Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Menjadi suami siaga


__ADS_3

" Aku bahagia banget karna akan menjadi seorang ayah dari dua anak ku. Terima kasih ya sayang engkau memberikan kebahagian untuk aku ! Aku mencintaimu. " Ungkap Daren sambil memberi kecupan di kening sang istri.


" Sebagai ucapan terima kasih aku kepadaku, hari ini kamu bebas mau ke mana dan mau makan apa ? Apa kamu mau tas keluaran terbaru ? Ayo aku beliin ! Hari ini aku mau memanjakan kamu, aku akan bilang Doni hari ini aku tak ke kantor ! " Ujar Daren sambil melajukan kendaraannya keluar dari rumah sakit.


" Jadi mas mau memanjakan aku cuma hari ini aja ?" sahut Delia dengan wajah yang mendung.


" Bu-bukan begitu sayang ! Aku akan selalu menjadi suami siaga yang akan memanjakan kamu setiap hari ! Kali ini aku tak akan mau melewatkan momen kehamilan anak kita. Kamu bisa bilang semua yang kamu inginkan, aku akan berusaha mewujudkan nya.


" Serius ? Aku mau rujak yang di situ ! " Daren langsung mengerem mendadak mendengar ucapan sang istri.


" Sayang itu makanannya ga higienis ! Pasti ada debunya, kita cari restoran yang menjual rujak ya ! " Sahut Daren berusaha memberi pengertian kepada istri nya namun penolakan nya justru membuat sang istri cemberut. Seperti nya Daren harus bersabar menghadapi ibu hamil yang mudah sensitif.


Daren menghela nafasnya panjang. Demi istrinya agar tak ngambek lagi, Daren akhirnya mewujudkan nya. Daren turun menghampiri sang penjual rujak dan membeli dua kotak rujak, berjaga-jaga jika sang istri merasa kurang hanya makan satu kotak.


( Lucu lihat bule beli rujak buat istri nya yang mengidam πŸ˜€πŸ˜š )


" Ini aku udah turutin kemauan kamu ! Tapi ingat kamu sebelum makan rujak kamu harus makan nasi dulu, tadi kan kamu udah muntah berkali-kali pasti tubuh kamu lemas. " Daren memberi peringatan pada sang istri. Tapi Delia membandel dia sudah sangat menginginkan nya dan akhirnya merayu sang suami untuk mencicipi sedikit. Dan mau tak mau Daren menurutinya dia tak ingin membuat istri nya bersedih karna dia yakin baby nya pun akan ikut merasa sedih.


" Kamu mau makan apa ni jadinya ? " Tanya Daren sambil melirik sekilas ke arah istrinya.


" Seblak. " Sahut Delia singkat. Delia tiba-tiba membayangkan makanan itu dan ingin sekali memakannya.

__ADS_1


Daren memarkirkan mobilnya ke tepi. Untuk berbicara dengan istri nya.


" Sayang...itu jenis makanan apa ? Apa itu ada nasi nya ? " Tanya Daren lembut dia akan berusaha untuk banyak bersabar menghadapi istri nya.


Delia menggelengkan kepalanya. Seblak tak ada nasi nya. Hanya berisi baso, sosis, telor orek,kerupuk, makaroni, sayuran. Dia menjelaskan pada suaminya agar suaminya mengetahui makanan apa yang dia inginkan.


Tentu saja Daren tak mewujudkan keinginan istrinya. Dia tetap ingin istri makan nasi dulu. Dia akan menurutinya jika sang istri telah makan. Dan akhirnya pilihan mereka jatuh ke restoran Padang yang menyediakan berbagai jenis makanan khas Minang. Meskipun Daren orang bule, dia sangat menyukai masakan Padang. Dia pernah mencobanya dan baginya rasa nya enak hingga akhirnya dirinya ketagihan.


" Aku mau pakai rendang sama gulai cincang aja. " Gumam Delia. Delia mengambil makanan yang dia ingin yang sudah tersedia di meja.


" Mas kamu ingin punya anak cewek apa cowok ? " Tanya Delia di sela-sela waktu mereka menikmati makanan.


