Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Wanita biasa lebih menggoda


__ADS_3

Sesuai permintaan Doni di panggilan telepon kemarin agar Anara datang memenuhi panggilan interview dengan Daren sang pemilik langsung. Anara adalah gadis cantik yang merubah penampilan dirinya menjadi gadis yang culun. Bagaimana tidak, dirinya kini memakai kemeja longgar dan juga celana panjang hitam. Dia juga memakai kaca mata yang tebal. Kaca mata ini bukanlah kaca mata min, hanya sebuah kaca mata untuk menunjang penampilannya.


" Perfect. Kalau begini ga akan ada cowok Casanova yang akan melirik gw ! " ucap Anara saat selesai bersiap-siap. Anara memilih menaiki ojek online untuk pergi ke kantor tempat dirinya akan melakukan interview.


Anara segera bergegas pergi saat ojek onlinenya telah datang. Tepat jam 8 pagi dirinya sudah sampai di kantor yang menjulang tinggi. Sebenarnya dirinya sudah tak merasa aneh, karna dia sering berkunjung ke kantor sang papa yang tak kalah hebat.


" Permisi, apa saya bisa bertemu dengan bapak Doni ? Kemarin sore saya mendapatkan panggilan telepon dari beliau bahwa hari ini saya akan mengikut sesi interview dengan pemilik perusahaan ini. " ucap Anara sopan.


Tentu saja penampilan Anara menjadi pusat perhatian. Bahkan ada beberapa pegawai di sana yang mencibir dirinya dalam hati tak pantas jika Anara akan menjadi sekertaris bos nya. Penampilan Anara bagi mereka enggak banget.


" Maaf pak. Nona Anara sudah datang. Saya suruh tunggu di sini atau saya suruh langsung ke atas pak ?" tanya sang resepsionis.


Dan ternyata Doni meminta agar Anara bertemu di ruang meeting, dia akan menunggunya di sana. Doni adalah orang kepercayaan Daren, sangat di segani di perusahaan. Terlebih dirinya dulu berjuang mempertahankan perusahaan di saat Daren terpuruk dan sempat masuk rumah sakit jiwa.


Apa yang akan terjadi nanti ?πŸ˜ƒπŸ˜„


" Tuan, nona Anara yang akan menggantikan posisi Sinta sudah ada di bawah. " ujar Doni kepada Daren.


" Ya sudah kamu temui dulu, dan coba kamu interview sedikit dirinya. Nanti setelah ok, kamu baru pertemukan dengan saya !" titah Daren dan Doni mengangguk mengerti.


Dengan di antar salah seorang resepsionis, Anara telah sampai di lantai 18 tempat ruang meeting dan ruang Daren dan Doni berada.

__ADS_1


" Kamu tunggu di sini dulu ya ! Sebentar lagi pak Doni akan menemui kamu !" ucap Dewi yang mengantarkan Anara. Dan Anara menganggukkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih.


Anara sudah menunggu di dalam, hanya tinggal menunggu Doni datang.


Tap


Tap


Tap


Deru langkah Doni membuat karyawan yang berada satu lantai tak ada yang berani meliriknya. Dia sangat hapal jika deru langkah itu pasti tuan Doni atau tuan Daren. Doni memiliki sifat yang hampir sama dengan Doni. Itulah yang membuat dirinya di segani di perusahaan itu.


Mendengar suara pintu terbuka, Anara menengok ke arah pintu. Dan keduanya merasa terkejut. Ternyata mereka di pertemukan kembali di situ. Dan lucunya Doni lah yang merasa gugup, tapi dia berusaha mengatasi suasana dan berusaha bersikap profesional.


" Cih...jadi dia yang bernama Doni. Setelah aku bekerja di sini, aku akan membalas perbuatannya kemarin ! Aku akan buat pria sombong dan angkuh ini bertekuk lutut padaku ! " ucap Anara geram dalam hati. Namun dia harus menahan perasaan emosinya, bagaimanapun pria ini berperan penting agar dirinya bisa di terima bekerja di perusahaan tersebut. Jika tidak sudah sejak tadi Doni kena pukulan dirinya, karna ternyata Anara sangat pintar bela diri. Dia tak ingin wanita selalu di cap wanita lemah.


" Bukankah bapak yang menyuruh saya datang ke sini hari ini ? Kemarin sore bapak yang menghubungi saya. " ucap Anara tegas.


" Owh jadi kamu Anara putri ? " ucap Doni sambil memicingkan matanya seperti menghina melihat Anara dari atas sampai bawah.


