
Ini hari yang di nanti oleh Daffa dan juga Daren, namun tidak dengan Delia. Dirinya harus bersiap-siap jika sang suaminya akan menerkam dirinya kapan pun saja.
Tapi demi kebahagiaan sang anak, Delia pun menuruti kemauan sang anak untuk berlibur.
Dan Daren memilih membawa kendaraan sendiri untuk menikmati kebersamaan dengan keluarga kecilnya. Daren sengaja melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang. Dia ingin menikmati kebersamaan saat di perjalanan.
" Daffa seneng ga ? " Tanya Daren pada sang anak. Kini Daffa sedang duduk dalam pangkuan sang bunda duduk bersebelahan dengan sang ayah.
" Afa eneng. " Jawab Daffa singkat karna sepertinya anaknya sudah mulai mengantuk dan benar saja tak lama kemudian Daffa sudah terpejam.
Daren mengelus punggung sang anak dan wajah bahagia selalu terbit di sudut bibirnya.
Sudah dua jam mereka dalam perjalanan, dan kini mereka sudah mau sampai di Villa yang sudah Doni pesan.
Mobil Daren memasuki gerbang villa. Villa yang di pilih Doni tidak terlalu luas sesuai permintaan Daren. Dan di sana terdapat kolam renang dan juga ayunan untuk anak-anak.
" Kamu diem dulu ya ! Daffa biar aku yang Gendong ! " Ucap Daren pada sang istri. Dan akhirnya Delia menuruti permintaan suaminya.
Daren turun lebih dulu dan menghampiri pintu tempat Delia akan turun. Daren menggendong tubuh Daffa memasuki dalam villa. Dan kini dirinya meletakkan Daffa di ranjang.
" Mandi bareng yuk ! " Bisik Daren di telinga Delia.
" Mas mandi duluan aja, aku belakangan. " Sahut Delia.
Namun Daren tak peduli dengan ucapan istri nya, Daren langsung menggendong tubuh Delia ala bridal style dan membuka paksa pakaian Delia dan memasukkan Delia ke dalam Bathtub.
" Diam, jangan keluar atau pun berteriak ! " Ancam Daren. Dan kini sibuk membuka pakaiannya dan melemparkan ke sembarang arah. Kemudian dirinya langsung masuk ke dalam bathtub.
" Mas ko gitu sih pemaksaan ! Aku kan belum siap mas ! " Gerutu Delia sambil mengerucutkan bibirnya.
" Habisnya kamu mah harus di paksa, di tungguin siap kapan siap nya. " Gerutu Daren tak terima.
Tanpa basa basi Daren kini sudah membungkam bibir istrinya dengan bibirnya. Daren langsung meluma* nya.
__ADS_1
Delia langsung mendorong tubuh suaminya dengan kuat. Hingga Daren jatuh terlentang dan bahkan kepalanya terbentur pinggir bathtub hingga dirinya meringis kesakitan.
" Mas, maafin aku ! Mas sih maksa aku, aku kan paling ga suka di paksa. " Gerutu Delia. Bukannya merasa kasihan dengan suaminya, Delia justru malah bangkit mengguyur tubuhnya di bawah guyuran shower.
Dan apa yang di lakukan Daren saat itu ? Dirinya hanya bisa menelan Saliva nya karna harus melihat pemandangan indah tubuh sexy istri. Dan lagi-lagi dirinya harus menahan hasratnya untuk sekian kali. Lihat boleh, pegang jangan ya bang ! ππ
Dengan santainya Delia keluar meninggalkan suami nya yang cuma bisa termenung meratapi nasib nya dan sang soulmate.
" Sabar met, kita masih harus sabar ni ! Nyonya masih belum mau juga ! " Ucap Daren pada soulmate nya.
Dan akhirnya Daren mengikuti sang istri. Dengan cepat dirinya mengguyur dan membersihkan tubuhnya kemudian keluar.
" Kemana Delia ? Udah kabur aja tuh orang. " Daren menggerutu dalam hati saat dirinya keluar dan tak menemui keberadaan sang istri.
Dan setelah Daren memakai pakaiannya, dirinya memilih keluar dan mencari keberadaan sang istri. Ternyata Delia kini sedang menyuapi Daffa makan sambil bercanda.
" Anak ayah udah ganteng ? " Ucap Daren sambil mengelus rambut sang anak dengan lembut. Daren menghampiri sang anak dan juga istri nya.
