
Melihat keberadaan sang suami di dalam kamar, dirinya langsung bergegas mengambil pakaian. Karna dirinya harus segera memakai pakaian.
Tentu saja hal itu membuat Daren langsung meloncat dan langsung menghampiri sang istri.
" Udah ga usah di pakai bajunya, olahraga dulu yuk ! " Ucap Daren tanpa malunya. Namun Delia tak mempedulikan omongan suaminya, justru dirinya memilih mempercepat memakai pakaiannya.
" Usaha kamu gitu doank ? Enak banget ! Udah sana aku mau ketemu Daffa. " Ucap Delia, dirinya langsung berlalu meninggalkan suaminya yang sedang gigit jari karna gagal lagi olahraga ranjang.
Daren akhirnya memilih menaiki ranjang, karna kini dirinya menjadi tak bersemangat.
Tak lama kemudian Delia datang bersama Daffa. Melihat sang ayah di ranjang, Daffa pun ikut naik ke ranjang.
" Mas mau makan ga ? Ayo makan dulu ! Aku siapin ya ! " Sahut Delia tanpa tanpa berdosa. Padahal kini suaminya sedang merasa kesal karna gagal lagi, mendapatkan penolakan dari dirinya.
" Aku da kenyang, udah makan hati ! " Sahut Daren dengan ketus. Dan melihat sikap suaminya hal itu justru membuat dirinya terkekeh. Suaminya sedang mode mengambek.
Tak ada rayuan dari Delia, dan kini justru Delia memilih untuk melihat ponselnya dan membalas pesan-pesan yang masuk. Dan dirinya baru mengetahui jika suaminya tadi sempat menghubungi ponsel dirinya berkali-kali.
" Pantes ngambek. " Gumam Delia dalam hati.
Delia sempat melirik sekilas ke arah suaminya dan juga anaknya. Mereka sedang tertawa lepas. Daffa terlihat sangat senang. Dan hal itu membuat Delia ikut tersenyum, karna anaknya bisa mendapatkan kasih sayang dari sang ayah.
Lantas gimana perasaan Delia sekarang ke Daren suaminya ? Hati nya masih tertutup untuk suaminya. Dia masih ingin sejauh mana suaminya berusaha menaklukkan hatinya untuk bisa jatuh ke pelukan nya.
" Ada suami dan anak malah sibuk sama kerjaan, gimana sih ! " Sindir Daren kepada sang istri. Hatinya bertambah kesal saat melihat istrinya justru malah sibuk dengan ponsel dan sketsa gambar.
Delia yang merasa suaminya sedang menyindir dirinya akhirnya memilih menghentikan aktivitas nya dan berjalan ikut menaiki ranjang. Dan ikut bermain bersama sang suami dan anaknya.
" Owh ya Bun...ayah mau ngajak kalian jalan-jalan dan menginap di Villa. Kemungkinan Minggu ini ! Kita berangkat Sabtu pagi sampai hari Minggu. Doni sedang mengurus nya. " Ucap Daren membuka obrolan.
__ADS_1
Tentu saja hal itu membuat Daffa bersorak gembira karna dirinya bisa berlibur dengan kedua orangtuanya.
Dan akhirnya mau tak mau Delia menyetujui nya karna sang anak terus merayu agar mau. Dan Sabtu ini mereka akan pergi menginap di Villa yang berada di puncak.
" Daffa bobo yuk udah malam ! Kamu kan hari ini ga tidur siang, pasti ngantuk. " Ucap Delia pada sang anak dan akhirnya Daffa menuruti ucapan sang bunda karna memang dirinya juga mengantuk sejak tadi tapi tetap dia paksakan untuk melek.
Daffa tidur berada di tengah-tengah ayah dan bundanya. Dan kini mata ayah dan bundanya sedang saling bertatap.
Tak membutuhkan waktu lama Daffa akhirnya tertidur pulas.
Daren turun dari ranjang dan menghampiri sang istri. Dirinya menarik tubuh sang istri agak berbalik menatapnya. Daren bersimpuh di bawah sambil tangannya menggenggam tangan sang istri. Dan kini mereka sudah sama-sama saling menatap.
" Sayang...sampai kapan kamu akan menyiksaku ? Apa belum cukup apa yang aku lakukan padamu untuk membuktikan cintaku padamu ? Please sayang bukalah hati mu untuk ku ! " Ucap Daren dengan serius.
