Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Sungguh Menyakitkan


__ADS_3

Tasya berjalan gontai merasakan sakit yang luar biasa. Bukan hanya hatinya yang merasa sakit, tapi kini perutnya juga terasa nyeri.


" Aaaaw...Sakit perutku. " Ringis Tasya. Dan akhirnya dirinya memilih untuk bersandar duduk dulu di sebuah halte.


" Rajia...Rajia...Cepat kabur ! Ada satpol PP ! " Teriak beberapa orang gelandangan sambil berlari melalui Tasya yang sedang bersandar, dirinya merasa nyeri di perutnya.


" Kamu, kami tangkap ! Ayo ikut kami ! " Ucap salah satu satpol PP yang bertugas, bukan satu orang saja yang berusaha menangkap Tasya. Namun ada dua orang lain yang berusaha menghadang Tasya, karna berusaha kabur.


" Lepasin breng*** ! Aku bukan gelandangan ! " Ucap Tasya merasa tak terima dengan perlakuan sang satpol PP memegang tangannya erat seperti penjahat.


" Ayo ikut kami ! Jelaskan nanti di sana ! " Ucap salah satu yang menarik tangan Tasya, menaikkan Tasya ke atas mobil.


" Aku ini bukan gelandangan ! Berani sekali kau memperlakukanku seperti ini ! " Teriak Tasya.


" Kalau kau bukan gelandangan, lantas mengapa kau berpakaian seperti gembel ? Sok-sokan tak mengaku, tapi penampilan gembel..." Ucap Salah satu satpol PP membuat orang yang berada di dalam mobil menertawakan ucapan Tasya.


Tasya langsung melihat dirinya sendiri, penampilan nya saat ini.


" Pantas saja mereka menganggap aku seperti gembel, penampilanku seperti ini. " Gumam Tasya dalam hati.


Mobil yang membawa Tasya dan para tuna wisma sudah sampai. Mereka turun. Satu persatu di interogasi dan di beri pengarahan. Dan kini giliran Tasya.


" Saya ini bukan gelandangan ! " Ucap Tasya ketus.


" Kalau gitu, coba keluarkan KTP anda ! "


Tasya mengeluarkan KTP dari dompetnya, nasib masih berpihak padanya. Untungnya dia tak lupa membawa KTP yang berada di dalam dompetnya kemana pun.

__ADS_1


" Ya...ya...lantas kenapa kamu berpakaian seperti gembel ? " Tanya sang penyelidik, menatap Tasya mencoba menyelidik.


" Itu bukan urusanmu ! Aku ingin pergi, buang waktuku saja !" Sahut Tasya sombong.


Dan akhirnya Tasya di bebaskan dari perkumpulan gelandang yang terciduk dalam Rajia.


" Siala* aku harus merasakan hal ini ! Semua gara-gara Daren, aku benci kamu ! " Ucap Tasya merasa kesal hingga dirinya harus merasakan di anggap sebagai seorang gembel.


" Laper perutku, aku ambil uang dulu aja ! " Ucap Tasya dalam hati, Tasya melangkahkan kaki mencari indom*** atau Alfa**** .


" Sekarang tinggal makan. Makan di mana ya ? Gak mungkin aku ke restoran, uangku bisa cepat habis ! " Ucap Tasya lirih, dan akhirnya dirinya memilih tempat makan pinggir jalan. Ini hal pertama baginya makan di pinggir jalan, dulu saat bersama Daren dan menjadi model jangan harap untuk makan rasa ingin atau menginjakkan kaki nya di warung kaki lima pun tak akan sudi.


" Ternyata masakan kaki lima tak beda jauh dengan restoran." Ucap Tasya dalam hati saat menyantap 1 porsi nasi Padang lengkap. Bahkan Tasya makan sangat lahap. Namun naas memang sangat naas. Tasya harus merasakan tas nya di jambret oleh anak-anak nakal. Tasya berteriak histeris, bahkan dirinya pun menangis. Tapi sayangnya tas dirinya tak bisa di selamatkan. Tamatlah sudah, dompet dan ponselnya raib di bawa penjambret.


Untungnya pedangan nasi Padang ya baik, memberikan Tasya makan secara gratis karna memang Tasya tak memiliki uang.


" Aaaahhh.... benar-benar sia* hari ini ! Cobaan bertubi-tubi datang menghampiriku. Daren...aku akan balas perbuatan kamu padaku ! " Ucap Tasya geram.


Dan ternyata eh ternyata. Penjambret itu orang suruhan Doni. Dia sengaja mengutus orang suruhannya dan di bantu anak pang di jalanan untuk mengerjai Tasya. Doni menyuruh menjambret tas milik Tasya.


