
Melihat wanita dan anak yang selama ini sudah dia tunggu lama berada di hadapannya, Daren segera menghampiri.
" Maaf. " Tolak Delia saat Daren ingin memeluknya.
Delia terlihat sangat kuat, karna memang dirinya tak sama sekali merindukan sosok yang selalu menorehkan luka.
Daren langsung bersimpuh di kaki Delia, meminta maaf atas apa yang dia lakukan pada Delia selama ini. Sedangkan Doni dan kedua orangtuanya merasa terharu, karna akhirnya Daren benar-benar telah berubah.
" Bangun lah ! Kedatangan ku kali ini, bukan untuk meminta kamu untuk bersimpuh di kaki ku. " Sahut Delia tegas.
Daren menatap wajah Delia, namun Delia memilih memilih menatap sang anak yang saat ini bengong memperhatikan percakapan kedua orang tuanya.
" Daffa...ini ayah kamu. Namanya ayah Daren. " Daren langsung menggendong dan membawa Daffa dalam dekapannya. Namun kenyataannya sangat berbeda. Respon Daffa berbeda saat belum bertemu. Daffa justru hanya diam tak merespon, dan justru seperti ketakutan.
" Maafin ayah ya sayang...tapi asal tahu selama ini ayah selalu mencari keberadaan Daffa dan Bunda. Ayah sayang sama kalian berdua. " Ucap Daren menyakinkan sang anak.
" Mencari kami, karna Tasya sudah tidak ada di hidupmu ! " Ucap Delia ketus dalam hati.
Perlahan tapi pasti, Daffa mulai dekat dengan sang ayah. Terlebih memang Daren sangat tulus menyayangi darah dagingnya. Sedangkan Delia lebih banyak mengobrol dengan sang mertua, meskipun Daren sesekali melirik wanita yang dia cintai. Delia semakin bertambah cantik dan penampilan nya terlihat anggun.
" Del, kita ke mall yuk ! Aku ingin menyenangkan hati Daffa, aku ingin membelikan banyak mainan. Daffa mau kan ? " Ucap Daren pada Delia dan juga bertanya pada Daffa, dan Daffa bersorak senang.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Kini mereka telah berada di sebuah mall, bukan hanya Daren, Delia, Daffa saja yang pergi ke sana, tapi Papa Agung dan Mama Mila pun turut ikut. Terlihat sekali keharmonisan mereka. Mama Mila menggandeng tangan Daffa, dan memberi kesempatan pada Daren dan Delia jalan berdua mengekor di belakang.
Daren berusaha untuk mengajak mengobrol Delia, bertanya tentang masa kehamilan Daffa dan kehidupan di Paris. Dan Delia hanya menjawab seperlunya saja.
Dari kejauhan terlihat dua manusia yang sedang mengepalkan tangannya merasa geram. Ya siapa lagi jika bukan Tasya dan Reynaldi.
" Sepertinya kita harus secepatnya melancarkan aksi kita ! Mereka sudah kembali, jangan sampai mereka semakin dekat ! " Ucap Reynaldi pada Tasya.
" Tapi bagaimana caranya aku bisa masuk ke kehidupan Daren ? " Tanya Tasya menatap Reynaldi mencoba menyelidik. Reynaldi mencoba berpikir keras dan akhirnya dia memiliki ide yang berlian bagi mereka.
" Aku punya ide, kamu harus melamar jadi sekertaris Daren. Dan pastinya kalian akan dekat, tugas kamu menggoda Daren agar jatuh ke pelukan mu ! " Sahut Reynaldi.
Reynaldi mencoba membisikkan pada Tasya. Mulai besok mereka berniat memantau sang sekertaris lama, kemudian menculiknya dan mengancam agar dirinya berhenti bekerja sebagai sekretaris Daren dan merekomendasikan Tasya kepada Daren sebagai penggantinya. Mereka yakin rencananya pasti berhasil.
\=\=\=\=\=
" Daffa...ayah pulang sama Daffa ya ! Ayah mau bobo sama Daffa dan Bunda. Kan udah lama kita berpisah. Daffa mau kan ? " Ucap Daren sambil mengerlingkan matanya membuat Delia merasa kesal. Awalnya Delia menolak, namun karna Daffa yang merengek Delia pun tak berkutik.