" Aku coba ya mas ! Semoga aku bisa segera menerima kamu di hidupku. " Sahut Delia santai.
" Baru juga sebentar mas ! Mas itu ga sungguh-sungguh ya ! Heran hitungan banget . " Gerutu Delia, dirinya merasa kesal karna sang suami seperti ingin memaksa dirinya.
Sebentar bagi Delia, namun tidak bagi Daren. Sudah hampir satu tahun lamanya dirinya berusaha menaklukkan hati Delia.
Selalu saja gagal, selalu saja kalah jika harus berhadapan dengan sang istri.
" Mas aja bisa menaklukan hati Tasya masa ke aku ga bisa sih ? " Sahut Delia membuat Daren menyungut kesal lagi-lagi dirinya menyebut nama Tasya, lagi-lagi Delia menyamakan dengan Tasya.
Dan akhirnya Daren memilih menerima tantangan sang istri. Bahwa dirinya akan mengikuti kemauan sang istri. Berusaha untuk mengambil hati istri nya.
" Ya udah tapi main dulu yuk malam ini ! Kasihanilah aku donk sayang, nanti aku bisa impoten nih. Kalau terus-terusan menahannya. Emang kamu mau aku ga bisa bikin adiknya Daffa ? " Rayu Daren pada istrinya.
" Ga ! Aku ga mau ! Enak banget belum apa-apa aku udah ngasih kamu ! Udah aku mau tidur ! " Sahut Delia ketus.
__ADS_1
" Ya udah tapi nanti pas di Villa kasih ya ! " Goda Daren pada istrinya.
" Ya udah usaha aja ! Lihat aja nanti ! " Sahut Delia males.
Daren langsung menyeringai licik, dirinya terpikir akan memberikan obat perangsang ke Delia. Seperti kucing satu ini sulit sekali di jinaki tanpa obat perangsang.
Delia memilih tidak melanjutkan lagi obrolan dengan suaminya. Karna matanya memang benar-benar mengantuk. Dan akhirnya Delia memilih untuk tidur, tak mempedulikan suaminya yang masih terlihat segar.
Melihat istri dan anaknya yang tertidur pulas, akhirnya Daren pun ikut tertidur.
\=\=\=\=
Delia bangun lebih dulu, dirinya langsung mandi dan menyiapkan sarapan untuk mereka. Sudah ada perkembangan bagus dari Delia. Daren dan Delia kini sudah tidur bersama. Delia tak lagi pindah ke kamarnya. Delia sudah mulai menerima Daren di hidupnya meskipun dirinya belum bisa memberikan kewajibannya sebagai istri kepada suaminya. Ya semua butuh proses, tak bisa semudah itu.
" Makanan sudah siap, tinggal aku bangunin aja mas Daren. Tumben juga Daffa jam segini masih bobo. " Ucap Delia. Delia langsung menaiki anak tangga untuk membangunkan suaminya.
" Mas...mas bangun udah mau jam 7. Mas kan kerja, nanti kesiangan gimana ! " Ujar Delia mencoba membangunkan suaminya.
Daren akhirnya perlahan membuka matanya dan melihat sang istri yang sedang menatapnya.
" Cium dulu donk, nanti aku bangun ! " Ucap Daren pada sang istri. Tentu saja hal itu di tolak oleh Delia dan akhirnya Daren memberi sedikit ancaman pada istrinya.
" Ya udah kalau ga mau nyium, aku ga akan bangun dan aku ga berangkat kerja ke kantor. " Ancam Daren dan akhirnya sang istri menuruti keinginannya.
" Cup...cup...cup. Udah tuh ! " Ucap Delia ketus. Delia sudah memberikan kecupan di kedua pipi suaminya dan bibir suaminya sekilas.
" Masa nyiumnya begitu, itu mah ga niat banget. Begini ni ! " Daren langsung menarik tangan Delia hingga kini Delia jatuh di atas tubuh Daren. Dengan lihai Daren meluma* bibir istrinya. Ciuma* itu semakin panas saat Delia bergerak-gerak mencoba menghentikan, namun bukannya sang suami berhenti justru gerakannya membuat soulmate suaminya mengeras. Merasakan ada sesuatu yang menusuk ke milikinya, akhirnya Delia bersikeras untuk bangkit. Dan akhirnya usaha Daren gagal lagi. ππ
Like, vote, comment, dan hadiahnya ya kakakππππ
__ADS_1