
" Sayang...kamu tidak sarapan dulu ? " Tanya Tasya saat melihat suaminya sudah berdandan rapih dan sangat tampan. Meskipun dirinya merasa sangat nyeri, namun Tasya berusaha untuk bangun dari tempat tidur.
" Tidak sempat. Ini sudah terlalu siang, lagi pula Doni sudah menungguku di lobby ! Aku tak ingin dirinya menungguku terlalu lama. Kamu puasin dirimu dengan berbelanja hari ini ! Kabarin aku jika kamu sudah pergi belanja, jika aku sempat nanti aku akan menyusul dirimu ! " Sahut Daren sambil mengelus pipi Tasya sesaat membuat Tasya tersenyum senang seakan mendaptakan angin segar. Meskipun pagi ini tak ada kecupan hangat dan pelukan mesra dari suaminya, tak mengurangi rasa bahagiannya.
Doni yang melihat tuannya berjalan menghampiri dirinya dengan rambut yang basah, hanya bisa menggelengkan kepala. Dia sangat paham apa yang terjadi semalam.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil, dan Doni siap melajukan mobilnya.
" Sepertinya semalam habis ada yang olahraga ranjang ni. Akhirnya setelah sekian lama puasa, malam tadi buka puasa juga ! " Sindir Doni.
" Bukankah ini merupakan salah satu menjalankan misi ? Tasya tak curiga, akupun mendapatkan kepuasan mengasah milikku. " Sahut Daren santai tanpa dosa.
" Ya...ya itu memang urusan anda ! Tapi jangan sampai rencana yang kita susun akhirnya berantakan lagi, karna terhipnotis dua bukit kembar dan lubang miliknya ! " Celoteh Doni merasa kesal.
" Tidak, untuk hal itu aku tak lupa ! Aku tetap menjalankan misi ku, kamu sudah memberikan dia uang untuk berbelanja dan aku juga sempat berkata akan menyusul dirinya jika pekerjaanku telah selesai. " Ujar Daren.
" Kalau menurutku sih memang benar, sebaiknya anda menemani dia belanja jadi aku bisa berkomunikasi dengan tuan saat memasang cctv ! Kalau urusan menyadap sudah aku lakukan, namun sayangnya belum ada tanda-tanda mencurigakan. John masih terus memantau nya. Aku juga sudah menyuruh orang untuk menguntit wanita itu kemana pun dia pergi, seperti hari ini akan berbelanja ! " Jelas Doni dan Daren hanya mengangguk-anggukan kepalanya mengerti dengan ucapan Doni.
\======
" 300 juta sudah di transfer, sekarang lebih baik aku bersiap-siap belanja yang aku inginkan. Mudah-mudahan rasa nyeriku bisa hilang saat aku berbelanja. Aaahhh....senangnya hidup jadiku. Suamiku memang baik. Maaf ya Dion sepertinya untuk sementara waktu lebih baik aku menjauh darimu, menahan rasa rinduku. Suamiku memang yang paling baik, bahkan dirinya akan menyempatkan diri untuk menemani ku berbelanja, jadi ku pastikan bukan hanya 300 juta dia berikan, pasti dia akan aku buat mengeluarkan kocek lagi ! " Tasya tersenyum bahagia, memikirikan hidupnya yang begitu sempurna.
Tasya berdandan sangat cantik dan sexy seperti biasanya. Memang Tasya sangat cantik, wajar jika dirinya di mandat sebagai model terkenal. Namun sayangnya kariernya meredup saat dirinya terlena dengan kehidupannya. Dia lebih suka menghabiskan waktunya dengan Dion, mengadali Daren dengan profesi modelnya agar Daren tak merasa curiga. Sebenarnya sebagian uang yang dia miliki yaitu dari Daren, meskipun terkadang diri juga mendapatkan penghasilan dari pekerjaannya. Sungguh di sayangkan, Tasya membiarkan begitu saja profesi yang telah membawa dirinya dalam ketenaran. Demi cintanya pada Dion, Tasya rela menghabiskan waktunya untuk di dekat Dion.
__ADS_1
Tasya sudah sampai di sebuah mall besar di daerah Jakarta, dirinya melenggak lenggokkan pinggulnya berjalan seperti model saat acara fashion show memasuki mall tersebut. Dirinya terlihat gelap mata saat melihat barang-barang branded yang sangat menyegarkan mata, namun tak kunjung meredakan rasa sakitnya.
Kring...kring...
Suara ponsel Daren berdering, menunjukkan ada yang melakukan panggilan telpon ke ponselnya. Dan ternyata nama Tasya tertera di layar ponselnya. Tak ingin menggangu terus menerus pekerjaannya, terpaksa Daren mengangkatnya.
" Sayang...uang yang kamu berikan kurang ! Aku masih banyak yang ingin aku beli ! Bisa kamu transfer lagi atau kamu ingin menyusul ku sekarang ? " Ucap Tasya dengan seenaknya, membuat Daren menarik nafas panjang. Dirinya baru menyadari jika istri kedua benar ingin membuat dirinya bangkrut, dan ternyata perkataan kedua orangtuanya memang benar tentang Tasya.