" Kok Daffa aja yang di suapin, ayah juga mau donk di suapin sama bunda. " Goda Daren pada sang istri membuat Delia memutar bola matanya malas.
Daffa sudah selesai makan. Delia langsung menyuapi makanan untuk dirinya dan juga suaminya.
" Mas, ayo kita makan dulu ! Soalnya aku mau nemenin Daffa renang, dari tadi dia ribut mau renang terus. " Ucap Delia.
" Yeay... kesempatan buat cuci mata ni. " Ucap Daren dalam hati sambil terkekeh.
Kini mereka menikmati makan siang bersama sebelum mereka renang. Meskipun Delia belum memberikan hak untuk suaminya, namun saat di meja makan Delia bisa di acungkan jempol. Dia melayani suaminya dengan baik.
Mereka telah selesai makan dan bersiap-siap untuk berenang. Meskipun kini Delia tak memakai pakaian renang yang tertutup, namun tetap terlihat sexy membuat Daren harus menelan Saliva nya.
" Huhft cobaan besar ! Tega emang Delia cuma gayain doank tapi ga mau di sentuh. " Gerutu Daren dalam hati.
Delia terlihat sangat sexy. Buah dada nya menyembul membuat Daren harus merasakan panas dingin menahan hasratnya.
__ADS_1
Daren berusaha mengatur nafasnya yang sudah terengah-engah. Jantungnya pun kini berpacu sangat cepat. Terlebih saat dirinya mengambil kesempatan memeluk Delia dari belakang. Tapi sikapnya itu justru membuat dirinya semakin tersiksa.
" Yang...ga tahan ! Habis ini main ya ! " Bisik Daren di telinga Delia. Daren sengaja mendekati Delia, dirinya memang berniat membisikkan kata-kata itu di telinga istri nya.
Gerakan tubuh Delia benar-benar menyiksa Daren. Dan dirinya butuh untuk menuntaskan.
Delia berenang dari ujung ke ujung. Terlihat dirinya pintar berenang, karna Delia memang suka berenang sejak dulu.
Daren tersenyum senang, bisa melihat pertunjukan sang istri yang kini sedang sibuk berenang.
Setelah mereka semua merasa cukup berenang nya, mereka akhirnya naik ke atas.
" Yang, mau ya ? Aku benar-benar udah ga tahan. " Rayu Daren kepada sang istri.
Daren langsung mengunci pintu kamar, takut jika Daffa masuk. Dan kini dirinya sudah dalam keadaan polos. Dan dirinya langsung mengangkat Delia ke atas ranjang.
" Mas, basah badan aku ! Aku mau mandi dulu ! " Teriak Delia. Tapi suaminya sudah tak tahan. Kepalanya sudah merasa pening karna harus menunda berkali-kali. Dan kini Delia sudah dalam kungkungan Daren. kini mereka sudah dalam keadaan polos.
Dengan sigap Daren langsung melahap bibir istrinya. Dan tangan jahilnya tak mau diam. Menyelusuri tubuh istrinya. Tubuh Delia meremang saat jari Daren sudah memberikan rangsangan di lubang kenikmatan miliknya. Dan mulut kini sudah berpindah di bukit kembar milik Delia.
Sekuat tenaga Delia menahan nya , namun dirinya tak kuasa juga. Desauan akhirnya keluar dari bibir Delia. Dan tentu saja melihat respon dari istrinya membuat Daren bertambah semangat. Namun suara ketukan dan teriakan Daffa membuat Daren tak bisa fokus.
Daffa terus berteriak memanggil kedua orang tuanya dan kini justru malah di ikuti dengan tangisan.
" Sia* ada aja gangguannya ! Gagal lagi...gagal lagi. Aaaahhh... lama-lama bisa gila gw kalau harus menahan terus. " Gerutu Daren. Daren terlihat sangat kesal, berbeda hal nya dengan Delia dan justru terkekeh melihat ekspresi kesal suami. Ya mereka gagal lagi. Daren langsung turun dari ranjang dan mengambil pakaiannya di koper, begitu juga yang di lakukan Delia. Dan setelah itu Daren langsung membuka pintu kamarnya dengan wajah merenggut. Seperti anak kecil ga keturutan mainan.ππ
Like
Vote
Comment
Hadiah π·β
__ADS_1
Terus beri dukungan yaπππ