Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Pertemuan


__ADS_3

Doni sudah terlihat tampan dan gagah mengenakan kemeja lengan pendek berwarna navy yang senada dengan celananya. Malam ini dia akan datang bersama bosnya. Sebelum ke rumah Anara, Doni lebih dulu menjemput Daren di rumahnya.


"Semangat! Akhirnya sebentar lagi kamu akan melepas masa lajang kamu! Saya sangat senang melihat kamu yang akhirnya memiliki pelabuhan cinta!" ucap Daren sambil menepuk pundak asistennya untuk memberi semangat.


Mobil yang di membawa Doni dan Daren telah sampai di depan rumah Anara, raut wajah Doni berubah panik. Meskipun dirinya sempat bertemu dengan papa nya Anara, namun rasa takut akan di tolak tetap hadir di dalam pemikirannya.


"Jangan khawatir, mereka tak akan menolak kamu! Saya akan memperjuangkannya!" ujar Daren membuat perasaan Doni sedikit tenang. Mengurangi ketakutannya.


Keluarga Anara langsung menyambut kehadiran mereka. Berhubung Doni tak memiliki sanak keluarga, dirinya hanya membawa serta Daren sebagai perwakilan.


"Silahkan masuk! Senang sekali rasanya, saya bisa bertemu dengan kalian!" sahut Tuan Fatah.


Doni tak berhenti memandang wajah Anara yang malam ini terlihat lebih cantik, Anara pun merasa yang sama ternyata calon suaminya tak kalah tampan dari bosnya itu. Dan mereka baru terhenti saat mendengar deheman dari Tuan Fatah. Tentu saja hal itu membuat wajah Anara memerah menahan rasa malu.


"Baiklah untuk mempersingkat waktu. Saya langsung ke tujuan kami datang malam ini. Saya sebagai perwakilan keluarga Doni berniat ingin melamar Anara sebagai calon istri Doni. Kami berharap semoga bapak dan ibu Fatah menerima lamaran kami!" ucap Daren.


"Kalau saya pribadi, saya pastinya tak akan menolak Doni. Saya sudah cukup mengenal Doni saat dirinya dulu pernah menjadi perwakilan tuan Daren. Doni tipe calon menantu impian saya, tipe pekerjaan keras. Saya yakin kelak dia bisa bertanggung jawab untuk putri tercinta kami. Tapi semuanya saya serahkan kepada putri kami, karna dirinya lah yang akan menjalankan rumah tangga bersama Doni. Baiklah sayang...papa ini menanyakan kepada kamu! Apa kamu bersedia menerima Doni sebagai suami kamu?" ucap Tuan Fatah menjawab ucapan Daren. Kemudian beralih kepada putri bungsunya.

__ADS_1


Suasana terasa tegang. Doni sangat takut jika nantinya Anara menolak dirinya. Jantungnya sudah berdegup kencang, dan bahkan keringat dingin membasahi wajah dan tubuh Doni. Kediaman Anara membuat dirinya semakin grogi.


Anara mencoba berpikir panjang apakah dia merasa siap menerima Doni sebagai suaminya kelak, dan akhirnya dia memutuskan untuk menerima Doni sebagai suaminya. Doni mengucap rasa syukurnya dalam hati, dia tak menyangka Anara mau menerima pinangan dirinya.


"Baiklah saya rasa sudah cukup jelas. Anara sudah resmi menerima Doni sebagai calon suaminya. Sekarang kita tinggal menentukan tanggal pernikahan mereka dan konsepnya akan seperti apa!" ujar Tuan Fatah.


"Saya selaku wali dari Doni, sangat menginginkan jika mereka segera menikah. Tak masalah jika Anara masih harus melanjutkan kuliahnya, yang penting sah dulu di mata agama dan hukum. Dan nanti beberapa bulan kemudian baru kita adakan pesta resepsi pernikahan mereka. Saya ingin mengadakan pesta pernikahan Doni dan Anara semewah mungkin. Gimana Don apa kamu setuju pernikahan kamu hanya akad nikah dulu, yang hanya di hadiri oleh kerabat dan keluarga terdekat Anara saja? Dan kamu juga Anara, gimana apa kamu setuju juga?" ucap Daren.


