
Daren menatap wajah sang istri yang masih terbaring lemah tak berdaya. Butiran-butiran mulai jatuh berguguran membasahi wajahnya. Penyesalan selalu menari di hidupnya. Semua ini karenanya tepatnya semua ini karna kesalahannya. Padahal dia tahu siapa Tasya, wanita yang selalu bertindak semaunya, wanita yang selalu ingin di turuti kemauannya, wanita yang rela melakukan apapun untuk mewujudkan keinginannya. Bahkan dia bisa berbuat nekat menyakiti orang yang menjadi penghalangnya. Seperti yang dia lakukan pada Rianty istri dari Dion.
" Sayang...ku mohon bangunlah ! Jangan terus menerus membuatku membenci diriku sendiri. Dan jangan buat aku semakin menyesal, dan bahkan menyesali seumur hidupku jika sampai nyawa kamu menjadi taruhannya. " Ucap Daren sambil menatap wajah istrinya.
Delia terlihat seperti orang yang tertidur pulas, tidur tanpa ada perasaan beban di hidupnya. Terlihat tenang, seperti tanpa masalah. Meskipun terlihat pucat, namun Delia tetap terlihat cantik.
" Aku baru menyadarinya, arti dirimu di hidupku. Perananmu sangat lah penting, memberi semangat aku menjalani hidup. Hidupku terasa layu tak berkembang, jika tak ada kau di sisi ku. " Ujar Daren. Daren ucapkan di telinga Delia, berharap sang istri mengetahuinya.
Harusnya Daren tak pernah berpikir untuk bermain-main dengan Tasya. Langsung memasukkan Tasya ke dalam penjara. Biar hukum yang akan menghukumnya. Tapi semuanya sudah menjadi bubur, harus dia terima sekarang dari keisengannya yang dia lakukan terlebih melibatkan Delia dalam hal ini.
Sedangkan di sel penjara tempat Reynaldi berada sedang terjadi kehebohan. Reynaldi melakukan percobaan bunuh diri dengan menyayat tangannya. Untungnya tim polisi dengan sigap membawa Reynaldi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Reynaldi tertolong, untungnya urat nadi Reynaldi tak sampai putus. Dan kini hanya menunggu waktunya sadarkan diri. Masa kritis Reynaldi telah lewat.
Tes
Tes
Tes
Air mata Reynaldi menetes satu persatu dan kini sudah membasahi wajahnya. Bayangan tentang Delia menari di alam bawah sadarnya. Saat dirinya pertama kali bertemu dengan Delia. Dan di mana dirinya merasakan jatuh cinta saat pandangan pertama. Namun cintanya pada Delia bertepuk sebelah tangan. Reynaldi harus merasakan patah hati, kecewa, dan sakit hati. Dimana Delia terus mempertahankan pernikahannya dengan Daren, padahal Daren sering menyakiti hati Delia.
Hari demi hari terus berganti, akhirnya Reynaldi memberanikan diri menyatakan perasaannya pada Delia. Reynaldi mengungkapkan bahwa dirinya mencintai Delia dan bersedia menjadi ayah dari anak yang di kandung Delia. Namun Delia menolaknya. Dan Reynaldi harus menerimanya. Dan semua itu tak menjadi alasan buat dirinya patah semangat, justru Reynaldi terus berusaha untuk menaklukkan hati Delia.
" Del...kenapa kamu tetap memilih dia menjadi suamimu ? Tak ada artinya kah diriku di mata mu. Mungkin lebih baik aku mati, agar kau hidup bahagia dengan pilihanmu. " Ucapan Reynaldi sebelum dirinya melakukan bunuh diri. Reynaldi merasa frustasi, karna sudah dua kali Reynaldi mencoba mengungkapkan perasaan dan sudah dua kali pula Delia menolaknya dan baginya sekarang sudah tak ada harapan lagi untuk dirinya mendapatkan hati Delia. Hingga akhirnya Reynaldi memilih untuk bunuh diri.
Reynaldi mengerjapkan matanya, dan menatap sekeliling.
__ADS_1
" Ternyata aku belum mati ! Kenapa harus menolong aku ? Lebih baik aku mati agar aku tak lagi berharap cinta dari kamu. " Gumam Reynaldi.