Kini mereka telah sampai di rumah yang di tempati Daren dan Delia.
__ADS_1
" Daffa bobo sama ayah ya di atas ! Bunda bobo di bawah ! " Ucap Delia lembut pada sang anak.
" afa ***** nya ana kalau Bubun nda ada. " Tanya Daffa.
" Huhft gimana ini ? Kalau aku menyusui Daffa di hadapannya, pasti dia akan mesum. " Ucap Delia dalam hati. Dirinya terlihat gelisah, namun berbeda Daren yang saat ini menyeringai licik karna merasa menang Daffa berpihak padanya. Dan mau tak mau akhirnya Delia menuruti sang anak, dirinya berniat turun jika Daffa sudah tertidur.
Delia memilih memakai piyama yang sangat jauh dari penampilan sexy. Dan kini sudah tidur di atas ranjang yang sama dengan Daffa dan Daren. Sekuat tenaga Delia menutupi payu**** nya agar Daren tak melihatnya, namun sayangnya tangan Daffa tak bisa diam menyusu sambil tangannya menggerayangi payuda** yang satunya. Membuat Daren tersenyum puas. Sudah lama dirinya merindukan tubuh sang istri.
Ternyata Delia ikut terlelap hingga dirinya tak sadar jika tubuhnya menggoda sang suami yang belum terlelap.
Perlahan Daren turun dari ranjang, sebisa mungkin dirinya turun tanpa membuat Delia dan Daffa terbangun. Kemudian dirinya menghampiri sang istri dan menci** bibir sang istri yang tentu saja membuat Delia tersentak kaget.
" Lepas ! " Delia mendorong tubuh Daren hingga Daren terjatuh.
" Jangan coba-coba mencuri kesempatan untuk menyentuh ku ! " Ucap Delia geram. Dirinya berusaha bangkit dari ranjang dan memilih untuk keluar dari kamar. Namun Daren menarik tangan Delia keras hingga tubuhnya menyentuh dada sang suami, kedua dada saling menyatu.
" Please Del, maafkan aku ! Aku sayang sama kamu, aku ingin kita memulai nya dari awal ! Aku janji akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk keluarga kecil kita. " Ucap Daren pada Delia, mereka kini saling menetap.
" Lepasin ! Jangan pernah sentuh aku lagi ! Aku ingin kita bercerai ! Aku tak Sudi kembali dengan mu ! Talak aku sekarang ! Bukankah masa kontrak pernikahan kita telah selesai ? " Ujar Delia geram. Mencoba terlepas dari dekapan Daren.
" Selama aku masih bernyawa, aku tidak akan pernah mau pisah dengan mu ! Aku akan merobek surat perjanjian kita, karna semua nya sudah tak berarti lagi ! Terlebih sekarang sudah ada Daffa, apa kamu tega membuat Daffa tak memiliki keluarga yang lengkap. " Sahut Daren merasa tak terima.
__ADS_1
" Ya sekarang kamu bisa bicara seperti itu ! Karna sudah tidak ada di hidup mu ! Dan ternyata selama ini dia mengkhianati kamu, mungkin jika kejadian nya tak seperti ini. Kau tak akan mempedulikan kami ! Bahkan saat aku berangkat dulu, kau tak mencoba menahan aku untuk tetap di sini ! Kau tetap ingin menjalani pernikahan dengan dua wanita, kau tetap pertahankan Tasya ! Lepasin ! Jika aku tau kamu seperti ini, aku tak akan membuat dirimu sembuh dan tak akan mengenalkan Daffa pada ayah yang tak pernah bisa bersifat tegas ! " Sahut Delia ketus membuat Daren tak mampu lagi berkata-kata lagi, karna yang di katakan Delia itu benar. Bagaimana dulu dirinya selalu mempertahankan Tasya, dan membiarkan Delia pergi dalam keadaan hamil. Dan sekarang semudah itu dirinya meminta Delia kembali setelah dirinya menggoreskan luka yang begitu dalam di hati Delia.
" Sepertinya aku butuh kerja keras menaklukkan hati kamu kembali Del ! " Ujar Daren saat Delia pergi meninggalkan dirinya dari kamarnya dan memilih tidur di kamar nya sendiri.