Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Duo D


__ADS_3

Duo D adalah julukan yang di sematkan dari para follower di akun sosial media keluarga Darendra Pramudya, seorang pengusaha muda yang sukses di bidang bisnis dan keluarga.


Bahkan mereka menjuluki Daren sebagai hot Dad, yang sampai saat ini masih sangat mempesona seperti masih bujangan.


Semenjak Daren selalu memposting kebahagiaan dan kemesraan dirinya dengan istri dan anaknya, kolom komentar di penuhi dengan pujian dan ucapan selamat atas kebahagiaan di raih. Dan bahkan popularitasnya menjadi melejit melebihi saat dirinya memposting kebahagiaan dirinya dulu dengan Tasya, mantan istrinya yang telah tiada.


" Sayang...kata dokter hari ini kamu sudah boleh pulang ! " Ucap Daren kepada istrinya. Berhubung Delia melahirkan secara normal, Delia hanya membutuhkan waktu dua hari saja. Terlebih kondisi Delia baik-baik saja tak ada keluhan, dan produksi asi Delia sangat deras sehingga Lisa panggilan sang anak perempuannya tak akan Kekurangan asi.


" Ya sudah, lebih baik mas urus dulu sana administrasinya ! " Ujar Delia pada suaminya. Karna Delia takut jika suaminya akan khilaf jika terus memandang buah dada nya semakin membesar karna terisi makanan untuk anaknya.


" Biar saja itu urusan Doni ! Biar aku yang menjaga kamu di sini, kalau aku yang mengurusnya keenakan Doni donk ! " Gerutu Daren yang tak ingin aset istri nya terlihat sedikit pun. Padahal Doni juga tak akan berani jika bos nya itu tak ada di dalam.


Semua administrasi telah selesai. Kini mereka sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah mereka.


Dan ternyata sudah ada Daffa dan kedua orang tua Daren yang menunggu mereka datang.


" Sini Del, biar Delisa sama mama ! Jadi kamu bisa ganti baju dan istirahat dulu di kamar ! Oh ya panggilannya siapa ? Del, Delisa, apa Lisa ? " Ucap Mama Mila.


" Lisa aja mah. Kalau Del nanti bingung yang nengok dua-duanya, kalau Delisa kepanjangan. " Sahut Delia.


Delia memberikan Delisa pada mama mertuanya dan langsung masuk ke kamarnya. Untuk sementara Delia akan tidur di kamarnya dulu yang akan di jadikan kamar Delisa. Ruangan itu sudah di dekor dengan aksen pink, sesuai permintaan Delia yang ingin kamar anak ceweknya nuansa pink. Serba pink.


Delia langsung membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya dengan daster, pakaian kesukaannya saat di rumah.

__ADS_1


" Mas, aku istirahat dulu ya ! Mumpung Delisa sama mama ! Mas sana temani Daffa ! Ga enak juga kan ada papa sama Mama di luar, masa kamu ikutan di kamar sih ! " Ujar Delia. Namun bukannya keluar, Daren justru malah ikut berbaring di sebelah istrinya.


" Awas ya kalau ga bisa tahan, aku ga tanggung jawab ! Tanggung sama mas sendiri ! " Ucap Delia ketus. Delia berusaha memejamkan matanya.


Delia sudah mulai terasa mengantuk, karna di rumah sakit tak bisa tidur dengan nyenyak. Berbeda dengan Daren yang masih terlihat gelisah, sejak tadi membolak-balikkan tubuhnya ke kanan ke kiri.


" Yang...udah tidur ya ? " Tanya Daren lirih.


" Eemmmm. Aku ngantuk mas, udah mau tidur ! Mas jangan ngomong dulu deh ! " Sahut Delia.


" Masih lama ya ? Kalau pakai cara lain, kamu mau ga ? " Tanya Daren lirih. Baru tiga hari berpuasa, rasanya seperti seabad. Daren merasa gelisah, tak karuan.


Delia langsung membuka matanya, dan mulutnya terus mengomel. Karna kehadiran sang suami di sini membuat dirinya terganggu.