\=\=\=
Hari terus berganti, namun Delia masih enggan membuka matanya. Berbagai cara telah Daren lakukan agar sang istri tersadar kembali dari tidur panjangnya. Namun usahanya sia-sia, Delia masih memilih tertidur tak membuka matanya.
" Segala cara sudah aku lakukan agar kamu bangun kembali ! Kita bisa berkumpul kembali. Tapi sepertinya kamu masih ingin menghukum diriku ? Menyuruh aku untuk tetap bersabar sampai saatnya nanti ? Baiklah aku akan lakukan itu jika kamu ingin aku melakukan hal itu. " Ucap Daren lirih.
" Lebih baik aku saja yang seperti kami, dan kamu sehat kembali. Menunggu itu sangat menyakitkan, lebih baik aku di tunggu oleh mu dan kita hidup bahagia bersama Daffa. Ujar Daren.
Daren baru menyadari arti hadirnya Delia di hidupnya. Dan ternyata sangat berperan penting dalam kelangsungan hidup Daren.
" Bangunan lah Del, kasihan Daffa ! Dia terus menerus memanggil nama mu ! " Ucap Daren di telinga .
\=\=\=\=
" Daffa harus terus mendoakan Bubun, agar bisa segera sadar. " Ucap Mama Mila pada Daffa.
Daffa langsung Mendoakan sang bunda. Dirinya berdoa agar sang bunda sadar kembali.
Untuk urusan perusahaan Daren, Doni sudah menyiapkan semuanya. Untuk sementara dirinya lah yang mengurus.
\=\=\=
Daren masih setia menunggu. Justru dirinya kini merasa frustasi karna bayangan masa lalu tentang semua kesalahan yang dia lakukan pada Delia selalu menari di pikirannya. Bagaimana dulu dirinya sangat kasar pada Delia. Membela Tasya mati-matian. Padahal yang tulus mencintai dirinya adalah Delia. Meskipun Delia belum mencintai dirinya, namun Delia tak pernah mengkhianati cintanya. Delia selalu bersikap tulus padanya. Tapi bodohnya dia, dia justru terus menerus membuat Delia sakit hati.
__ADS_1
Pantas Delia melakukan itu padanya, karna sakit hati yang Daren toreh begitu dalam.
\=\=\=
Daffa, Mama Mila, dan Papa Agung akan berkunjung ke rumah sakit melihat kondisi menantunya. Di tambah Daffa yang terus merengek ingin bertemu sang bunda dan sang ayah.
" Halo anak ayah yang pintar. Sudah makan ? " Sapa Daren pada sang anak yang baru saja datang.
" Yayah...Bubun ko Ndak angun, masih bobo terus. Adahal afa engen ain Ama bubun. " Ucap Daffa pada sang ayah.
" Belum. Bunda masih mau bobo. Sabar ya sayang ! Semoga Tuhan mendengar doa-doa kita, Doa Daffa dan ayah ! " Ujar Daren pada sang anak.
Daffa mengelus rambut sang bunda. Daffa juga memberikan kecupan di pipi sang bunda.
" Epet ehat ya Bun. Afa angen sama bunda. " Ucap Daffa sambil mengecup kening sang bunda.
Setelah puas melepas rindu, Mama Mila dan Papa Agung berpamitan pulang.
" Daffa sama nenek kakek ya ! Jangan rewel ya ! Nanti kalau bunda sudah sehat kembali, kita jalan-jalan ya naik mainan sama beli mainan lagi. Sekarang Daffa pulang dulu ya ! " Ucap Daren pada Daffa sang anak.
Daren melepas kepergian sang anak. Sungguh dirinya merasa sedih harus berlama-lama meninggalkan sang anak dengan kedua orangtuanya. Tapi dirinya bisa apa, semua sudah dia coba tapi nyatanya Delia masih memilih menutup matanya.
Seperti biasa, Papa Agung dan Mama Agung setelah menjenguk Delia selalu mengajak main Daffa. Seperti saat ini, mereka sedang berada di sebuah taman. Daffa menaiki ayunan sambil memakan es cream makanan kesukaannya. Tak lupa Mama Mila mengabadikan momen spesial itu di ponselnya. Melihat senyum dan tawa sang cucu, Mama Mila dan papa Agung ikut bahagia
Hai...hai semuanya. Author punya karya baru ini, mampir ya...
__ADS_1