Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Halal


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Doni dengan Anara. Meskipun hanya sekedar akad nikah, namun tetap terlihat mewah. Prosesi akad nikah akan di adakan di kediaman Anara.


"Sayang...rasanya masih seperti mimpi yang saat ini mama rasakan. Mama ga nyangka kalau hari ini adalah hari pernikahan kamu." ucap Mama Sinta sambil terisak tangis.


"Udah donk ma, nanti make up nya luntur loch. Anara nanti jadi ikut sedih kalau lihat mama nangis. Anara kan pengen banget cantik ma di momen spesial Anara. Udah Yach mama jangan nangis lagi, doakan Anara ya ma! Semoga pernikahan Anara dengan kak Doni bisa sakinah, mawadah, warohmah. Amin." ujar Anara. Mama Sinta terlihat sedang menghapus air matanya, mengikuti apa yang Anara ucapkan. Doa yang terbaik untuk sang anak selalu menyertai langkahnya.


Doni sudah terlihat sangat tampan dan gagah dengan balutan kemeja putih tangan panjang, jas berwarna hitam senada dengan warna celananya.


Doni memilih bersiap-siap di rumah Daren, dan mereka akan berangkat bersama.


"Selamat...semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, warohmah! Ingat sebelum belah duren baca doa dulu! Lakukan pelan-pelan! Rasanya saya masih ga percaya, jika sebentar lagi kamu akan menyandang status suami dari Anara." ujar Daren sambil menepuk pundak Doni, memberi semangat. Daren adalah bos sekaligus akan menjadi wali dalam pernikahan Doni


"Apa sudah siap?" tanya Daren, dan Doni mengatakan sudah siap. Dan akhirnya mereka semua pergi menuju kediaman Anara. Papa Agung dan mama Mila pun ikut hadir dalam acara ini. Daren membawa kedua anaknya dan istrinya.


Sejak di dalam perjalanan, Doni terus menarik nafas panjang. Mencoba menetralkan jantungnya yang sejak tadi berdegup kencang, dia terlihat sangat gugup. Ini adalah hal pertama kali dalam hidupnya, rasanya melebihi dirinya bertatap langsung dengan klien bosnya.


Mobil yang membawa rombongan calon besan memasuki kediaman Anara satu persatu. Ada tiga buah mobil yang di gunakan. Mobil pertama berisi papa Agung beserta mama Mila, mobil kedua berisi Doni dengan Daren, dan mobil ketiga berisi Delia, Daffa, dan juga Delisa.


Doni dengan di apit Daren dan Papa Agung memasuki rumah Anara. Perjuangan Doni tidak sia-sia selama ini, mengabdikan dirinya di keluarga Agung. Sehingga mereka banyak memiliki hutang budi kepada Doni. Dalam acara ini, Papa Agung yang menjadi saksi di pernikahan Doni dan Anara.

__ADS_1


Sah


Kini Anara dan Doni telah sah menjadi pasangan suami istri. Setelah sah, Anara baru di ajak turun untuk duduk di sebelah Doni. Untuk menandatangani buku nikah.


Doni sangat terpesona melihat kecantikan sang istri, yang seperti seorang putri. Senyum manis terpancar di wajah Anara, membuat Doni semakin tergila-gila dengan sang istri.


Setelah prosesi ijab kabul selesai, mereka melanjutkan dengan acara tuker cincin. Doni memasangkan sebuah cincin di jari manis Anara sebelah kanan, Anara pun melakukan hal yang sama kepada Doni. Setelah itu di lanjutkan dengan acara sungkeman. Suasana yang penuh haru.


"Selamat ya buat Doni dan Anara, semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, dan warohmah. Semoga cepat di kasih momongan." ujar Delia dan kedua mempelai mengucapkan terima kasih. Raut bahagia terpancar dari wajah keduanya.


Serangkaian acara telah di lakukan, meskipun hanya prosesi akad nikah namun tamu undangan cukup banyak. Dan baru jam 2 siang Anara dan Doni bisa masuk ke kamar pengantin. Daren beserta keluarga pun sudah pamit pulang.


Doni langsung menghampiri sang istri dan tentu saja membuat Anara tersentak kaget jarak mereka sangat dekat.


"Ga usah nervous, siapin aja untuk malam pertama kita!" bisik Doni membuat wajah Anara berubah merah seperti kepiting rebus.


Terlebih saat sang suami mengajak dirinya langsung pindah ke apartemen agar tak tidak terganggu dan terdengar orang di luar.


"Tapi aku malu, pasti mama papa godain aku. Di kira aku mau macam-macam sama kamu." ucap Anara dengan polosnya.

__ADS_1


"Kenapa harus malu? Kita kan sudah menikah, sudah halal donk? Jadi sudah sewajarnya donk kita macam-macam. Tapi malam ini aku hanya memiliki keinginan satu macam kok." goda Doni sambil menaik turunkan alisnya dan membuat Anara tersipu malu. Karna malam pertama adalah momen yang sangat di nanti oleh pasangan pengantin baru.


"Udah ah aku mau mandi dulu, membersihkan make up aku dan nanti aku coba ngomong ke kedua orang tua aku tentang keinginan kita langsung pindah sore ini juga ke apartemen kamu!" ujar Anara.


"Gimana kalau kita mandi bareng? Bukankah sudah halal?" goda Doni lagi. Entah mengapa dirinya jadi senang sekali menggoda istri kecilnya itu, mengingat perbedaan usia dia yang sangat jauh.


Anara sudah terlihat gugup sampai-sampai mengeluarkan keringat dingin. Padahal suhu ruangan sudah sangat dingin, namun tak menutupinya.


"Jangan tegang gitu donk, jika kamu belum siap aku akan menunggunya sampai kamu siap! Aku ga akan memaksa kamu! Sini aku bantu bukain resleting baju kamu!" ucap Doni lembut. Hal itu membuat Anara sedikit tenang dan kini Doni lah yang merasa panas dingin. Saat melihat punggung putih dan mulus sang istri. Doni berusaha menelan Saliva nya sejak tadi. Padahal niat hati dia ingin langsung menerkam sang istri saat itu juga. Tapi dia tak ingin sang istri melakukannya dengan terpaksa.


Doni dan Anara sudah sampai di apartemen milik Doni. Anara tersenyum bahagia saat melihat kamar pengantin mereka yang sudah di dekor sangat indah dan bertaburan bunga-bunga yang sangat wangi.


"Kamu suka?" tanya Doni. Bukan jawaban yang di berikan Anara tapi Anara langsung memeluk tubuh Doni dan mengucapkan terima kasih karna sudah membuat dirinya bahagia, meskipun hal kecil tapi sangat bermakna.


Doni langsung menggendong tubuh Anara ala bridal style dan merebahkan sang istri di ranjang. Posisi Doni kini sudah berada di atas tubuh Anara. Sangat intim, membuat jantung mereka berdegup sangat kencang. Bahkan milik Doni sudah mulai menyembul menusuk-nusuk Anara. Doni langsung melahap bibir Anara, Anara pun terhanyut dengan permainan bibir suaminya. Lidah mereka saling membelit, membuat ciuman mereka semakin memanas.


"Aku menginginkan kamu. Apa aku boleh meminta hak aku sekarang?" bisik Doni dengan suara yang sudah terdengar berat. Ini hal pertama kali dirinya berkontak fisik, Anara adalah orang pertama.


Selamat hari Senin, selamat beraktifitas! Jangan lupa vote nyaπŸ˜ƒπŸ˜„πŸ˜˜

__ADS_1


Mampir yuk di karya bestie author, dan beri dukungan πŸ˜„



__ADS_2