" Aku akan menyusulmu, tunggu di sana ? Kamu di mana ? " Tanya Daren, terpaksa Daren harus menghampiri Tasya agar Doni dan tim cctv lebih leluasa bekerja.
Tasya bersorak gembira, saat mendengar suaminya akan menyusulnya dan dirinya akan bebas berbelanja yang dia suka. Setelah Tasya memberitahu keberadaan dirinya, Tasya pun mengakhiri panggilan dengan Daren.
" Benar yang di katakan mama papa, Tasya bisa membuatku bangkrut. Mengeruk uangku demi membeli barang-barang yang dia mau. " Ucap Daren melemas sambil menyenderkan kepalanya di kursi kebesarannya.
" Sebaiknya Tuan berangkat sekarang ke sana ! Saya pun akan menghubungi tim cctv agar segera meluncur ke apartemen ! " Sahut Doni.
Doni menurunkan Daren di lobby mall, sedangkan dia akan meluncur langsung ke apartemen melakukan target misi nya. Setelah selesai Doni akan menjemput mereka kembali di mall.
Daren melangkahkan kakinya memasuki mall tempat Tasya berada namun dirinya terkaget saat mendengar yang mengangkat ponsel Tasya seorang perempuan yang tak dia kenal. Rasa panik menderu dihatinya, jantungnya berpacu sangat cepat.
" Siapa kamu ? Mengapa ponsel istriku ada sama mu ? Di mana istriku ? " Pertanyaan bertubi-tubi terus terlontar dari bibir Daren.
" Maaf, istri anda pingsan dan sekarang berada di dekat saya. Di lantai dua dekat toko mas pelangi ! " Ucap sang penolong.
__ADS_1
Mata Daren membulat sempurna, tak percaya jika istrinya tergeletak jatuh pingsan. Daren berjalan dengan langkah panjang untuk segera menghampiri Tasya. Untungnya tak jauh dari tempat Tasya pingsan, ada orang suruhan Doni yang seolah-olah menjadi pengunjung yang membantu Daren menggendong Tasya. Bahkan saat itu orang suruhan Doni membantu Daren membawa Tasya ke rumah sakit. Draen terlihat sangat panik sampai-sampai dirinya tak sempat menghubungi Doni, dan awalnya tak sadar jika orang yang menolongnya adalah orang suruhan Doni.
Mobil mereka telah sampai di rumah sakit, Daren membopong tubuh Tasya ke dalam IGD, dan tim medis langsung melakukan tindakan melakukan pemeriksaan.
Dokter menanyakan kronologis kejadiannya, namun Daren tak bisa menjawabnya karna memang saat itu dirinya tak berada di sana. Jadi wajar jika dirinya tak mengetahui.
Perlahan tapi pasti, Tasya mulai membuka matanya. Matanya masih terasa kunang-kunang akibat kepalanya yang terasa sakit. Dirinya masih merasakan rasa nyeri di perutnya.
" Sejak kapan anda merasakan sakit seperti ini ? " Tanya sang dokter sampai tangannya masih melakukan pemeriksaan.
" Merasakan rasa sakit sejak dulu sering aku rasakan, tapi tak seperti semalam sehabis bercinta dan tadi saat saya berjalan di mall, hingga akhirnya aku tak kuasa menahannya. " Sahut Tasya santai, Tasya tak melihat wajah Daren yang sudah sangat merah menahan malu, jawaban Tasya benar-benar jujur, tak berfilter.
" Apa tuan melakukannya dengan kasar dengan nyonya semalam ? " Tanya dokter lagi dan kini pandangannya beralih pada Daren.
" Mungkin...soalnya aku tak sadar juga ! Sedang terpengaruh dalam minuman memabukkan. " Jawab Daren polos, karna memang dirinya tak sadar jika dirinya telah menyakiti sang istri.
" Untuk pemeriksaan lebih lanjut, saya akan merujuk nyonya Tasya ke dokter kandungan ! Saya khawatir nyonya Tasya mengalami benturan cukup keras yang melukai dinding rahim bahkan kini sampai mengeluarkan darah ! " Ucap sang Dokter, membuat mata Tasya dan Daren beralih ke bawah, melihat cairan darah dari selangkaxxxx Tasya.
Berbeda hal nya dengan Daren yang sedang sibuk mengurus tasya. kini Doni sedang sibuk menyelesaikan pemasangan cctv di apartemen yang Tasya dan Daren tempati. Nantinya cctv ini akan terhubung ke ponsel dan laptop Daren. Daren akan mengetahui semua gerak gerik yang di lakukan Tasya di dalam apartemen.
" Selesai...tugasku selesai ! pasti sebentar lagi aku akan terima hasilnya ! Aku hanya bisa menunggu lebih sabar saat semuanya terungkap ! " Ucap Doni tersenyum puas.
Doni mencoba menghubungi bosnya setelah tugasnya selesai, dirinya cukup merasa kaget saat mendengar Tasya masuk rumah sakit kembali dan meminta dirinya menyusul. Doni pun sempat menghubungi orang suruhannya yang mengikuti Tasya kemana pun.
__ADS_1
" Selalu saja nyusahin orang. Wanita penyakitan, kenapa ga mati aja sih ! " Gerutu Doni kesal.