
Daren menatap tajam ke arah Delia. Dirinya merasa di permalukan dengan istri nya sendiri. Harga dirinya seperti di injak-injak, saat Delia mengucapkan tanpa campur tangan dan peran serta Reynaldi di hidupnya dirinya tak akan pernah berdiri di podium malam itu. Dan sontak membuat pengusaha yang hadir di sana yang mengetahui Delia adalah istri dari Darendra termasuk Hans, melirik ke arah Daren.
" Breng***, penghargaan yang sudah tiga tahun berturut-turut aku raih sekarang harus terkalahkan oleh istri sendiri. " Daren terlihat geram, terlihat Daren sudah mengepalkan tangannya dan rahangnya sudah mengeras. Melihat sorot mata Reynaldi ke Delia membuat Daren terbakar cemburu.
" Lihatlah istri pertama mu dengan cueknya bergandengan mesra dengan pria lain di hadapan mu. " Tasya memanasi Daren.
Tasya tersenyum licik, sangat puas. Saat Devian menghampiri Delia dan menarik tangan Delia dengan paksa membuat Delia hampir saja terjatuh.
" Lepasin !!! " Ucap Delia sambil menghentakkan tangan Daren berusaha melepas nya.
" Owh... mentang-mentang udah punya pengganti nya, sekarang sudah mulai bertingkah ? Kamu itu istri ku, apa kau tak malu menggandeng mesra pria lain di hadapan publik dan bahkan suami mu juga mengetahui perselingkuhan mu !" Ucap Daren dan membuat Delia tidak terima.
" Bukankah aku ini hanya istri kontak mu , yang nantinya akan bercerai ? Jadi aku bebas donk memilih dengan siapa pun untuk melanjutkan hidupku ? Dan ucapan tentang aku tak punya malu, bukankah hal yang sama kamu lakukan malam ini ? Ingatlah Publik tak mengetahui jika kau memiliki istri dua, jadi bukankah suatu hal yang sama. Karna banyak juga yang mengetahui hanya aku sampai saat ini istri sah mu ! " Sahut Delia geram menatap Daren tajam.
Daren hampir saja melayangkan tamparan ke wajah Delia, namun untungnya Reynaldi segera menangkap tangan Daren.
" Apa kau tak malu, seorang pengusaha hebat melakukan kekerasan kepada istrinya ? Meskipun hanya istri kontraknya ? " Ucap Reynaldi, dan membuat Hans yang mencoba mendekati mereka merasa terkejut.
" Benarkah ? Nona Delia, mau kah kau menikah dengan ku setelah kontrak anda selesai dengan Tuan Daren ? " Ucap Hans membuat Daren bertambah kesal, karna bertambah lagi saingannya.
" Aku tidak akan pernah menceraikan Delia. Aku akan terus mengikat nya, dan menyakiti nya ! " Ujar Daren membuat kedua pria itu geram.
__ADS_1
" Bukankah Anda tak mencintai istri pertama mu dan kamu juga sudah menikah lagi ? Lepaskan dia, aku akan segera menikah dengan mu. Apa kamu bersedia Del ? " Reynaldi memandang Delia penuh pengharapan.
" Ya aku bersedia, untuk apa juga aku mempertahankan pernikahan tanpa cinta ! " Entah dapat kekuatan apa, Delia berani berbicara seperti itu padahal kini dirinya sedang mengandung anak Daren suaminya.
Dan tiba-tiba saja Delia merasa pusing, mungkin hal itu karna Delia merasa tertekan. Meskipun dirinya bersikap kuat, namun hatinya tetap tak sekuat baja.
" Rey...bisa antar aku pulang ? Kepala ku terasa pusing. " Ucap Delia lembut, dia tak mempedulikan Daren yang sudah sangat marah.
Delia pergi meninggalkan tempat acara bersama Reynaldi, sedangan Hans dan Daren hanya bisa menatap kepergian mereka. Bahkan saat Daren teriak memanggil nama Delia, Delia tetap tak mempedulikan nya.
" Breng*** bisa-bisa nya dirinya lebih memilih pulang sama seling*****nya ! " Daren sudah sangat marah, dan akhirnya ikut pergi meninggalkan tempat itu.
