
" Mati...ada orang yang melihat ku di ruangan Tasya. " Ucap Dion dalam hati. Tubuhnya gemetar, dia berusaha lari sekuat tenaga. Begitu juga Doni yang berusaha menguber siapa pria misterius yang keluar dari ruangan Tasya.
" Sia*l lari nya cepat sekali, aku kehilangan jejak. Gara-gara beli makanan dulu, aku gagal memergoki mereka. Aku pasti pria itu ada hubungannya dengan wanita ular itu. " Doni terus saja menggerutu.
Hosh
Hosh
Hosh
" Sebaiknya aku atur nafas dulu. " Ucap Doni dalam hati.
Selang 10 menit...
" Sudah normal kembali, sebaiknya aku ke ruangan wanita ular. Aku ingin tahu apa yang akan dia jawab. " Ucap Doni.
Doni berjalan memasuki rumah sakit kembali, dan kini dirinya sudah berada di depan pintu ruangan rawat inap Tasya.
" Permisi dulu, kalau masuk ! Ga punya sopan santun ! " Ujar Tasya sombong.
" Owh ya ? Apa aku perlu melakukan hal itu padamu , sedangkan pria asing bisa bebas memasuki ruangan mu dan tanpa malunya kalian berbuat mesum di tempat umum ! " Sahut Doni membuat wajah Tasya berubah merah seperti udang rebus, tubuhnya bergetar seperti orang ketakutan, dan jantung nya berpacu sangat cepat.
" Sia*** ! Mengapa dia tau apa yang di perbuat ku sama Dion tadi, apa dia melihat aku sama Dion ? Owh...tapi tidak mungkin, ruangan ini kan tertutup. Tapi dari mana dia tahu, apa Dion tertangkap ? Aaaaaahhh bikin aku stres aja memikirkan nya ! " Tasya terus bicara dalam hatinya, pertanyaan silih berganti menari di pikirannya. Mencoba menerka-nerka mencari jawaban atas kegelisahan nya.
Tasya mencoba melirik sekilas sekeliling kamarnya, namun tak menemukan tanda-tanda yang mencurigakan, semua ruangan tertutup dari luar, tak mungkin asisten suaminya mengetahui nya.
" Kenapa ? Takut ya ? Karna kedok mu sudah terbongkar dengan ku ? Jangan coba-coba bermain-main dengan ku ! Suatu saat nanti akan aku bongkar kebusukan mu ! Kita tunggu tanggal mainnya ! " Ucap Doni mengancam, bahkan kini dirinya menatap tajam ke arah Tasya.
__ADS_1
" Owh...ya ? Yakin kamu bisa melakukan nya ? Kita lihat siapa yang akan menang ? Aku atau kamu ? Kamu harus sadar jika bos mu bodoh, bahkan tak bisa melihat siapa aku sebenarnya ? Selama ini dia selalu percaya dengan ucapan ku, jadi jangan pernah bermimpi jika bos mu akan mempercayai ucapan mu tentang ku..." Ucap Tasya menantang, bahkan dirinya kini tertawa terbahak-bahak menghina asisten suaminya.
" Bagiku, itu semua tak sulit ! Bahkan aku bisa menghancurkan diri mu dengan tanganku ! " Sahut Doni tak mau kalah.
" Baiklah..aku tunggu sampai seberapa jauh usaha mu membongkar kedok ku ! Pastinya anda akan kesulitan, karna aku akan buat bos mu tak berdaya dan tak akan sanggup menceraikan ku ! " Ucap Tasya menghina.
" Sudahlah aku tak ingin bahas lagi ! Dan sekarang ingin aku tanyakan padamu, apa tujuan mu ke sini ? " Ujar Tasya sombong.
" Ini makanan buat anda ! Dan saya ke sini karna permintaan Tuan Daren untuk membawakan anda makanan dan juga menanyakan kondisi anda ke dokter ! " Jelas Doni.
" Ya sudah, letak kan saja makanan itu di atas meja situ ! Dan kamu bisa pergi dari ruangan ku ! Owh satu lagi cepat kamu urus masalah kepulangan ku dari rumah sakit ! Rasa nya aku sudah tak tahan harus berlama-lama di sini terus ! " Titah Tasya.
