
" Sepertinya aku harus pulang sekarang, pasti Tasya sudah menungguku. Hingga dirinya berkali-kali melakukan panggilan padaku ! " Gumam Daren dalam hati. Dan akhirnya Daren memutuskan untuk pulang ke apartemen Tasya.
" Don, antarkanku ke apartemen Tasya ! " Ucap Daren.
Kini Doni sedang melajukkan kendaraannya, mengantarkan Daren ke apartemen Tasya. Mereka tadi sempat ke cafe untuk merilekskan pikiran yang terasa penat karna memikirkan permasalahan perusahaan yang ada.
" Jangan sampai lupa misi nya ya tuan ! Jangan sampai anda terlena ! Ingat bukan tuan yang masuk perangkapnya, tapi dialah yang masuk perangkap anda ! " Ujar Doni mengingatkan.
" Ya...kau tenang saja ! Aku akan lakukan apa yang kau minta ! " Sahut Daren sambil sibuk dengan ponselnya, memberi kabar pada Tasya jika saat ini dirinya sedang dalam perjalanan pulang. Tasya yang menerima kabar dari Daren merasa sangat senang, jika akhirnya penantiannya tak sia-sia, suaminya akan pulang ke tempatnya. Dan Tasya memilih untuk tak memberitahu perihal kepulangannya dari rumah sakit, untuk sementara waktu dia tak ingin Daren mencurigainya. Dia ingin menarik kepercayaan Daren lagi, bahkan dirinya berencana ingin membuat dirinya hamil dan memberikan Daren seorang anak agar Daren melupakan Delia. Hal itu dia lakukan demi melancarkan aksinya.
Mobil yang membawa Daren telah sampai di apartemen miliknya. Daren turun menginjakkan kaki nya dan menaiki lift menuju kamar apartemennya. Sedangkan Doni kembali melajukkan mobilnya.
Tap
Tap
Tap
Deru langkah sepatu Daren memasuki kamar apartemennya. Tasya sengaja mematikkan lampu ruang tamu agar dirinya bisa memberikan surpries pada Daren.
__ADS_1
Tring..
Lampu apartemen menyala sempurna, Daren menatap wanita yang berdiri di hadapannya dengan memakai pakaian sangat sexy. Sejenak dirinya terpanah melihat Tasya, namun akhirnya dia tersadar bahwa dirinya harus menjalankan misinya. Menguji kesetiaan cinta Tasya padanya.
Tasya berhambur kepelukan Daren membisikkan kata kangen di telinga Daren membuat tubuh Daren bergetar hebar. Deru nafas mereka terdengar di telinga mereka. Tasya sangat yakin jika cinta untuknya masih ada di dalam hati yang masih menyandang suami baginya.
Tasya melepaskan pelukannya dan menarik tangan Draen menuju meja makan yang telah dia dekor begitu romantis, bertaburan bunga dan di kelilingi lilin terlihat sangat indah di pandang.
" Surpries...aku buat seperti ini untuk suamiku tercinta, yang hatinya selalu terpatri di hatiku ! " Ucap Tasya dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Nyeess...
Tasya menyetel musik mengiringi mereka berdansa, hingga mereka larut dalam kebersamaan. Bukan hanya Daren yang meminumnya, Tasya pun ikut meminumnya. Dia ingin menikmati sensasi yang sejak lama dia rindukan. Perlahan tapi pasti lama kelamaan mereka larut dalam dekapan hangat, dan sepertinya obat perangsang yang mereka minum mulai bereaksi hingga tanpa sadar Daren mulai mencumbu Tasya mesra bahkan kini dirinya langsung menggendong Tasya ala bridal style. Daren melemparkan Tasya begitu saja, dan dengan cepat membuka pakaian yang menempel di tubuhnya.
" Baby...malam ini kamu terlihat sangat sexy sekali, aku sudah lama tak menikmati tubuhmu ! " Daren berbisik di telinga Tasya dengan suara yang terdengar sangat berat, Tasya sangat yakin jika gelora hasrat suaminya sudah meroket dan siap menerbangkan dirinya ke puncak nirwana.