" Sia*LAN ni cowok ngelihatin gw seperti itu ? Ternyata Lo sama aja seorang Casanova yang cuma ngelihat cewek dari cantik dan sexy nya. Gw akan buktiin kalau wanita biasa justru lebih menggoda ! Tunggu tanggal mainnya, bapak Doni yang terhormat ! " ucap Anara dalam hati.

__ADS_1


Setelah deheman Anara, akhirnya Doni mempersilahkan Anara duduk. Dan kini mereka sudah saling berhadapan. Tanpa membuang banyak waktu, Doni langsung memulai sesi interview dengan Anara. Dan tanpa di duga Anara ternyata wanita yang pintar. Anara bisa menjelaskan secara detail dan lancar tentang kewajiban seorang sekertaris. Ternyata meskipun Anara belum memiliki pengalaman kerja, tapi dia sudah sangat menguasai pekerjaan sebagai sekertaris.


" Baiklah saya kira cukup pembicaraan dengan saya, setelah ini saya akan mempertemukan anda dengan pemilik perusahaan ini dan keputusan nanti di terima atau tidak tergantung dari dia. Tugas saya hanya mengetes anda apakah anda mampu untuk menjadi sekretarisnya. Karna saya sedang mencari sekertaris yang kompeten di bidangnya, yang sudah siap untuk bekerja. " jelas Doni. Dan Anara hanya menganggukkan kepalanya sebagai simbol bahwa dirinya mengerti dengan ucapan pria yang di depannya. Anara bersikap sangat manis.


" Kamu tunggu dulu di sini, saya akan bicarakan dulu dengan pemilik ! Tunggu sampai saya kembali dulu ya ! " ucap Doni sambil bangkit dari tempat duduknya.


Doni keluar meninggalkan ruangan di mana Anara berada. Dia harus segera memberi laporan kepada bosnya.


" Tampan, berwibawa tapi sombongnya ga ketulungan. " ucap Anara dalam hati. Hanya Doni pria yang pernah dia perhatikan dengan seksama di dalam hidupnya.


Kini Doni sudah berada di ruangan bos, dan langsung menjelaskan tentang Anara. Dan Daren berusaha menyimak setiap ucapan Doni. Dan ternyata Daren merasa terkesima dengan yang di ceritakan asistennya. Membuat Doni tercengang. Bagaimana bisa bos nya mau menerima Anara dengan penampilan culun dan kampungan seperti itu.


" Justru wanita biasa itu lebih menggoda. Apa kau tak ingat tentang kisah saya dengan istri saya ? Wanita biasa justru lebih semangat bekerja, karna dia lebih mementingkan otak dari pada penampilan. Masalah penampilan gampang di rubah. Kamu tau kan gimana dulu istri saya ? Kalau sekarang beh cantik dan sexy banget bikin saya ga tahan untuk menerkamnya. Udah cepat sana panggil dia ! " titah Daren membuat Doni tak berkutik.


Dan akhirnya mau tak mau dirinya harus menerima Anara bekerja di perusahaan bosnya , perusahaan yang sama dengan dirinya bekerja.


Saat Anara memasuki ruangannya, entah mengapa Daren tak percaya jika Anara memang seperti ini culun dan kampungan. Karna cara bicara Anara menunjukkan kalau dia bukan wanita sembarangan. Daren menerima Anara menjadi sekretarisnya.


" Anara kagum dan menyukai cara kamu, tapi rasanya kurang pas jika kamu memiliki penampilan seperti ini. Saya tidak bermaksud menyinggung perasaan kamu. Tapi menjabat posisi kamu itu tetap harus memperlihatkan penampilan. Ingat tak perlu sexy, tapi hanya perlu menarik. Nanti saya akan bicarakan dengan istri saya ya ! Saya yakin jika kamu berubah dan lebih mengeksplore kecantikan kamu, saya yakin kamu akan banyak yang menyukai kamu." ujar Daren.


" Maaf pak bukannya saya menolak kebaikan bapak. Tapi saya sudah merasa nyaman seperti ini. Dan saya yakin jika pria memiliki perasaan yang tulus terhadap seorang wanita, dia tak akan mempedulikan penampilan wanita itu kecuali pria itu seorang Casanova yang menganggap rendah seorang wanita. Wanita hanya di jadikan pelampiasan semata. " sahut Anara. Membuat Doni tersentak dengan ucapan Anara.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya kakakπŸ˜„πŸ˜ƒπŸ˜πŸ™


__ADS_2