Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Menyamar


__ADS_3

Tasya terus mengumpat Daren karna telah memperlakukan dirinya begitu hina.


Kini Tasya telah sampai di apartemen Dion. Dirinya langsung masuk ke dalam kamar tidur tempat Dion tertidur pulas.


" Ternyata sudah tidur ! Ya udah aku ga usah ganggu dia ! " Gumam Tasya dan akhirnya dirinya memilih untuk memasak mie karna perutnya terasa sangat lapar.


Ini hal pertama kali dirinya memasak mie, selama ini dirinya selalu di layani art. Sebelum kedua orangtuanya meninggal dalam kecelakaan, Tasya selalu hidup dalam kemewahan. Hal itu yang membuat dirinya bersikap glamor. Kehidupan mewah berlanjut saat dirinya menjalin hubungan dengan Daren. Tasya berkuliah di tempat yang sama dengan Daren dan Dion, saat itu dirinya menyandang bunga kampus dan banyak di puja pria.


Dan pertemuan pertama Tasya dengan Dion yaitu saat Tasya sedang berjalan di sebuah mall di Jakarta. Mereka bertemu di sana dan asyik mengobrol. Mereka saling tuker nomor telepon, hingga akhirnya hubungan mereka semakin dekat dan memutuskan pacaran.


Berbeda hal nya dengan kisahnya dengan Daren. Sejak mereka duduk di bangku kuliah, Daren sudah merasa jatuh cinta dengan Tasya, tapi ternyata diam-diam Tasya justru lebih jatuh cinta pada Dion. Daren lebih terkenal dingin dan cuek, sedangkan Dion yang terkenal sebagai playboy kampus. Pastinya sangat mudah menggaet seorang wanita, Dion pun selalu bersikap romantis dengan wanita membuat wanita klepek-klepek.


" Mungkin jodoh ku sama Dion ? Selama ini aku berusaha mempertahankan hubunganku dengan Daren, tapi nyatanya Dion lah tempat ku kembali. " Gumam Tasya sambil menyantap mie instan yang dia buat.


Tasya ikut naik ke atas ranjang untuk tidur, tak butuh lama kini dirinya sudah tertidur pulas sambil memeluk Dion.


Perlahan Dion membuka matanya dan menatap ke arah Tasya yang masih tertidur pulas.


" Bagaimana caranya aku harus jelaskan pada Tasya tentang hubunganku dengan Riyanti, bahkan sebentar lagi kami akan menikah. Maafkan aku Sa...kamu yang buat aku ambil keputusan ini ! Aku yakin pasti kamu akan marah besar karna Aku benar-benar menyakitimu. " Ucap Dion lirih.


Dion bangkit dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap berangkat kerja.


" Eugh...Tasya meleguh merenggangkan tubuhnya yang terada pegal.


" Sayang...kamu mau kemana ? Memangnya kamu sudah merasa enak ? " Tanya Tasya saat membuka mata dan melihat Dion yang sudah bersiap-siap.


" Hari ini aku ada persentasi, aku harus masuk kerja. Nanti kalau kamu laper, pesan online aja ! Kamu masih ada yang ga ? " Ucap Dion.


Tasya menggelengkan kepalanya, dirinya tak mempunyai uang sama sekali saat ini. Memang ini semua salahnya yang menganggap Daren akan selalu memberikannya uang. Bahkan 300 juta uang yang sempat Daren berikan padanya, sudah habis dia belanjakan. Dan tiba-tiba saja dirinya jatuh pingsan, di vonis kanker serviks, dan di gerebek oleh Daren.

__ADS_1


Dion menarik nafas panjang. Dirinya sangat tahu gaya hidup Tasya yang glamor, selama ini dirinya mengalah Tasya menjalin hubungan dengan Daren karna dirinya tak mampu memenuhi keinginan kekasihnya.


" Ya udah nanti aku transfer kamu ya ! Kamu kirim nomor rekening kamu ke wa ya ! Tapi aku ga bisa transfer banyak, aku cuma bisa transfer 500. Tolong di irit ya ! Kamu harus ngerti, aku bukan Daren yang bisa memberi mu uang dalam jumlah banyak. " Ungkap Dion membuat Tasya merasa tersentak. Akankah dia sanggup bertahan dengan Dion dengan kondisi ekonomi yang sangat pas-pasan.


" Iya...maaf aku buat kamu repot. " Ungkap Tasya.


" Ga apa. Aku kasih kamu semampuku. Aku jalan dulu ya ! " Sahut Dion. Setelah mencium kening Tasya, Dion keluar untuk bekerja.


