
Doni langsung bangkit dari tempat duduk nya dan menghampiri wanita yang masih menjadi istri bos nya.
" Nyonya Delia. " Panggil Doni, Delia dan Daffa menengok bersamaan ke arah sumber suara.
" Doni ? " Ucap Delia saat melihat Doni ada di hadapannya.
" Aku tak nyangka perjalanan ku ke Paris, ternyata memberi banyak manfaat. " Ucap Doni to the point membuat Delia mengerutkan keningnya.
" Bubun tu ciapa ? " Tanya Daffa pada sang bunda.
" Halo...anak tampan. Kenalin nama om Doni, om teman ayah kamu. " Sapa Doni kepada Daffa, Doni berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Daffa.
" Yayahnya anah ? " Tanya Daffa, karna dirinya tak melihat keberadaan sang ayah di samping Doni.
" Don, maaf ya aku sepertinya ga bisa mengobrol lama dulu. Karna klien ku sudah menunggu di dalam, aku tak ingin dirinya menunggu ku terlalu lama. " Ucap Delia saat dirinya melihat ke dalam kedai dan ternyata klien nya sudah berada di sana. Dan akhirnya mau tak mau Doni menahan keinginan untuk memberi tahu tentang keadaan Daren dan perusahaan selama Delia pergi.
Rasa sakit yang Delia simpan dan waktu yang tak banyak membuat dirinya tak fokus untuk banyak mengobrol. Dan lebih fokus dengan hidupnya.
" Sebaiknya aku hubungi Tuan Agung dan Nyonya Mila. " Gumam Doni. Dan akhirnya Doni menghubungi Tuan Agung memberi tahu tentang keberadaan sang menantu yang di cari-cari selama dua tahun.
" Ya Don, ada masalah apa di Paris ? " Ucap Tuan Agung saat mendapatkan panggilan telpon dari Doni.
" Maaf Tuan mengganggu anda, saya ingin memberitahukan tentang keberadaan menantu anda nyonya Delia. Tadi saya sempat bertemu dengan cucu anda yang wajahnya sangat mirip dengan Tuan Daren. " Ungkap Doni.
__ADS_1
" Benarkah Don ? Baiklah aku dan istri ku akan terbang ke Paris. Pasti istri ku sangat bahagia, ku yakin berita ini akan membuatnya bahagia. Kamu suruh orang untuk mengawasi pergerakkan Delia. Aku tak peduli jika perusahaan ku menjadi bangkrut demi mengeluarkan kocek yang besar untuk menantu dan cucu ku. " Sahut Tuan Agung.
Doni mengakhiri panggilan dengan Tuan Agung, dan menghubungi orang suruhannya untuk mencari tim penguntit yang bisa Doni sewa di Paris, karna dirinya tak memiliki waktu yang banyak.
" Sepertinya kalau hanya mengobrol dengan klien tak akan lama. Lebih baik aku menunggu di sini dari pada harus kehilangan jejak lagi. Ku yakin kau akan sangat menyesal tuan saat bertemu nanti nyonya Delia. Wajahnya semakin hari semakin cantik, sungguh kau sangat menyesal telah membuang berlian. " Gumam Doni.
Doni menunggu dengan gelisah. Dirinya terus memperhatikan Delia dari luar. Namun pikirannya Doni saat ini bercabang, karna waktu untuk pertemuan dengan Tuan Anthony semakin dekat, namun Delia belum juga selesai berbincang.
" Bubun ayo ulang. " Rengek Daffa, tak biasanya Daffa bersikap rewel. Biasanya dia akan duduk anteng saat menemani sang bunda.
Dan akhirnya perbincangan Delia dengan klien nya di akhiri. Delia keluar menggandeng sang anak untuk keluar.
" Nyonya Delia. " Ucap Doni sambil menghampiri Delia membuat Delia terkejut Doni masih menunggunya.
" Maaf Nyonya ada saya ingin bicarakan pada Nyonya. " Ucap Doni tanpa basa basi. Dan akhirnya Delia mengikuti keinginan Doni. Bukankah ini hal yang bagus untuk membicarakan perihal perceraiannya dengan Daren.
