Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Kehidupan baru


__ADS_3

Delia menginjakkan kaki nya di negara baru untuknya. Prancis negara yang dia tuju, karna kota Paris di kenal julukan kota mode. Delia berharap kelak dia akan menjadi seorang designer handal. Dan untungnya di sana dia tidak sendiri. Untuk sementara waktu dia akan tinggal di rumah kakak kandung Reynaldi. Kakak kandung Reynaldi menikah dengan pria berkebangsaan Prancis, namun saat ini sedang mengemban tugas ke Kanada dalam kurun waktu 2-3 tahun. Dan hanya sesekali saja pulang ke Perancis.


" Welcome to Paris...I hope you like it here ! " Ucap Kak Renita kakak Reynaldi.


Delia hanya membalas senyuman. Dirinya pun akan merasa betah di sana. Menata kehidupan yang baru.


Designer adalah cita-citanya sejak dulu. Dulu saat ibu nya masih ada, Delia sering kali membuat sketsa pola pakaian untuk di jahit ibu nya. Seiringnya jalan cita-citanya terhenti, berganti ingin menjadi sekertaris. Berharap suatu hari nanti bisa ikut bos nya keliling Indonesia bahkan luar negeri.


Di sekolah Delia terkenal menjadi anak yang pintar. Delia memiliki kemampuan 3 bahasa selain bahasa Indonesia yaitu Mandarin, Inggris , dan Jepang. Bukan itu saja Delia juga pintar berdiplomasi dan berpikiran cerdas. Wajar jika Daren sempat mengangumi dan bangga dengan Delia saat menjadi sekertaris nya dulu.


" Ayo Del masuk ! Aku tunjukkan kamar kamu ! Sini ku bantu !" Ucap Kak Renita sambil berjalan menenteng barang-barang Delia menuju kamar untuk Delia, dan Delia mengekor di belakang.


" Pesan Reynaldi, hari ini kamu di suruh istirahat dulu ! Besok baru kita ke tempat kamu akan sekolah. Oh ya...kakak buatkan minuman dulu ya ! " Ujar Kak Renita sambil tersenyum. Kak Renita sangat yakin jika adik nya Reynaldi sangat mencintai Delia, namun sayangnya Reynaldi sudah memberi tahu bahwa Delia belum bercerai dari suami nya dan bahkan kini sedang mengandung anak dari suaminya.


Delia merentangkan tangannya dan menarik nafasnya dalam lalu membuangnya...


" Selamat datang hidup ku yang baru, semoga mimpi ku bisa terwujud ! Semua terasa mimpi aku bisa menginjakkan kakiku di negara ini, bisa bersekolah designer yang dulu sangat lah tak mungkin. Hidup memang terkadang lucu, aku harus menjalani hidup penuh luka dulu, baru bisa meraih bahagia. " Gumam Delia dalam hati.


Tok...Tok


" Ya kak... sebentar ! " Delia berjalan ke pintu kamar dan membuka nya.


" Ini minuman untuk mu ! Kalau perlu apa-apa panggil kakak ya ! Oh ya Reynaldi titip salam untuk mu, di tunggu telpon dari mu ! " Sahut Kak Renita tersenyum penuh arti. Untungnya Kak Renita langsung pergi setelah memberikan minuman, jadi Delia tak perlu menanggapi nya.


Delia berjalan membuka pintu yang mengarah ke balkon. Menghirup udara yang terasa sejuk. Delia menarik nafas panjangnya. Melepaskan beban pikiran yang selama ini menari di pikirannya.

__ADS_1


" Mama yakin pasti papa sedang mencari kita ! Sehat terus ya De di perut mama ! " Ucap Delia dalam hati sambil mengelus perutnya. Kini usia kandungan Delia menginjak usia 4 bulan, wajar jika Daren merasa perut Delia terlihat sedikit membuncit.


Delia memutuskan untuk mengaktifkan nomor ponsel baru nya. Dia ingin segera menghubungi Reynaldi untuk menanyakan perkembangan suaminya.


" Halo..." Sapa Delia di panggilan telepon.


" Hai...Del. Sudah sampai kamu ? "


" Sudah...baru saja ! Ini aku langsung menghubungi kamu . Oh ya gimana perkembangan suami ku ? Apa dia mencari keberadaan ku. " Tanya Delia.


