Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Masakan ayah


__ADS_3

Tak terasa usia kandungan Delia kini sudah menginjak 3 bulan. Sampai saat ini kondisi bayi dalam kandungannya sehat tak ada masalah apapun. Cuma Delia harus merasakan morning sickness dan sulit makan. Tubuhnya terlihat semakin kurus. Karna tak nafsu makan. Tak seperti saat hamil Daffa, Daren lah yang mengalaminya dulu.


" Aku ga tega lihat kamu seperti ini. Mungkin bila bisa di gantikan, biar aku saja yang mengalaminya seperti hamil Daffa. " Ujar Daren sambil mengelus rambut sang istri.


" Semua itu kan sudah kehendak Tuhan mas. Mungkin dulu biar kamu tau jika aku sedang mengandung anak kamu dan merasakan hamil Daffa. " Sahut Delia.


Kebiasaan baru yang biasa di lakukan sekarang ini yaitu meminta Daren masak makanan untuk dirinya.


" Mas...aku laper. Mau nasi goreng buatan ayah. " Ujar Delia membuat Daren menarik nafas panjang. Kini tak hanya menjadi suami siaga tapi Daren memiliki pekerjaan baru yaitu koki untuk sang istri. Delia baru makan lahap jika Daren yang memasaknya.


" Mas pesen makanan via online ya ? " Ujar Daren dan langsung mendapatkan gelengan kepala. Lagi-lagi dirinya harus menuruti kemauan istrinya. Padahal masakan Daren sangatlah tak enak bahkan dirinya pun tak suka dengan masakan nya sendiri karna memang dia tak mahir memasak. Kalau membuat anak baru jagonya. Tapi anehnya Delia malah suka. Seperti malam ini Delia menginginkan nasi goreng buatan ayah.


Wajah Delia terlihat mendung karna sang suami terlihat menolaknya. Dan akhirnya Daren merasa tak tega.


Kini Daren sudah berada di dapur memasak nasi goreng untuk istri tercinta nya. Dirinya bergaya layaknya seorang koki handal, padahal untuk rasa sangatlah jauh. Hanya Delia customer terbaiknya, yang memuji masakannya enak. Dan Delia dengan setia menunggu sang suami di meja makan.


" Masakan ayah untuk istri tercinta yang di buatnya dengan cinta. " Ujar Daren membuat sang istri tersenyum.


Delia menikmati makan masakan sang suami.


" Gimana enak ga ? " Tanya Daren. Dia tak yakin jika masakannya kali ini enak.


Ini masakan ketiga Daren. Setelah Indomie telor dan juga seblak. Cuma untuk bumbu Daren browsing dulu sebelum masak.


" Emmm..." Sahut Delia yang sibuk memasukkan nasi goreng ke mulutnya.


Karna merasa penasaran, Daren pun mencobanya.


" Eeee...apa enak nya ? " Gumam Daren saat dirinya mencoba masakan buatan nya. Dirinya merasa enek, mencoba masakannya yang rasanya tak jelas.


Hanya dengan waktu 10 menit, nasi goreng buatan Daren sudah kandas di lahap Delia.


" Gimana anak ayah, udah kenyang makannya ? " Tanya Daren sambil mencium perut sang istri.


" Udah ayah. Terima kasih nasi gorengnya. " Sahut Delia menirukan suara anak kecil.

__ADS_1


Delia sudah terasa kenyang perutnya. Dan kini Daren membantu sang istri untuk naik ke atas kembali ke kamar.


Dan tiba-tiba saja Delia membuka daster nya dan menaruhnya di kursi meja rias. Lalu berjalan santai menaiki ranjang seperti sedang fashion show. Delia juga membuka pembungkus bukit kembarnya. Dan kini hanya menyisakan kain segitiga.


Daren menelan saliva nya. Tak kuasa melihatnya. Terlebih sudah hampir 3 bulan dia berpuasa karna kondisi kandungan sang istri masih rawan.


" Ka-kamu ngapain yang telanjang seperti itu ? Kamu menantang aku ? " Ujar Daren sambil ikut naik ke atas ranjang.


" Perutku merasa begah mas. Jadi aku buka aja, kan tidurnya pakai selimut. " Sahut Delia dengan tak berdosa. Dia tak tahu jika iman sang suami setipis kulit bawang yang mudah sekali tergoda. Bahkan sang soulmate sudah mendesak ingin di keluarkan dari sarung pembungkus.


