
" Kemana saja kau anak nakal ? Melupakan orang tua karna sibuk mengurus wanita ular itu. " Ucap Mama Mila saat sang anak datang ke rumahnya. Setelah perbincangan nya beberapa hari lalu, anaknya Daren tak mendatangi dirinya bahkan menghubungi dirinya pun tidak.
" Mama gimana sih, anak nya dateng bukannya di sambut dengan senang ini belum apa-apa malah di cerocosin. " Ujar Daren yang merasa kesal dengan sikap sang mama.
" Gimana kabarnya wanita ular itu ? Terakhir kamu bilang mau telpon mama cerita semua. " Tanya sang mama.
" Aku udah cerai mah sama Tasya. " Ucap Daren membuat sang mama terkejut tak menyangka.
" Bagus donk, gimana ceritanya ? " Tanya sang mama menyelidik.
" Tasya ternyata selama ini selingkuh di belakang ku dengan teman kampus kami dulu. " Ujar Daren lirih.
"Hahaha..." Bukanya mengiba, justru mama Mila saat ini sedang tertawa senang membuat Daren merasa kesal pada sang mama.
" Dari dulu ke mana aja, baru tahu kebenaran nya sekarang. Nyesel deh kamu, dulu belain dia mati-matian sampe ga dengerin omongan orang tua. " Cerocos mama Mila membuat wajah Daren memerah menahan malu karna selalu menutup mata, hati, dan telinga nya. Cinta nya ke Tasya membuat dirinya buta.
" Daren nyesel mah, maafin Daren ya mah ! " Daren menghampiri sang mama dan memeluknya erat dan meluapkan perasaan nya.
Mama Mila mencoba menenangkan sang anak agar bersabar. Mama Mila sangat senang melihat anak semata wayangnya akhirnya kembali padanya dan bisa terlepas dari wanita ular itu.
" Anak mama ga boleh cengeng ! Harus kuat ! Lanjutkan kehidupan mu ! Terus berdoa, agar Tuhan mengampuni mu !" Mama merenggangkan pelukannya dan menghapus air mata yang membasahi wajah sang anak. Mama Mila bisa melihat jika sang anak kini sangat menyesal.
" Tolongin Daren mah, bilangin papa bantuin Daren cari Delia dan anak Daren. Hiks...Hiks..." Ucap Daren sambil terisak tangis.
" Ya...semoga Delia cepat di temukan dan kalian bisa bersatu kembali. " Ucap mama Mila membuat Daren tenang.
__ADS_1
Setelah puas bercakap-cakap, akhirnya Daren masuk ke dalam kamarnya begitu juga mama Mila yang masuk ke dalam kamarnya.
" Del...di mana kamu ? Kembali Del, aku menunggu mu ! Aku sangat menyesal selama ini telah menyia-nyiakan kamu, menyakiti kamu, dan lebih memilih Tasya. " Ucap Daren lirih.
Karna terlalu banyak menangis, tubuhnya melemas dan akhirnya Daren tertidur pulas.
Dan selang 2 jam kemudian....
" Del...Delia ! " Teriak Daren. Daren terbangun dari tidurnya. Ternyata dirinya hanya bermimpi. Karna sebelum tidur membayangkan Delia, hingga akhirnya terbawa ke alam mimpi. Daren bermimpi jika Delia pergi meninggalkan dirinya bersama laki-laki lain.
" Jangan Del ! Jangan tinggalkan aku ! Sampai kapanpun aku ga akan rela kamu menjadi milik orang lain ! " Gumam Daren.
Daren mencoba mencari keberadaan ponselnya untuk menghubungi sang asisten.
" Don gencarkan lagi pencarian mu ! Masa cari satu wanita aja, kamu tak berhasil ? Cari sampai dapet Delia dan anakku ! Aku tak masalah jika harus mengeluarkan kocek yang besar, asalkan kamu berhasil menemukannya. " Ujar Daren.
Hari terus berlalu, namun orang suruhan Daren dan juga papa Agung belum juga menemukan. Reynaldi benar-benar hebat, bisa menutup akses pencarian Delia oleh siapapun. Tak orang satu pun yang bisa menemukan.
