Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Kelahiran Putra kesayangan


__ADS_3

Delia sudah mempersiapkan semua yang dia butuhkan menjelang kelahiran buah hatinya. Dan menurut hasil USG, Delia akan melahirkan baby boy.


" Sayang...rasanya mama sudah tak sabar melihat kamu. Bantu mama ya agar bisa melahirkan kamu secara normal ! " Ucap Delia sambil mengelus perut besarnya. Untungnya anak di dalam kandungan nya sangat mengerti, kehamilan tak menjadi penghalang untuk dirinya beraktivitas. Bahkan kini Delia masuk ke dalam jajaran perancang berbakat.


" Em... rasanya seperti mimpi yang tak mungkin selama ini ada di pikiran ku. Tapi nyatanya semua bukanlah hanya sebuah mimpi. Memiliki butik, bisa sekolah designer , menjadi designer, dan bahkan bisa go Internasional. Dan Alhamdulillah usaha ku di Indonesia pun berjalan lancar. Tuhan terima kasih atas mukjizat mu yang nyata. " Delia memejamkan matanya membayangkan betapa sulitnya dirinya dulu. Bahkan untuk kuliah pun dia harus mengandalkan bantuan beasiswa. Dengan keluarga penuh keterbatasan, dan ayahnya pun sakit hingga dia tak berdaya untuk membayar biaya pengobatan ayahnya sampai di suatu hari dirinya di pertemukan Mama Mila dan harus menikah dengan pria yang tak mencintai nya.


Kekuatan doa dan bukti kesabaran nya menjadi wujud dari usaha nya yang tak sia-sia.


\=\=\=\=


" Del...sedang apa kamu di sana ? Pasti sebentar lagi kamu akan melahirkan. Semoga kamu selalu di lindungi. Bodoh...memang aku bodoh. Mencari keberadaan mu saja aku tak bisa. Tak ada gunanya kemampuan dan uang ku jika sampai detik ini aku belum bisa menemukan mu. " Gumam Daren. Selama Delia tak ada, Daren lebih memilih untuk tinggal di kediaman Delia. Dirinya ingin mengenang masa kebersamaan dengan Delia Bahkan Daren selalu ingat saat pertama kali dirinya menghina Delia dan meminta Delia memuaskan dirinya seperti seorang ja****.


" Aw...perut ku sakit banget. " Teriak Daren. Tiba-tiba saja perutnya terasa sakit melilit bahkan untuk bangkit pun rasanya tak sanggup. Daren memencet telpon rumah yang terhubung ke dapur. Untungnya Bi Yati segera mengangkat nya dan langsung meminta bantuan pak Ahmad untuk membantu Daren berjalan. Daren di papah Pak Ahmad untuk di bawa ke rumah sakit.


Selama dalam perjalanan Daren terus meraung kesakitan. Lucu sungguh lucu, bukan hanya mengalami kehamilan simpatik. Daren juga harus merasakan kontraksi yang begitu menyakitkan bahkan sakitnya dua kali lipat yang di rasa Delia saat ini.


Ya...Delia akan segera melahirkan. Namun dia bisa bersikap tenang dan tak lupa terus berdoa agar di permudah semuanya.


Berbeda dengan Daren yang kini sudah di banjiri keringat yang bercucuran dan wajahnya terlihat sangat pucat bahkan untuk bicara pun rasanya tak sanggup.


" Terus Bu...tarik nafasnya dalam-dalam ! Kalau ibu sudah ingin mengejan , ibu mengejan yang panjang ya ! Keluarkan kekuatan ibu sekuat mungkin ! " Titah dokter yang menolong persalinan Delia.

__ADS_1


( Di Paris, bicaranya dalam bahasa di sana ya tapi author ga bisa...hehehe๐Ÿ˜„ )


Mobil yang membawa Daren telah sampai, Daren di pindahkan di brankar rumah sakit menuju IGD untuk mendapatkan pertolongan.


" Sakit dok...Perut ku sakit sekali ! " Teriak Daren, bahkan Pak Ahmad pun yang mendampingi Daren tak tega melihatnya.


Tim medis langsung melakukan pemeriksaan, sedangkan Pak Ahmad memilih untuk memberi kabar kepada Mama Mila. Dan mendengar anak nya ada di rumah sakit. Dirinya terlihat sangat panik, dan langsung bersiap dan mengajak papa Agung ke rumah sakit.