" Hahahaha...aku ingin lihat kehidupan mu selanjutnya ! " Doni tertawa keras melihat Tasya berjalan kaki di bawah teriknya panas matahari dengan berpakaian seperti gembel.


Saat Tasya di usir dari kantor Daren, saat itu Doni sedang berjalan masuk. Dan tiba-tiba ide nya tercipta, Doni memilih mengumpat di balik tembok dan mengikuti Tasya. Doni pun sempat merekam Tasya yang di hadang satpol PP, di naikkan ke mobil satpol PP , berada di penampungan, berjalan kaki mengambil ATM, dan makan di tempat kaki lima. Dan Doni pun akhirnya melancarkan aksinya dan misi nya tercapai.


Setelah Tasya ke kantor polisi, dirinya memutuskan untuk menyusul ke kantor Dion. Karna baginya Dion yang akan menolongnya. Lebih baik dirinya menunggu Dion pulang dari kantor. Tasya mencari tempat untuk menunggu Dion saatnya pulang. Namun sayangnya Doni tak bisa melanjutkan pertunjukan selanjutnya, karna Daren menghubungi dirinya menanyakan keberadaan dirinya. Dan akhirnya dirinya menyuruh orang suruhannya untuk menggantikan dirinya. Doni kembali ke kantor.


Tasya terus bersabar menunggu Dion keluar. Dan akhirnya yang di nanti keluar. Namun keningnya berkerut dan rahang nya mengeras saat Dion menggandeng mesra seorang wanita cantik.

__ADS_1


" Breng*** ! Ternyata Dion selingkuh di belakang ku dengan tempat satu kantornya ! Pantas tadi dia bersemangat kerja meninggalkanku sendiri di apartemen, meskipun masih sakit


Tasya berjalan ke arah Dion dan Riyanti yang sedang berjalan ke parkiran motor.


Plak ..Plak...


" Dasar laki-laki breng*** ! Ternyata kamu di belakang selingkuh ! " Tasya melayangkan dua tamparan di wajah Dion. Sedangkan Riyanti merasa kaget dengan aksi Tasya yang melayangkan kekasihnya dua buah tamparan secara tiba-tiba.


" Wanita itu siapa mas ? " Tanya Riyanti sambil mengelus wajah bekas tamparan Tasya.


" Entahlah, aku tak mengenalnya ! Mungkin hanya seorang gembel yang berpura-pura mengaku memiliki hubungan denganku, karna meminta uang ! Minggir kau, jangan halangi aku ! " Dion mendorong tubuh Tasya dan melemparkan satu lembar uang berwarna merah. Tasya terhuyung jatuh ke aspal.


" Sepertinya cukup uang ku itu , untuk acting pura-pura mu ! " Ucap Dion yang begitu menyakitkan bagi Tasya. Bisa-bisanya Dion berkata seperti itu padanya. Tasya diam membisu merasakan sakit yang luar biasa. Dirinya merasa shock. Tasya tak menyangka jika pria yang selama ini dia cintai dan di anggap sebagai sandaran hatinya ternyata mengkhianati dirinya, berselingkuh dengan wanita lain.


" Breng*** kau Dion ! Aku benci kamu ! Aku akan buatmu perhitungan ! " Teriak Tasya tak terima. Sedangkan Dion pergi begitu saja. Dan terpaksa dia mengambil uang yang di lemparkan Dion, karna dirinya tak mempunyai uang sedikit pun.


" Hiks...hiks...kenapa nasibku seperti ini ! Di anggap sampah bagi mereka ! Padahal dulu mereka sangat mencintaiku. Aku benci kau Daren...aku benci kau Dion. " Tasya merasakan kesedihan luar biasa hingga rasa dendam menyelimuti dirinya.


" Aku pulang ke mana ? Bahkan untuk tempat tinggal pun aku tak punya, aku juga tak punya uang untuk menyewa. Aku harus buat perhitungan dulu dengan Dion, sebaiknya aku pulang ke tempat Dion. Aku yakin Dion hanya acting di depan wanita itu, mungkin lebih baik aku mengalah. Membiarkan Dion bersama wanita itu, tapi dia masih memberikanku sedikit uang dan tempat tinggal untuk saat ini. Hiks...Hiks...kenapa aku selalu di jadikan kedua padahal dulu aku selalu jadi yang pertama. " Ucap Tasya lirih.


Like


Vote


Comment


Hadiah 🌷🌻🌹

__ADS_1


Semoga kalian tetap bersabar menanti episode berikutnya, terima kasih yang sudah setia dengan karyaku ini πŸ™πŸ™πŸ˜„πŸ˜πŸ˜˜β€οΈπŸ˜ƒ


__ADS_2