Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Permintaan sang mertua


__ADS_3

" Del, Mama tau rasanya jadi kamu tapi mama mohon banget sama kamu. Pertemukan Daffa sama Daren secepatnya. Kamu juga kan seorang ibu, pastinya selalu ingin anaknya bahagia. " Ucap Mama Mila memohon.


" Ya mah, Delia akan kembali ke Indonesia. Tapi untuk saat ini masih belum bisa. Masih banyak pekerjaan di sini yang harus Delia selesain. " Sahut Delia.


" Oh ya Del, karna kondisi Daren tidak memungkinkan untuk memimpin perusahaan. Papa minta tolong sama kamu, agar untuk sementara waktu menggantikan posisi Daren. Kan juga kelak perusahaannya itu untuk Daffa. " Sahut Papa Agung.


" Tapi Delia tidak ada pengalaman sebagai seorang pemimpin perusahaan. " Ujar Delia, dirinya merasa ragu jika harus memimpin.


" Tapi papa yakin jika kamu mampu, kamu adalah wanita yang cerdas. " Ucap Papa Agung menyakinkan Delia untuk menerima tawaran dirinya.


" Coba Delia pikirkan dulu ya Pah, karna tidak semudah itu memimpin perusahaan. Lagi pula kerjaan Delia lagi banyak. " Ujar Delia, dan akhirnya Papa Agung mengerti dengan keputusan sang menantu.


Papa Agung dan Mama Mila terlihat sudah mulai akrab dengan Daffa. Ikatan batin seorang nenek kakek dengan sang cucu tak bisa di bohongi, Delia terkadang merasa berdosa dengan sang anak yang selalu meminta bertemu dengan sang ayah, namun permintaan itu belum bisa dia penuhi sampai menunggu saat nya yang tepat.


\=\=\=\=\=


Sudah dua hari lama nya dirinya di Paris dan hari ini mereka akan kembali ke Indonesia. Karna Papa Agung harus mengurus perusahaan.


" Ingat ya Del, mama ingin secepatnya kalian pulang ke Indonesia. Mama ingin Daren segera sembuh. Rasa nya tak tega melihat Daren yang harus berlama-lama di rumah sakit jiwa. " Ucap Mama Mila memohon iba kepada Delia.


" Ya mah, Delia usahakan ! " Sahut Delia.

__ADS_1


" Daffa...ayo cium tangan nenek kakek, nenek kakek mau pulang ! " Titah Delia pada sang anak.


" Ene, afa au Yayah. " Ujar Daffa saat sang nenek berpamitan pulang.


" Iya sayang... sebentar lagi kamu pasti ketemu ayah kamu. Ayah kamu pasti sangat senang bisa ketemu kamu ! " Ucap Mama Mila pada Daffa. Dan Daffa kini bersorak bahagia seperti mendapatkan mainan baru.


Delia dan Daffa mengantarkan kedua mertuanya hingga bandara. Mereka akan pulang ke Indonesia begitu juga Doni. Karna urusan di Paris sudah selesai dan tinggal menyelesaikan urusan di Indonesia.


" Emm..ada perasaan bahagia ada juga rasa bingung. Aku harus gimana ? Hatiku masih belum bisa menerima mas Daren, tapi ada perasaan tak tega juga menahan Daffa untuk bertemu mas Daren. Daffa sudah sangat tak sabar bertemu mas Daren. " Ucap Delia saat selesai mengantarkan sang mertua pulang ke Indonesia.


" Bubun afa au emu Yayah. Hiks...hiks. " Daffa merengek kepada Delia ingin ketemu sang ayah.


" Cup...cup anak bunda yang pintar ga boleh rewel ya. Bunda janji pasti akan pertemukan ayah dengan kamu. Sekarang ga boleh rewel lagi ! " Ucap Delia pada sang anak.


\=\=\=\=


" Apa ? Kamu sudah bertemu orang tua Daren ? Trus kamu mau kembali ke Indonesia lagi ? " Ucap Reynaldi kaget saat mendengar penuturan Delia yang ingin kembali ke Indonesia.


