Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Perayaan Ulang tahun Delia


__ADS_3

" Selamat Ulang Tahun istri ku ! Semoga kamu akan selalu setia mendampingi aku, hingga maut yang memisahkan kita ! " Harapan Daren pada istrinya.


Delia merasa bahagia atas pesta kejutan yang di adakan oleh Daren. Namun ada perasaan bersalah yang dia rasa, saat kembali berbicara hati. Karna dia hanya bisa membalas dengan senyuman ucapan dari suaminya. Keinginannya tetap ingin berpisah. Tapi jika Tuhan berencana lain dengan jodohnya, sekuat apapun dia berusaha dirinya akan tetap kalah.


" Cantik. Sangat cocok untuk wanita cantik seperti kamu. " Ucap Daren sambil memasangkan kalung berlian itu di leher Delia. Semua yang hadir di sana bersorak gembira. Kedua orang tuanya pun tersenyum dan merasa senang. Dalam hatinya berdoa agar pernikahan kedua anaknya bisa bertahan bahkan mama Mila sampai meneteskan air mata harunya. Mama Mila juga masih tak percaya jika Daren anaknya yang dia paksa menikah dengan Delia kini di hadapannya memperlakukan Delia begitu romantis dan menunjukkan jika dia sangat mencintai Delia.


Daren memasangkan juga cincin di jari manis Delia. Kemudian mencium punggung tangan Delia sambil.


Acara puncak telah terlaksana. Para pegawai sedang menikmati hidangan prasmanan. Begitu juga Tasya. Lumayan mendapatkan hidangan gratis. Meskipun hatinya masih terbakar api cemburu.


" Bubun amat uang aun ya..." Daffa mengucapkan selamat ulang tahun pada bundanya. Tasya sempat melirik ke arah Delia dan Daffa yang terlihat hubungannya sangat dekat. Jika dirinya dulu bersikap baik tidak gila harta, pasti kini sudah hidup bahagia menjadi seorang ibu dari anaknya bersama Dion. Tasya juga bisa hidup bahagia dengan Dion.


Tiba-tiba Daren datang menghampiri Delia yang sedang bersama Daffa dan kedua orang tua. Daren melingkarkan tangannya di pinggang Delia dan menempelkan dagunya bersandar di pundak Delia membuat Delia risih.


" Mah titip Daffa dulu ya, ada yang aku ingin bicarakan sama mas Daren dulu ! Ayo mas ! " Delia menarik tangan Daren mengajak masuk ke dalam ruangan.


Delia mengunci pintu ruangan dan menyuruh Daren duduk.


" Wow...mas seperti mau di perkosa ni ! " Ucap Daren tanpa malu bahkan dia membuka kancing jas nya satu persatu.


" Mas ini GeEr banget sih. Bisa-bisanya lagi situasi serius gini mikir mesum. " Gerutu Delia.

__ADS_1


Daren malah cengengesan mendekatkan dengan Delia. Memegang kedua pundak Delia dan netra mereka kini saling menatap.


" Apa yang kamu ingin bicarakan pada mas ? Hanya ada kita berdua di sini, tak ada yang mengganggu kita. " Daren menatap netra Delia lekat.


" Mas, jalan cerita cinta kita begitu menyakitkan. Aku lebih dulu mengenal luka di bandingkan bahagia. Hatiku sudah terluka. Sekuat apapun kamu menyembuhkannya, namun akan tetap memberikan bekas dan tak akan bersih seperti dulu. Maafin aku yang telah memilih jalanku untuk berpisah denganmu ! " Ucap Delia lembut pada Daren. Delia berharap suaminya mengerti dengan keputusannya.


" Ga Del ! Karna kamu ga mau membuka hatimu untukku. Aku mencintaimu ! Aku serius mau jalanin hidup sama kamu ! Aku ga mau, aku akan tetap berjuang mendapatkan hatimu ! " Daren mendekatkan wajahnya semakin dekat.


" Izinkan aku mencium kamu , sayang... ! " Tatapan Daren telah menghipnotis Delia. Daren langsung mendaratkan bibirnya di bibir Delia dan meluma* nya dengan lembut. Lumata* itu semakin dalam saling berbelit lidah. Daren senang Delia meresponnya. Saat pasokan oksigen hampir habis, Daren menghentikan.


