Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Bermain dengan Tasya ( 2 )


__ADS_3

" Sayang...mengapa kamu belum berganti pakaian ke kantor ? Kan mulai hari ini kamu jadi sekertaris ku ? " Ucap Daren menghampiri Delia yang sudah lebih dulu di meja makan sedang menyuapi Daffa.


" Nanti aku nyusul aja ! Aku harus ke butik dulu ! " Sahut Delia malas.


" Owh tidak bisa ! Mana ada seorang sekertaris yang datang terlambat. Masa bos nya dulu yang datang. " Ujar Daren keras kepala.


" Pecat aja kalau begitu ! Aku juga malas jadi sekertaris dari bos yang bawel dan sombong. " Ucap Delia sambil memutar bola matanya malas.


" Please Del ! Ini semua kan demi melancarkan aksi kita membalaskan dendam pada Tasya ! " Ucap Daren mengiba.


" Kita ? Kamu aja kali, aku mah enggak ! Aku tuh sebenernya udah males banget berhubungan sama cewek murahan seperti dia ! Udahlah kalau kamu masih mau sama dia, balikan aja sana ! Toh sebentar lagi kita kan sidang perceraian ! Kamu tinggal setujui, selesai ! " Cerocos Delia.


Dan akhirnya karna merasa dirinya kalah berdebat, Daren memilih siasat lain yaitu ikut ke butik baru ke kantor. Daren mengancam akan mengikuti kemana pun Delia pergi.


Dengan terpaksa, Delia akhirnya berganti pakaian dan menyiapkan semua keperluan Daffa. Sebenarnya dia merasa berat harus berpisah dengan sang anak.


" Gimana Don ? Apa masalah pemasangan cctv sudah selesai ? Mulai hari ini aku akan menempatkan Tasya di gudang ! " Ucap Daren membuka obrolan dengan Doni. Kini mereka sedang dalam perjalanan ke kantor, tapi sebelumnya dia akan menitipkan Daffa dulu ke sang mama.


" Daffa sama nenek kakek dulu ya ! Ga boleh rewel ! Nanti minum asi yang di botol aja ya ! Bunda Delia nya mau kerja dulu sama ayah ! " Ucap Daren pada sang anak. Dan Daffa langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan apa yang di ucap sang ayah.


" Anak ayah yang pintar ! " Ujar Daren sambil mengelus rambut Daffa lembut.


Setelah Delia menitipkan Daffa ke pada mertuanya, mereka kembali melajukan kendaraannya menuju kantor.

__ADS_1


Dan kini mereka telah sampai di Lobby kantor. Daren menggandeng tangan Delia dengan mesra sejak memasuki kantor hingga sampai ke ruangannya. Tentunya membuat hati Tasya terbakar cemburu.


" Don, panggil Claudia ke sini ! " Titah Daren kepada Doni. Dan Doni keluar memanggil Claudia.


Dan setelah Doni keluar, Daren langsung menarik tangan Delia paksa.


" Saat aku melakukan apapun kepadamu saat Tasya masuk, tolong jangan menolak ! Ikuti alur ! Ok ? " Titah Daren. Belum juga Delia menjawab, Doni sudah mengetuk pintu dan membukanya.


Mata Tasya membulat sempurna, hatinya sangat panas. Saat dirinya masuk Daren sedang berciuman mesra dengan Delia. Sayangnya Tasya hanya melihat punggung Delia dan tidak melihat ekspresi wajah Delia yang merasa sangat kesal menerima ciuman dari Daren. Bahkan bukan sekedar ciuman biasa, Daren meluma* nya. Dia sengaja berlama-lama berpura-pura tak tau Doni dan Tasya.


( Daren modus banget ya ??? πŸ˜„ )


" Dasar bos ga ada akhlak lagi-lagi mata suciku ternodai. Segala ada adegan begitu segala, modus banget pengen ciuman. " Gerutu Doni.


" Ups...maaf ! Sudah ada kalian di sini ! Habisnya saya ga bisa nahan kalau sedang dekat istriku yang cantik dan sexy. " Sahut Daren dengan tak ada dosanya. Dan belum selesai sampai di situ. Daren saat ini masih merangkul tubuh Delia, dan bahkan sesekali dirinya masih memberikan kecupan di pipi Delia.


