
" Maaf Reynaldi untuk kesekian kalinya aku tak bisa menerima mu. Meskipun nantinya aku dan Daren pun akan berpisah. Aku masih ingin hidup sendiri menata hidup. Rasa sakit ku akan sebuah cinta membuat aku lebih hati-hati dalam melangkah. Yang terpenting bagiku hanya Daffa, kebahagiaan Daffa. Lagi pula Untuk masalah Daffa, aku tak bisa egois Rey. Bagaimanapun Daffa darah daging Daren, aku tak bisa menyembunyikan nya. Terlebih wajah Daffa sangat mirip dengan Daren. " Jelas Delia.
Reynaldi merasakan sakit yang luar biasa karna selalu mendapatkan penolakan berkali-kali dari Delia. Sekuat tenaga dirinya berusaha memisahkan Delia dengan Daren, tapi nyatanya karna hadirnya Daffa meskipun Daren nantinya akan bercerai, mereka akan saling dekat sebagai seorang ayah dan bunda.
" Jika aku tak bisa mendapatkan Delia, maka aku juga tak akan membiarkan Daren mendapatkan Delia. Demi cintaku pada Delia, aku akan memisahkan kalian sekuat tenaga ku. " Ucap Reynaldi dendam. Dirinya merasa dendam karena Delia selalu menolaknya, dan pastinya masih ada kemungkinan Daren mendapatkan Delia kembali.
" Kemungkinan aku juga akan kembali ke Indonesia Rey, karna aku harus mengurus perceraian ku dengan Daren. Perjanjian nikah kontrak aku dan Daren sudah selesai. Aku tak mau status pernikahan kami menjadi penghalang pernikahan Daren dan Tasya. Aku rela bercerai sebagai istri sah nya agar Tasya bisa menikah resmi dengan Daren menjadi istri sah satu-satunya Daren. " Ucap Delia.
" Mungkin keinginan mu akan tercapai, setelah Tasya kembali dengan wajah dan penampilan barunya. Ku pastikan Daren akan melupakan mu, meskipun bukan Tasya yang akan menjadi istri sah nya. Tapi Claudia nama baru Tasya yang akan mengambil posisi itu. " Ucap Reynaldi menyeringai licik. Dengan Daren bersama Claudia, Reynaldi yakin Delia akan menerima dirinya.
" Apa aku perlu membantu mu menyelesaikan perceraian mu dengan Daren ? " Tanya Reynaldi.
" Tidak perlu, aku akan melakukannya sendiri. Pastinya akan sangat mudah karna ini semua sesuai permintaan Daren sebelum kami menikah. Aku sudah terlalu banyak merepotkan mu, aku tak ingin terlalu banyak berhutang budi. " Sahut Delia.
" Rey sebaiknya kamu pulang dulu, ini sudah sangat larut malam. Aku sangat lelah ingin beristirahat menyusul Daffa. " Ucap Delia mengakhiri percakapan malam ini. Dan akhirnya dengan rasa dendam di hatinya karna penolakan Delia, Reynaldi pulang ke rumah kakaknya.
Tak ada sedikitpun perasaan bersalah Delia yang di lakukan kepada Reynaldi. Karna bagi Delia, bukankah cinta tak harus memiliki. Cinta tak bisa di paksakan.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Pagi ini suasana Agung group terlihat sangat kacau. Banyak investor yang menarik sahamnya dari perusahaan Agung group milik papa nya Daren. Perusahaan sudah hampir di ujung tanduk, jika tak ada suntikan dana dan perubahan yang luar biasa. Dapat di pastikan Agung Group perusahaannya yang besar bisa gulung tikar.