" Huhft ternyata sudah ada yang menunggu nya setelah dirinya menjadi janda..Ya sudahlah lebih baik aku meninggalkan nya. " Umpat Hans dalam hati.
" Owh...rupanya.kamu sekarang sudah jatuh cinta sama Delia ? Pantas sikap mu berubah. Tapi sepertinya kamu terlambat, karna Delia sudah berselingkuh dengan pria lain. " Ucap Tasya membuat hati Daren tambah panas.
" Itu bukan urusanmu ! Bukankah wajar jika aku mencintai istri ku ? Hal yang sama aku lakukan pada mu ? Aku tak akan pernah melepas nya, tak akan ku biarkan dirinya hidup bahagia dengan pria lain. " Sahut Daren membuat Tasya merasa kesal.
" Apa ??? Kau mau mengingkari janjimu ? Kamu bohongin ku ? Kamu bilang hanya aku yang kamu cintai ? Kalian hanya nikah kontrak, dan dalam 2 tahun akan menjadikan aku istri mu satu-satunya ? " Tasya marah kepada Daren.
" Kamu itu bisa diam ga sih ? Kamu yang buat aku terjebak di situasi seperti ini. Kalau kau tak sibuk dengan karier mu, dan banyak meninggalkan diriku. Aku pasti ga akan seperti ini. Asala kamu tau selama ini aku selalu menahan hasrat ku untuk berhubungan intim dengan Delia, karna aku pikir aku bisa lakukan dengan mu. Tapi nyatanya setelah menikah kau justru lebih sibuk dengan urusan ku, dan terpaksa aku melampiaskan nya pada Delia. Dan aku kini merasa candu dengan tubuhnya. " Ucapan Daren membuat Tasya merasa sakit hati.
__ADS_1
" Oh jadi semua ini karna salah ku ? Setelah 2 tahun aku setia padamu, sekarang justru kamu membagi cinta mu pada wanita sia*** itu ! "
Daren akhirnya memilih untuk tak melanjutkan percakapan dengan Tasya, hatinya merasa sangat panas. Masih terlintas di pikirannya saat wanita yang saat ini tersimpan di hatinya, namun kini justru malah menggandeng pria lain di hadapannya. Bahkan berniat menikah setelah bercerai dari nya.
Mobil Daren sudah terparkir rapih di parkiran apartemen..
" Turunlah ! Aku mau ke club dulu menenangkan hatiku ! Maaf aku lakukan seperti ini, karna aku tak ingin berdebat dengan mu. Aku sadar semua ini salah ku. Bermain api dengan dua cinta, dan berbagi cinta. Hingga akhirnya aku harus merasakan hal seperti ini. Tunggu aku, besok kita bicarakan lagi. Beristirahat lah, dan ingat ini semua bukan salah mu tapi salah ku yang mengambil keputusan yang salah ! " Daren bersikap sedikit lembut dan mencium kening Tasya.
Dan mau tak mau Tasya turun dari mobil suaminya, dan masuk ke apartemen sendiri.
Mobil Daren sudah melesat ke sebuah club malam yang jarak tak jauh dari apartemen dirinya dengan Tasya. Tak lupa dirinya juga menghubungi Doni untuk menemaninya.
Kini Daren sudah sampai di club, masuk ke dalam seorang diri sambil menunggu asisten nya datang.
Di tempat berbeda Delia sedang termenung menatap langit yang indah di taburi bintang-bintang dan cahaya bulan..
" Sayang...maafkan mama, mungkin mama akan memilih untuk merahasiakan kehadiran mu dari papa mu ! Maafkan mama dirimu hadir saat mama dan papa tak memiliki cinta ! Namun rasa cinta mama terhadap mu begitu besar, mama akan berjuang meskipun tanpa papa mu di samping mama. " Delia terus mengelus perutnya dan mencoba berbicara dengan janin yang ada di dalam kandungan nya.
Delia meminta Reynaldi hanya mengantarkan nya, dan akhirnya Reynaldi memahami nya..
Alhamdulillah author sudah mendapat feedback dari pusat, dan akan masuk ke dalam entry lomba. Jadi sudah tenang bisa up terus. Tetap beri dukungan ya , berikan vote agar pop author semakin meningkat !!!
__ADS_1
Author ucapkan untuk semua yang sudah mendukung karya author ππππβ€οΈβ€οΈ