" Ya Rey... sebenarnya pertemuan kami tidak sengaja. Saat itu aku sedang janjian sama klien yang akan membuat gaun, dan tak sengaja aku bertemu Doni yang berada di kedai itu juga. Kami sempat mengobrol banyak. Hingga akhirnya kedua orang tua Daren datang dan bertemu Daffa. Daffa sangat senang bertemu kakek nenek nya, dia juga terus merengek ingin bertemu ayahnya. Aku jadi merasa tak tega. " Jelas Delia, membuat Reynaldi mengepalkan tangannya menahan amarahnya. Jika Delia melakukan panggilan video, pasti Delia bisa melihat wajah Reynaldi yang memerah terbakar api kemarahan. Lagi-lagi Daren menjadi penghalang untuk dirinya bersama.


" Trus rencana kamu apa selanjutnya ? Kamu mau kembali sama si Daren brengse* itu ? Ingat Del, Daren itu tak tulus mencintaimu ! Dia itu selalu mempertahankan Tasya. Apa kamu tak ingat saat dirimu mengadakan peresmian butik dulu, dengan bangga nya dia menggandeng Tasya dengan mesra di depan khalayak orang padahal kamu itu istri sah nya ! Bahkan dia tega menghina mu ! Ingat dia menikah dengan mu hanya sebatas nikah kontrak, dan dengan tega nya dia memasukkan Tasya sebagai madu mu di dalam pernikahan mu ! " Ucap Reynaldi gemas.

__ADS_1


" Aku sih ga berencana macam-macam, yang terpenting bagiku saat ini bisa mempertemukan Daffa dengan Daren. Terlebih Daren membutuhkan kehadiran sang anak. Asal kamu tau sekarang Daren berada di rumah sakit jiwa. Semoga kehadiran Daffa bisa menyembuhkannya. " Mendengar penuturan Delia, Reynaldi bukan merasa iba justru dalam hatinya bersorak senang karna rival nya harus merasakan suasana rumah sakit jiwa.


Reynaldi merasa tak suka jika Delia kembali ke Indonesia, dirinya sangat yakin jika Delia nantinya akan luluh dan kembali dengan Daren. Terlebih jika Daffa yang akan meminta kedua orang tuanya kembali bersatu. Sekuat tenaga dirinya berusaha menghilangkan jejak Delia agar dirinya bisa terlepas dengan Daren, dan kini justru ingin kembali ke Indonesia.


Reynaldi suka atau pun tidak, Delia sudah yakin akan kembali ke Indonesia. Tujuannya hanya dua, menolong orang tua Daren yang sudah dia anggap orang tuanya dan juga mempertemukan Daffa dengan sang ayah.


" Ya udah terserah kamu aja lah ! Tapi ingat pesan ku, jangan sampai kamu menyesal ! Ingat jangan mengulang kesalahan dulu, belum tentu Daren setia padamu ! "


" Makasih ya Rey nasihat mu ! Tapi yang pasti, untuk masalah hati memang untuk saat ini aku belum mau berpikir jauh. Aku masih menikmati peran ku hidup sendiri. " Sahut Delia kepada Reynaldi.


\=\=\=\=\=


Waktu terus berlalu, namun Delia belum juga kembali ke Indonesia. Karna kondisi yang mendesak, Papa Agung dan Mama Mila mencoba menghubungi Delia.


" Halo Del...gimana kabar kamu sama Daffa ? Kapan kembali ke Indonesia ? Kasihan Del, kondisi Daren semakin parah. Bahkan kini kaki tangannya di ikat karna terus mengamuk minta pulang. Ingin bertemu dengan dirimu dan Daffa. Papa juga sangat butuh kamu, untuk mendampingi dirinya memimpin perusahaan. Ayo lah Del jangan egois gitu, kasihan Daffa dan Daren. " Ucap Mama Mila mengiba, berharap Hati Delia menjadi luluh karna merasa kasihan dengan kondisi Daren.


" Di tunggu ya mah ! Delia janji akan kembali secepatnya ! Tapi apa Delia boleh minta 1 permintaan mah, izinkan Delia untuk bercerai dengan Daren jika Daren nanti sudah sembuh. Tapi mama tenang aja, Delia tidak akan memisahkan Daren dengan Daffa. " Ucap Delia pada sang mama mertua.


Selamat hari Senin, selamat beraktifitas kembali ! Hari Senin, waktu nya vote...πŸ˜˜πŸ˜„πŸ˜


Sambil menunggu aku up di part berikutnya, mampir dulu yuk ke karya teman ku. Yang pastinya seru, ceritanya bagus. πŸ™πŸ˜πŸ˜„πŸ˜˜

__ADS_1



__ADS_2