Delia masih sibuk dengan aktivitas nya, menikmati perannya sebagai singel parents. Baby Daffa semakin hari semakin menggemaskan. Karier Delia semakin maju dan sekolah Designer nya pun telah selesai. Dan sekarang Delia sudah hidup mandiri, tidak menumpang lagi di rumah kakak Reynaldi. Delia tak ingin banyak memiliki punya hutang Budi.
Begitu juga yang di rasakan Tasya saat ini, hidup dalam penyesalan karna perbuatan nya di masa lalu dan membuat dirinya menderita. Terlebih kini Riyanti dan Dion telah menikah dan mereka tinggal bertiga di apartemen.
Tasya terus merasakan sakit yang luar biasa. Apa yang dia lakukan dulu pada Delia, kini dia rasakan.
" Rasanya aku sudah tak sanggup lagi merasakan hal ini. Hiks...hiks...Aku akan membalas kalian semua, aku tak akan biarkan kalian hidup bahagia di atas penderitaan ku. " Ucap Tasya penuh dendam.
__ADS_1
" Aaaahhh...sayang sulit sekali, aku sudah tak tahan ! " Ucap Dion saat berusaha mendobrak pintu masuk lubang kenikmatan miliki Riyanti. Berkali-kali Dion menghentakkan milik Riyanti, namun tak bisa-bisa. Namun saat ketiga kali akhirnya Dion berhasil melakukannya membuat Riyanti menjerit kesakitan. Dion memompa dengan penuh kelembutan. Rasa sakit yang di rasakan Riyanti dengan rasa nikmat yang luar biasa. Karna ini hal pertama kali yang dia rasakan.
Tubuh Tasya merosot di balik pintu saat mendengar suara-suara gaib dari kamar Dion. Membuktikan bahwa Dion dan Riyanti kini sedang bercinta.
Harusnya aku yang di sana, dampingi mu dan bukan dia
Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia
Bibir Tasya bergetar, tubuhnya terasa lemas. Pria yang selama ini sangat mencintai nya, kini benar-benar telah membuangnya bagaikan sampah. Hingga 2 jam berlalu, suara itu masih terdengar hingga dirinya tak kuasai lagi menahannya. Luka yang dia rasakan begitu sakit namun tak berdarah.
Di tempat berbeda, di rumah Daren....
" Del...Delia...! Aku nyesel ! " Daren terus berteriak memanggil nama Delia. Penyesalan membuat dirinya seperti orang gila. Bahkan kini tubuh Daren terlihat sangat kurus, wajahnya terlihat suram tak bercahaya. Hari-hari nya hanya menangis, bahkan kini matanya terlihat bengkak. Mama Mila melihat keadaan anaknya yang seperti itu menjadi tak tega.
" Sabar nak...sabar ! Kamu bisa sakit jika kamu terus menerus seperti ini ! Kamu harus bangkit dari keterpurukan mu. Mungkin saat ini kamu sedang menerima hukuman dari apa yang selama ini kamu perbuat. Kamu harus kuat ! " Mama Mila mencoba mengingatkan.
" Lebih baik Daren mati mah dari pada harus merasakan sesakit ini...Hiks...hiks..." Daren menangis kembali, dirinya terlihat sangat rapuh tak memiliki kekuatan. Kesombongan yang di lakukan dulu berganti penderitaan yang di rasakan.
Bayangan kebersamaan dirinya dengan Delia selalu menari di pikirannya membuat dirinya sangat menyesal karna telah membuang berlian yang selama ini dia miliki dan mempertahankan imitasi. Dan sekarang dirinya berusaha menemukan berlian itu.
" Maafin ayah, nak ! Maafin ayah yang tak mempedulikan dirimu ! Tapi ayah janji, jika kau kembali. Ayah tak akan lagi menyia-nyiakan kamu lagi sama mama. " Rintih Daren. Hari-hari nya di penuhi dengan penyesalan.
" Hei .. ngapain kamu di sini ? Kamu ingin juga ya seperti kami tadi ? " Dion mengejek Tasya. Saat Dion ingin membuka pintu kamar dan hendak mengambil air putih, dirinya menemukan Tasya yang merosot di lantai di balik pintu.
Tasya memandang penuh dendam, tatapannya seakan membunuh. Merasa tak terima dengan perlakuan Dion kepada nya.
__ADS_1
" Aku sudah memiliki pengganti mu yang pastinya goyangannya, tubuhnya, permainan nya lebih segalanya dari mu. " Bisik Dion mengejek, membuat Tasya mengepalkan tangannya.