Dion langsung melajukan motornya ke rumah Riyanti menjemputnya, untuk berangkat kerja bareng. Kehidupan Dion jauh berbeda dengan kehidupan Daren. Semenjak papi nya bangkrut, Dion terpaksa bertahan hidup sendiri. Bekerja di perusahaan biasa dan hanya bekerja sebagai staf biasa. Apartemen Dion pun tak semewah apartemen Daren dan apartemen Tasya yang di belikan Daren.


Riyanti memeluk Dion dari belakang, entah mengapa saat bersama Riyanti dirinya merasa sangat nyaman. Tak sampai 30 menit kini mereka telah sampai di kantor.


" Berdosanya aku karna tak bisa berkata jujur padamu. Aku mencintaimu dan dirinya. Kamu dan dia ada di hatiku. " Ucap Dion lirih saat dirinya melihat senyum manis Riyanti pada saat dirinya membantu membukakan helm.


Hubungan yang di rajut Dion dan Riyanti begitu sederhana. Riyanti bersifat sederhana, tak seperti Tasya.


Tasya memilih menyamar saat dirinya mendatangi perusahaan Daren. Di berusaha agar bisa dirinya menyelinap masuk.


" Aku harus berdandan berbeda agar tak ada yang mengenaliku ! " Gumam Tasya.


Tasya menggulung rambutnya dan memakai topi seperti laki-laki, Dirinya juga hanya memakai kaos oblong dan celana jeans robek. Tak lupa dirinya memakai kaca mata agar bisa melabui Daren dan sang asisten.


" Semoga Daren tak merasa curiga dengan ku ! " Gumam Tasya dalam hati saat melihat penampilan barunya.


Tasya menaiki Taksi online untuk menghampiri Daren. Dan kini dirinya sudah sampai di perusahaan Daren.


" Permisi mba, apa Pak Daren ada ? " Ucap Tasya pada sang resepsionis.


" Maaf kak, sudah ada janji belum ? " Tanya sang resepsionis.

__ADS_1


" Saya mau kasih barang nya Pak Daren yang terjatuh, cuma saya ingin memberikan nya langsung ! " Untungnya saat itu Doni sedang keluar, orang yang berjaga pun di luar tak merasa curiga dengan Tasya yang saat itu menyamar, hingga akhirnya sang resepsionis percaya begitu saja dengan ucapan Tasya dan mempersilahkan masuk.


Bahkan sang sekertaris pun tak merasa curiga, karna Tasya telah lewat pemeriksaan di resepsionis.


Tok...Tok...


" Permisi pak, ini ada mba yang menemukan barang bapak di jalan. Dia ingin memberikan nya langsung. " Ucap sang sekertaris, lalu pergi meninggalkan Daren dan Tasya di ruangan berdua.


" Siapa kamu ? " Daren memperhatikan dengan seksama, hingga dirinya menemukan jawaban bahwa wanita itu adalah Tasya yang sedang menyamar.


" Pergi kau dari sini ! Aku tak ingin melihat kamu lagi ! Dasar wanita iblis, berani-beraninya kau datang menemui ku ! " Ucap Daren kasar.


" Sayang...please ku mohon jangan usir aku ! Kedatangan ku ke sini, aku hanya ingin minta uang kepadamu untuk biaya hidupku selanjutnya ! " Ucap Tasya tak ada malunya.


" Minta uang ? Dasar pengemis ! 1 rupiah pun aku tak akan Sudi memberikanmu ! Minta saja sana sama kekasih hatimu ! Kau yang memilih seperti ini , maka terimalah akibatnya ! Aku tak akan pernah memberikanmu yang sampai kau mati pun. " Sahut Daren kasar hingga Tasya terhuyung.


" Bawa wanita ini ke luar ! Dan jangan biarkan dirinya masuk ke sini ! Aku akan memecat mu jika kau Lalay membiarkan wanita ini menemui ku lagi ! " Ucap Daren tegas.


Dengan berat hati Tasya bangkit dan meninggalkan perusahaan Daren. Dirinya sangat menyesal, benar apa yang di katakan Daren semua ini salahnya. Dia yang memilihnya, maka dia harus siap menanggung nya


Tasya berjalan kaki menyelusuri jalan tanpa arah di iringi air mata yang terus mengalir. Hatinya terasa sangat sakit dengan sikap Daren kepadanya. Dirinya baru merasakan menjadi orang yang sangat terhina, harus hidup dengan kekurangan.


Like...Like...Like


Vote...Vote...VOte


Bunga...Bunga...Bunga


πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜„πŸ˜„

__ADS_1


__ADS_2