" Aaaahhh..." Teriak Delia dan Daren bersamaan namun tempat yang berbeda. Berbeda hal nya dengan Daren yang masih menderita kesakitan namun tak memiliki hasil. Delia kini sudah merasa lega dan terharu saat melihat bayi mungil terlahir dengan selamat dan sehat tanpa kurang satu pun.


" Terima kasih Tuhan engkau telah menjadikan aku wanita yang sempurna. Semoga kelak aku bisa menjaga amanah ini dengan baik. " Rasa syukur terlontar dari bibir Delia. Seberkas doa dia panjatkan untuk baby boy yang baru terlahir ke dunia.


Delia merasa sangat bersyukur, akhirnya bisa memiliki seorang anak. Meskipun harus melewati perjuangan yang sangat menyakitkan.


" Gimana dok, anak saya sakit apa ? " Tanya Mama Mila saat sampai di tempat Daren mendapatkan tindakan.


" Mohon bersabar ya Bu ! Kita tunggu hasil lebih lanjut ! Karna tadi sempat di lakukan pemeriksaan darah untuk pasien, namun hasil nya bagus dan tak mengkhawatirkan. Berdoa saja semoga tidak ada hal serius yang di alami pasien, saya curiga jika pasien menderita apendisitis atau yang biasa kita kenal radang usus buntu. " Jelas Dokter yang menangani Daren.


Mama Mila menatap wajah sang anak yang terlihat sangat pucat. Mama Mila juga mengelus wajah sang anak. Ada perasaan iba saat melihat sang anak. Terlebih Daren anak satu-satunya mereka, perasaan khawatir selalu menari di pikirannya.


" Ren...kenapa nasib mu seperti ini sih ? Bandel sih jadi anak, ga pernah nurut sama mama. Kalau kaya gini kan mama juga yang khawatir. Pasti kamu sering telat makan, gara-gara sundel bolong itu. Kenapa ga mati aja sih kemarin, jadi bikin susah kamu aja ! " Cerocos mama Mila layaknya seorang emak yang memarahi anaknya karna nakal. Namun sayangnya sang anak sudah tertidur pulas karna di suntikan obat pereda sakit dan penenang ke tubuh Daren.

__ADS_1


" Dok...lebih baik anak saya di pindahkan ke ruang rawat aja , biar dia bisa istirahat. Biar anak saya di rawat dulu saja, biar bisa di periksa lebih detail ! " Ucap Mama Mila. Dan akhirnya mulai malam ini Daren harus menginap menikmati ranjang rumah sakit.


" Pak Ahmad pulang ya ! Tolong bilang Bi Yati siapkan semua keperluan Daren untuk tiga hari ! " Perintah Mama Mila.


Daren sudah berada di ruang rawat inap. Mama Mila dan Papa Agung dengan setia menjaga anak semata wayangnya.


" Don... untuk sementara waktu kamu urus perusahaan dulu ya ! Daren masuk rumah sakit dan harus di rawat ! " Ucap Papa Agung di panggilan telpon.


Doni yang mendengar bos nya sakit dan masuk rumah sakit sangat kaget. Bagaimana tidak, tadi dia sempat mengobrol dengan bos nya dan sekarang dia mendapat kabar bahwa Daren masuk rumah sakit.


Dering ponsel Daren berbunyi dan tertulis nama sundel bolong ( Tasya ) di layar ponsel Daren. Mama Mila langsung meraihnya dan mengangkat dengan api yang membara.


" Sayang..." Ucapan Tasya terhenti saat mendengar Mama Mila yang mengangkat panggilan dari dia.


" Ga usah sayang, sayang ! Kamu harus tau, gara-gara kamu anak saya sakit dan sekarang harus di rawat di rumah sakit. Semua ini karna kamu, lihat saja jika anak saya ada apa-apa saya akan menuntut kamu. Kenapa kamu ga mati aja sih kemarin, buat susah anak saya saja ! " Omel mama Mila membuat Tasya geram hingga akhirnya memilih memutus panggilan telepon dengan mama Mila.


" Breng*** ! Dasar nenek lampir, main nyerocos aja ! Nyalahin sama nyumpahin gw lagi ! Aaaahhh...pake sakit segala lagi si Daren ! Baru gw mau bilang kalau badan gw dan kaki gw da bisa di gerakan. Niatnya mau ngasih kejutan eh malah dapat kejutan. Sia*l..." Gerutu Tasya, merasa kesal.


Like


Vote

__ADS_1


Comment


Hadiah ๐ŸŒท๐ŸŒท


__ADS_2