Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Musuh bebuyutan


__ADS_3

Daren sangat menyukai karakter Anara. Anara seperti istrinya dulu yang memiliki karakter tegas yang selalu membuat dirinya malu atas perbuatannya dulu kepada sang istri. Namun berbeda halnya dengan Doni yang sedang merasakan gondok yang luar biasa. Entah mengapa dia tak menyukai sifat Anara yang sepertinya terlalu berani dengan pria.


" Aku jadi penasaran dengan dia ? Apa gayanya seperti ini hanya sebuah kedok belaka. Terasa aneh wanita dari kampung, dan gaya nya juga kampungan tapi sangat percaya diri." ucap Doni dalam hati. Diam-diam dia memperhatikan Anara.


πŸ€πŸ€πŸ€


Pagi ini Anara sudah mulai bekerja di perusahaan Agung Jaya Group.


" Jam berapa ini? Sepertinya aku harus segera berangkat ke kantor, jika tidak aku pasti terlambat." ucap Anara. Anara langsung terbangun dan mandi saat sinar matahari menelusup masuk ke dalam kamar kosannya. Dan saat itu sudah menunjukkan pukul 07.15. Terpaksa dirinya harus menggunakan kuda besinya agar tak telat sampai di kantor. Meskipun wanita, Anara lebih suka menggunakan motor sport di bandingkan matic. Sebenarnya lokasi kosan Anara letaknya tak terlalu jauh dari perusahaan. Tetapi tetap saja namanya Jakarta, saat jam kerja traffic nya padat merayap dan di tambah putarannya sangat jauh untuk memutar menuju kantornya.


Anara menggunakan kuda besinya dengan lincah menyalip ke sana ke mari. Menerobos kemacetan. Bahkan dirinya hampir saja membuat mobil mewah menabrak dirinya. Hingga sang empunya membunyikan klaksonnya.


" Hii..mau mati kali ya ni orang? Naik moto main masuk aja." gerutu Doni.


" Kau ini bisa ga sih bawa mobil? Kenapa mengerem mendadak seperti ini itu? Kau mau buat saya mati?" umpat Daren membuat Doni semakin geram dengan pengemudi si motor sport itu. Pasalnya gara-gara dia, dirinya jadi dapat Omelan dari bosnya.


Akhirnya Doni memilih meminta maaf atas kelalaiannya, meskipun bukan dirinya sengaja melakukannya. Jika jalanan tak macet, Doni pasti sudah menguber pengendara motor sport itu.


" Huhft. Untungnya masih jam segini, aku tak jadi terlambat. Kalau saja tadi aku ga naik si Lessy, pasti aku belum sampai kantor." ucap Anara.


Hari ini dia berpakaian celana panjang dan kemeja dan tak lupa memakai kacamata tebelnya untuk menunjang penampilannya.

__ADS_1


" Selamat pagi tuan Daren dan bapak Doni." ucap Anara menyapa lembut kedua pria itu saat mereka baru datang.


" Dasar pria sombong angkuh!" umpat Anara karna Doni hanya bersikap dingin, pandangannya lurus ke depan tak menganggap dirinya telah menyapanya. Padahal bos besarnya aja meresponnya meskipun hanya dengan anggukan kepala.


Dirinya semakin tertantang untuk mengerjai kulkas berjalan itu, yang kedinginan nya melebih bos nya. Mungkin itulah yang membuat dirinya sampai sekarang betah menjomblo.


❀️❀️❀️❀️


Hari terus berlalu, hubungan Anara dan Doni semakin memanas. Mereka seperti musuh bebuyutan, sampai-sampai Daren geleng-geleng kepala. Padahal Daren sudah memperingatkan jangan terlalu dingin dengan Anara, nanti lama-lama akan jatuh cinta. Seperti dirinya dulu. Ingat perbedaan cinta dengan benci sangat tipis.


" Tuan ini aneh-aneh saja! Mana mungkin saya akan menyukai wanita model alien seperti itu! Saya lebih memilih untuk tidak menikah dari pada harus menikah dengan manusia alien seperti dia!" ucap Doni membuat Daren terkekeh, tertawa geli melihat ekspresi Doni.


" Kita lihat saja!"ucap Daren, dan Doni tak membalas ucapan tuannya lagi.


" No siapa ini?" gumam Daren saat melihat nomor baru yang menghubungi dirinya. Doni pun tak mengenal nomor tersebut.