" Katakan siapa pria tadi ? Mengapa dia keluar dari ruangan mu ? " Doni mencoba menyelidik. Namun sayangnya Tasya tetap membungkam, dan enggan bicara jujur.
" Itu bukan urusan mu ! Pergi sana , rasa aku muak lama-lama melihat mu di sini ! " Ujar Tasya.
Tanpa bicara sepatah kata lagi, Doni meninggalkan ruangan rawat Tasya untuk bertemu dokter yang menangani Tasya.
" Maaf bapak siapanya ya ? " Tanya sang perawat yang bertugas.
" Saya dengan asisten suaminya ! " Doni memperkenalkan diri.
" Baiklah...ini hasil dari Rontgen Nyonya Tasya ! Menurut hasil pemeriksaan kondisi Nyonya Tasya sudah normal kembali. Dan Nyonya Tasya sudah boleh pulang ! Yang penting Nyonya Tasya harus banyak berlatih menggerakkan tubuhnya dan juga tangan kaki, agar tidak kaku ! " Jelas perawat.
" Terima kasih informasinya ! Besok saya akan kembali ke sini untuk mengurus administrasi untuk pulang. " Ucap Doni menutup pembicaraan.
Urusan rumah sakit selesai, tinggal urusan Tasya yang belum Doni selesaikan.
__ADS_1
" Maaf, saya ingin bertanya ruang cctv di mana ya ? Tanya Doni kepada scurity yang bertugas di rumah sakit. Setelah di tanya ada keperluan apa, dan dengan alasan yang tepat akhirnya Doni kini sudah berada di ruang cctv.
" Maaf pak, data cctv ini bersifat rahasia ? Memang nya bapak ada perlu apa meminta salinan data ? " Tanya petugas cctv.
Setelah melakukan nego dengan pihak cctv, akhirnya Doni berhasil mendapatkan data yang dia butuhkan.
Setelah semua selesai bergegas Doni keluar dari rumah sakit dan melajukan kendaraannya menuju rumah orang tua Daren untuk bertemu Daren.
Kini Doni telah sampai di depan gerbang kediaman Daren. Mendengar asisten nya berniat menemui, akhirnya Daren menuruni anak tangga untuk bertemu dengan sang asisten.
" Gimana Don ? Apa kondisi Tasya sudah membaik ? Kapan dia bisa pulang ? " Tanya Daren saat menduduki bokongnya di sofa yang berada di ruang tamu.
" Nyonya Tasya sudah pulih, dan menurut pemeriksaan tak ada lagi masalah yang perlu di khawatir kan. Besok juga Nyonya Tasya sudah boleh pulang ! " Sahut Doni menjelaskan.
" Syukurlah Tasya bisa hidup normal kembali. Kamu hubungi art Tasya agar membersihkan apartemen sebelum Tasya pulang ! " Titah Daren.
" Baiklah... Maksud kedatangan saya ke sini, saya juga ingin memberitahukan perihal pria misterius yang masuk ke dalam Nyonya Tasya. Sayangnya Pria itu kabur dan menghilangkan jejak. Tapi saya sudah mengambil data cctv di rumah sakit itu. " Ucap Doni menjelaskan.
Doni yang sudah merencanakan hal ini lebih jauh, sudah menyiapkan laptop yang dia pakai untuk membuka file data yang tadi sempat dia copy. Kemudian Doni membuka layar laptopnya dan mulai memasukkan data cctv yang dia simpan tadi.
Melihat pemandangan itu membuat Daren memperhatikan dengan seksama siapa pria misterius itu.
" Sepertinya aku mengenalnya, seperti pernah melihatnya. Tapi siapa ya pria itu ? Apa hubungannya dengan Tasya ? Mungkin kah Tasya selama ini telah selingkuh di belakang ku, mengkhianati cintaku ? " Berbagai pertanyaan menari di pikirannya.
" Don, antar saya ke rumah sakit sekarang juga ! Aku ingin menanyakan langsung hal ini pada Tasya ! " Ucap Daren sambil bangkit dari tempat duduknya. Daren bergegas mengganti pakaiannya dan langsung meluncur menuju rumah sakit.
"Berani-beraninya kamu mempermainkan ku, Tasya ! Siap-siap kamu menanggung akibatnya ! " Ucap Daren geram.
__ADS_1
Braaaakkk...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ππππππ€ππ·