
" Kemana dia ? Mengapa belum pulang ? " Gumam Tasya.
Jam menunjukkan pukul 22.00, namun sang suami tak kunjung pulang bahkan seharian ini suami nya tak menghubungi nya.
" Sia*l...kemana si dia ? Mengapa ponselnya tak bisa di hubungi ? Hari ini benar-benar hari yang sangat menyebalkan. Gw merasa di permainkan dengan dua pria. Daren mulai melupakan gw, dan Dion juga lebih mementingkan pekerjaan dari pada gw. Aaaaahhh..." Tasya terus saja mengoceh, sambil melemparkan barang yang berada di dekatnya. Hati nya merasa panas karna merasa terabaikan.
" Breng*** ...Dulu mereka menjadikan gw primadona, dan sekarang kehadiran gw ga di anggap ! Daren....sampai kapanpun gw ga akan pernah lepasin Lo, terlebih sikap Dion sekarang berubah ke gw ! " Umpat Tasya.
" Baiklah malam ini gw kasih kesempatan untuk Lo berdua hidup bersama, namun tidak dengan besok-besok ! Gw akan meminta paksa Daren untuk bercerai dengan Delia ! " Ucap Tasya geram.
\=\=\=\=\=\=
" Jam berapa ini ? Gw harus ke rumah wanita sia*** itu ! Gw yakin Daren ada di sana. " Tasya langsung bangkit dari tidurnya dan segera bersiap-siap untuk pergi. Padahal jam masih menunjukkan pukul 05.30, memang dia sudah berniat ingin datang pagi.
Sedangkan Delia dan Daren masih terlelap, sambil saling berpelukan.
Setelah siap, Tasya langsung turun dari apartemen tempat dirinya tinggal dan bergegas ke kediaman Delia.
ππππ
Tin...Tin..Tin
Dengan sombong nya Tasya menekan klakson berkali-kali dan meminta untuk segera di bukakan pintu gerbang, hal itu membuat Security yang berjaga terpaksa membukakan pintu gerbang rumah Delia.
" Huh...beda banget sifatnya sama Nyonya Delia. Semoga Tuan Daren segera ceraikan wanita sombong seperti dia ! " Gerutu sang Security.
Delia...Delia..Daren...Daren...
__ADS_1
Tasya sangat yakin jika sang suami ada di dalam, meskipun mobil Daren tak ada.
Tasya langsung menerobos masuk ke dalam rumah, Bi Yati dengan berani nya menghadang Tasya untuk menganggu majikannya.
" Berani-beraninya kamu melarang ku untuk mencari keberadaan suamiku ! Minggir ! Aku ingin berikan pelajaran untuk wanita siala* itu ! " Tasya mendorong tubuh Bi Yati dengan kasar, dan membuat dirinya hampir terjatuh untungnya ada pelayanan lain yang menolongnya.
Tasya menaiki anak tangga dengan penuh emosi. Dirinya merasa sangat murka, karna selama ini Daren selalu bertekuk lutut padanya.
Brak
" Bangun wanita siala* ! Pergi sana ! Bisa-bisanya kalian bermesraan di atas penderitaan ku ! " Tasya langsung menghampiri Delia dan menarik rambut Delia dengan kasar membuat Delia meringis kesakitan. Mungkin jika dirinya tidak sedang terlelap, dia masih bisa melawan.
Daren tersentak bangun karna Tasya menarik paksa Delia untuk terlepas dari pelukannya.
" Tasya cukup hentikan ! Lepasin ! " Ucap Daren mencoba melerai perbuatan Tasya ke Delia. Bahkan Daren tak sadar jika dirinya masih keadaan telanjan*.
" Jika kamu berani menyakiti dia, aku tak akan tinggal diam ! Bahkan aku tak kan ragu bila harus menceraikan mu ! Karna dia adalah istri sah ku, sedangkan kamu hanya istri sirih ku ! " Ucap Daren mengancam.
Jeder
Seperti bom atom yang meledak, dia tak menyangka pria yang selama ini membela dirinya mati-matian. Kini justru melemparkan diri nya ke jurang kematian. Bahkan kini mata Tasya membulat sempurna dan mulutnya menganga merasa tak percaya jika pria yang dulu sangat mempertahankan dirinya, ternyata telah berubah.
