Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Daffa Pramudya


__ADS_3

Liburan telah usai namun tak ada adegan haha hihi antara Delia dan juga Daren. Daren harus bersabar menunggu saat nya tiba. Dan liburan kali ini hanya untuk menikmati kebersamaan mereka.


Dan kini mereka sedang dalam perjalanan pulang ke Jakarta. Menjalani aktivitas seperti biasa.


Daren melirik ke arah sang istri yang hanya diam menikmati jalanan.


" Aku senang banget bisa menikmati liburan sama kamu. Semua ini seperti mimpi, aku bisa merasakan kebahagian hidup bersama kalian. Dan Delia hanya membalas dengan senyuman.


Jalanan terlihat cukup padat, rasa kantuk yang mendera membuat Delia akhirnya tertidur mengikuti jejak sang anak.


Senyum bahagia terbit di wajah Daren, saat melihat dua orang yang begitu berarti di hidupnya tertidur pulas.


" Maafkan aku yang telah menorehkan luka yang begitu mendalam di hati mu, hingga aku harus menunggu saat nya luka itu sembuh. " Gumam Daren lirih sambil matanya sesekali melirik ke arah sang istri.


Kini mereka telah sampai di rumah. Daren memarkirkan mobil nya dan turun untuk membangunkan istri nya dan mengambil anaknya dari dekapan sang istri.


" Yang...udah sampai ! " Ucap Daren lembut membangunkan istrinya.


Delia mengerjapkan matanya dan perlahan demi perlahan matanya terbuka sempurna.

__ADS_1


Daren langsung meraih tubuh mungil anaknya dari istrinya dan membawanya ke dalam rumah. Delia pun ikut turun mengikuti jejak suaminya. Menaiki anak tangga masuk ke dalam kamar.


" Maaf ya mas aku tadi ga nemenin mas di perjalanan. Aku malah tidur. " Delia terkekeh. Dan sungguh ekspresi wajah Delia begitu menggemaskan bagi Daren.


" Ga papa sayang...aku tau kamu pasti lelah. " Ucap Daren lembut sambil mencubit pipi istri nya dengan gemas.


Daffa masih tertidur dan Delia memilih membersihkan tubuhnya berganti dengan pakaian rumah yaitu daster.


" Mas, aku siapin makan malam buat kita dulu ya ! " Ucap Delia lembut. Ya Delia sudah mulai bersikap lembut, tapi untuk urusan ranjang Delia masih belum bisa.


Daren menganggukkan kepala nya menyetujui keinginan istrinya. Delia turun menyiapkan makan malam untuk mereka, karna mereka terakhir makan sebelum mereka pulang ke Jakarta. Dan karna jalanan macet, membuat mereka baru sampai jam 19.00.


Dan dalam waktu 30 menit makanan sudah matang. Karna Delia di bantu oleh Bi Yati menyiapkannya dan Delia hanya tinggal menumis saja. Malam ini Delia membuat hidangan capcay dan juga ayam goreng mentega untuk menu makan malam kali ini.


Delia menaiki anak tangga untuk mengajak suaminya makan malam bersama.


" Mas, makanan sudah siap ! Ayo kita makan dulu ! " Ajak Delia pada suaminya. Dan membiarkan Daffa yang masih tertidur pulas.


Kini mereka telah di meja makan untuk makan malam bersama. Delia menyendokkan nasi, sayur, dan juga ayam ke piring makan Daren. Sungguh hal ini membuat Daren merasa senang. Memang Delia paling pintar mengambil hati suaminya. Tak lupa Delia menyiapkan air putih untuk suaminya minum.

__ADS_1


Tasya seperti ini ? Ga pernah. Selama Daren menikah dengan Tasya, tak sekalipun dirinya mendapatkan perlakuan spesial yang di lakukan Delia. Tasya tak pernah menghargai dirinya sebagai suami. Tak pernah sekalipun Tasya memasak untuk mereka makan. Tasya selalu memesan makanan lewat online.