" Sa-sayang apa aku sudah boleh meminta hak aku ? " Bisik Daren dengan nafas yang sudah terengah-engah. Delia tahu jika nafsu sang suami sudah memuncak.


Delia menganggukkan kepalanya, tanda dia setuju. Delia pun sudah merindukan permainan suaminya, dan menginginkan nya. Terlebih hormon ibu hamil bertambah nafsunya.


Dan tanpa buang waktu Daren langsung membuka semua kain penutup nya dan membuang begitu saja.


" Mas, tapi pelan-pelan ya ! Ingat sekarang di perutku sudah ada baby kita ! " Ujar Delia dan langsung mendapatkan anggukan kepala dari sang suami.


Daren mulai melancarkan aksinya memberikan sengatan-sengatan listrik di sekujur tubuh sang istri membuat tubuh sang istri bergelinjang.


" Sayang...aku masukin ya ? Aku sudah tak tahan. " Ucap Daren. Delia hanya menganggukkan kepalanya, dan bibirnya tak mampu lagi berkata. Hanya matanya yang terlihat merem melek menikmati sensasi yang luar biasa.


Daren langsung membuka kedua paha sang istri dan memposisikan miliknya dengan lubang kenikmatan milik istrinya.


" Emmmptt...Aaahh..." Desau keduanya Saat sang soulmate menerobos masuk dengan sempurna.


Daren menaik turunkan pinggulnya sepelan mungkin. Mulutnya sambil menghisa* payuda** milik istrinya yang sebentar lagi akan menjadi milik anak keduanya.


" Aaaahhh...mas Daren. " Racau Delia saat mengalami pelepasan.


Merasa milik sang istri terasa basah. Daren pun memacu nya sedikit lebih cepat karna kini dirinya pun ingin mengalami pelepasan. Delia dapat merasakan milik suaminya yang bertambah mengeras.


" Sayang...nikmat sekali. " Racau Daren dia sudah berada di puncak *******. Delia pun dapat merasakan. Hingga akhirnya mereka mengerang bersama, Delia mengalami pelepasan kedua. Nafsu ibu hamil semakin bertambah.


Daren langsung mencabut milik nya setelah cairan hangat menyirami rahim sang istri.

__ADS_1


" Udah ya mas sekali aja ! Ga baik Dede bayi di sirami sperm* banyak, bisa merangsang kontraksi nanti. " Ucap Delia.


Setelah pertempuran tadi, kini Daren dan Delia sudah tertidur pulas. Tidur dengan nyenyak karna sudah mengalami pelepasan yang di tahan hampir 3 bulan lamanya.


\=\=\=\=


Matahari bersinar terang. menerobos masuk lewat celah tirai kamar.


Daren menggeliat dan membuka matanya dan melihat sang istri yang masih memejamkan matanya. Dan akhirnya memilih langsung mandi dan bersiap-siap. Dia sengaja tak membangunkan sang istri karna merasa tak tega.


Setelah rapih, Daren menuruni anak tangga menuju dapur. Tugas pagi dia saat ini adalah membuatkan susu hamil untuk sang istri. Karna jika dirinya tak membuatkan nya, Delia enggan membuatnya.


" Halo anak ayah. Udah bangun ? Lagi nonton apa ini ? Daren menghampiri sang anak.


" Power ranger. " Sahut Daffa dan Daren hanya ber oh ria menanggapi omongan sang anak.


" Bunda mana ? Kok belum turun ? " Tanya Daffa pada sang ayah.


Daren menjelaskan pada sang anak jika bundanya masih terlelap karna merasa lemas. Dan Daffa mengerti dan tak berniat mengganggu sang bunda.


Daren berpamitan pada sang anak untuk naik kembali ke atas.


" Mas...udah bangun ? Maaf aku kesiangan. " Ujar Delia sambil merenggangkan tubuhnya yang terasa pegal.


" Ga apa sayang. Mas bisa melakukannya sendiri kok. Ini susu hangat untuk kamu ! Ayo di minum ! " Sahut Daren. Karna dirinya merasa tak tega.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™


Mampir yuk di karya author terbaru πŸ˜„πŸ˜ƒ


a



__ADS_1


__ADS_2