Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Mengunjungi sang baby


__ADS_3

Bagi Daren, istrinya sangat menggoda. Dia sudah tak sabar ingin melahap istrinya.


" Don, cepat kau ambil makanan mu dan segera lah menyingkir dari sini ! Dan Tolong jangan biarkan ada satu orang pun yang mencoba masuk ke ruangan ku ! Aku tak ingin makan siang dengan istri ku terganggu ! " Titah Daren membuat Doni memutar bola matanya malas.


" Cih.. alih-alih makan siang. Iya benar makan siang, dan penutup nya olahraga raga ranjang. " Gerutu Doni. Dan akhirnya dirinya masuk ke ruangan bos nya untuk mengambil makanan.


" Ingat pesan ku tadi ! Sebelum ku panggil, kau urus saja kerjaan mu dulu ! " Ujar Daren membuat Delia yang mendengarnya merasa deg-degan. Padahal ini bukan pertama kalinya dia melakukannya.


Doni sudah keluar dari ruangan, dan kini hanya menyisakan Daren dan Delia. Suasana hening seketika, mereka sibuk dengan pemikirannya sendiri. Entah mengapa Delia ingin segera kabur dari kandang singa ini.


" Mas, aku pamit pulang ya ! " Delia pamit.


" Enak saja mau pulang ! Kamu harus tanggung jawab ! " Ucap Daren yang langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke kamar pribadinya. Padahal tubuh istrinya bertambah berat, dengan kekuatan turbo dia bisa melakukan nya.


" Mas...nanti saja sih di rumah ! Kan nanti malam bisa ! " Ucap Delia mencoba menghindar.


Namun sayangnya sang suami tak mengindahkan ucapannya. Daren tetap melayangkan misi nya. Siang ini dirinya sudah berniat mengunjungi sang baby. Daren mengangkat tubuh istrinya untuk duduk dan membuka resleting dress dan pengait bra milik istrinya.


Dan kini sudah dalam keadaan polos. Lalu Daren beralih ke dirinya. Membuka dan melempar pakaiannya begitu saja. Dan kini dua-duanya sudah dalam keadaan polos. Daren merebahkan kembali tubuh istrinya.


" Halo anak ayah...Ayah mau kunjungi kamu ! " Ucap Daren sebelum memulai permainan. Tak lupa dirinya mencium perut istrinya.


Perlahan tapi pasti. Daren mulai menciu** bibir istrinya. Dan semakin lama ciuma* itu semakin hot. Delia membalasnya. Daren juga menciu** leher sang istri memberi rangsangan untuk istrinya. Cium** itu turun ke bukit kembar milik istrinya. Dan meninggalkan tanda cinta di sekujur tubuh istrinya.


" Aaaahhh...mas. " Desau Delia saat Daren menghis** bukit kembarnya. Layaknya anak bayi yang kelaparan. Mainan yang sebentar lagi akan menjadi rebutan dengan sang anak yang sebentar lagi hadir ke dunia.


Daren mengarahkan tangan istrinya untuk memegang soulmate yang sudah mengeras. Setelah puas bermain di atas, Daren bermain di inti lubang kenikmatan milik istrinya. Menjil** dan memasukkan jari nya ke dalam lubang kenikmatan istri nya, hal itu membuat Delia tak mampu berkata-kata lagi. Tubuhnya sudah bergelinjang merasakan nikmat tiada tara.


" Mas, aku sudah tak tahan..." Dan akhirnya tanpa malu Delia mengucapkan hal itu. Tentu saja Daren tersenyum puas, misi nya berhasil. Membuat hasratnya sang istri memuncak. Karna ini adalah hal pertama kalinya Delia yang meminta duluan.

__ADS_1


Daren langsung melebarkan kedua pangkal milik istrinya dan memposisikan miliknya.


" Aaahh...Mas...Aaahh..sayang. " Saat sang soulmate masuk dengan sempurna. Daren bermain dengan sangat pelan. Dia tak ingin sang baby merasa terusik. Meskipun begitu rasa nya tetap terasa nikmat. Mereka berdua seperti melayang ke nirwana.


" Sayang, tatap mas ! Buka mata kamu ! " Ucap Daren sambil terus memainkan pinggulnya.


Delia akhirnya membuka matanya sesuai perintah suaminya.


" Apa kamu enak sayang ? Kamu puas ? " Tanya Daren yang semakin mempercepat permainan.