Kalau Doni setuju banget, dia sudah tidak sabar, ingin segera halal dengan Anara. Mengasah rudalnya yang belum pernah di gunakan dengan wanita manapun. Dan akhirnya Doni bisa bernafas lega karna Anara menyetujuinya. Minggu depan mereka akan menikah.


Jika berjingkrak di depan semua orang tak malu-maluin, Doni pasti sudah melakukan hal itu dari tadi. Dia ingin sekali meluapkan perasaan bahagianya.


Semua yang hadir di sana ikut bahagia, tapi tidak dengan sang kakak yang merasa kesal karna jodoh sang adik lebih dulu. Dan dia terpaksa harus di langkah.


"Selamat ya sayang...mama ga nyangka putri mama yang luar biasa sudah menemukan tambatan hati. Kamu memang hebat Don. Saking ingin mendapatkan cinta dari pria yang tulus, Anara sampai rela menyamar menjadi wanita yang culun dan kampungan. Kamu hutang cerita ya, mama ingin tau donk perjalanan cinta kalian! Karna selama ini Anara tak pernah sekalipun dirinya bercerita tentang masalah percintaannya." ujar mamanya Anara sambil memeluk putri bungsunya dan beralih kepada calon menantunya.


Doni memasangkan sebuah cincin di jari manis Anara sebagai pengikat bahwa Anara telah menjadi miliknya. Rona bahagia terpancar dari keduanya, mereka merasa bahagia karna sebentar lagi mereka akan menjadi pasangan suami istri. Anara suka sifat Doni yang gentle, serius dengannya. Tak ada kata pacaran, Doni langsung melamar dirinya sebagai istrinya. Setelah acara lamaran selesai, Doni dan Daren pamit pulang. Anara beserta kedua orang tuannya mengantarkan mereka sampai depan teras. Kini Doni dan Daren sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah Daren.

__ADS_1


"Selamat ya Don, akhirnya kamu akan melepas masa lajang kamu! Saya ikut bahagia! Ingat malam pertamanya pelan-pelan, Anara masih perawan pasti!" ujar Daren membuat Doni tersipu malu. Dia jadi teringat kenangan gilanya satu Minggu lalu di kontrakan Anara. Dirinya hampir tak kuasa menahan hasrat untuk membuka segel milik Anara.


❤️❤️❤️


Hari yang di nanti semakin dekat, segala persiapan telah di lakukan. Beberapa hari Doni akan melepas masa lajangnya. Tentunya dia sudah merasa tidak sabar untuk segera menjadikan Anara sebagai istrinya. Ini hari terakhir mereka bertemu. Karna dua hari sebelum menikah, Anara dan Doni tak boleh bertemu. Mereka juga akan melakukan cuti selama 4 hari. Dua hari sebelum pernikahan dan dua hari setelah pernikahan.


Hari ini Doni sedang membantu Anara untuk merapikan barang-barang yang akan dia bawa pulang ke rumah orangtuanya. Sementara waktu Anara akan pindah ke rumah orang tuanya. Dan setelah resmi menjadi nyonya Doni, Anara akan langsung pindah ke apartemen milik Doni. Agar tak ada yang mengganggu masa pengantin baru mereka.


"Aku ngerasa semua ini seperti mimpi yang. Aku masih inget banget kalau kita dulu musuh bebuyutan. Tapi memang benar ucapan orang. Perbedaan Benci dengan cinta itu beda tipis. Dan jangan terlalu benci karna nantinya akan menjadi cinta. Dan ini kita alami ya yang?" ujar Doni dan membuat Anara tersenyum. Karna memang benar yang di ucap calon suaminya. Dia pun merasakan hal itu. Ternyata musuhnya dulu, pria yang sangat dia sebel, sebentar lagi akan menjadi suaminya.


Jangan lupa yuk berikan dukungan untuk karya ini. Mampir juga yuk di karya author lainnya. Terima kasih atas dukungan kalian selama ini.




__ADS_1


__ADS_2