Akhirnya Daren memilih mengangkatnya, karna orang itu terus menerus menghubungi dirinya.


" Hai, bro sibuk banget ini sepertinya. Dari tadi gw telepon, ga di angkat-angkat." ucap Albert saat panggilan nya terhubung dengan teman dekatnya.


" Owh elo, gw kira siapa! Habis Lo ngubungin gw pakai nomor baru." gerutu Daren. Membuat Albert tertawa geli, dia baru inget kalau mau biasanya dia tak memakai nomor itu. Memakai nomor pribadinya Albert adalah teman Daren sewaktu di SMA, dulu hubungan mereka cukup dekat. Tapi karna kesibukan Daren dan juga Albert, membuat mereka jarang memiliki waktu untuk bertemu ataupun sekedar mengobrol lewat ponsel nya.

__ADS_1


Albert menjelaskan pada Daren, bahwa dua Minggu lagi akan di adakan reuni dengan anak-anak lain di SMA. Dan dirinya meminta maaf karna baru hari ini memberitahukan tentang hal ini sekarang. Dan dalam acara ini, di perbolehkan membawa pasangan.


" Si Mona sama Cintya ribut terus nanyain Lo dateng apa ga." goda Albert membuat Daren bergidik ngeri. Pasalnya Daren sangat mengenal sifat dua wanita itu. Mereka dulu tidak pantang menyerah mengejar dirinya, meskipun dirinya sudah menolak dua wanita itu dengan keras. Sejak dulu memang Daren seperti itu, dirinya akan bersikap dingin jika dengan wanita yang tidak dia suka. Tapi jika dia menyukai wanita, Daren akan terus menunjukkan perasaannya dan Daren termasuk cowok yang memiliki sifat setia kalau sudah mencintai pasangannya. Seperti saat sama Tasya dulu, dia tetap mempertahankannya meskipun kedua orang tua nya tak menyetujui hubungan mereka.


❀️❀️❀️


Kini Daren telah sampai di rumah, kedua anak dan istrinya langsung menyambutnya. Kini Daffa sudah berusia 10 tahun dan Delisa berusia 7 tahun. Usia boleh bertambah, tapi kharisma Daren tidak berkurang. Delia pun tetap terlihat cantik dan sexy meskipun sudah berusia 35 tahun. Itulah yang membuat Daren semakin tergila-gila.


Setelah menikmati makan malam bersama dan mengobrol dengan kedua buah hatinya, Daren dan Delia kini sudah berada di kamarnya. Namun mereka memilih tak langsung tidur, mereka melanjutkan obrolannya.


" Sayang...dua Minggu lagi aku ada reuni dengan teman-teman SMA, kamu ikut ya! Aku ingin mengenalkan kamu dengan mereka!" ucap Daren dan Delia mengangguk setuju.


Daren selalu bangga membawa serta sang istri di setiap acara-acara penting yang memperbolehkan membawa istrinya.


Memandang wajah dan berdekatan dengan istrinya membuat Daren ingin menerkam sang istri. Terlebih dirinya akhir-akhir ini tak bisa haha hihi dengan istri nya, Karna Delisa yang sering merengek minta di temani sang bunda tidur di kamarnya.


" Yang, aku ingin!" ucap Daren dengan wajah yang sudah terlihat sendu. Dan tanpa menunggu jawaban dari istrinya, Daren sudah membungkam bibir istri dengan ciu*man. Daren menggendong tubuh sang istri tanpa melepas ci*uman itu. Daren membuka satu persatu kancing piyama istrinya dan juga pengait bukit kembarnya. Dan melemparnya begitu saja hingga menyisakan kain segitiga pengaman. Dan dengan cepat dirinya juga membuka pakaian yang menempel di tubuhnya.


Daren berusaha memberikan sengatan-sengatan listrik di tubuh istrinya membuat Delia bergelinjang menikmati permainan suaminya. Dirinya pun sangat merindukan hal itu. Tentu saja hal itu membuat Daren sangat bersemangat.


" Emmppt...Aaahhh.." Milik Daren sudah sempurna berada di lembah milik sang istri. Daren terus memompanya. Dari lembut menjadi menggila hingga akhirnya mereka berdua mengalami pelepasan.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya kakak πŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜˜


__ADS_2