
Kini Delia sudah sampai di rumah. Rumah yang memiliki banyak kenangan yang sangat pahit. Suasana rumah terlihat masih sama. Dan Delia tetap memilih untuk tidur di kamar yang berada di lantai bawah bersama sang anak. Meskipun keadaan kamarnya tak semewah kamar Daren. Namun Delia tetap bersyukur tak menjadi masalah. Baginya, kamar Delia di rumah itu lebih bagus dah luas di bandingkan rumah milik orang tua nya.
" Tidur lah sayang, besok kita baru bertemu ayah. " Ucap Delia sambil mengecup kening sang anak yang sudah memejamkan matanya.
" Aku harus kuatkan diriku besok, bagiku pertemuan besok bukan untuk kembali dan semua aku lakukan hanya semata-mata mempertemukan sang anak dengan sang ayah. " Ucap Delia dalam hati. Keputusan nya sudah mantab, ingin bercerai setelah dirinya mempertemukan Daren dengan Daffa.
Perlahan Delia mencoba menutup mata, berusaha melupakan tentang kenangannya bersama Daren. Kenangan yang sangat pahit tentunya.
\=\=\=\=
Matahari sudah bersinar terang, Delia menggeliatkan tubuhnya yang terasa sangat lelah. Terlebih Daffa sedikit rewel semalam, hingga dirinya harus menggendong dan meniduri sang anak.
Tok...Tok...Tok...
" Permisi Nyonya, sarapan sudah siap ! " Ucap Bi Yati dari balik pintu.
" Ya Bi, nanti saja. Aku mau mandi dulu dan menunggu Daffa bangun. " Sahut Delia yang berteriak dari dalam kamar.
Kini Delia dan juga Daffa sedang menikmati sarapan pagi. Menu sarapan ini adalah menu yang sangat Delia rindukan saat di Paris, karna nasi goreng di sana sangat berbeda dengan masakan Bi Yati tidak sesuai dengan lidah Delia.
" Sebaiknya aku ke Butik dan konveksi dulu baru ke rumah Mama Mila. Sudah lama aku tak mengontrol usaha ku. " Gumam Delia.
Dengan di antar oleh supir, Delia dan Daffa sudah sampai di butik. Mereka menyambut kehadiran Delia dengan bahagia. Terlebih cara kepemimpinan Delia sangat lembut tak seperti kepemimpinan Reynaldi yang sombong.
" Nyonya anak siapa ini ? Ganteng banget ? " Sahut salah satu pegawai Delia yang terlihat kepo. Karna saat Delia pergi dirinya tak menyadari jika Delia sedang hamil. Selama ini memang Delia berusaha menutupi tentang kehamilannya hanya Reynaldi yang tahu.
" Anak ku dari suamiku lah masa anak siapa. Hehehe. Emangnya anak bule di Paris." Sahut Delia yang terkekeh menjawab pertanyaan salah satu pegawainya. Dan mereka terkekeh bersama.
' Oh ternyata ada kamu Del. Ko udah sampe Jakarta ga kasih kabar ke aku ? " Ucap Reynaldi yang tiba-tiba saja masuk dan langsung bicara pada Delia.
Delia menggendong Daffa untuk naik ke ruangannya, di ikuti Reynaldi yang mengekor di belakang.
__ADS_1
" Semakin cantik aja Del, kapan sih kamu buka hatimu untuk ku ? " Ucap Reynaldi yang kini berada di belakang Delia sambil bergumam dalam hati.
Kini mereka sudah berada di ruangan...
" Daren sudah tahu masalah kepulangan kalian ke Indonesia ? " Tanya Reynaldi menyelidik ingin tahu.
" Belum, setelah ini aku baru mau mengunjungi rumah mertua ku. Karna sementara waktu Daren tinggal di sana. " Sahut Delia membuat Reynaldi mengepalkan tangannya merasa kesal tak terima, sayangnya Delia tak melihat pemandangan itu.
\=\=\=\=
" Bubun...ayo ke Yayah ! " Rengek Daffa yang mulai kesal karna sang bunda sibuk memeriksa laporan yang sejak lama dia kontrol.
Delia memicingkan matanya, saat melihat penghasilan Butik yang semakin merosot.
" Rey, kenapa grafik pendapatan butik merosot ? Apa ada masalah ? " Tanya Delia sambil menatap ke arah Reynaldi, mencari tahu jawaban dari Reynaldi.
" E..anu..anu Del. Iya Del, setelah kamu pergi banyak customer kita yang pergi karna merasa tak enak meminta padaku. Karna rata-rata customer kita kan wanita. " Ucap Reynaldi berbohong. Namun bukan namanya Delia jika langsung bersikap percaya. Diam-diam dirinya akan mencari tahu apa yang terjadi. Jangan karna Reynaldi banyak membantunya, Reynaldi bebas mengeruk harta Delia. Namun agar Reynaldi tak merasa curiga, Delia tak memperpanjang dan mengalihkan pembicaraan lain.