" Sampai saat ini tidak ! Mungkin dia masih sibuk dengan istri mudanya. " Ucap Reynaldi asal, dia memilih untuk berbohong menutupi semua.


" Del...Del...masih saja berharap lebih dari dia. Lupakan dia ! Hati nya tak akan pernah berpaling dari istri Mudanya. Jika kau tak ingin tersakiti dia, lepaskan dia ! " Gumam Delia dalam hati.


Sedangkan Daren di perusahaan miliknya sedang mengamuk. Meluapkan kekesalannya pada benda di sekitarnya. Perasaan nya sangat kacau karna belum juga mendapat kabar dari Delia.


" Aaaahhh... lama-kelamaan aku bisa gila jika hidup dengan rasa penyesalan ! " Gumam Daren dalam hati.


" Don... ikuti terus pria breng*** itu kemana dia pergi ! Aku yakin jika dia mengetahui semuanya. " Titah Daren pada Doni.


Dan akhirnya sesuai perintah Daren, Doni menyewa orang untuk memata-matai Reynaldi. Melihat pergerakan orang suruhan Daren yang mengikuti dirinya membuat Reynaldi menyeringai licik.


" Cari sampai dapat kalau bisa ! " Ucap Reynaldi mencoba bermain teka teki.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€

__ADS_1


Hari terus berganti, Delia pun sudah mendaftarkan dirinya di sebuah sekolah mode yang sangat terkenal di sana. Bahkan Delia harus mengeluarkan kocek yang sangat besar untuk bersekolah di sana.


Kini Delia sudah di sibukkan dengan rutinitas sekolah nya. Untungnya dirinya tak mengalami ngidam, dan justru Daren lah yang mengalami nya membuat pekerjaan Daren berantakan, sampai- sampai Papa Agung ikut turun langsung. Terpaksa dia yang menjalankan perusahaan itu. Karna sikap Daren yang semakin abnormal.


" Bela saja terus Tasya, sampai buat kamu seperti orang gila ! " Hardik Papa Agung.


" Iya mama juga udah sebel banget sama si Tasya, bikin susah Daren aja ! Kenapa ga mati aja sih tu orang ! Hidup juga ga ada guna nya ! Cuma bikin masalah untuk Daren saja. Daren nya sih bodoh, makanya mama gemes banget. " Ucap Mama Mila.


Mama Mila dan Papa Agung yang kini di kamar Daren, menjadi gemas dengan tingkah Daren yang seperti orang bodoh yang enggan membuka matanya.


" CEO ko bodoh amat sih ! Masih percaya aja sama wanita model begituan ! Pokoknya kalau bulan depan si Tasya ga sadar juga, udah suruh dokter suntik mati aja kalau ga cabut semua alat di tubuhnya. Ga Sudi mama bayarin terus perawatan dia ! " Ujar Mama Mila.


Sedangkan Daren hanya diam saja, dirinya memilih menutup matanya. Rasa tak kuat dirinya untuk membuka matanya. Tak ada semangat yang dia rasa. Semua terasa hampa. Karna kondisi Daren yang membutuhkan pengawasan, terpaksa untuk sementara waktu Daren tinggal di rumah orang tuanya.


Sedangkan di Paris...


Delia sedang sibuk membuat sketsa untuk sebuah baju pengantin. Perkembangan dirinya terlihat sangat signifikan. Delia mencoba belajar sungguh-sungguh mencari ilmu. Dan hari ini rencana nya Reynaldi akan terbang ke Paris untuk bertemu dengannya.


Demi bertemu Delia, dia rela meluangkan waktunya demi sang pujaan hati. Reynaldi berharap seiringnya waktu Delia bisa membuka hatinya untuk dirinya. Namun sayangnya harapan dia sia-sia. Delia enggan menerima nya. Delia memutuskan untuk fokus dengan pendidikan nya.


" Selesai...Semoga nilai ku bagus ! " Ucap Delia penuh harap. Dirinya berharap kelak dirinya bisa mengembangkan butiknya.


" Sebaiknya aku tidur dulu, tubuh ku terasa sangat lelah ! " Gumam Delia sambil membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Senin malam menemani kalian ! Jangan lupa vote untuk karya ini ! πŸ˜˜πŸ€—πŸ˜„πŸ˜πŸ™

__ADS_1


__ADS_2