" Kalau aku sih apa aja yang penting sehat. Cuma kalau di suruh boleh memilih aku menginginkan anak cewek. Jadi dua anak cukup. Nanti kalau kita banyak memiliki anak dan kamu terus melahirkan. Bisa-bisa jatah aku berkurang. Aku harus puasa 40 hari dan kamu pasti sibuk mengurus anak-anak. " Sahut Daren sambil nyengir.


" Bukan begitu juga sayang...aku kan merasa kasihan sama kamu kalau kamu terus menerus melahirkan, aku sangat tau melahirkan itu sangat menyakitkan memperjuangkan hidup dan mati. " Ujar Daren dan Delia menganggukkan kepalanya jika ucapan suaminya itu benar. Daren teringat saat dirinya akan melahirkan, dia pun merasakan nya bahkan sampai-sampai dirinya harus di suntikan obat penenang karna tak kuasa menahan rasa sakitnya yang luar biasa.


" Kamu setelah ini mau ke mana ? Mau ke mall beli tas keluaran baru atau berlian terbaru ? " Tanya Daren. Kali aja semua itu bisa menjadi mood booster untuk sang istri. Tapi Daren lupa jika Delia bukanlah Tasya yang menyukai hal itu. Delia memiliki barang mewah karna pemberian dirinya. Memang ada beberapa yang Delia belia tapi gaya hidup Delia tidak glamor. Tentu saja Delia akan menggelengkan kepalanya dan dia lebih memilih untuk langsung pulang karna tubuhnya masih terasa lemas. Dan Daren menyetujui nya setelah makan mereka langsung pulang ke rumah.


Melihat kedua orang tuanya datang, Daffa langsung berlari menghampiri nya. Dan langsung meminta gendong sang bunda. Melihat itu tentu saja Daren tak akan membiarkan nya.


" Daffa sayang...mulai sekarang Daffa ga boleh minta gendong sama bunda ya. Kasian nanti Dede bayi yang di perut bunda. Kan sebentar lagi Daffa akan menjadi kakak. " Ujar Daren memberi pengertian kepada sang anak. Dan Daffa langsung mengangguk mengerti.

__ADS_1


Delia duduk di sofa dan memangku sang anak. Daffa memeluk sang bunda meluapkan rasa sayangnya pada sang bunda. Meskipun nanti Daffa akan memiliki adik, Delia dan Daren akan berusaha untuk bersikap adil. Daffa tak akan merasakan kekurangan kasih sayang dari kedua orang tua nya.


" Halo Dede bayi. Ini kakak Daffa. Cepat besar ya de biar bisa main sama kakak. " Ucap Daffa sambil mencium perut sang bunda dan mencoba berkomunikasi dengan sang adik yang masih dalam bentuk gumpalan darah.


Delia dan Daren tersenyum dan saling memandang. Sungguh mereka sangat bahagia.


" Mas, udah sih jangan begini banget ! Aku kan bisa jalan sendiri ! " Gerutu Delia yang merasa sang suami terlalu berlebihan memperlakukan dirinya.


" Udah ga usah bawel ! Aku ingin menjadi suami siaga. " Sahut Daren sambil mencubit hidung istrinya.


Daren memapah sang istri menaiki anak tangga. Delia langsung berjalan mengambil pakaian ganti dengan cueknya. Tak memperhatikan sang suami yang susah payah menelan Saliva nya.


" Tahan Daren ! Usia kandungan istri kamu masih sangat muda, kamu harus mengendalikan nafsu kamu untuk sementara ! Lagi pula lagi ada Daffa juga di sini. " Ujar Daren menenangkan hatinya sendiri.


Kini mereka bertiga sedang berada di ranjang yang sama . Daffa berada di tengah, Delia dan Daffa memeluknya dan memberikan ciuman bertubi-tubi kepada sang anak yang sebentar lagi akan menjadi seorang kakak.


Daren turun dari ranjang dan mengambil segelas air dan juga vitamin, penguat kandungan, dan juga pereda rasa mual.


" Sayang...minum dulu obatnya ! " Ujar Daren sambil memberikan nya pada sang istri untuk di minum.


" Terima kasih ayah ! " Ucap Delia sambil menirukan suara anak kecil.

__ADS_1


Sudah hari Senin kembali, waktu nya vote kakak πŸ˜€πŸ™


Semoga masih betah ya di karya ini πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜„


__ADS_2