" Enak banget masakan kamu. Buat aku semakin cinta. Terima kasih ya sayang udah ada di hidupku dan Daffa. " Ucap Daren mesra, tentu saja pujian suaminya membuat Delia tersipu malu terlebih di dekatnya ada Bi Yati dan Bi Yani yang sedang membersihkan alat-alat masak. Dan hasilnya melihat kemesraan majikan, tentunya hal itu membuat Bi Yati dan Bi Yani merasa senang. Terlebih mereka mengetahui perjalanan cinta majikannya itu yang penuh lika liku. Dan mereka berharap cinta dan Daffa yang dapat menyatukan majikannya.


Makan malam telah selesai, Daren dan Delia kembali menaiki anak tangga untuk masuk ke dalam kamar kembali. Daren menggandeng mesra tangan sang istri. Dan kini mereka sedang duduk berdua di balkon menikmati keindahan malam hari.


" Yang, Daffa belum buat akta kelahiran kan ? Owh ya kamu memberi nama Daffa siapa ? " Tanya Daren membuka obrolan malam ini.


" Belum mas, aku belum sempat membuatnya saat sampai di Indonesia. Aku kasih nama Daffa Devano, mas. " Sahut Delia sambil matanya kini menatap ke arah suaminya.


" Ya udah nanti aku suruh Doni mengurusnya. Tapi aku akan ganti nama Daffa menjadi Daffa Pramudya. Aku ingin menambahkan nama keluarga di belakangnya. Nama yang sama seperti papa dan aku. " Ungkap Daren.


" Ya sudah terserah mas aja, yang terbaik aja untuk Daffa. Aku dulu memberi nama Daffa Devano karna aku takut kamu tak mau mengakui Daffa sebagai anak kamu. " Ujar Delia jujur.


Mendengar penuturan sang istri. Daren langsung membungkamnya dengan bibirnya. Dan malam ini mereka berciuman mesra kembali, namun kali ini Delia membalasnya.


" Mana mungkin aku tak mengakui darah daging aku sendiri. Justru aku senang kamu bisa mengandung anak ku. Tapi sayangnya Tuhan harus memisahkan aku dulu, agar aku lebih merasakan arti kalian di hidupku. Aku bersyukur kamu mau memberikan anak untuk ku. Maaf aku datang terlambat, aku mencari kamu saat pagi hari dan kamu sudah berangkat saat malam hari. " Jelas Daren pada sang istri membuat Delia merasa senang mendengarnya.


" Ku mohon jangan pernah tinggalkan aku lagi ! Aku ingin hidup bahagia dengan mu. Dan asal kamu tahu, aku sudah pernah merasa gila saat aku kehilangan kamu. Penyesalan yang ku rasa membuat aku selalu di hantui rasa penyesalan. Aku terlalu bodoh ! Aku tak pernah bisa tegas memilih kamu di hidupku seutuhnya. Aku plin plan tak bisa melepaskan Tasya di hidupku, meskipun saat itu sudah ada cinta di hatiku untuk kamu. Aku terjebak dalam dua cinta, hingga akhirnya aku harus menanggung akibatnya. Seharusnya sejak dulu aku meninggalkan Tasya dan memilih kamu seutuhnya di hidupku. Tapi aku tak pernah bisa melakukannya. Hingga akhirnya aku merasa kecewa yang luar biasa karna wanita yang selama ini selalu aku jaga perasaannya dan wanita yang selama ini selalu setia mendampingi diriku ternyata dia hanya seorang pengkhianat. Dia hanya mempermainkan hatiku. " Ungkapan tulus dari hati seorang Daren.

__ADS_1


Delia mencoba mengerti posisi Daren saat itu. Kesetiaan suaminya dalam suatu hubungan memang bisa di acungkan jempol. Saat dirinya menjalin hubungan dirinya berusaha untuk menjalani dengan serius. Menutup hati, telinga, dan pikirannya tentang pasangannya. Tak sekalipun dirinya menyakiti hati pasangannya. Namun dirinya harus menjalani kehidupan lain dengan wanita pilihan sang mama dan akhirnya dirinya merasakan jatuh cinta. Tapi dia mencoba memendamnya, karna dirinya tak ingin menyakiti hati Tasya yang selama ini hadir lebih dulu di hidupnya.


__ADS_2