" Maaf Tuan, tadi tuan Doni bilang katanya tuan Daren panggil saya ? Ada apa ya pak ? " Ucap Tasya to the point karna dia sudah tak sanggup berlama-lama melihat kemesraan Daren ke Delia.


" Itu hal dulu yang kamu lakukan ke aku Ren ! Dan sekarang kamu benar-benar sudah melupakan aku ! " Ucap Tasya lirih. Tasya tetap lah seorang wanita yang memiliki hati dan perasaan. Dirinya tetap merasa sakit hati saat pria pujaannya bermesraan dengan wanita lain di hadapannya. Lantas apa dia tak ingat dulu saat posisi Delia berada di posisi dirinya sekarang ? Terlebih Delia sudah menyandang status sebagai istri sah dari Daren . Tasya dan Daren dengan cueknya bermesraan di depan Delia, dan bahkan olahraga ranjang di rumah Delia.


" Oh iya, saya jadi lupa ! Hem..jadi begini Claudia. Saya sudah memutuskan untuk memakai istri saya lagi sebagai sekertaris saya ! Karna saya pikir, saya bisa selalu dekat dengannya terlebih jika ada tugas luar jadi saya ga perlu kesepian. Dan saya putuskan saat tidak membutuhkan kamu lagi sebagai sekertaris ! Lagi pula kamu tidak sesuai kriteria saya, selama ini saya sudah berusaha sabar bahkan sampai saya suruh istri saya mengajarimu ! Tapi nyatanya otak kamu tidak mampu, dan sepertinya pekerjaan kamu yang cocok di bagian gudang. Jika kamu masih mau bekerja di sini, kamu bisa menerima tawaran saya untuk posisi gudang. " Jelas Daren. Membuat Tasya terkejut, dia tak percaya.


" Dan mulai hari ini posisi kamu di gantikan oleh istri saya, kamu boleh membereskan barang-barang kamu dari sekarang ! Bagaimana ? Apa kamu tetap ingin bekerja di sini di bagian gudang ? Atau kamu mau resign ? " Ucap Daren membuat Tasya tak berkutik. Meskipun baginya pekerjaan di gudang sangatlah berat dan juga kotor. Tapi tidak mungkin baginya mundur, terlebih dirinya belum juga mendapatkan Daren. Yang ada cuma kekesalan yang dia terima.

__ADS_1


" Baik tuan, saya ga masalah kerja di bagian gudang. " Sahut Tasya pasrah. Namun tidak sampai situ, sebelum Tasya memasuki gudang. Daren sudah menyuruh Doni untuk mengacak-acak, mengotori gudang. Tentunya akan membuat Tasya harus kerja keras.


Dalam hati Daren merasa puas, karna Tasya akhirnya menyetujui keinginannya.


" Baiklah...jika kau sudah mengerti ! Don, antar Claudia ke gudang ! " Titah Daren


Tasya keluar ruangan Daren dengan di ikuti Doni.


" Bersihkan semua isi gudang ini ! Jangan lupa di pel dan di sapu ! " Titah Doni dan Tasya mengerti.


" Kejam kamu Ren, aku harus tersiksa seperti ini ! Hiks...hiks...! " Ucap Tasya yang kini sudah terisak tangis.


Sedangkan di dalam ruangan Daren tertawa keras karna melihat Tasya dari kamera cctv yang sedang menangis dan merutuki dirinya.


" Kau pikir aku bisa tertipu lagi ? Kali ini aku yang akan bermain-main dengan mu ! " Ucap Daren merasa puas.


" Jangan terlalu benci, nanti benar-benar cinta ! Ingat antara benci dan cinta itu tipis ! " Ucap Delia menasehati Daren tapi justru ucapannya berbalik padanya.


" Berarti itu hal yang sama seperti kamu donk ke aku ? Kamu itu sebenarnya cinta sama aku. " Goda Daren pada Delia.


" Huh... lama-lama cape urusan sama kamu ! Selanjutnya apalagi ini tugas aku ? Kalau udah ga di butuhkan aku ke ruangan sekertaris ! " Tanya Delia to the point. Karna sudah merasa kesal harus berlama-lama di dekat Daren.


Mohon maaf Author up 1 bab ya πŸ™

__ADS_1


__ADS_2