Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Ancaman


__ADS_3

Sesuai misi Tasya dan Reynaldi. Sore ini mereka sudah standby di tepi jalan. Mobil Reynaldi sudah terparkir, dan memperhatikan sang target dari kejauhan.


Keberuntungan berpihak padanya, tak lama kemudian Dewi sang sekertaris yang sudah lama bekerja di perusahaan Daren pulang dengan mengendarai motor matic nya. Reynaldi langsung melajukan kendaraannya mengikuti tujuan Dewi. Dan Dewi kini sudah sampai di sebuah kontrakan. Suasana terlihat masih sepi, tentunya semakin memudahkan Tasya dan Reynaldi melancarkan aksinya.


Reynaldi dan Tasya turun menghampiri kontrakan Dewi dan mengetuk pintu kamar.


" Siapa kalian ? " Tanya Dewi saat melihat dua orang yang belum dia kenal berada di hadapannya.


" Ada yang ingin saya bicarakan pada kamu ! " Sahut Tasya dengan lembut.


" Maaf aku tak bisa ! Aku tak kenal kalian ! " Ucap Dewi mencoba menolak, namun karna mendapat penolakan Tasya dan Reynaldi menjadi murka. Mereka mendorong paksa Dewi untuk masuk, Tasya dan Reynaldi pun masuk dengan memaksa dan langsung mengunci pintu.


" Pergi kalian dari sini, jika tidak aku akan berteriak ! " Sahut Dewi, namun bukanlah Reynaldi jika keinginannya harus selalu terpenuhi.


" Duduk lah ! Kita bicara baik-baik ! Jika kau berani melakukan hal itu, aku tak akan segan-segan membunuh mu dan membuang tubuhmu di jalan ! " Ancam Reynaldi membuat Dewi bergidik takut. Melihat raut wajah Dewi yang ketakutan, membuat Tasya dan Reynaldi menyeringai licik.


" Baiklah ! Apa yang kamu inginkan dariku ! " Ucap Dewi menatap tajam ke arah Tasya dan Reynaldi secara bergantian.


" Aku ingin menggantikan posisi mu sebagai sekertaris di perusahaan Agung Jaya Group. " Sahut Tasya buka omongan.


" Mengapa sampai berbuat ini padaku ? Kan kamu bisa melamar langsung, jika mereka menerima mu aku plg di pecat oleh tuan Daren. " Sahut Dewi ketus.


" Ternyata kau berani sekali bicara ya ! Jika aku bisa, aku tak mungkin mengotori tangan ku ! Aku minta kamu meminta resign menjadi sekertaris di sana dan merekomendasikan aku menggantikan posisi mu ! Jika perlu kau memohon padanya ! " Ucap Tasya geram.


" Jika aku tak mau, kalian mau apa ? Aku sudah sangat lama kerja di situ, dan aku betah bekerja di sana. " Sahut Dewi dengan berani.


Reynaldi langsung menghampiri Dewi dan mencengkram keras wajah Dewi membuat Dewi meringis kesakitan.


" Jika kau berani menolak kami, aku tak akan segan-segan membunuh mu dengan tangan ku sendiri ! Kau kan bisa mencari kerja di tempat lain ! Dan sebagai kompensasinya jika kau berhasil melakukannya, aku akan memberikan dirimu sebesar 100 juta. " Ancam Reynaldi. Dan akhirnya mau tak mau Dewi mengikuti permintaan Tasya dan Reynaldi.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Tok...Tok...Tok...


" Permisi Tuan. " Ucap Dewi saat membuka sedikit pintu ruangan bos nya


" Masuk wi. " Sahut Daren.


" Maaf Tuan, jika kedatangan saya ke sini mengganggu waktu anda ! Ada yang mau saya bicarakan dengan anda ! " Ujar Dewi membuat Daren menghentikan sementara pekerjaan nya.


" Duduklah ! Bicaralah apa yang ingin kamu bicarakan ! " Ucap Daren pada sang sekertaris.


" Maaf Tuan, kedatangan saya ke sini untuk memberi tahu pada anda jika saya ingin resign bekerja di sini. " Sahut Dewi.


" Apa ? Kamu yakin ? Kenapa kau minta resign dadakan ? Kamu lagi ada masalah ? Bicaralah pada saya, mungkin saya bisa membantu mu. " Ujar Daren mencoba menyelidik menatap sang sekertaris yang kini sedang menundukkan kepalanya tak berani menatap sang bos.


