di kerjain anaknya terus. Punya anak dua-duanya menyiksa bapaknya. Dulu harus merasakan mengidam dan juga melahirkan. Sekarang harus merasakan akibat dari ngidam yang di rasa nyonya Delia. " Gumam Doni dalam hati.


Terpaksa Doni harus meninggalkan pekerjaan di kantor karna dia harus segera menuju rumah sakit.


Bonus upπŸ˜πŸ˜„

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ˜πŸ˜„


__ADS_2