Permasalahan ini muncul saat Daren tak mampu lagi memimpin perusahaan. Bahkan jika kondisi Daren semakin menggila, sang mama harus merelakan sang anak menginap di rumah sakit jiwa untuk penyembuhan. Psikiater yang menangani Daren sudah berusaha keras, namun nyatanya Daren tak mampu membuka matanya melihat dunia. Frustasi yang di alami Daren sangat dalam. Karna bukan hanya penyesalan yang di rasa karna telah menyia-nyiakan Delia, namun dia juga sangat menyesal telah membiarkan Delia pergi dalam keadaan hamil. Dengan mati-matian dirinya mempertahankan Tasya, namun akhirnya dirinya mengetahui pengkhianatan istri kedua. Bagai jatuh tertimpa tangga pula. Mendapatkan pukulan bertubi-tubi.
Papa Agung terlihat sangat stres pagi ini , nafasnya terasa sesak membayangkan perusahaan yang selama ini dia dirikan harus hancur gulung tikar.
Doni pun tak ambil diam. Justru dirinya berada di gardu terdepan mempertahan perusahaan Agung group. Dirinya menyakinkan para investor bahwa perusahaan Agung Group baik-baik saja, tak ada yang perlu di khawatirkan.
Doni pun berusaha mencari ujung pangkal permasalahan yang terjadi perusahaan Agung Group.
Doni sudah mengumumkan bahwa siang ini akan di adakan jumpa pers untuk mengumumkan tentang kondisi Agung Group terkini. Pemberitaan tentang Agung Group sudah menjadi tranding topik hari ini. Entah siapa yang menyebarkan nya.
" Bu...Bun anun ! " Panggil Daffa membangunkan sang bunda. Tak ada pergerakan yang di lakukan sang bunda, Daffa mencium pipi sang bunda berkali-kali.
Delia menggeliat dan perlahan membuka matanya. Dan melihat Daffa yang sudah berada di samping sambil menatap lekat ke arahnya.
__ADS_1
" Anak bunda yang pintar. Bunda sayang Daffa. " Ucap Delia sambil bangkit dan memeluk erat tubuh mungil sang anak.
Pelukan sang bunda ternyata lebih menyenangkan di bandingkan dirinya di belikan mainan. Delia sangat bersyukur, meskipun bicara Daffa masih cadel namun Daffa sudah pintar bicara bahkan sangat ceriwis seperti orang dewasa. Perkembangan Daffa pun sangat baik.
" Hari ini Bunda akan mengajak kamu ke tempat bermain, dan kamu boleh main sepuasnya. Dan satu lagi, Bunda punya kejutan untuk mu. Hayo tebak kejutan bunda ? " Ucap Delia memberi teka teki untuk sang anak.
" Yeay...Afa emu Yayah. Yayah di mana Bubun ? " Ucap Daffa dengan polosnya.
" Kejutannya bukan ayah, kita masih belum bisa ketemu ayah. Ayah masih sibuk, bunda juga belum bisa membawamu bertemu ayah. Om Reynaldi maksud bunda. " Ujar Delia, namun tak ada wajah bahagia dari Daffa jika yang di maksud Reynaldi.
" Afa au Yayah. Hiks...hiks..." Bocah kecil itu malah menangis tersedu-sedu. Ikatan batin sang anak dengan ayahnya tak bisa di pungkiri lagi.
Delia menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya dengan kasar, dirinya harus sebisa mungkin merayu sang anak agar lebih bersabar.
" Mas...apa nantinya jika kamu bertemu Daffa kau akan bahagia ? Maaf... kehadiran aku nanti bukan untuk merebut keharmonisan mu dengan Tasya. Aku hanya ingin Daffa mendapatkan hak dari kamu, bertemu dengan kamu. " Ucap Delia lirih, semua dia lakukan hanya semata-mata untuk Daffa sang anak.
" Cup...cup anak bunda yang pintar jangan nangis. Bunda janji akan mewujudkan keinginan mu, jadi kamu jangan sedih lagi ya sayang. " Delia meraih tubuh Daffa dan memasukkan nya dalam dekapan nya memberi rasa tenang untuk sang anak.
__ADS_1
" Afa aji nda edih lagi. Bubun aji ya. " Ucap Daffa sambil mendongakkan kepalanya menatap wajah sang bunda.
Delia melepaskan pelukannya dan mengangkat kelingking dan mereka saling mengikat janji dengan sang anak.