Dan akhirnya Daren memilih keluar, dari pada dirinya harus merasa frustasi harus melihat buah dada istrinya yang seperti melambaikan dirinya.


" Kenapa kamu ? Wajah di tekuk dua belas gitu ? " Tanya Mama Mila saat melihat anaknya yang lesu tak bersemangat.


Papa Agung justru malah terkekeh, menertawakan anak semata wayangnya.


" Kaya mama ga inget papa dulu aja, pas habis mama melahirkan Daren. " Bisik Papa Agung, namun masih terdengar Daren. Untungnya Daffa tak ada karna pembahasan kali ini tentang pembahasan orang dewasa.


" Emang harus satu tahun ma ? Lama amat ? " Tanya Daren lesu.

__ADS_1


" Ya emang begitu aturannya. Kan akan ada masa nifas masa di mana Delia mengeluarkan darah kotor, sisa persalinan. Dan untuk selanjutnya terserah masing-masing orang, merasa siapanya. Tapi itu namanya Delia baik, harusnya sih dua tahun ! " Ujar Mama Mila bohong, mengerjai sang anak. Padahal melahirkan normal tak selama melahirkan secara sesar yang membutuhkan waktu lebih lama.


Mama Mila menjelaskan pada sang, jika dirinya harus bersabar sampai milik Delia benar-benar sudah kering jahitannya. Mama Mila juga bilang pada sang anak, jika dirinya harus banyak stok sabar untuk menunggu Delia siap. Dirinya tak boleh memaksa agar Delia tak trauma karna belum siap.


" Kalau gitu, dua anak cukup deh ma ! Dari pada Daren harus tersiksa terus menerus kalau Delia lahiran. Bisa-bisa nanti soulmate Daren karatan. " Gerutu Daren. Yang akhirnya memilih dirinya yang akan melakukan vasektomi agar istrinya tak lagi gelembung selama sembilan bulan. Dan dia tak akan lagi berpuasa panjang lagi.


Tentu saja hal itu membuat Mama Mila dan Papa Agung tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Daren. Ternyata bikin anak itu enak, tapi setelah melahirkan ternyata membuat tersiksa.


" Ya sudah nanti kamu bicarakan saja sama Delia, baiknya gimana ! " Saran Papa Agung.


Dan kini Daren beralih kepada sang anak. Daren menghampiri sang anak yang tertidur pulas. Dan ternyata elusan tangan Daren membuat Lisa terbangun dan menangis histeris.


Mama Mila mencoba menenangkan, namun tak juga berhenti. Hingga akhirnya Daren mengambil alih yang mencoba menenangkan Lisa. Terlebih dirinya merasa harus tanggung jawab karna dirinya adalah penyebabnya.


" Anak ayah yang cantik jangan rewel donk ! Bunda lagi bobo kasihan ! " Ucap Daren sambil mengelus pipi lembut sang anak. Dan ternyata Lisa terdiam di dalam dekapan sang ayah dan tersenyum.


" Eh anak ayah senyum ! Senyumnya manis banget ! " Goda Daren. Padahal biasanya anak baru lahir masih belum mengerti jika di ajak bicara, sungguh aneh bin ajaib berbeda dengan Lisa yang justru merasa nyaman saat di gendong sang ayah.


" Nah gitu donk bobo lagi ! Untung kamu pas sudah lahir nurut sama ayah, kalau enggak ayah masukin kamu lagi ke dalam perut bunda ! " Ujar Daren dengan konyol. Daren jadi teringat saat Lisa masih dalam kandungan, dia senang banget mengerjai sang ayah. Sampai-sampai dia harus naik pohon dan jatuh. Daren juga harus makan di warung pinggir jalan, harus memasak tengah malam, memakai baju pink, dan menuruti ngidam lainnya sang istri.


Hai..hai...hai...masih setia kah dengan karya ini ? Mohon maaf author kemarin ga sempat up.


Semoga kalian tetap semangat ya mendukung karya ini πŸ˜πŸ˜˜πŸ™

__ADS_1


__ADS_2