Mereka kini sudah duduk di sebuah bangku yang berada di luar.
" Apa Tuan mu dan istri kedua nya ada di sini juga ? Pasti mereka sedang menikmati liburan romantis kan dan kau di cuekin hingga ada di sini sendiri ? " Delia terkekeh meledek Doni. Sedangkan Doni hanya diam melihat nyonya nya menertawakan dirinya.
" Tidak, saya sendiri di sini. Tuan Daren saat ini berada di rumah sakit jiwa, dan kondisi perusahaan saat ini di ujung tanduk. Kedatangan saya di sini untuk bertemu pihak investor yang akan menggelontorkan dana ke Perusahaan Agung Jaya Group. Saat nyonya Delia pergi, kehidupan tuan Daren sangat hancur di tambah lagi perceraian Tuan Daren dan Nyonya Tasya yang sangat dramatis di mana Tuan Daren harus melihat perselingkuhan Nyonya Tasya dengan seorang pria yang selama ini telah menjadi kekasihnya sebelum Nyonya Tasya menjalin hubungan dengan Tuan Daren. Dan asal Nyonya tau, Tuan Daren terus menyuruh saya untuk mencari keberadaan Doni " Jelas Doni membuat Delia melongo tak percaya. Namun Delia seperti itu bukan karna dirinya merasa bahagia karna Daren ternyata merasa terpuruk dengan kepergiaannya. Justru dirinya melongo kok bisa Daren dan Tasya bercerai dan bahkan bercerai nya pun karna memergoki Tasya yang berselingkuh.
" Mau kah nyonya membantu saya bertemu investor yang ingin menyimpan modal di perusahaan Tuan Agung ? " Tanya Doni kepada istri bosnya. Doni sangat yakin jika Delia bisa menolong mempertahankan perusahaan Agung Jaya Group karna kemampuan Delia yang di miliki.
__ADS_1
" Bubun....Yayah. " Rengek Daffa yang sejak tadi tak melihat sang ayah. Dia sudah sangat ingin bertemu sang ayah.
" Sabar ya sayang... sebentar lagi kita ketemu ayah. Ada hal yang masih harus bunda selesaikan dulu di sini. " Jelas Delia pada Daffa, dan akhirnya sang anak mengerti tak merengek kembali.
" Kau duluan saja ke sana, biar aku nanti menyusul ! Karna aku harus pulang terlebih dulu mengantarkan Daffa pulang ke rumah. Jika kau ikut nanti kau terlambat. " Sahut Delia tegas, bahkan Delia sangat cocok sebagai seorang pemimpin perusahaan.
" Bolehkah saya minta nomor Nyonya ? Jujur saya sangat takut jika kehilangan jejak anda lagi. Dan asal Nyonya tau saat ini Tuan Agung dan Nyonya Mila sedang dalam perjalanan ke Paris, karna saya tadi sempat memberitahu keberadaan anda. Dan mendengar saya bertemu anda, Tuan Agung sangat senang. Dan mungkin Nyonya Mila akan lebih senang lagi, terlebih bisa bertemu dengan sang cucu yang sejak lama di nanti.
Delia memberikan nomor telepon dirinya. Dan dirinya juga berjanji akan menyusul ke perusahaannya xxxx yang letaknya di xxxx. Dan kini mereka berpencar untuk pulang bersiap-siap.
Sesuai kesepakatan Doni sampai lebih dulu ke perusahaan Tuan Anthony. Dirinya sempat memberi kabar pada Delia saat dirinya sampai, memberi kabar bahwa dirinya telah sampai.
Dengan berpakaian seperti orang kantoran, Delia pergi menuju perusahaan xxxx untuk membantu Doni memperjuangkan nasib perusahaan Agung Jaya Group.
" Don..." Panggil Delia saat Doni sedang duduk memainkan ponsel di sebuah sofa yang berada di lobby perusahaan. Doni menengok ke arah sumber suara dan menemukan Delia yang sudah berjalan menghampiri dirinya.
Like
comment
vote
Hadiah
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ππππ