Delia hanya mampu menganggukkan kepalanya. Hormon ibu hamil membuat nafs* nya semakin meningkat.


" Sayang...keluarin bareng ya ! Aku udah mau keluar ini. Aaahhh...Aaahhh...Aaahhh..." Daren berhasil memuntahkan cairan hangat di rahim istri nya. Setelah dirinya mencapai pelepasan, Delia ikut menyusul.


" Sayang...milik mu nikmat sekali ! Kau sangat menggoda. " Bisik Daren membuat Delia tersipu malu.


" Mas, udah kan ? Aku mau bersih-bersih dan pulang. " Ujar Delia yang berusaha bangkit.


" Kata siapa udah, lanjut lagi lah ! " Sahut Daren, dan kini dirinya mengukung istri nya kembali.


Kini mereka saling menatap. Delia tak kuasa menghindar dari nafs* suaminya yang luar biasa. Dia hanya bisa pasrah menikmati permainan suaminya yang luar biasa. Yang memanjakan dirinya dan membuat dirinya terlena.


Dan akhirnya permainan ranjang panas terulang lagi. Desauan demi desauan saling bertautan. Meramaikan ruangan. Keringat bercucuran memenuhi tubuh keduanya. Udara AC yang sangat dingin tak menutupi pergulatan panas kedua nya.


" Aaaahhh...sayang..." Daren mengerang kembali. Dan kali ini mereka melakukan ***** *****. Tapi Delia tidak mengalami pelepasan, karna memang tubuhnya sudah tak sanggup.


Dan akhirnya Daren ambruk. Mereka tidur bersebelahan.


" Tubuh aku lemas. " Ucap Daren sambil tangan kekar nya menjadi bantalan untuk kepala istri nya.

__ADS_1


Berbeda dengan pasangan yang sedang romantis di dalam, justru Doni sedang bolak-balik di depan pintu ruangan bosnya seperti setrikaan.


" Ckck..Pak Doni kenapa dari tadi ? Kaya setrikaan aja ! Kasihan banget yang kaya obat nyamuk, harus menunggu di luar ! " Ucap sekertaris Daren. Bahkan dia terkekeh melihat kelakuan Doni. Melihat sesuatu yang tak beres, Doni melayangkan tatapan tajam ke arah sekertaris bosnya itu.


" Mas, udah yuk ! Ga enak sama karyawan kamu ! Aku mandi ya, siap-siap pulang ! " Ujar Delia, dan Daren menganggukkan kepalanya. Berbeda hal nya dengan sang istri yang sudah bangkit. Daren masih merasakan lemas di tubuhnya. Dia masih membaringkan tubuhnya di ranjang.


Dan akhirnya Daren bangkit dari ranjang untuk membersihkan tubuhnya karna merasa lengket akibat keringat yang bercucuran saat pergulatan panas dengan istrinya. Kini dia sudah rapih kembali.


" Mas, aku pulang ya ! " Ujar Delia.


" Kamu bisa ga nyetir sendiri ? Kalau lemas, biar supir kantor yang bawa mobil kamu. Doni yang antar kamu ! " Sahut Daren yang merasa khawatir dengan istri nya.


" Ga apa mas. Aku bawa pelan-pelan aja ! " Ujar Delia dan akhirnya Daren mengikuti kemauannya.


Delia keluar dari ruangan, setelah memberi kecupan di kedua pipi suaminya. Memperlihatkan senyum manisnya kepada seluruh karyawan yang dia lihat.


Doni masuk ke dalam ruangan dan menemui sang bos yang sedang menyenderkan tubuh dan kepala nya di kursi kebesaran nya.


" Don, saat mau tiduran dulu ! Kalau tak ada yang terlalu penting, jangan bangunkan saya ! " Ujar Daren.


" Lain deh yang baru selesai hahahihi, lemes. " Gerutu Doni. Padahal dia sendiri belum pernah sekalipun mencoba adegan seperti itu.


Kini Delia sudah sampai di rumah, dan sudah ada Daffa dan juga kedua mertuanya.


" Kamu baru pulang Del ? Gimana udah tau jenis kelamin anak dalam kandungan kamu ? Cewek apa cowok ? " Tanya Mama Mila tak sabar.


" Belum mah, nanti pas usia kandungan 5 bulan, semoga udah terlihat. Karna kemarin pas USG si dede ngumpet mah, nutupin jenis kelamin nya. " Sahut Delia.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2