Daren merobek kain yang menutupi tubuh Tasya, hingga kini mereka dalam keadaan polos. Daren memberikan kecupan-kecupan di sekujur tubuh Tasya hingga membuat Tasya menggeliat merasakan sensasi kenikmatan yang luar biasa, sesuatu yang sejak lama dia rindukan. Tasya tersenyum puas saat Daren sibuk mengeksplore tubuhnya, ini hal pertama baginya saat dulu Daren melupakan dirinya tak menyentuh dirinya saat mulai jatuh cinta pada Delia.
" Aaaahh...sayang. Rasa nya aku sudah tak tahan. " Teriak Tasya saat lidah Daren sedang bermain di lubang miliknya. Dirinya sudah sangat menginginkan sang suami memasuki lubang kenikmatannya.
__ADS_1
" Aaaahhh..." Desaxxx keluar kembali dari bibir Tasya saat Daren memasuki miliknya ke dalam lubang kenikmatan miliknya. Daren memompa dengan kasar, nafasnya sudah menderu, jantungnya pun sudah berdegup sangat kencang. Dia tak mempedulikan jika Tasya meringis kesakitan, antara nikmat dan sakit tak beda jauh. Pengaruh obat perangsang membuat Daren menggila. Bahkan dirinya membolak balikkan tubuh Tasya kesana kemari berharap cepat mencapai pelepasan, namun sayangnya sudah dua jam lamanya Daren tak kunjung menembakkan cairannya, Tasya sudah terlihat sangat lemas. Malam ini suaminya benar-benar perkasa. Bukankah ini yang dia inginkan, memasukkan obat perangsang dosis tinggi. Tapi nyatanya Tasya tak bisa mengimbangi meskipun dirinya pun dalam pengaruh obat perangsang. Tapi tubuhnya seakan menolak. Baru sekali melakukan pelepasan, dirinya sudah merasa lemas tak berdaya di ikuti rasa sakit yang terus menderu bahkan dirinya sempat mengeluarkan air mata saat Daren memompa nya dengan semangat yang mengebu-ngebu.
Dan baru setelah tiga jam lamanya, akhirnya Daren ambruk di atas tubuh Tasya. Tak ada kecupan lembut dan mesra yang di lakukan Daren, Daren sudah tak sadarkan diri dan kini sudah tertidur pulas memejamkan matanya. Tak peduli dengan rasa sakit yang Tasya rasakan kini akibat ulahnya. Tasya merasa dirinya seperti seorang jaxxxx yang hanya di manfaatkan tubuhnya mengeluarkan hasratnya, dan meninggalkan dirinya begfitu saja tanpa sepatah kata pun. Dan malam ini di akhiri dengan kesedihan yang di rasakan Tasya.
\=====
Jam menunjukkan pukul 08.00 pagi, bunyi suara ponsel Daren berkali-kali menyadarkan dua insan yang semalam lelah habis bercinta terpaksa harus membuka matanya.
Daren meraih ponselnya, dan menerima panggilan masuk dari Doni. Dengan suara berat khas orang baru bangun tidur terdengar di telinga Don. Doni sangat yakin jika tuannya semalaman suntuk habis bercinta dengan istri keduanya. Tentunya, bagaimana bisa kuat jika seorang pria normal di hadapkan dengan hal seperti itu.
" Aawww...perut ku sakit sekali. " Ringis Tasya saat dirinya mau turun dari ranjang.
" Maaf jika aku semalam terlalu kasar bagimu, dan sebagai kompensasinya aku akan mentransfer uang ke rekeningmu 300 juta agar kamu puas berbelanja ! Aku harus bersiap-siap ke kantor sekarang ! " Ucap Daren sambil melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi.
Nyes...
Hati Tasya terasa sangat sakit. Tak ada kata-kata manis dari bibir Daren, tak ada perlakuan romantis Daren kepadanya meskipun hanya sebuah kecupan mesra. Bahkan dengan santainya Daren mengucap akan mentransfer 300 juta sebagai kompensasi karna kepuasan semalaman yang dia terima, karna perlakuan dirinya yang berlaku kasar. Jika dirinya dulu sangat mengkhawatirkan dirinya, yang membawa dirinya ke rumah sakit jika dirinya merasa sakit. Tidak dengan kali ini. Tasya menganggap dirinya sebagai seorang jaxxxx yang di buang setelah dirinya terpuaskan.
__ADS_1