" Aku pengen yang. Lanjut di kamar yuk ! " Ajak Daren pada sang istri. Namun sayangnya Delia menolak Daren mentah-mentah. Merespon ciuman bukan berarti mau berhubungan intim. Meskipun Daren sudah merengek karna hasratnya sudah di ubun-ubun, tapi itulah keputusan Delia. Mana mungkin dirinya sudah memasukkan berkas masih mau bermain-main lagi.


Delia mengajak Daren keluar kembali. Menghampiri kedua orang tua nya dan juga sang anak. Dan akhirnya Daren memilih bermain dengan Daffa.


" Dua tahun aku menjalin hubungan sama Daren, tapi kedua orangtuanya tak pernah seperti itu padaku. Justru mereka tak Merestui aku. Sedangkan dengan Delia mereka terhipnotis. Dasar wanita licik, pintar mengambil hati.


Mama Mila, Daffa, dan Papa Agung pamitan pulang. Dan kini tinggal Daren dan juga Delia di dalam kantor.


" Kadang jodoh itu sebuah misteri. Aku tak pernah sedikitpun berpikir bisa jatuh cinta padamu ! Cintaku dulu hanya terpaku pada Tasya, tapi seiring nya jalan Tuhan menuntun aku untuk mencintaimu. Pernikahan ini membuat kita saling mengenal dan akhirnya mencintai. " Ucap Daren. Kini mereka berdua sedang duduk berduaan di sofa di dalam ruangan.


" Ups...maaf kalau saya mengganggu tuan dan Nyonya. Saya hanya mau mengantarkan cemilan dan juga minuman untuk kalian. " Ucap Tasya saat dirinya masuk ke dalam ruangan dan menemui keduanya sedang duduk berdekatan sambil mengobrol.

__ADS_1


Nyes


Hati Tasya merasa seperti tertusuk belati. Lagi-lagi harus melihat pemandangan orang yang dia cintai sedang bermesraan dengan orang lain. Posisi Daren dan Delia terlihat intim di dalam ruangan.


" Tuhan sampai kapan aku kuat bertahan menahan rasa sakit ku ? " Ucap Tasya lirih.


Karna mendapat telepon dari asisten nya tentang customer yang ingin memesan pada Delia, akhirnya Delia pulang duluan.


" Kesempatan gw ni ? Delia udah pulang, Doni juga lagi nganter pulang orang tua Daren. " Ucap Tasya. Tasya masuk ke dalam ruangan Daren dengan mengetuk pelan terlebih dulu.


" Permisi Tuan. Ini kopi untuk anda ! " Ucap Tasya sambil meletakkan secangkir kopi di meja. Daren hanya mengucapkan kata terima kasih tanpa melirik sedikit pun.


" Tuan, maaf boleh saya meminta bantuannya. " Ucap Tasya membuka omongan. Dan akhirnya Daren menghentikan sesaat pekerjaannya.


" Apa ? " Tanya Daren sambil menatap ke arah Tasya. Dan mata mereka kini saling menatap.


" Saya butuh uang. Buat bayar kontrakan, makan sehari-hari. Saya udah ga ada uang. Semoga tuan berbaik hati pada saya ! " Tasya terpaksa karna dia bingung tak punya uang.


Dan di luar dugaan Tasya. Ternyata Daren yang sekarang benar-benar sulit di taklukkan. Dalam urusan gaji karyawan, sudah ada bagian HRD yang mengurus dan jika perlu Tasya di suruh ngomong langsung untuk mengambil gaji lebih dulu atau kasbon. Daren bersikap dingin.


Dan akhirnya dengan hati yang kecewa Tasya keluar ruangan dan langsung menemui pihak HRD. Perusahaan Agung Jaya memang baik, perusahaan itu memiliki sebuah koperasi yang berfungsi untuk membantu karyawan yang membutuhkan uang. Mereka bisa meminjam uang lewat koperasi.

__ADS_1


" Kamu benar-benar sudah berubah Ren. Aku benar-benar sudah tak kau anggap sama sekali. " Ucap Delia lirih.


__ADS_2