" Tidak ! Sampai kapanpun aku tak ingin cerai dengan mu ! Apa semua tak cukup pengorbanan ku kepadamu ? Di mana Daren yang aku kenal dulu, yang begitu mencintai ku ? Hiks...Hiks..." Tasya terisak tangis. Memang dalam ini bukan salah Tasya, semua ini kesalahan Daren yang ingin menjalankan dua cinta di hidupnya. Membagi cintanya dengan dua wanita. Karna tidak akan ada yang kuat bila di madu, meskipun dirinya lah yang menjadi madu bagi istri pertama suaminya.
Setelah lepas dari Tasya, Delia memilih untuk langsung masuk kamar mandi. Delia tak ingin mempedulikan apa yang terjadi dengan Tasya dan Daren. Dengan terselamatkan saja, dirinya sudah merasa bersyukur. Dia sangat takut jika terjadi sesuatu dengan bayi dalam kandungan nya.
Akhirnya Daren memilih mengambil pakaian dan menggunakannya. Tidak mungkin jika dia terus menerus bertelanjang.
__ADS_1
Dan benar saja saat Delia keluar dari kamar mandi, Tasya langsung menyerangnya kembali.
" Sini ! Aku ingin kasih pelajaran buat mu ! " Tasya kembali menghampiri Delia dan menarik tangan Delia paksa. Entah mengapa hatinya merasa sakit di perlakukan seperti ini. Berbeda halnya dengan Delia yang justru saat ini tertawa dalam hati. Meskipun dirinya harus merasakan kekejaman Tasya.
Delia berusaha memberontak, Daren pun berusaha merelai itu
" Lepas ! Ini rumah ku ! Pergi dari rumahku ! " Delia berusaha memberontak.
" Tasya cukup ! Jangan sakiti Delia ! " Daren langsung mendorong tubuh Tasya dengan kasar, hingga dirinya terjatuh meringis kesakitan. Dan tentu saja membuat dirinya semakin dendam dengan sikap Daren membela wanita yang sangat dia benci.
" Pergi dari sini ! Jika kau tak bisa pergi dengan cara baik-baik, maka aku akan meminta Security untuk mengusir mu ! Jangan pernah sekalipun kau menginjakkan kaki mu di rumah sini lagi ! Tunggu aku di apartemen, aku akan menyusul pulang ! " Ucap Daren tegas, membawa Tasya keluar dari kamar.
" Yati...cepat panggil Ahmad ! Bawa wanita ini keluar dari rumah ini ! " Daren berteriak memanggil asisten rumah tangga nya.
" Tidak...aku tak akan pergi sebelum kau menceraikan wanita siala* itu ! " Ucap Tasya, namun tanpa sadar kaki nya terus mundur ke belakang mendekati anak tangga.
" Aaaahhh...." Teriak Tasya yang terguling-guling jatuh dari anak-anak tangga.
" Tasya...." Daren menuruni anak tangga dengan cepat. Bagaimanapun Tasya adalah wanita yang sangat dia cintai dulu. Dan sekarang dirinya harus melihat wanita itu tergeletak dengan kondisi yang mengenaskan, keluar darah dari kepalanya.
Semua yang melihat di sana, ikut meringis. Bahkan Delia pun ikut keluar, karna mendengar teriakan histeris dari Tasya dan juga suaminya.
Meskipun dirinya selama ini tersakiti dengan apa yang di perbuat Tasya, namun dirinya tetap merasa iba.
" Cepat siapkan mobil ! Kalian jangan hanya menonton saja !" Ucap Daren yang terlihat sangat panik, dia tak sadar hanya menggunakan kaos oblong dan celana boxer. Daren langsung membopong tubuh Tasya yang tak berdaya ke dalam mobil. Darah segar terus mengalir keluar dari kepala Tasya. Daren sangat takut jika wanita yang masih memiliki tempat di hatinya meskipun telah terbagi, akan pergi meninggalkan dirinya selamanya.
" Tasya ku mohon bertahanlah !!! Hiks..hiks..." Daren terus mengeluarkan air matanya.
__ADS_1
Jangan ragu memberikan vote dan hadiah untuk author ya, biar author tambah semangat ππ€πππππ