
" Na, jangan tinggalin mama ! Nanti kalau mama kangen gimana ? Mama boleh ya nanti ke tempat kosan kamu ? " ucap mama Sinta pada sang anak yang sedang merapihkan pakaiannya ke dalam koper yang akan dia bawa. Mama Sinta tak mampu menahan air matanya, sungguh dirinya merasa sangat berat untuk berpisah dengan sang anak yang selalu membuat dirinya mengomel karna gayanya yang cuek.
" Udah, mama tenang aja di rumah ! Nanti kalau hari Sabtu, Anara yang akan pulang ke rumah ! Jadi mama ga usah terlalu mendramatisir keadaan ! Lagi pula Nara udah gede mah, Nara bukan anak kecil lagi ! " sahut Anara.
" Memangnya kamu kenapa sih segala kos begitu ? Kan bisa berangkatnya dari rumah, ada supir juga yang bisa mengantar kamu kemana aja dan kapan pun kamu mau, kalau kamu lagi malas menyetir ! Lebih baik dari sini Nara, mama juga kan bisa bangunin kamu jadi kamu ga akan ada drama kesiangan. Lagi pula kamu kan sukanya pakai motor sport kamu, jadi ga masalah donk ! " Ujar Mama Sinta.
Sayangnya Anara tak mengindahkan kata-kata sang mama, tujuannya sudah bulat untuk mencari yang terbaik dalam hidupnya dia tak ingin memakai embel-embel papanya dalam meraih kesuksesan dan dia ingin membuat sesuatu yang membanggakan. Selain itu, Anara paling tak suka dengan sifat penjilat. Dia ingin mencari sosok yang tulus bukan melihat dari segi sang papa. Bukan hanya dalam urusan berteman apalagi untuk calon pendamping hidupnya. Itulah yang menjadikan alasan kenapa Anara tak pernah sekalipun memakai mobil pemberian papa nya. Dia lebih suka jalan kaki atau naik motor sportnya. Anara juga tak pernah berpakaian sexy dan hidup glamor seperti sang kakak Arsyila.
" Udah ya ma, Nara pamit ! Mama jangan sedih ya, doakan Nara semoga lancar semuanya dan tolong bilang papa ga perlu repot-repot mencarikan tempat tinggal untuk Nara, karna Nara sudah menemukannya ! " Ucap Anara. Anara langsung meraih tangan sang mama dan mencium punggung tangan sang mama tak lupa dirinya juga mencium kening dan kedua pipi sang mama.
Anara memilih tak membawa motor sportnya, demi melancarkan aksinya. Dia benar-benar ingin menjadi sosok yang tak memiliki apapun. Mungkin jika sang mama tau di mana Anara akan tempati dan kehidupan Anara yang akan jalani, mamanya pasti akan berteriak histeris dan dia juga pasti akan membawa Anara pulang kembali ke rumah.
Kini Anara sudah dalam perjalanan menuju kosan yang sudah dia sewa.
Kring... kring
Suara ponsel Anara berbunyi, Anara mengambil dari dalam tasnya.
" Desi ? " Gumam Anara saat dirinya melihat nama sahabatnya yang tertulis di layar ponselnya. Dan Anara langsung mengangkat teleponnya.
__ADS_1
" Ya, Des kenapa ? " Tanya Anara.
Desi menceritakan jika di tempat saudaranya dulu bekerja sedang membutuhkan sekertaris. Desi menyuruh Anara melamar magang di sana. Terlebih nilai Anara selama ini selalu bagus, meskipun belum lulus dan belum ada pengalaman kerja pasti bisa di terima di sana. Mendengar berita seperti itu pastinya Anara tak akan melewatkan kesempatan ini. Terlebih ini adalah perusahaan besar dan banyak yang ingin bekerja di sana.
" Tapi Lo inget jangan berpenampilan tomboy seperti biasanya, kan Lo tau gaya sekertaris itu gimana ? " Ujar Desi.
" Yeay...yang penting tuh otaknya sayang ! Dari pada gaya nya kece badai eh otaknya kaya kerupuk melempem. " Sahut Anara sambil terkekeh.
Anara mengakhiri panggilan dengan Desi, karna dia sudah sampai di kontrakannya. Setelah membayar taksi online nya, Anara langsung turun dan menyeret kopernya masuk ke dalam kosan
" Huhft ..semangat Anara demi meraih apa yang kamu inginkan ! Kamu pasti bisa ! " Ucap Anara memberi semangat kepada dirinya sendiri.
Anara harus hidup selama enam bulan di kosan sempit yang hanya ada kasur dan lemari baju plastik. Tak ada Ac atau pun Tv. Kosan yang Anara pilih tak ada kesan mewah.
Tanpa buang waktu, dirinya langsung menghubungi Anara.
" Siapa ya yang telpon ? " Gumam Anara saat melihat nomor baru yang menghubungi dirinya.
" Iya Halo. Maaf ini dengan siapa ya ? " Tanya Anara ragu-ragu.
__ADS_1
Jantung Doni berdegup kencang saat mendengar suara Anara yang sungguh renyah di telinganya.
" Suaranya enak banget di dengar, pasti wajahnya cantik. " Ucap Doni dalam hati, Doni tak menyadari jika yang dia hubungi itu adalah wanita yang dia anggap menyebalkan itu. Yang membuat moodnya menjadi buruk waktu itu. Sama halnya yang di rasa Anara, ini adalah hal pertama kalinya dirinya mendengar suara cowok menghubungi dirinya selain papa nya. Karna tak ada satu orang pun yang melirik dirinya yang berpenampilan culun dan tomboy.
Doni berusaha bersikap profesional. Dia menjelaskan pada Anara jika dirinya besok di suruh datang ke kantor untuk melakukan sesi interview dengan bos nya langsung. Tentu saja hal itu membuat Anara berjingkrak senang, dan berharap interview nya berjalan lancar agar dirinya bisa di terima.
Waktu jam menunjukkan jam 17.00, Daren memutuskan pulang. Dia ingin segera pulang bertemu anak-anaknya dan juga istri tercintanya. Daffa kini sudah berusia 8 tahun dan Delisa berusia 5 tahun.
Daren masuk ke dalam rumah dan melihat sang anak yang sedang duduk santai menonton tv bersama dengan istri tercinta.
" Eh...ayah udah pulang ! " ucap Delia sambil bangkit menghampiri sang suami.
" Iya ayah ingin pulang cepat. Kangen sama kalian ! " sahut Daren.
Lisa langsung berlari menghampiri sang ayah dan memeluk nya.
" Ayah mandi dulu ya sayang...tubuh ayah bau belum mandi ! " ucap ayah Daren. Namun bagi Lisa wangi tubuh sang ayah sangat enak, justru dia selalu suka jika sang ayah belum mandi.
" Lisa...ayahnya lepaskan dulu ! Biar mandi dulu ! " Ujar Delia. Lisa selalu saja seperti itu, selalu ingin nempel dengan sang ayah. Bahkan dirinya selalu ingin di dongengkan dan di temani oleh sang ayah sebelum tidur.
__ADS_1
Jika Daffa sudah bersifat mandiri tidur sendiri, lain halnya dengan Lisa yang selalu minta di temani ayahnya bukan sang bunda. Dan setelah Lisa tidur, Daren baru bisa pindah ke kamarnya. Lisa juga sering kali terbangun di malam hari dan meminta pindah ke kamar tidur bersama dengan ayah bundanya yang tentunya membuat aktivitas ranjang ayahnya dengan sang bunda terhambat.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya kak ! πππ