" Maaf tuan, saya benar-benar ingin resign karna saya haru pulang kampung ! Saya ada teman tuan yang bisa menggantikan saya, kebetulan dia juga sangat membutuhkan pekerjaan. Jadi tuan ga perlu repot-repot mencari orang lain. Mohon tuan terima teman saya ! " Jelas Dewi


\=\=\=\=\=


" Bagaimana apa kau berhasil menaklukkan bos mu itu ? " Isi pesan chat Tasya kepada Dewi.


" Sudah...besok kau bisa datang ke tempat ku ! Kita jalan bareng ke kantor, biar tuan Daren tak menaruh curiga. " Jawab Dewi.


Dengan di antar Reynaldi, pagi-pagi sekali Tasya sudah sampai di kontrakan Dewi.


" Ternyata kamu bersemangat sekali ya ! Apa kau tak memiliki pakaian yang lebih sopan dari ini ? Karna Tuan Daren tak menyukai sekertaris nya memakai pakaian terlalu sexy terlebih sekarang sang istri telah kembali. " Ucap Dewi ketus.


" Kau ini banyak bicara sekali ya ! Tugas kamu itu hanya untuk membantu aku bekerja di sana bukan untuk mengomentari diriku. Kita lihat saja nanti, bos kamu itu masih bersikap seperti itu apa terpanah dengan keseksian dan kecantikan aku ? " Sahut Tasya dengan wajah sombongnya.

__ADS_1


Dengan berboncengan, kini Tasya dan Dewi telah sampai di perusahaan Agung Jaya Group. Semua mata tertuju pada Tasya mulai dari Scurity, pegawai laki-laki. Tak jarang mereka menggoda dan bertanya kepada Dewi siapa Tasya.


" Semua laki-laki di sini aja tertarik padaku ? Masa Daren ga ? " Gumam Tasya dalam hati dengan tersenyum puas.


Tap


Tap


Tap


Suara derap langkah sepatu Daren memasuki ruangan, semua pegawai tertunduk menyambut bos nya datang. Daren datang bersama Doni.


" Tuan, maaf ini teman saya yang akan menggantikan posisi saya ? " Ucap Dewi saat bos nya melintas di depan meja nya.


" Kalian berdua masuk ke ruangan saya, ada yang saya ingin tanyakan ! " Titah Daren.


Daren dan Doni masuk lebih dulu, dan selang 5 menit Dewi dan Tasya datang ke ruangan Daren.


" Perkenalkan Tuan nama saya Claudia ! " Ucap Tasya sambil mengulurkan tangannya.


Entah mengapa saat berjabat tangan dengan Claudia, jantung Daren tiba-tiba berdegup sangat kencang bahkan tubuhnya terasa ada getaran hingga dirinya berkeringat dingin padahal AC di ruangan sangat dingin. Dan tentunya melihat pemandangan seperti itu membuat Tasya tersenyum senang. Dia sangat yakin jika Daren merasa gugup berjabat tangan dengan wanita secantik dan seseksi dirinya. Namun pada kenyataannya yang di rasa Daren saat itu bukanlah seperti itu, tiba-tiba bayangan Tasya menari di pikirannya seperti mengenal sosok Claudia.


" Kenapa Tuan Daren ? " Gumam Doni dalam hati.


" Bagaimana Tuan ? Apa saya di terima menjadi sekertaris tuan ? Ucap Tasya dengan gaya centilnya.


" Dewi apa kamu yakin teman kamu ini mampu bekerja menggantikan dirimu ? " Daren tidak langsung mengiyakan Tasya, justru dia ingin memastikannya pada Dewi apakah Tasya mampu menjadi sekertaris. Karna Daren memiliki sifat perfect dalam hal pekerjaan, dan dia juga suka pegawai yang cekatan dan lincah.


Tasya keluar ruangan dengan tersenyum puas, karna akhirnya dia bisa bekerja di perusahaan Daren. Itu artinya dirinya bisa sangat mudah mendekati Daren, menggoda Daren.

__ADS_1


" Don, kenapa aku seperti mengenal wanita yang bersama Dewi ya ? Dan anehnya tiba-tiba saja bayangan Tasya hadir ? Tapi apa hubungannya wanita itu dengan Tasya ? " Ucap Daren pada Doni.


" Sebaiknya Tuan berhati-hati saja ! Aku ngerasa wanita itu tak baik ! " Ujar Doni.


__ADS_2