" Ku yakin ada yang kamu tutupi, bukannya sejak awal butik ini kamu yang mengelola sebelum di ambil alih oleh aku. Rupanya kamu ingin bermain-main dengan ku ? Kita lihat nanti ! " Gumam Delia dalam hati.
" Sepertinya ini sudah sangat siang, aku harus segera berangkat ! " Ucap Delia pada Reynaldi. Tapi Reynaldi tak bisa melakukan apa-apa, karna Delia tak memiliki status apapun jadi dirinya tak berhak melarang.
" Aku berangkat dulu ya Rey, kita lanjut besok. " Ucap Delia, berpamitan pada Reynaldi.
Bukan hanya Delia yang pergi, Reynaldi pun ikut pergi. Dirinya berniat untuk membicarakan pada Tasya dan mengatur strategi.
\=\=\=
Kini mobil Delia sudah sampai di pelataran halaman rumah orang tua Daren. Delia turun dengan menggandeng sang anak.
Saat itu hanya mama Mila yang berada di rumah, karna Daren dan papa Agung sudah berangkat ke Perusahaan karna harus menyelesaikan urusan perusahaan.
__ADS_1
Saat itu mama Mila sedang berada di kamarnya, dan art yang bekerja memanggil dirinya dan memberi tahu tentang bahwa di bawah ada tamu. Delia sengaja bekerja sama dengan sang art untuk memberi kejutan pada sang mama mertua.
Mama Mila berjalan ke luar dari kamarnya dan langsung melihat keberadaan Delia yang sedang duduk di ruang tamu.
" Delia...ya ampun Del ini beneran kamu ? Mama ga lagi mimpi kan ? " Ucap Mama Mila sambil memeluk sang menantu, meluapkan rasa bahagianya.
" Halo cucu Oma yang ganteng. " Sapa Mama Mila pada sang cucu, yang kini mengumpat di belakang sang bunda.
" Sini nenek peluk, nenek kangen banget sama kamu sayang..." Ucap sang nenek, meluapkan rasa kangennya.
" Ma, papa sama mas Daren mana ya ? Ko sepi ya ? Tanya Delia membuka obrolan.
" Daren sama papa pagi-pagi udah berangkat ke perusahaan. Kan mengurus masalah perusahaan selama Daren di rawat. Semoga dengan suntikan dana dari Tuan Anthony, perusahaan Agung Jaya Group bisa pulih kembali. " Jelas sang mama.
" Ma, Daffa udah pengen banget ketemu mas Daren. Apa Delia ke kantor aja ? " Ucap Delia pada sang mama mertua.
" Kalau menurut mama sih, iya kita ke sana aja. Kita kasih kejutan di sana. Pasti mereka pada senang karna kamu telah kembali. " Sahut Mama Mila.
Delia hanya menanggapi dengan senyuman.
" Apa mama lupa dengan tujuan ku dari awal ? Setelah Daren sembuh, aku akan meminta cerai pada Daren. Dan kedatangan ku ke sana hanya ingin mempertemukan anak dengan ayah nya. " Gumam Delia dalam hati. Tekad nya sudah bulat, bukankah kontrak pernikahan mereka telah selesai ?
Kini mama Mila, Delia, dan Daffa sudah sampai di perusahaan Agung Jaya Group. Perusahaan yang memiliki pengalaman yang begitu menyakitkan. Di mana di tempat ini Daren memperlakukan dirinya seperti sampah, memaksa dirinya untuk menandatangani surat kontra pra nikah di mana setelah tiga bulan dirinya akan menikahi Tasya dan setelah pernikahan nya genap dua tahun dia akan menceraikan Delia.
" Tuhan, ku mohon kuatkan hati ku ! " Ucap Delia dalam hati, saat melangkahkan kakinya masuk ke dalam perusahaan.
" Don, di mana bos kalian ? " Tanya Mama Mila pada sang asisten. Doni membawa Delia, Daffa, dan juga Mama Mila. Dirinya perlahan membuka pintu ruang kerja Daren.
Mata Daren membulat sempurna saat dirinya melihat wanita yang selama ini dia cari dan anak yang dia cari, kini berada di hadapannya.
Author terus minta dukungannya ya ! Mohon maaf malam ini Author hanya bisa up satu bab, karna author sedang sakit semoga besok sudah sehat kembali dan bisa berkarya kembali. ππππ
__ADS_1
Sambil menunggu up , mampir yuk di karya teman author π